PERVERTING -1-

https://i0.wp.com/sphotos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/3735_303555509760520_11237337_n.jpg

AUTHOR: VYEJUNGMIN~

Music: 4MINUTE – HEART TO HEART

JAEKYUNG’S POV

BRAKKKKK

 

Tubuhku terhempas kebelakang akibat dorongan yang dilalukan oleh namja yang tak bermoral itu. Aku sedikit meringis merasakan nyeri dipunggungku ini dia ini tak bisakah untuk lembut padaku? Kenapa setiap kali kami berpapasan ia selalu saja bersikap kasar seperti tadi apa yang ia lakukan sekarang.

Aku mendongakan wajahku untuk melihat wajahnya yang benar-benar ingin kupukul sesuka hatiku. Saat aku mendongakan wajahku dan aku melihat wajahnya, wajahnya begitu mesum dan itu membuatku sedikit ngeri dengan wajahnya yang seperti itu.

Oh, ayolah siapa yang tak takut melihat wajah seorang namja mesum seperti yang aku lihat sekarang? Pasti takkut bukan? Jantungku berdegup kencang saat ia menyerukan wajahnya kearahku dan hembusan nafasnya sangat terasa di kulit wajahku. Saat wajahnya semakin dekat kearahku aku memejamkan mataku seerat mungkin takut dengan apa yang akan ia lakukan sekarang.

Aku merasakan benda basah dan begitu lembut dipermukaan bibirku ini. Awalnya ia hanya diam tapi beberapa detik kemudian bibirnya bergerak dipermukaan bibirku. Aku mencengkram erat baju yang sedang dipakai oleh namja yang tak bermoral ini.

Dengan seenak jidatnya ia menarik tengkukku agar wajahku mendongak dan membuat aksesnya lebih gampang. Oh, apakah aku sudah pernah bilang kalau namja yang sedang menciumku gila? Sepertinya memang aku sudah mengatakannya atau memang belum pernah mengatakannya? Ah, Molla!.

Aku semakin memberontak dengan memukul-mukul dadanya dengan sangat keras agar ia melepaskannya dan kembali usahaku sia-sia karena ia semakin merapatkan tubuhku dengan tubuhnya. Ya tuhan semoga tak akan terjadi apa-apa.

Aku menyerah, tak melawannya lagi karena kalau aku melawannya akan tetap saja, ia tetap menciumku seperti ini. Aku mencengkram kerah kemeja yang sedang ia pakai sekarang dan hidungkupun tak sengaja menghirup aroma tubuhnya dan itu membuatku sedikit kehilangan akal sehatku.

Aku hampir saja akan membalasnya akibat akal sehatku hilang, tapi beberapa detik tadi akal sehatku kembali. Tapi sial, aroma tubuhnya itu membuatku benar-benar menghilangkan akal sehatku. Sial, laki-laki ini benar-benar membuatku tergoda oleh aroma tubuhnya ini.

Aku memblalakan mataku saat tiba-tiba saja kedua tangannya menangkup kedua buah dadaku. Astaga! Apa lagi yang akan dilakukan laki-laki gila ini?

“Nghhhh…” Aku sedikit meringis saat tanganya meremas kedua dadaku yang masih terbalut oleh kemeja ungu yang aku pakai ini. aku merasakan kalau bibirnya melengkung keatas. Aku yakin laki-laki ini senang akibat mendengar erangan yang berhasil keluar dari mulutku ini.

Ia menggigit kecil bibirku, memaksa agar bibirku terbuka dan memasukan akses yang lebih intim lagi. Aku masih berusaha agar bibirku tak terbuka dan itu pasti akan membuatnya lebih senang lagi. “Oh…” Sialan, dengan cara mengigit bibirku tak berhasil dengan sintingnya ia meremas kasar buah dadaku dan itu menghasilkan desahan dan bibirku terbuka.

Ia memasukan lidahnya kedalam mulutku dan melilitkan lidahnya dengan lidahku. Tanganku yang berawal didepan dadanya kini beralih kebahunya dan meremasnya sedikit kuat. Aku benar-benar memerlukan oksigen sekarang juga. Tapi laki-laki ini tetap saja bersemangat menciumku seperti ini.

Ia melepaskan ciumannya karena aku terus saja meremas bahunya sekeras apapun dan yah akhirnya ia melepaskannya bukan? Ia menatapku dengan intens dan sial kedua tangannya benar-benar tak mau beralih dari kedua dadaku ini. ia menunjukan Smirknya padaku dan aku mendengus apa yang ia tunjukan padaku.

