Balas Dendam

8

image
image

Kuroko no Basuke by Tadatoshi Fujimaki

Balas Dendam by VYEJUNGMIN

Hanamiya Makoto x Momoi Satsuki

***

Saat aku pulang dari minimarket yang terdekat dari rumahku, mataku tidak sengaja melihat salah satu pemain basket dari Kirisaki Dai Ichi di seberang halte bus sana. Saat aku menatapnya, tiba-tiba saja dia menoleh kearahku yang membuatku langsung membuang muka kearah lain.

Hanamiya Makoto, kapten sekaligus pelatih dari Tim Basket Kirisaki Dai Ichi. Setelah melihat permainan timnya yang sangat kasar saat bertanding dengan Seirin, membuatku sedikit takut dengannya. Apalagi saat pertandingan itu selesai dan dia berteriak sangat keras membuatku bergetar karena teriakannya.

Aku kembali menatap kearahnya yang sedang menunggu bus datang. Kalau di teliti lebih jelas lagi Hanamiya memliki wajah yang yah boleh aku akui kalau dia tampan, tapi dengan raut wajah yang datar seperti itu membuatnya terkesan sangat dingin dan seram. Apalagi rambut panjang berwarna hitam dengan bagian atasnya yang lebih terang, dan mempunyai mata yang begitu gelam. Terkesan bahwa dia adalah orang yang tidak akan memberi ampun pada lawannya.

Setelah cukup lama aku berhenti hanya untuk melihatnya, aku segera melanjutkan perjalannku yang tertunda akibat aku melihat Hanamiya disana. Tapi sebelum aku beranjak untuk pergi, aku tidak sengaja bahwa aku melihat bibirnya membentuk senyuman yang membuat perasaanku tidak enak.

Dia benar-benar sangat mengerikan. Walapun jauh dari sini aku bisa merasakan aura kejamnya seperti saat ia bertanding dengan Seirin. Aku tidak tahu kenapa orang sepintar, secerdas dia kenapa dia malah mempunyai sifat menyeramkan sekaligus menyebalkan seperti itu. Tapi kalau di ingat-ingat lagi, bukan kah orang cerdas itu rata-rata seperti dia? Aku mengangkat bahuku pelan, tidak perduli dengan kehadirannya yang di halte bus tadi.

Baca lebih lanjut

FF DRABLE [HAEKYUNG] SEXY DANCER and ANIME

4

Vyejungmin

Cast: Han Jaekyung, Lee Donghae

“Donghae-ah!!!!” ucap Jaekyung saat matanya metapa pandangan didepan matanya.

Kemudian Jaekyung menghela nafaa berat. Tubuhnya ia balikan, meninggalkan tempatnya berdiri tadi.

Tangannya membenarkan letak topinya. Kepalanya menoleh kembali kebelakang melihat Donghae yang masih menari dengan si seksi dancer tersebut.

Dalam hatinya, Jaekyung tidak perduli. Siapa dia? Lagi pula Jaekyung malas mempermasalahkan masalah sepele seperti ini.

Tapi dalam hatinya yang paling terdalam, Jaekyung merasakan kecemburuan melihat Donghae yang seperti itu.

“Hanya sebuah pekerjaan!” Ucapnya pelan. Kemudian pergi meninggalkan lokasi tempat konser tersebut.

***

Donghae menghempaskan ponselnya keatas sofa empuk yang ada di depannya, membuat Kyuhyun yang sedang di kipasi oleh Zhanghyun sedikit tersentak kaget.

“Kau tahu apa masalah orang di depanku?” Tanya Kyuhyun pelan pada Zhanghyun.

“Sepertinya Jaekyung Onnie tidak datang hari ini.” jawab Zhanghyun.

“Tapi tadi Oppa melihat Jaekyung ada untuk melihat konser kami.” Ucap Kyuhyun lagi.

“Hmmm.. Aku tidak tahu dan tidak mengeri dengan hubungan mereka. Mereka cukup rumit. Apalagi Jaekyung sedang ada di jepang. Kau tahu, Jaekyung terlalu maniak. Kau tahu maksudku?” Zhanghyun menganggukan kepalanya, mengerti dengan ucapan Kyuhyun.

“Sepertinya akan ada orang yang akan cemburu dengan hal yang berjenis imajinasi.” balas Zhanghyun dengan mata yang sangat intens memandang Donghae yang sedang menggeram kesal.

