PERVERTING -2-

https://i1.wp.com/sphotos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/s720x720/306783_300292906753447_1593113259_n.jpg

AUTHOR: VYEJUNGMIN~

Music: DBSK – Drakness Eyes

Jaekyung Apartment

07.48 AM

Aku kembali menekan tombol remot control yang sedang kupegang sekarang. Hah! Kenapa membosankan sekali hari ini, oh aku baru sadar sudah beberapa hari ini aku sudah tak masuk kekampusku karena aku sedang malas berpas-pasan dengan namja yang bernama Lee Donghae itu. Ck! Perlakuannya beberapa hari yang lalu benar-benar membuatku ingin memukul kepalanya saja.

Aku beranjak dari sofa yang menjadi tempat dudukku dan berjalan menuju kearah dapur karena tiba-tiba saja perutku berbunyi dan meminta diisi dengan makanan yang akan mengenyangkan. Aku membuka pintu kulkasku dan mencari bahan makanan yang bisa aku masak atau makan yang siap aku santap.

Tubuhku menegang saat merasakan tubuhku tengan dipeluk oleh seseorang yang entah tak tau siapa orang itu. Dan perbuatannya ini benar-benar tak sopan sekali, dan yah! Siapa yang tahu password apartmentku ini. seingatku yang tahu password apartmentku itu hanya aku dan Donghae. Donghae? Mengingat nama Donghae aku langsung membalikan tubuhku dan benar saja orang yang memelukku tadi adalah Donghae. Sialan!

“Ya!” Aku berteriak didepannya itu, tapi ia tak segera melapaskan pelukan ditubuhku ini, malah ia semakin menarik tubuhku mendekat kearah tubuhnya yang menurutku sangat tak bagus itu. Ok, yang aku bilang itu bohong karena tubuhnya memang bagus, tapi sayangnya dia tak setinggi seorang Cho Kyuhyun salah satu Hoobaeku yang mempunyai tubuh tinggi, kurus tapi dia benar-benar prefesional tapi sangat menyebalkan dan seorang Choi Siwon seorang kapten basket dikampusku yang mempunya badan tinggi tegap dan wajah yang sangat tampan. Dan yang terakhir, Shim Changmin Si Namsan Tower yang berjalan, perut lebar dan cerewet. Tapi dia itu masuk kedalam katagori laki-laki idaman dikampus kami, aku juga sempat menyukainya tapi sebelum tahu sifatnya itu, tapi setelah tahu aku benar-benar tak suka padanya, tapi ada sedikit aku menyukainya hahaha. Yah itu sama saja Jaekyung~a..

Dan Lee Donghae sendiri, ia mempunyai tubuh yang yah menurutku tak nyaman itu. Pendek dan berotot dan membuatku sedikit tak suka. Dia selalu meminum susu tapi ia tak kunjung bertambah tinggi melainkan menurutku ia bertambah pendek saja. Hahahaha. Yah, sudah aku tak mau menjelek-jelekan Lee Donghae ini.

Tapi diantara ketiga orang ini aku lebih menyukai Lee Donghae, yah aku sudah nyaman dengan Namja yang bernama Lee Donghae ini. aku tak perlu dengan wajah tampannya dan aku tak perduli dengan fisikknya. Karena aku melihat seorang laki-laki itu dari isi Dompetnya. Ah, tidak-tidak aku hanya bercanda dengan kata-kata isi dompetnya itu. Yah, kenapa aku ingin sekali tertawa saat ini juga?

Aku mencintainya apa adanya, tak pandang dari fisik maupun materi. Yah, walaupun ia membutuhkanku saat ada perlunya saja tapi aku tetap menyukainya, ah, tidak-tidak lebih tepatnya aku mencintainya pada pandangan pertama.