Aku menutup mataku saat kedua tanganya berulah lagi pada kedua dadaku ini. aku melenguh pelan saat ia meremas-remasnya dan ia menyerukan kepalanya kelekukan leherku ini dan dengan kuat ia menghisap leherku yang pasti akan mengakibatkan bercak merah yang terkuir disana. Aku benar-benar ingin segera lepas dari perangkapnya ini, tapi apa yang aku bisa sekarang? Melawanya? Tetap saja aku akan kalah karena kekuatanya lebih kuat dari pada aku sendiri.

Bulir-bulir bening akhirnya jatuh dari kedua kelopak mataku, dan ia menghentikan kecupan-kecupan pada leherku dan mendongakan wajahnya untuk melihat apakah aku menangis atau tidak, “Wae? Apa aku menyakitimu?” Tanyanya dengan wajahnya yang benar-benar mirip dengan anak kecil. Melihat wajahnya yang seperti itu sontak membuatku semakin keras untuk menangis dan aku melihatnya yang begitu gelagapan akibat apa yang aku lakukan sekarang.

“Ya! Kenapa menangis? Akukan hanya menciummu saja Je~ kenapa kau malah menangis seperti anak kecil seperti ini?” Ia semakin kelabakan dan aku pun semakin mengeraskan suara tangisku ini. biarkan saja dia seperti itu, itukan memang salahnya.

“Ya! Jangan menagis lagi eoh? Akukan hanya menciummu saja tak lebih!” Aku melotot, apa yang ia bilang tadi tak melakukan lebih? Ia lupa atau memang berpura-pura lupa? Aku memukul kepalnya dengan keras dan ia mengaduh kesakitan. Rasakan itu pembalasan dariku. Aku beranjak pergi dari hadapnnya, lama-lama dihadapanya pasti akan kembali melakukan kegiatan senonoh seperti itu.

Aku melangkah kan kakiku dengan sangat cepat agar aku tak dikejar olehnya. Dan sial, tanganku ditarik paksa oleh laki-laki tak bermoral ini ia menyeretku entah kemana dan aku langsung mengetahuinya kalau ia membawaku kearah parkiran yang ada dikampus kami.

Ia mengambil kunci mobilnya yang ada didalam saku celana Jeansnya itu. Aku membrontak mencoba untuk melepaskan cengkraman dipergelangan tanganku tapi ia melah semakin mempererat cengkramannya itu. Pintu mobil terbuka dan dengan paksa aku memasuki mobilnya ini. ia menutup pintu mobilnya dan ia sendiri berlari-lari kecil untuk sampai di kursi pengemudi. Aku hanya bisa menghela nafasku sedikit keras saat mobilbya berjalan dengan mulus.

“Kau mau makan atau tidak?” Ia membuka suara, aku hanya diam tak menanggapinya. Malas sekali menanggapinya berbicara seperti itu.

“Ya! Kau mau makan atau tidak?” Tanyanya lagi, karena aku tak benar-benar menanggapinya itu. Aku memalingkan wajhaku kearah jendela mobil ini, lebih menyenangakan memandang pemandangan musim gugur ini daripada menanggapi ucapnya itu.

Ckitttttttt…

Kepalaku hampir saja terkantuk oleh dashboard mobilnya ini jika aku tak memakai sabuk pengaman yang untungnya aku pakai ini, kalau tidak keningku ini pasti akan berdarah dan memar. Jika memang saja kejadian ini benar-benar nyata aku akan memukulnya dengan sekuat tenagaku ini.

Aku memegang dadaku yang benar-benar berdegup cukup keras ini, dan dengan reflek aku memukul kepalanya ini, “YA!” Aku berteriak sekeras mungkin dan ia menatapku dengan tatapan tajamnya dan aku tak kalah, menatap matanya dengan tatapan tajam yang aku punya.

“WAE???” Ia berteriak tak kalah kerasnya dan itu hampir saja akan merusak gendang telingaku yang benar-benar sangat berharga ini.

“Kenapa kau mengerem mobilmu dengan sangat tiba-tiba? Kalau aku tak memakai sabuk pengaman aku pastikan kalau kepalaku akan terkantuk oleh dashboard mobilmu ini bodoh!!!” Aku mencubit pinggangnya, dan ia meringis akibat cubitanku ini.

“Ya, itu semua salahmu. Kenapa kau tak membalas ucapanku ini!”