***

“Mungkin saja Jaekyung ada di toko yang berhubungan dengan kesukaanya. Kau yang notabennya kekasihnya pasti tahu kesukaanya kan?” ucap Heechul yang ada di hadapan Donghae, “lagi pula Jaekyung bukan anak kecil lagi kan? Dia sudah dewasa, seumuran juga kan dengan Henry?” ucapnya lagi dengan tangan yang dengan lincah memainkan ponselnya.

“Hubungi saja, Hyung.” ucap Kyuhyun sambil memberikan ponselnya lagi yang tadi di lemparkan begitu saja kearah sofa.

“Aku sudah menghubunginya, tapi nomor dia di luar jangkauan, Kyu!!!”

“Kalau begitu, kenapa tidak menuruti apa yang di ucapkan oleh Heechul Hyung saja? Siapa tahu saja adakan?”

***

Donghae membenarkan letak topi yang di pakainnya. Jam sudah menunjukan pukul setengah dua belas malam, dan tempat yang di datangi oleh Donghae masih terlihat ramai.

Dalam hatinya, Donghae berdoa agar ia tidak di ketahui oleh orang-orang disini. Ia tidak bisa memikirkan bagainana nasibnya nanti.

Dengan pelan, tangannya menepuk keningnya. Kena bodoh sekali, ia tidak tahu apa yang di pakai oleh Jaekyung malam ini.

Sial, seharusnya aku menemuinya terlebih dahulu saja tadi itu. Rutuk Dongjae dalam hati.

Donghae merengut kesal, Jaekyung pasti sedang menikmati apa yang menjadi kesukaanya. Apalagi untuk beberapa hari ini Jaekyung menetap di Jepang. Duh, Donghae tidak bisa membayangkan bagaimana nanti ia di duakan oleh beberapa yang mustahil.

Donghae menyerah, tidak bisa menemukan Jaekyung. Mungkin saja Jaekyung sudah ada didalam hotel dan tidur. Yah lebih baik ia juga kembali kedalam kamar hotelnya.

***

Donghae mengerutkan keningnya saat telinganya mendengar suara isakan yang terdengar di luar tengah.

Dengan cepat Donghae berjalan, dan akhirnya ia menemukan Jaekyung yang sedang memandang layar laptopnya dengan sangat fokus.

Lagi-lagi itu yang di lihatnya. Tapi Donghae bersykur bahwa Jaekyung ada dekat di jarak pandangnya.

“Hai.” Sapa Donghae yang tidak di respon oleh Jaekyung.

Donghae berjalan dengan mata yang fokus kearah layar laptop Jaekyung. Otaknya dengan sangat cepat membuatkan sebuah ide, jika tidak ingin di cueki seperti ini, mungkin menghapus semua yang ada di laptop Jaekyung benar-benar akan sangat menyenangkan. Tapi Donghae tidak bisa membayangkan Jaekyung yang pasti akan menyeramkan.

Dengan cepat Donghae menghempaskan tubuhnya di samping Jaekyung, tangannya memeluk pinggang Jaekyung.

“Kau mengacuhkanku lagi hanya karena itu.” ucap Donghae membenamkan wajahnya di lengan Jaekyung.

“Lepaskan.” ucap Jaekyung sambil memaksa Donghae agar melepaskan pelukannya.

“Apa serunya anime ini? Kau mengacuhkanku hampir dua bulan. Lihat cuma hanya ada perang-perangan saja, dan ini hanya untuk anak kecil.” ucap Donghae yang membuat Jaekyung merengut masam.

“Ini sudah tidak bisa di bilang untuk anak kecil lagi Donghae-ah!!! Ini sudah berganti untuk anak-anak yang berumuran 15-sampai selebihnya.”

“Terserah kau saja. Kau kemana saja selama kami semua bernyanyi dan beraksi di panggung?” tanya Donghae pada Jaekyung yang sedang menutup laptopnya.

“Aku malas.” ucpanya cuek.

“Ini pekerjaan, Jaekyung-ah. Aku tidak bisa menolaknya.”

“Yah, aku sudah mendengarnya beberapa kali dari mulutmu. ” Balas Jaekyung sambil beranjak dari duduknya yang membuat Donghae mengikuti Jaekyung.

“Kau mau kemana?” tanya Donghae yang melihat Jaekyung pergi kearah kasurnya.

“Aku tidur, tentu saja. Apa yang di lalukan jika orang yang menuju kearah kasur?”

“Mungkin saja melakukan?” Jaekyung melemparkan komik yang ada di tangannya dan suksek mengenai kepala Donghae.