Aku memperhatikan wajah Donghae, kenapa wajahnya sedikit pucat dan tanganku dengan reflek menyentuh keningnya dan tanganku langsung merasakan hangat dikeningnya. Apa dia sakit, dan aku melihat kearah matanya ternyata matanya sedikit memerah, jadi dia benar-benar sakit? Tapi kenapa? Apa karena kehujanan? Yah, karena akhir-akhir ini Korea sedang dilanda hujan.

Aku memaksakan diriku untuk terlepas dari dekapannya ini, tapi ia keras kepala tetap memperetat dekapnnya. Percuma saja aku memaksa agar tubuhku terlepas karena ia memang tak segera melepaskan tanganya itu.

Kepalaku reflek mundur kebelakang saat tiba-tiba saja wajah Donghae maju kedepan dan hembusan nafasnya sangat tersa hangat dipermukaan wajahku. Jadi benar namja ini sedang sakit. Aku jadi khawatir dengan keadaanya sekarang.

Aku memnutup mataku saat ia memiringkan kepalanya kesebalah kanan dan tetap saja maju, oh aku tahu apa yang akan ia lakukan aku hanya bisa pasrah saja. Aku merasakan basah dibibirku dan beberapa detik kemudia bibirnya bergerak pelan dibibirku. Aku menikmati apa yang ia lakukan padaku, karena ia jarang-jarang sekali berbuat seperti ini padaku. Karena ia biasa menciumku dengan kasar dan selalu saja membuat bibirku sedikit bengkak dan merah. Tapi berbeda dengan sekarang dia menciumku dengan sangat lembut dan membuatku sedikit melayang jauh keatas awan.

“Astaga!” Sontak aku memekik saat tubuh Donghae ambruk kebawah dia pingsan, astaga! Sudah aku katakana tadi bukan? Ternyata Lee Donghae ini sedang sakit tapi kenapa ia bisa sakit. Ia kehujanan atau apa? Aish! aku jadi begitu panik. Aku segera berjongkok dan dengan usahaku yang sangat keras aku memapah tubuh Donghae kearah kamarku.

Dengan susah payah aku berjalan kearah kamarku ini, astaga kenapa tubuhnya benar-benar berat sekali. Dan dia selalu saja membuatku sangat susah seperti ini? kalau ia merasa tubuhnya tak sehat kenapa ia tak bilang dahulu padaku karena kalau ia bilang padakukan aku bisa langsung membawanya kekamarku dan menyuruhnya untuk istirahat, bukannya seperti ini. Oh, Han Jaekyung sabar, kau pasti bisa sabarkan?

Setelah membuka pintu kamarku dengan susah payah karena aku harus menyemimbangkan tubuhku agar aku dan Donghae tak jatuh. Setelah aku masuk kedalam kamarku aku kembali tertatih berjalan menuju kearah ranjangku dan sesegera mungkin merbahkan tubuh Donghae.

Aku merebahkan tubuh Donghae keatas ranjangku dan aku duduk dipinggiran ranjangku, aku meneliti lagi raut wajahnya itu dan ia benar-benar pucat. Aku kembali menyentuh keningnya dan tanganku merasakan hangatnya. Aku mengusap peluh yang keluar dari keningnya dengan sangat pelan dan lembut. Aku ingin ia merasa nyaman saja.

Aku beranjak dari dudukku dan berjalan keluar dari kamarku untuk membuat kompres agar tubuhnya sedikit membaik. Setelah beberapa menit aku membuat kompresan aku masuk kedalam kamarku lagi untuk mengompres keningnya itu. Aku sedikit kasihan padanya, setipa dia sakit selalu saja tak ada yang mengurusnya karena ibunya sibuk, kakaknya apa lagi. Dan Ayahnya, sudah meninggal saat ia masuk keSMA. Aku tahu semunya karena ia bercerita semua tentang padaku. Ia orangnya terbuka, tapi menyebalkan.

Aku memeras handuk kecil menyibak rambutnya yang mmenutup keningnya itu dan langsung aku meletakan handuk kecil itu kekeningnya itu, aku mengusap-usap pipinya dengan lembut agar ia sedikit nyaman. Aku beranjak dari dudukku dan berjalan keluar dari kamarku untuk memasakan bubur untuknya dan mengambil obat penurun panas dikotak P3K ku yang sudah tersedia diapartmentku ini.