“Aku malas menjawab ucapanmu itu. Cepat jalankan mobilmu ini aku ingin pulang!” Ucapku tabpa melihat wajah mesumnya itu.

“Aish!”

Kami kembali dalam keadaan hening, tak ada yang membuka suara. Aku begitu malas untuk berbicara dengan laki-laki mesum seperti dia ini, aku hanya bisa menghela nafasku pelan kenapa aku bisa bertemu dengan laki-laki mesum seperti dia benar-benar sial sekali nasibku ini.

Dia ini sebenarnya teman sekelasku tapi dulu, dari kami masuk kuliah dan sekarang sudah masuk kesemester tiga dalam jurusan sama kami sama-sama satu kelas tapi itu hanya semeeter satu dan dan dua saat semester tiga kami beda kelas. Dulu ia tak seperti ini, tak mesum seperti apa yang ia lakukan padaku seperti tadi, dia ini dulunya laki-laki yang sangat baik, tapi semenjak masuk kesemester dua tiba-tiba ia berubah sangat derastis entah siapa yang mempengaruhinya seperti itu.

Ia pertama menciumku dan seterusnya seperti itu, tapi selama itu ia tak pernah melakukan hubungan yang sangat terlarang, ia hanya sebatas menciumku sampai pasokan oksigenku habis. Yah dua semester ini ia melakukanku seperti yang ia lakukan tadi itu.

Sebenarnya aku begitu tak terima dengan perlakuannya itu, ia selalu bergonta-ganti pasangan dan jika ia putus dengan kekasihnya ia selalu melampiaskannya padaku, menciumku membabibuta dan beberapa hari kemudiannya ia mempunyai seorang kekasih lagi. Jadi yang aku pertanyakan sekarang aku dan dia mempunyai hubungan seperti apa? Kekasih? Sepertinya ia tak ada minat menjadikanku sebagai kekasihnya, atau ia menjadikanku hanya sebagai alat pelampiasannya saja?

Memikirkan apa yang aku pikirkan tadi membuat hatiku sakit, ia menciumku hampir setiap harinya tapi seolah-olah aku hanya sebuah alat pemuasnya saja. Aku ingin sekali pergi dari dirinya, tapi kalau aku pergi dari dirinya aku pastikan aku akan benar-benar kehilangan sosoknya. Tapi aku begitu tak kuat dengan perlakuannya itu. Aku kembali menghembuskan nafasku pelan, jalani saja dulu kalau dia memperlakukanku tak senonoh aku akan meninggalkannya dan melupakannya.

“Cepat turun!” Aku menoleh kearah sampingku saat aku mendengar suara yang benar-benar membuatku ingin mencekik lehernya itu. Oh, aku baru sadar kalau aku sudah sampai digedung apartmentku ini pantas saja ia menyuruhku keluar dari dalam mobilnya ini.

“Iya bodoh aku tau, tak usah mengusirku juga aku akan keluar dari mobil ini. dasar mesum!” Ucapku sebelum keluar dari dalam mobilnya.

Brakkkkkk!

Aku membanting pintu mobilnya dengan sangat keras dan segera berjalan kearah gedung apartmentku ini, “Ya!” Aku menoleh kearah belakang dan melihatnya yang sedang melongokan wajahnya dijendela mobilnya ini.

“Wae?” Aku sedikit berteriak, dan ia melambaikan tanganya menyuruhku untuk mendekat kearahnya itu. Aku menurut, mendekat kearah mobilnya dan membungkukan tubuhku.

“Aku melupakan sesuatu!” Ucapnya dan aku hanya bisa mengerutkan keningku saja, apa yang ia bilang tadi melupakan sesuatu? Sesuatu apa? “Kemarilah lebih dekat lagi.” Ia menarik tanganku agar aku dekat dengan dirinya setelah dekat apa yang ia lakukan padaku dan benar ia sangat mesum sekali.

“Mmmmhhhh…” Aku berusaha melepas tautan bibirnya ini, tapi ia tak melepaskannya malah ia menarik tengkukku agar ia lebih gampang menciumku.

Dengan sekali hentakan aku melepaskan ciumannya dan memandanganya dengan tatapan tajamku dan ia henya tersenyum sok manis kearahku ini. aku benar-benar ingin sekali memukul kepalanya itu. Ya tuhan! Apa salah dan dosaku sampai-sampai aku mempunyai teman semesum dia.