“Aish!!! Sakit sekali.”

“Itu cocok untukmu!” ucap kesal Jaekyung yang langsung menutup rubuhnya dengan selimut.

Donghae mengikuti Jaekyung yang sudah berbaring, tangannya langsung melingkar di pinggang Jaekyung.

“Itu hanya sebuah skrip yang harus kami lakukan di atas panggung. Kau tahu kan kalau orang yang aku cintai itu hanya kamu. Bukan orang lain. Tenang saja, aku tidak akan beralin ke yang lainnya.” ucap Donghae panjang lebar yang tidak mendapatkab respon dari Jaekyung.

Donghae langsung bangun dari rebahannya, menyingkap selimut yang menutupi seluruh tubuh Jaekyung, dan Donghae tersenyum melihat istrinya yang sudah terlelap itu.

Selama wanita yang sedanh tertidur lelap ini di sampingnya, Donghae tidak akan berpaling kesiapapun. Cintanya hanya untuk Jaekyung.

“Hmmm… Uchiha Itachi, Kaitou Kuraba Aishite <3 " Dan Donghae hanya bisa meringis mendengar gumaman sang istri yang menggumamkan tokoh anime kesukaanya saat ini.

FF DRABLE: Jealous Because NARUTO

7

Cast: Lee Donghae, Han Jaekyung.

Donghae menolehkan kepalanya kebelakang saat ia mendengar suara isakan kecil. Siapa malam-malam seperti ini menangis, dan setelah pertanyaan itu ada di dalam otaknya, akhirnya ia melihat siapa yang menangis.

Han Jaekyung.

Kening Donghae mengerut aneh, apa yang membuat istrinya mengis? Apa karena sebuah berita yang tidak-tidak mengenai dirinya? Pascanya, istrinya menangis dengan menatap Laptop di depannya, siapa tahu saja istrinya membaca artikel yang tidak-tidak.

Donghae meletakan ponselnya di atas meja, lalu ia berajalan kearah Jaekyung yang ada di kasur mereka. Donghae terus saja memperhatikan Jaekyung yang tak sadar dengan kehadirab dirinya

Tentu saja, saat Donghae sudah sampai di apartementnya, ia tak langsug di sambut seperti biasanya oleh Jaekyung. Bukan hari ini saja sih, sudah beberapa hari ini.

Dan beberapa hari ini istrinya itu selalu saja sibuk dengan laptop yang ada di hadapanya, lalu kedua telingannya di sumpal oleh kedua Headphone. Benar-benar sangat menjengkelkan sekali.

Sebenarnya Donghae merasa cemburu dengan laptop milik Jaekyung yang sering di sebut-sebut Jaekyung belahan jiwanya itu. Dasar gila, lama kelamaan Donghae berpikir, bahwa Han Jaekyung hampir sama dengan Kyuhyun yang memperistri sebuah Laptop.

Masih tak menyadari dengan kehadiraannya, Donghae duduk di samping Jaekyung yang sedang menatap fokus kearah layar laptop dengan serius.

Dan Donghae hanya bisa menganga melihat apa yang ada di tampilan layar Laptop milik Jaekyung yaitu;

NARUTO.

Mata Donghae beralih kearah Jaekyung, kemudian Donghae mendengus melihat Jaekyung yang mengluarkan air matanya.

Tangan Donghae dengan reflek menoyor kepala Jaekyung yang sampai-sanpai kepala Jaekyung terkantuk oleh layar laptopnya.

Jaekyung menolehkan kepalanya kearah samping yang mendapatkan Donghae sedang menatapnya tak suka.

“Sana pergi!” usir Jaekyung pada Donghae yang kini menata layar laptop milik Jaekyung.

Jadi yang menyiya semua perhatian Jaekyung pada dirinya ini, semuanya di akibatkan oleh Anime Naruto ini? Dab Donghae baru menyadari bahwa istrinya aneh. Oh–tidak, Jaekyung memang aneh dari dulu.

Donghae terus saja menatap layar laptop milik Jaekyung yang sedang menampilkan Perang antara Naruto dan entah siapa itu. Karena Donghae sendiri tak menyukai anime seperti istrinya.

Donghae menyeritkan keningnya, ia ingat tadi Jaekyunh terisak-isak, apa Jaekyung terisak karena Naruto? Apanya yang harus di tangiskan? Lah, di adegab ini sedang melakukan peperangan. Jadi istrinya memang aneh.

“Kau tadi mengis karena apa?” tanya Donghae setelah melepaskan headset sebelah kiri Jaekyung.