Dengan cekatan aku memasak bubur dan dua puluh menit akhirnya buburnya matang dan segera untuk disantap oleh Donghae. Aku membawa nampan yang berisikan bubur segelas air putih dan beberapa butir obat penurun panas.

Aku membuka pintu kamarku, dan mendapatkan Donghae yang sudah menyenderkan punggungnya dipunggung kasurku itu, aku melangkah dengan santai, karena kalau aku buru-buru pasti akan terjadi sesuatu padaku. Karena aku orangnya begitu ceroboh dalam berjalan.

Aku duduk dipinggiran kasurku dan meletakan naman yang aku bawa itu kemeja kecil yang ada dipinggiran kasurku itu. Aku menempelkan tanganku kekening Donghae dan aku masih merasakan hangat yang ada dikeningnya itu, “Gwenchana?” Tanyaku padanya, dia hanya menggelangkan kepalanya kepalanya pelan. Aigo~ aku jadi khawatir padanya.

“Kemana saja kau beberapa hari ini? huh!” Tanyanya sambil menggenggam tanganku. Aku hanya bisa tersenyum tipis.

“Lupakan, kau sudah makan? Kalau belum aku akan menyuapimu!” Aku mengambil bubur yang ada meja kecil yang ada disebelah ranjangku ini. tubuhku tiba-tiba saja menegang saat merasakan elusan lembut dipahaku dan aku menunduk dan melihat tangan Donghae yang sedang mengelus-elus pahaku. Aku sontak memukul tangannya dan ia terkekeh pelan melihatku yang merengut kesal, dan sialnya kenapa hari ini aku hanya memakai Hot pants dan baju ketat seperti ini. Dan itu pasti akan membuat namja mesum ini senang sekali karena aku berpakaian seperti ini.

Aku meniup-niupkan bubur yang aku sendokan dan setelah diras dingin aku langsung mengarahkan sendok itu kedalam mulut Donghae, dan Donghae menyambutnya dengan malas. Lima menit akhirnya bubur habis dan aku langsung menaruhnya kembali kenampan yang ada dimeja kecilku itu serta mengambil obat dan gelas yang terisi air mineral.

Ia menggelang saat aku menunjukan obat kedepannya, dia tak ingin minum obat? Astaga! Tubuhnya sedikit hangat dan ia tak ingin meminum obat begitu. Sepertinya laki-laki sepertinya itu harus menggunakan cara kasar. Aku memegang kedua pipinya dan menekannya sedikit kuat dan mengakibatkan bibirnya maju dan sedikit terbuka. Aku memanfaatkan kesempatan itu untuk memasukan obat tersebut kedalam mulutnya itu. Aku memberikan gelas itu pada Donghae dan Donghae merebutnya dengan sangat semangat dan isi gelas tersebut langsung habis.

“Cepatlah kau tidur, aku akan menunggumu sampai kau terlelap tidur!” Aku menyuruhnya tapi ia tetap tak mau merebahkan tubuhnya diatas permukan kasurku yang empuk itu.

“Kalau kau tak tidur disampingku, aku tak akan tidur!” Ucapnya sambil menepuk-nepuk sampingnya yang kosong itu. Aku berfikir sesaat menemaninya atau aku kembali melanjutkan memasak untuk diriku sendiri. Belum aku memutuskan pilihanku ia segera menarik tubuhku sampai aku terjatuh diatas tubuhnya itu.

Ia memeluk pinggangku dan kepalanya ia benamkan diantara lekukan leherku, aku bergidig saat merasakan hembusan nafas hangat Donghae, “Hei, aku merindukanmu!” Ucapnya sontak membuat pipiku memanas. Aku pastikan mukaku ini pasti memerah bak udang yang sedang direbus, dan untung saja Donghae sedang memeluk tubuhku dan kepalanya ia benamkan dianatar lekukan leherku dan pasti ia tak akan melihat mukaku yang memerah ini.