“Hei, jangan lupa nanti malam jam Sembilan aku akan kekamarmu. Dan jangan lupa kau masakan makanan untuku ya!” Ucapnya dengan senyuman yang sok manis, “Ah, dan mala mini aku akan tidur dikamarmu! Aku pergi sayang!” Aku hanya bisa menggeram kesal dengan perlakuannya ini. Astaga! Tidur satu ranjang lagi dengannya? Benar-benar menyebalkan sekali.

Aku membalikan tubuhku dengan perasaan kesalku ini, perlakukan laki-laki ini benar-benar membuatku tak sanggup untuk aku tinggalkan. Bagaimana bisa aku lupakan kalau aku benar-benar sudah masuk kedalam pesonannya itu. Boleh aku jujur? Aku sudah menyukainya dari awal pertemuan kami, kalau kami tak satu kelompok aku pastikan aku tak akan kenal dengannya. Aku menyukainya pada pandangan pertama, ia yang sedang duduk dibelakangku dan aku tanpa sengaja menengokan kepalaku kebelakang dan dengan sialnya aku terperangkap oleh pesona wajahnya itu. Aku sempat melongo dalam kurun dua menit dan sadar ketika ia melambaikan tanganya didepan wajahku untuk menyadarkanku dari keterpesonaan wajahnya itu.

Dan saat itu pula aku benar-benar sangat malu dibuatnya, aku ketahuan yang sedang menatpnya itu. Wajahku memerah seketika mengingat kejadian hampir duatahun ini, aish! kenapa aku harus mengingat kejadian memalukan itu. Lupakan lupakan! Kalau kau mengingatnya itu benar-benar akan membuatmu semakin malu saja.

Aku menekan beberapa digit password agar pintu apartmentku terbuka dan setelah menekan akhirnya pintu apartmentku tebuka aku berjalan dan menekan tombol agar lampu yang ada diapartmenku serentak semuanya menyala.

Aku menghempaskan tubuhku kesofa yang ada diruangan santai, aku mengusap wajahku yang benar-benar kusam akibat beraktifitas seharian ini. aku mendongakan wajahku untuk melihat jam. Ternyata masih jam setengah empat aku kira sudah jam enam sore melihat diluar tadi yang benar-benar seperti sudah malam hari. Ah aku lupa kalau akhir-akhir ini sering sekali hujan.

Aku beranjak dari sofa yang aku duduki tadi dan melangkah kearah kamarku yang ada samping ruangan santai ini. sepertinya tidur akan membuatku sedikit rileks.

***

Tubuhku sedikit menegang saat aku meraskan leherku seperti diusap-usap dan dicium oleh seseorang. Aku ingin sekali membalikan tubuhku saat ini juga untuk melihat siapa yang berani-beraninya masuk kedalam apartmentku ini. Bukankah orang yang tahu dengan password apartmentku ini hanya laki-laki mesum itu? Mengingat laki-laki mesum itu sontak aku membuka mataku dan dengan seluruh tenagaku aku membalikan tubuhku dan yah, tebkanku benar tertnyata si mesum itu.

“Ya!” Aku berteriak didepan wajahnya dan ia hanya tersenyum polos dengan segera aku mencubit pinggangnya itu dan ia mengaduh kesakitan, suruh siapa ia melakukan itu padaku. Mengganggu tidurku dengan mencium dan mengelus leherku.

“Mian, mian! Jaekyung~a lepaskan tanganmu dipinggangku itu benar-benar sakit!” Ia merengeka minta dilepas, aku masih tak melepaskan tanganku ini dipinggangnya rasakan tuan mesum!

“Apa yang kau lakukan hah?” Aku menghentikan cubitan dipingganggnya itu dan menatapnya dengan tatapan tajamku ini.

“Kau lupa? Bukankah sore tadi aku sudah mengatakannya padamu kalau aku akan keapartmentmu dan tidur bersamamu?” Dengan seketika aku tersenyum tiga jari padanya kalau aku lupa dengan apa yang bilang sore tadi, “Cih! Kau lupa huh?” Aku mengangguk.

“Maaf, aku benar-benar lupa dan aku benar-benar lelah sekali hari ini jadi aku langsung saja tidur. Lagi pula kalau kau memang ingin tidur diapartmentku ini kau bisa masuk sesukamu kan?” Aku beranjak dari tidurku dan turun dari kasurku melangkahkan kakiku menuju kearah kamar mandi yang ada dikamarku ini.

“Kau sudah memasak?” Aku menolehkan kebelakang saat aku mendengar suaranya didalam kamar mandi bersamaku. Aish! kenapa ia mengikutiku seperti ini?