“Lihat saja apa yang ada di depanmu!”

“Tapi aku tidak mengerti, apanya yang dramatis? Ini saja perang-perang seperti ini. Benar-benar aneh.”

“Kalau begitu cepat pergi sana!”

“Galak sekali. Dasar aneh. Hanya karena anime seperti ini saja kau menangis terisak tak jelas, tapi saat kau melihat drama-drama di tv yang menampilkan penganiayaan atau apa kau malah terkantuk-kantuk tak jelas. Benar-benar ajaib.” Ucap Donghae panjang lebar, matanya masih menatap layar laptop milik Jaekyung yang menampilkan anak kecil dengan bersiul lalu menciptakan angin aneh yang bisa merusak pohon di belakang punggu Naruto itu.

“Kalau kau memang tak suka, kau pergi saja dari sini. Atau kau bisa melakukan kegiatan yang menurutmu bermanfaat. Atau kau tidur saja, ini sudah pukul sepuluh, dan besok pagi-pagi sekali kau akan pergi ke Jepang untuk melakukan Konser bukan? Oke, sayang. Tidur. Aku baik-baik saja melihat anime ini, kau saja yang tidak tahu bahwa aku pencinta berat anime ini.”

Donghae menghembuskan napasnya pelan, kalau sudah seperti ini ia akan menuruti semua perkataan istrinya.

“Kalau kau tidak menutup Laptopmu, aku tidak akan tidur. Dan kau sudah mengacuhkanku beberapa hari ini karena anime konyol itu!”

“Apanya yang konyol. Jangan merajuk dan bertingkah kau cemburu dengan Naruto, cukup kau cemburu dengan belahan jiwaku ini,” tunjuk Jaekyung pada laptopnya.

Donghae mendengus, “dasar aneh,” Jaekyung terkekeh pelan. Tangannya dengan cekatan mengarahkan Mousenya untuk mematikan laptopnya.

Setelah mematikan laptopnya dan menutpnya, kedua headset Jaekyung ia letakan atas laptop, lalu mengangkat laptopnya untuk ia letakan di atas nakas samping kasurnya.

“Apapun aku lakukan demi untukmu,” ucap Jaekyung setelah meletakan laptopnya.

“Aku hanya tak suka kau mengacuhkanku. Dan kau menangis karena hal yang tak amat sangat penting!”

“Tapi, hei, kau juga jangan cemburu dengan hal seperti ini. Kekanakan sekali kau cemburu dengan sebuah Anime!” balas Jaekyung sengit.

Donghae menolehkan kepalanya kesamping, “aku cemburu kau tak memperhatikanku akhir-akhir ini!”

“Apanyanya yang tak memperhatikanmu? Kau baru tiga hari disini, dua minggu itu kau melakukab tour konserkan? Jangan berkelit! Sudah, aku lelah, aku ingin tidur!”

Donghae menatap tubuh Jaekyung yang kini terbungkus rapi dengan selimut tebal mereka.

Tanga Donghae megelus pelan tengkuknya. Jaekyung benar, dirinya memang aneh. Masa hanya cemburu dengan sebuah anime.

Donghae mengikuti apa yang dilakukan Jaekyung, tubuhnya menyamping untuk memeluk tubuh raping istrinya. Lalu berbisil; “maafkan aku, selamat malam dan aku mencintaimu.”

END

Kim Himchan Story: Love at First Sigh

10

Cast: Kim Himchan, Han Jaekyung, Lee Donghae.

Himchan mendongkan kepalanya saat ia meliat sebuah tas mendarat di atas mejanya, Himchan menatap seorang gadis yang ada di hadapannya yang sedang sibuk menggerutu dengan tak jelas.

Gadis itu memakai syal merah yang melilit di lehernya dengan nyaman. Siapa gadis ini? Tanya Himchan pada dirinya sendiri.

Mata Himchan mengikuti pergerakan tubuh gadis yang ada di hadapannya. Himchan benar-benar tak tahu siapa gadis aneh ini, kalau di lihat-lihat lagi gadis di hadapannya benar-benar sangat cantik, dengan rambut yang tergerai panjang di punggungnya, berwarna coklat kehitaman, bibir merah, hidung mancung, pipi merah merona lalu bola mata besar dan berwarna hitam pekat. Jadi Himchan benar bukan menggambarkan bawha gadis didepannya ini cantik?