Aku mencoba melepsakan pelukannya yang sangat erat itu, tapi tetap saja kalah tenaga dan aku tak bisa lepas dari pelukannya itu. Ia menggulingkan tubuhnya itu dan membuatku yang berada dibawah tubuhnya itu. Ia kembali membenamkan kepalanya itu dilekukan leherku dan aku merasakan basah dileherku. Aku sedikit terkesiap saat bibir tipisnya itu menghisap lembut leherku.

Aku mencengkram bahunya erat saat ia menambah kecupan-kecupan dileherhu. Kadang ia juga menghisap dan menjilat leherku. Oh, apa yang akan dia lakukan padaku nanti? Aku berharap Donghae tak akan melakukan perbuatan terlang, aku mohon jangan!

Aku sontak melebarkan mataku saat tangan jahilnya itu meraba-raba permukan perutku ini, yah! Apa yang kau lakukan Lee Donghae? Aish! aku semakin mencengkram bahunya lebih keras agar ia berhenti apa yang ia lakukan padaku sekarang juga. Dan ada apa dengan bibirku? Padahal Donghae tak menciumku tapi bibirku serasa keluh, tak bisa aku gerakan sedikitpun. Mungkin ini efek apa yang dilakukan Donghae padaku sekarang juga.

“Lee Donghae!!” Dengan susah payah aku mengucapkan namanya dan ia membalasnya hanya dengan dehamannya saja, aku menjambak rambut tebah hitamnya itu. Bukannya kesakitan atau apa ia malah semakin keras menghisap leherku ini. aku hanya bisa menahan air mataku yang ada dipelupuk mataku dan tanpa sadar akhirnya airmataku mengalir dan aku mengluarkan suara sesenggukan. Dan akhirnya aku menangis juga.

Ia segera bangun dari posisi menindihku dan duduk disebelahku sambil menarikku untuk mengikutinya duduk. Ia memeluk tubuhku dan menepuk-nepuk punggungku pelan agar suara isakan yang keluar dari dalam bibirku ini berhenti. Bukannya berhenti aku malah menangis histeris dan ia memelukku sangat erat.

“Uljima Jaekyung~a! aku hanya melakukan itu, tak sampai kebablasan!” Ucapnya mengelus rambutku lembut. Aku masih tetap menangis, entah kenapa airmataku tak kunjung berhenti juga.

Ia melepaskan pelukannya itu dan menatap mataku dalam, ia mengusap mataku dengan lembut dan ia mengecup kedua mataku, aku sontak mengantupkan mataku seerat mungkin. Setelah kedua mataku dikecup olehnya kini bagian kedua pipiku dikecupnya lebih lama, hidungkupun tak luput dari incarannya, ia mengcup puncak hidungku dan sedikit menghisapnya. Jantungku berdegup kencang menunggu apa yang akan ia lakukan setelah ini, aku masih tetap setia mengantupkan kedua mataku ini.

Aku merasakan bibirku terasa basah, akhirnya ia menempelkan bibir tipisnya itu kepermukaan bibirku ini. awalnya ia hanya memeberikanku kecupan-kecupan yang begitu lembut dan memebuat siapapun yang merasakannya akan merasa terbang keatas langit tujuh. Tanpa sadar kedua tanganku mengalung kelehernya yang kokoh itu dan sesekali aku meremas rambutnya itu dengan lembut.

Apa aku sudah gila sampai aku mengikuti gerakan bibirnya dan membalas kecupan-kecupan yang ia berikan padaku? Masa bodo, aku begitu menyukai apa yang ia lakukan padaku, tapi dalam sisi tubuhku aku menolak apa yang ia lakukan padaku sekarang juga. Tapi gadis mana yang mau menolak ciuman yang diberikan oleh seorang Lee Donghae?