“Belum! Sudah aku katakana bukan? Aku lelah dan tadi aku langsung ketiduran ya jadinya aku tak sempat memasak..” Ucapku sedikit membentaknya, ia tak dengar apa yang aku katakana tadi? Benar-benar menyebalkan sekali.

“Ah, maaf… Jadi kau belum makan kan?” Tanyanya beserta smirk yang ia keluarkan. Aku bergidik ngeri saat melihatnya seperti itu. Ya tuhan! Semoga tak akan terjadi apa-apa denganku nanti. “Kalau begitu cepatlah kau mandi dan berpakaian yang sangat bagus dipandang mata.” Aku merengut sebal karena mendengar perintahnya itu. Kenapa ia suka sekali menyuruhku seperti itu.

“Tak usah mandi saja kalau begitu. Kau kan menyuruhku cepat-cepat!” Kataku sambil keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan kearah kamarku, saat aku melewatinya ia hanya mendengus kesal. Kenapa lagi dia ini?

“Aroma tubuhmu itu bodoh mengganggu penciumanku!” Ucapnya yang membuatku kaget dan itu sontak aku mencium aroma tubuhku, apa tubuhku bau? Sepertinya tidak.

“Kenapa dengan aroma tubuhku?” Tanyaku masih sambil mengendus-ngendus aroma tubuhku ini. sepertinya tak buruk, dan aku masih cukup wangi.

“Aroma tubuhmu itu membuatku tergoda dan aku sedang memikirkan apa aku harus membawamu keluar atau menahanmu didalam kamarmu sampai pagi nanti!” Ucapnya, aku menatapnya tak percaya. Astaga apa yang ia katakana padaku? Jadi dia sedang menimbang-nimbang untuk meniduriku atau tidak? Dan itu sontak aku melemparkan pakaianku padanya.

“Sialan!” Aku berteriak sekeras mungkin dan laki-laki ini hanya bisa terkekeh kecil.

***

Aku merengut kesal saat ia membawaku kesebuah club yang sangat terkenal di Seoul ini. sesekali aku merapatkan cardiganku dan merapatkan tubuhku pada tubuh laki-laki mesum ini. Aku takut karena aku tak pernah masuk kedalam sebuah Club seperti ini. seumur-umur ini kali pertamanya aku masuk kedalam club ini.

“Ya! Lepaskan tanganmu ini!” Aku mendongak saat mendengar suara bisikan ditelingaku ini. ia bilang menyuruhku untuk melepaskannya? Maaf, aku tak akan melepaskannya karena aku begitu takut dengan orang-orang yang sedang mereka lakukan sekarang.

Ia menundukanku disofa yang tak begitu panjang dan dengan paksa ia melepaskan tanganku yang ada di lenganya itu. Apa-apaan dia ini? dia tak tahu apa kalau aku sedang ketakutan? Kenapa ia begitu cuek padaku sekarang? Aku meremas-remas ujung bajuku ini, jujur aku begitu takut sekarang.

Aku mendekatkan tubuhku pada tubuh laki-laki mesum ini dan membisikan sesuatu ditelinganya, “Aku ingin pulang!” Ucapku sedikit keras ditelinganya karena tempat ini sudah dipenuhi oleh musik yang dikendalikan oleh DJ yang bekerja disini.

“Mau minum?” Aku menggelengkan kepalaku saat Donghae menawarkan minuman bersoda padaku, perasaanku tiba-tiba saja buruk. Aku ingin sekali segera pulang keapartmentku juga. Aku menyesal, kenapa aku menerima ajakannya ini? aish! kalau ia tak bilang ia hanya akan membawaku kesebuah restoran yang dekat dengan namsan tower aku pastikan aku akan menolak ajakanya ini.

Aku merasa risih dengan sekelilingku karena ada beberapa pasang mata yang sedang menatapku dengan tatapan yang benar-benar sangat mengerikan dan itu membuatku sedikit tak nyaman. Aku merasakan tubuhku sedikit bergeser dan semakin dekat dengan tubuh laki-laki mesum ini. eh? Sejak kapan tangannya sudah ada dipinggangku? Aku tak sadar jika tangan laki-laki mesum ini sudah bertengger dipinggangku ini.

Ia beranjak dari duduknya dan menarik tubuhku agar aku mengikutinya berdiri, “Ayo kita menari Jaekyung sayang~!” Ucapnya sambil menarik pinggangku, agar aku merapat ketubuhnya yang kekar itu.