Himchan melihat gadis itu mendongak lalu kemudian gadis itu tersentak kaget, “astaga!! Aku kira tidak ada orang di meja ini,” gadis itu terkejut, Himchan tersenyum dalan masker yang menutupi mulutnya.

Suara gadis yang ada di hadapannya benar-benar berbeda, suara gadis ini tak halus tapi suaranya benar-benar enak di dengar di telingannya.

“Gwenchana,”

“Aku benar-benar minta maaf karena terlalu lancang duduk di meja ini, tapi aku terlalu malas untuk pindah kemeja lain, kau bisa lihat tasku sebesar apa?” gadis itu menunjukan tas yang ada di atas meja.

“Tak apa-apa, kau bisa duduk bersamaku di sini.” Balas Himchan sambil tersenyum kembali.

Himchan berkomentar pada dirinya sendiri bahwa gadis yang ada di hadapannya jenis-jenis gadis yang sangat cerewet.

“Mungkin karena aku terlalu kesal jadi aku tidak melihat siapa yang ada di hadapanku, dan di dukung pula oleh pakaian yang kau pakai, semuanya hitam, tetkecuali rambut dan kulitmu yang memang cerah. Sekali lagi aku minta maaf.”

Himchan melongo mendengar gadis itu berbicara panjang lebar seperti itu. Benar, dia sangat cerewet.

“Namamu siapa?” tiba-tiba Himchan bertanya, dalam hatinya mengrutuki apa yang keluar dari bibirnya.

“Han Jaekyung.”

“ah, Han Jaekyung,” ulang Himchan. Ia akan mengingat nama gadis yang ada di hadapannya.

Himchan membaca judul buku yang baru di ambil Jaekyung dari dalam tasnya. ‘Belajar merias’ untuk apa di rias wajahnya, padahal Jaekyung sudah cantik tanpa make up, apa lagi kalau Jaekyung memakai make up pasti sangat cantik.

“Kau belajar merias sendiri?” tanya Himchan, Jaekyung mendongakan kepalanya.

“Tidak, aku hanya mengasah apa yang menjadi pekerjaanku saja.”

“Jadi kau menjadi seorang Coordi?”

“Yah, Coordi Super Junior.” Ucap Jaekyung sambil berbisik. Himchan hanya memandangnya tak percaya.

“Kau yakin?” tanyanya masih tak percaya.

“Tentu saja. Aku masih menjadi seorang yang waras untuk membohongimu. Dan ngomong-ngomong kau pasti seorang artis.”

Himchan terkejut mendengar kata-kata terakhir yang di ucapkan oleh Jaekyung.

“Tenang, aku tidak akan berteriak untuk mengatakan kau seorang artis. Dan oh, aku tak perlu tahu namamu siapa, aku yakin sekali bahwa kau artis dan member sebuah Boyband. Ah, mungkin saja jika aku sedang bosan menata rias dan melakukan apa saja untuk Donghae Super Junior aku akan mencari boyband lain untuk aku pekerjaanku ini.”

Himchan semakin takjub dengan gadis di hadapannya. Baru kali ini ia mendengar bahwa ada seorang gadis yang bosan dengan Donghae Super Junior. Himchan hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan pelan.

Merasakan ponselnya bergetar, Himchan dengan langsung menggambilnya dari saku celanannya. Ia melihat layar ponselnya, untuk melihat siapa yang menghubunginya.

“Yeoboseo, Hyung…”

“…”

“Baik, aku akan sampai dorm dua puluh menit lagi, aku akan segera pulang.”

Himchan memasukan kembali ponselnya kedalam sakunya, matanya menatap kearah gadis di depannya yang sangat fokus membaca buku.

“Sepertinya pertemuan ini sangat sebentar.” Jaekyung mendongak.

“Kau akan pergi?” tanya Jaekyung, Himchan menganggukan kepalanya.

“Aku sudah di telpon oleh Hyungku, dan aku sudah harus sampai secepat mungkin.”

“Baiklah, hati-hati di jalan.”

“Seperti apa yang kau ucapkan lagi, kalau kau bosan kau bisa berhenti menjadi seorang Coordi Donghae Super Junior, dan menjadi seorang make up di grupku. Ah, tapi kau tak boleh bahwa aku mengatakan nama grupku bukan? Kau harus mengingat rambutku ini. Arraseo? Aku pulang.”

Dengan sangat lancang tangannya menyentuh tangan Jaekyung yang ada di atas meja, lalu Himchan memberikan senyuman yang di pastikab oleh dirinya sendiri bahwa Jaekyung tak bisia melihatnya.