Ia menarik pinggangku lebih merapat padanya dan aku menarik lehernya agar ia memperdalam ciuman yang kami lakukan sekarang ini. ia memiringkan kepalanya itu, aku membuka sedikit celah bibirku saat lidahnya menjilat-jilat permukaan bibirku ini. setelah lidahnya masuk kedalam bibirku ia segera melilitkan lidahnya dengan lidahku, aku mencengkram erat lehernya saat merasakan nikmat yang ia lakukan padaku.

Benang-benang saliva kami berjuntaian saat ia melepaskan pautan bibir kami dan setelah itu ia kembali menautkan bibirnya lagi pada bibirku, ia kini menciumku lebih kasar dan tak ada terkesan kelumbutan seperti apa yang dilakukan tadi padaku.

Aku mengeluh saat ia menghisap bibirku dengan sangat kasar dan tiba-tiba saja tangannya berulah kembali seperti saat ia menghisap leherku. Tanganya tak menglus permukaan perutku melainkan ia mengusap-usap kedua dadaku dari luar baju yang sedang aku pakai. Aku meremas rambutnya saat ia benar-benar menangkup kedua buah dadaku ini.

Dan akhirnya aku mendesah tertahan akibat bibirku dibekap oleh bibirnya. Tanganya sudah meremas kedua buah dadaku ini dengan sangat lembut dan membuatku semakin meremas rambutnya dengan sangat keras, ah tidak-tidak melainkan sekarang aku sudah menjambak rambutnya akibat sensasi yang ia berikan padaku.

Aku memaksa melepaskan ciumannya tapi ia memaksaku untuk melanjutkan ekpolasi yang ia ciptakan sendiri. Tapi beberapa menit kemudian aku tak merasakan lumatan kasar atau remasan dikedua buah dadaku, aku membuka mataku dan yah, obat itu ternyata mempunyai efek sampingnya. Ck! Ternyata dia tertidur.

Aku merebahkan tubuhnya dikasurku dan aku beranjak pergi dari kamarku untuk mengisi perutku yang masih terasa kosong ini. sebelum beranjak keluar dari kamarku, aku bercermin sebentar apakah bibirku memerah atau bengkak. Saat aku melihat kedepan aku melihat pantulan diriku disana. Leherku banyak sekali bercak-bercak merah keunguan disana dan bibirku sedikit membengkak dan memerah. Ck! Kenapa ciuamnya begitu ganas seperti itu. Aish! bagaimana besok aku kuliah? Pasti banyak sekali bukan yang memperhatikanku nanti.

Aku keluar dari kamarku dengan perasaan kesal, kenapa setipa Donghae bertemu denganku pasti saja membuatku kesal seperti ini? aish! menyebalkan sekali. Dari pada aku memikirkan besok nanti lebih baik aku makan saja, perutku benar-benar lapar sekarang.

***

Aku mengerjapkan mataku berkali-kali untuk mentralkan pandanganku, aku mengusap-ngusap kedua mataku karena silau yang dipancarkan oleh sinar matahari yang sangat terang dipagi ini. oh, aku benar-benar malas untuk bangun pagi-pagi sekali hari ini, dan aku masih mengantuk karena malam tadi itu aku baru saja tidur jam dua pagi dini hari.

Aku menyibak selimut yang aku pakai sekarang ini dan duduk sambil menyenderkan punggungku kepunggung ranjangku ini. hari ini hari apa? Aku begitu malas melakukan aktifitas hari ini dan ingin tidur dikamar saja hari ini.

Tiba-tiba saja aku merasakan pahaku tengah dipeluk oleh tangan seseorang, aku menundukan kepalaku untuk melihat siapa orang yang berani-beraninya memeluk pahaku ini. Aku kaget, ternyata yang tengah memelukku sekarang ini ternyata Lee Donghae. Dan aku reflek memukul kepalaku ini, kanapa aku begitu bodoh? Bukankah Donghae sudah dari malam dia ada disini? Ckck! Han Jaekyung kenapa kebiasaan pelupamu itu kau pelihara?