“Shirro!” Aku berbisik ditelinganya, tapi ia tetap saja menarikku ketengah-tengah ruangan itu mau tak mau aku juga mengikuti apa yang dilakukan oleh laki-laki mesum ini. ia terus menarik tubuhku ketubuhnya itu dan sesekali ia meremas pantantku aku hanya bisa mengeluh pelan saja apa yang ia lakukan padaku ini.

Aku meremas pundaknya agar ia berhenti dengan apa yang ia lakukan padaku ini. Tapi ia tetap saja keras kepala, semakin aku meremas kuat pundaknya maka ia semakin keras mermas pantatku ini. Aku mendongakan wajahku dan menatap tajam laki-laki ini agar ia tak mermasnya lagi, aku benar-benar malu apa yang ia lakukan ini. Memang bukan hanya kami saja yang melakukan ini masih banyak lagi orang-orang yang melakukan seperti ini dan beberapa dari mereka ada yang asik dengan berciuman.

Aku mendongakan wajahku dan tepat saat aku mendongakan wajahku laki-laki ini sedang menatapku. Dan aku merasakan aktivitas tanganya sudah berhenti, dan beralih kekedua pipiku dan langsung saja ia melumat bibirku dengan ganas. Astaga! Laki-laki ini benar-benar tak waras sekali.

Aku memukul dadanya lagi aku tak suka kalau ia menciumku dengan secara tiba-tiba seperti apa yang ia lakukan sekarang ini kenapa ia suka sekali menciumku secara tiba-tiba seperti ini? aku mendengar beberapa orang bersorak girang karena melihat adegan ciumanku dengan laki-laki ini. Aku mendorong tubuhnya dengan kekuatan yang aku punya sekarang.

Aku melihatnya tedorong kebelakang dan ciumanku terlepas, aku menatapnya tajam dan segera aku mengelap bibirku dengan punggung tanganku ini aku membalikan tubuhku dan berlari keluar dari dalam club malam ini.

Aku membencimu! LEE DONGHAE

=====TO BE CONTINUED=====

Hai~ aku kembali dengan ff gajeku ini! kenapa tulisanku semakin kesini semakin jelek yah? Hoahhhhh!

Bosen? Kalo emang bosen tinggal ngomong aja yahhh hehehe, aku menerima kalian apa adanya. wkwkwkw

Tapi gapapa deh daripada imajinasiku terbuang sia-sia, ya uda aku tulis aja deh. Hahaha pendek? Emang aku lagi ga mood gitu, jadi aku langsung TBC aj. Bingung mau panjang-panjang juga, jadi ya udah segitu aja. Wkwkwkw

Oh, iya yang pada nunggu Wrong Married jadwalnya hari minggu atau ga hari senin yah. Soalnya kalo bikin WM moodnya hari minggu sama senin aja. Nyamain jadwal Running Man yang tayangnya hari senin *peluk YooHyuk Appa*

Dadahhhhh~ *bow bareng MONDAY COUPLE*

19 thoughts on “PERVERTING -1-

  1. ampuun deh thor, nih ff kerennnnn bggttttt!!! bda dri yg lain… perverting… bca ff ni bkin aq jg pervert… hihihihi
    lnjut thor! tetep smngat ajj🙂

  2. annyeong aku reader baru🙂
    chingu aku suka banget sama ffmu. keren ceritanya😀
    aku ga pernah baca ff donghae yang pervert banget kaya gini!!
    wah bagus… i love it ♥♥

  3. sesuai dgn judulnya ‘PERVERTING’ . Agak gk rela sih ngebayangin donghae jd pervert tp gk apa lah sekali2 oppa yg satu ini jd ‘nakal’ keke

  4. astaga😮 Donghae oppa jahat bgt sihhh😦
    Knpa gtu sma Jaekyung😦
    Apa Jaekyung hanya dijadikan pelampiasan nafsu aja :@

  5. annyeong, tika here
    q new reader dsni…
    lucu, keren ceritanya, gak bisa byangin aja donghae oppa punya keyadongan tingkat tinggi
    oh ya mhon ijin baca yg lainya ya

  6. ya ampun donghae nya pervert banget sihh
    itu kasian jaekyung nya digantungin, kaya jemuran aja digantungin wkwk
    sebenernya donghae ada rasa gak sih sama jaekyung ?? kasian kalo jaekyung nya cuma jadi
    pelampiasan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s