Tentu saja bodoh, bagaimana mungkin melihatnya? Bagian mulutnya saja di tutupi oleh masker.

Himchan berjalan meninggalkan Jaekyung yang masih menatapnya. Pertemuan yang singkat tapi membuat hatinya sangat senang.

Baca lebih lanjut

Don’t be Sad

13

Hanya sebuah Ide kecil yang muncul dalam otak saya.

Selamat membaca..

****

Cast: Lee Donghae, Han Jaekyung.

Aku menutup Laptopku, setelah kurang lebih tiga jam aku menatap layar laptop dengan sangat fokus.

Hari ini aku sedang ada dirumah, mengamati sang suami yang sedang mengadakan Tour konser dengan grupnya.

Aku mengamati hanya melewati jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter yang pastinya memberikan semua info tentang suamiku dan grupnya.

Aku hanya bisa menghela napas saat membaca Donghae yang menari dengan Sexy Dancer. Aku memang cemburu, tapi buat apa sih aku cemburu karena itu saja? Benar-benar kekanakan sekali.

Aku sudah bisa menerima ia menari dengan sexy dancer, dan aku tidak peduli. Ya, aku percaya Donghae tak akan berani selingkuh dan tak akan meninggalkanku sendiri.

Tapi, bukan ini topik yang ingin aku katakan. Aku khwatir dengannya saat ini. Saat konser tadi Eunhyuk Oppa mengatakan sesuatu yang pasti membuat semua member merasa sangat sedih, dan aku khawatir dengan suamiku yang pastinya akan menangis atau memendam perasaan sedihnya sendirian.

Setelah meletakan laptop di tempat yang benar, aku dengan segera mencari ponselku yang entah aku letakan dimana.

Sial, sudah tahu sedang darurat seperti ini, aku malah kelabakan mencari ponselku yang entah dimana.

Setelah mencari beberapa menit yang lalu akhirnya ponselku ketemu di dalam laci nakas yang ada di samping kasurku. Aku lupa kalau sehabis mandi tadi aku meletakannya di dalam laci nakas.

Melupakan kejadian tadi, dengan segera aku mencari nomor ponsel milik suamiku, setelah ketemu dengan segera aku menyentuh layar yang bertulisan ‘Calling’.

Aku menunggu beberapa saat dan setelah itu panggilanku diangkat oleh suamiku.

“Donghae-ya,” ucapku pelan. Donghae diam, biasanya ia akan menyerocos ketika aku menelponnya.
Baca lebih lanjut

Kitten & Wolf Story

4

AKUN AUTHOR: http://www.fanfiction.net/u/4339219/Brilliant-Hermione

https://www.facebook.com/brilliant.hermione

Disclaimer: Harry Potter masih punya J.K Rowling ya? Terus author punya apa dong?! (#siapasihlo-dicuekin reader)

Pairing: Hermione Granger & Adrian Pucey.

Warning: OOC plus sedikit terinspirasi dari dongeng Little Red Riding Hood. Voldemort juga nggak eksis berarti tidak ada perang. Damai itu indah, bersih itu sehat, rajin itu…(dibekep reader)

Rating: T plus-plus kayaknya (#blushing)

“Gadis kecil bersyal merah, ternyata kau hobi mengintip orang pacaran ya?”

Adrian Pucey, playboy Slytherin yang dijuluki Petualang Cinta Hogwarts menatapku lekat-lekat dengan pandangan geli. Sudut bibir sensualnya terangkat ke atas, membentuk segurat senyuman menggoda.

Di sebelahnya, gadis cantik berambut pirang sebahu merengut masam. Wajahnya kentara sekali menunjukkan ekspresi benci karena aktivitas kencannya terinterupsi gara-gara kedatanganku.

Menahan rasa malu yang membuncah, aku menyanggah habis-habisan tudingan tukang ngintip tersebut.

“Aku tidak suka mengintip orang pacaran kok! Dan jangan panggil aku gadis kecil! Aku bukan anak-anak lagi!”

Aku menyangkal sengit sembari menghentak-hentakkan kakiku keras-keras ke tanah. Gelagat yang baru sesaat kemudian ku ingat merupakan ciri khas seorang bocah ingusan saat sedang merajuk.

Begitu kesadaran itu melintas, aku buru-buru menghentikan pergerakan kakiku. Untung kakiku sudah menjejak ke tanah. Kalau tidak, tentu berabe. Bisa-bisa aku kelihatan konyol mematung dengan sebelah kaki terangkat seperti bangau di danau.