“Hai, selamat pagi?” Salamnya sambil tersenyum manis padaku dan tanganya memegang tanganku yang sebelah kanan. Aku membalas salamnya dengan senyumanku saja. Dia beranjak dari tidurnya dan duduk berhadapan denganku.

Ia menangkupkan rahangku dengan kedua tanganya itu dan mendekatkan wajahnya kearah wajahku, ia memiringkan kepalanya dan mengcup bibirku dengan cepat. Aku hanya melongo mendapatkan perlakuan seperti itu dari Donghae.

“Hei, ini hanya sebagai pelatihan saja. Ok! Sepertinya melakukan Morning Kiss itu harus kita lakukan setiap hari karena aku akan tinggal bersamamu disini!” Aku melebarkan mataku saat mendengar ucapannya itu. Apa dia bilang? Dia ingin tinggal disini bersamaku?

“Ya! Untuk apa kau mempunyai apartment mewah tapi kau malah ingin tinggal disini bersamaku?”

“Aku malas tinggal sendiri diapartmentku Je~? Ayolah Je~ aku ingin tinggal bersamamu!” Ucapnya memelas, aku hanya bisa menghembuskan nafasku pelan.

“Tapi bagaimana dengan orang tuaku nanti? Kalau mereka datang bagaimana?”

“Orang tuamu kan sama sibuknya dengan ibuku dan kakaku dijepang sana!! Mereka tak pernah menanyakan kabar kita bukan? Mereka terlalu fokus pada bisnis mereka.”

Aku kembali berfikir, apa yang dibicarakan oleh Donghae tadi ada benarnya juga. Eomma dan Appa tak pernah menghubungiku. Setiap kali aku mengirim pesan Eomma dan Appa selalu saja membalasnya dengan kata-kata yang membuatku kesal seperti ini, ‘Sayang, maaf Eomma sedang sibuk’ atau seperti ini, ‘Je~ Appa akan ada Meeting, nanti Appa akan menghubungimu secepatnya!’. Miris, miris sekali hidupku ini bukan?

“Bagaimana?” Lamunanku terbuyar saat aku mendengar ucapan Donghae yang sedikit keras itu. Aku menganggukan kepalaku, mengiyakan keinginannya itu. “Ah, kau memang yang terbaik untukku Je~” Ujarnya sambil memeluk tubuhku dan mengecup bibirku sekilas, setelah itu ia lengsung melesat lari, masuk kedalam kamar mandi sebelum aku memaukul kepalanya itu.

Aku turun dari kasurku dan berjalan menuju kearah meja riasku berniat untuk menyisir rambut ikal kecoklatanku ini, belum sempat aku menyisir rambutku suara Donghae menggelegar memanggilku, “Wae?” Tanyaku padanya, ia hanya menyembulkan kepalanya saja, ia tersenyum misterius padaku, aku jadi cukup was-was apa yang akan ia katakana padaku.

“Mau mandi bersamaku?” Sisir yang kupegang tadi hampir saja mengenai kepalanya itu kalau ia tak cepat-cepat menutup pintu kamar mandinya itu. Sialan, laki-laki itu benar-benar sangat mesum sekali. Oh Tuhan apa salahku memepunyai teman seperti Donghae itu?

Aku melangkahkan kakiku keluar dari kamarku ini, danmelangkah kearah dapur untuk membuat sarapan untuku dan Donghae. Ah, sepertinya aku belum tahu banyak hubunganku dengan Lee Donghae itu, tapi bukankah aku sudah menceritakannya bahwa aku dan Donghae itu tak mempunyai hubungan Special. Dia sudah mempunyai kekasih, dan aku sendiri tak mempunyai kekasih.