Alis coklat Pucey naik sebelah melihat pergerakanku yang terhenti tiba-tiba itu. Ha! Pasti dia berpikir aku kena serangan mantra Petrificus Totalus karena badanku kaku mendadak.

Mengulum senyum mengejek, Pucey melanjutkan celotehannya.

“Kalau kau tidak sedang memata-matai kami, lalu apa yang kau lakukan di sini, Kitten?”

Kitten?! Kitten?! Kitten?!

Setelah mengata-ngataiku tukang ngintip kekanak-kanakan, sekarang cowok sableng tapi ganteng ini berani menyebutku Kitten?
Baca lebih lanjut

[FF Drable] Cho Kyuhyun

4

“Hai, sedang apa kau disini?” aku mendongak, mendapatkan seseorang yang dengan tinggi badan tak normal di usianya yang baru menginjak 17 tahun. Dia temanku. Teman kecilku. Cho Kyuhyun.

Aku menjawab, “oh, hai juga. Kau bisa lihat aku sedang apa disini, ChoKyu. Duduk di meja kantin dan di atas meja ada mangkuk ramyun yang jelas-jelas aku sedang makan.” Ucapku sarkatis. Kyuhyun hanya tertawa. Dia duduk dihadapanku dan meletakan tas yang ada di punggungnya ke atas meja, dia langsung mengambil minuman milikku. Aku diam, tak protes atau apa. Ini memang sudah kebiasaan dia dari dulu.

“Kau sudah mengerjakan tugas matematika? Oh, aku benar-benar ingin membakar buku matematika terkutuk itu.” Dia memejamkan matanya. Mendesis tak karuan.

“Kau selalu mengeluh setiap mengerjakan PR yang di berikan Seongsaenim, Kyu~ya! Lagi pula aku yang mengerjakannya kan?” ku lihat ia hanya tersenyum.

“Yah, terima kasih untuk semuanya, Little.” Ugh! Aku sebal jika dia menyebutku dengan sebutan ‘Little’.

“Aku benci dengan kata ‘Little’ itu, Kyu~ya.” Ucapku malas. Kyuhyun kembali tertawa dan aku semakin sebal dengan tingkahnya.

“Kau itu pendek. Jadi panggilan ‘Little’ itu cocok denganmu,”

“AKU TIDAK SUKA!”

“Berhentilah berteriak. Ngomong-ngomong aku putus dengan JaeRim. Kau tahu? Dia membosankan,” oh, aku tak terkejut dengan kabar bahwa dia putus dengan kekasih yang entah sudah keberapa itu dan putusnya dengan alasan yang sama.

“Memangnya kau mencari wanita yang seperti apa? Dan lagipula kita ini sudah akan lulus sekolah. Berhenti bermain-main lagi!” ucapku dengan nada sengit.

“TSK! Park Jung Young-ah. Aku tahu! Aku mengerti.”

“Sudahlah. Kau mau masuk kelas tidak?”

―――

Pagi hari yang cerah. Err―tidak. Tadi ucapanku salah. Pagi hari yang mencekam. Entah ini perasaanku atau apa, tapi ini benar-benar membuatku takut. Pagi hari ini benar-benar berbeda dengan hari sebelumnya.

Hari ini banyak sekali siswa yang berjenis kelamin perempuan memandangku dengan tatapan menusuknya.

Oke. Sepertinya aku terlalu berlebihan. Karena, aku memang di pandang menusuk seperti itu oleh siswa yang berjenis kelamin wanita.

Kalian bertanya kenapa aku di pandang seperti itu? Karena aku dekat-dekat dengan Kyuhyun. Oh, percayalah aku hanya sebatas teman kecil saja. Tak lebih. Mereka saja yang berlebihan. Dan salahkan Kyuhyun yang terlalu mempesona. Oh―aku keceplosan. Ya ya, aku mengakuinya iya tampan, dan mempesona.

Disini sepertinya ada yang berbeda. Aku memang setiap pagi mendapat pandangan seperti ini, tapi ini benar-benar paling mencekam menurutku.

Dengan cepat aku bergegas pergi dengan langkah besar-besar. Rasanya aku ingin sekali sampai di kelasku. Dalam perjalanan kekelas yang mendapatkan rentetan rutukan dari mulutku karena kelasku berada paling atas, aku hanya bisa cuek mendengarkan obrolan mereka tentan diriku yang selalu merayu Kyuhyun agar dekat-dekat denganku. Demi Kim JongWoon yang paling aneh aku bahkan tak berniat sedikit pun untuk merayu atau bercentil ria di dekat Kyuhyun.

Saat aku terus saja berjalan dengan tingkat maksimum, mataku tak sengaja melihat sebuah foto dengan gambar aku dan Kyuhyun yang sedang tidur bersama, saling berpelukkan yang bisa dibilang aku dan dia seperti sepasang suami istri di kasur milik Kyuhyun yang aku ingat kejadian itu, kejadian dimana aku sedang kelelahan setelah membantu membereskan rumah Kyuhyun. Dan aku ingat siapa si pelaku yang berani mengambil gambar tersebut. Lee Donghae, bersiaplah untuk mendapatkan bogeman mentah dariku.

――

“Lee Donghae!” aku berteriak lantang di rumah Kyuhyun.

Ya, Kyuhyun dan teman-temanya membolos hari ini. Membuatku tak bisa memukul, atau menjambak rambut Donghae itu.

Dan kalian bertanya kenapa aku tahu mereka ada di rumah Kyuhyun? Karena setiap mereka membolos, mereka selalu di rumah Kyuhyun.

“Little, kenapa kau berteriak? Tak ada Donghae di sini? Kalau kau mencarinya, carilah dirumahnya.” Kulihat Kyuhyun mendengus pelas saat ia menuruni anak tangga rumah ini.

“Oh, kau sudah bertambah menjadi seorang pembohong, Kyu~ya!”

“Apa? Aku tidak berbohong,”

“Sudahlah kalau begitu. Katakan pada Donghae, cepat hilangkan foto itu,” ucapku lemah.

“Shhh…kenapa kau malah sedih begitu?”

“Ya! Tentu aku sedih aku di panggil ke ruang kepala sekolah. Aku hampir saja di keluarkan dari sekolah karena foto itu. Dan aku hampir di jambak habis-habisan oleh fansmu.”

Kyuhyun tetap diam. Tak merespon perkataanku. Aku hanya bisa menundukan kepalaku. Dan aku merasa kaget saat tubuhku di dekap hangat oleh tubuhnya.

“Sshhh…maaf ini semua rencanaku. Aku tahu semuanya menjadi seperti ini. Tenang kau tak akan di keluarkan dari sekolah. Dan aku akan menjelaskan semuanya. Akan baik-baik saja.”

“Kyu~ya, kau jahat!”

“Benarkah? Sepertinya karena aku terlalu putus asa bagaimana cara untuk mendapatkanmu, aku menggunakan cara seperti ini.” aku mendongak menatapnya tak percaya. Dia menginginkanku?

“Percayalah, aku mejadi playboy seperti ini karena kau! Kau harus tahu itu, Little.”

“Tapi sepertinya itu semua sia-sia bukan? Kau hanya menganggapku hanya sebagai Sahabat. Teman kecil biasa. Aku tahu itu, Litt―” aku menghentikan ucapanya dengan cara mengecup bibirnya.

“Kau terlalu banyak bicara, Tall. Itu membuat telingaku rusak dengan semua ocehanmu.”

Dia tersenyum.

“Sebenarnya, yah aku cemburu dengan segala sikapmu yang selalu bergonta-ganti pasangan. Membuat mataku iritasi. Dan ngomong-ngomong aku lelah berdiri terus. Aku haus.”

“Little, aku tahu kau selalu merusak waktu-waktu seperti ini. Aku mencintaimu.”

FF “He is My Directur” [Drable]

5

Hari sudah malam. Gadis itu Catherin Anderson, dengan rambut panjang bergelombang berwarna coklat kehitaman masih saja menunggu bus yang datang ke halte. Ia sudah hampir mati bosan karena menunggu bus yang tak kunjung datang juga. Sialan! Ini baru jam berapa kenapa tak ada kendaraan yang datang juga. Kalau boleh dia ingin sekali mengumpat kepada Direkturnya yang menyuruhnya mengerjakan beberapa berkas yang seharusnya di kerjakan besok.
Merepatkan kardingan yang dia pakai, untuk menghangatkan tubuhnya yang sudah hampir terserang hawa dingin yang menusuk tulang-tulangnya. Dan ini sial sekali, padahal ini belum memasuki musim dingin. Tapi kenapa hari ini sedingin ini? Dan apakah ia harus mengumpat untuk Direkturnya yang tampan itu? Sepertinya kata tampan itu tidak usah disebutkan bukan?
Baca lebih lanjut