Kami ini tak bisa disebut dengan Teman, sahabat atau kekasih. Karena itu hubungan kami itu tak jelas seperti ini. Dia bukan saudara atau apa, dia hanya seorang mahasiswi yang bernasib sial sepertiku. Kami akrab seperti ini karena kejadian kami dihukum bersamaan membersihkan taman kampus, dan saat itu pula kami bisa akrab seperti ini.

Aku tersentak kaget saat seseorang memeluk leherku dari belakang, aku menolehkan kepalaku kekiri dan mendapatkan Donghae yang sedang tersenyum manis padaku, “Kau masaka apa pagi ini?” Tanyanya sambil mengecup pipiku singkat, ia duduk disampingku dan mengambil sendok yang ada ditengah-tengah meja makanku ini.

“Hanya nasi goreng saja, kau suka? Kalau tak suka tak usah dimakan!” Dia menggelangkan kepalanya pelan.

“Apapun masakannya asal kau yang memasaknya aku pasti akan menyukainya!” Ia menggombal, aku mecubit pinggangnya itu dengan sedikit keras dan ia mengaduh kecil.

“Kemejamu ini besar sekali? Kapan kau membelinya?” Tanyanya padaku, aku memperhatikan pakaian yang ia pakai sekarang.

“Ah, ini? aku membelinya saat ada Bazzar dikampus enam bulan yang lalu. Aku tak tahu kalau kemeja itu kebesaran!”

“Oh, memang enam bulan yang lalu ada bazzar?” Tanya Donghae polos sambil memasukan nasi goreng kedalam mulutnya dan segera ia mengunyahnya.

“Tentu saja bodoh, kau kan tak tahu saat itu kau sedang berada dijepang!” Aku berucap sambil membersihkan nasi yang ada disekitar bibirnya dengan tisu yang ada ditanganku. “Makan saja seperti anak kecil!” Tungkasku, ia hanya tersenyum polos.

“Aish! terserah! Aku mau mandi sekarang juga!” Aku beranjak dari dudukku dan baru saja aku akan berjalan ia mencengkram tanganku, aku sontak membalikan tubuhku. “Wae?” Tanyaku.

“Mau aku mandikan?” Mendengar perkataan Donghae seperti itu aku langsung saja memukul kepalanya itu.

“Dasar Mesum!” Teriakku dan aku langsung berlari dan masuk kedalam kamar madiku ini.

=====TO BE CONTINUED=====

TBC dulu ya~ hahahahaha gimana pendek panjang?

Kkk~ yang uda pad abaca jangan lupa komen ya, tapi gapapa deh yang ga pada komen juga. Kekkekeke~ bingung sih aku mau cuap-cuap apa yakin deh ya. Tapi aku Cuma mau bilang makasih udah mau baca ffku ini, ff yang bener2 gaje huahhhhhhh

Udah segitu aja yah, makasih para ridersku yanguda pad abaca *kecup bias reader atu-atu*

22 thoughts on “PERVERTING -2-

  1. lee donghae di part 2 kenapa jadi jadi tambah pervert!?!!?!
    bayangin jadi jaekyung,, wahhh senengnya *nose bleed* :))
    let’s go to the next chapter!

  2. mereka lucu banget sih temen sahabat tp bukan kekasih tp sering ciuman aneh banget hubungan mereka?

    btw unik sih ceritany

  3. seru pke bgt🙂
    Smga aj mereka jd kekasih , Jaekyung ksian juga y masa status hubungan mereka itu membingungkan:/

  4. OMG…hae oppa kenapa semakin ngres aja otaknya ma jaekyung…
    oh ya q td liat byk ff yg d protect, gmn cara ngedapetin paswornya ya cz sumpah q pngn bgt ubek2 ni web, ceritanya keren abiz deh

  5. kasian banget jaekyung masih juga digantungin sama donghae padahal donghae nya so sweet lho
    mereka itu kaya suami istri tapi ternyata sampe sekarang hubungan mereka masih belum jelas
    hadeeuuhh ayo bang donghae perjelas dong hubungan nya sama jaekyung kasian tuh jaekyung ngerasa di PHP’in wkwk😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s