Donghae Side: PERVERTING -5-

https://i0.wp.com/sphotos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/382049_305447679571303_144212687_n.jpg

AUTHOR: VYEJUNGMIN~

 

DONGHAE’S POV

 

Ku hembuskan nafasku kembali, lelah. Itu lah yang aku rasakan sekarang selama lima hari ini aku tak keluar dari dalam kamarku, mengurung seorang diri. Setelah kejadian lima hari yang lalu saat di apartment Jaekyung, aku benar-benar sudah tak bersemangat untuk hidup. Ini memang semuanya salahku kalau saja aku tak bertemu dengan Jaekyung pasti tak akan seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi? Tuhan memang sudah mentakdirkan aku bertemu dengan Jaekyung.

 

Aku kembali mengingat masa-masa beberapa tahun yang lalu, saat mengenal Jaekyung dan kami benar-benar sangat polos pada waktu itu. Kami bertemu pada saat kami menjalankan hukuman yang diberikan oleh Sunbae kami pada saat masa Ospek waktu itu. Saat aku pertama kali memandang wajahnya, aku benar-benar terpesona oleh wajahnya yang saat itu sedang berkeringat akibat kami dihukum selama kurang lebih satu jam di tengah-tengan lapangan. Mengingat waktu itu aku ingin sekali tertawa.

 

Saat itu pula aku berkenalan dengannya, awalnya aku berfikir kalau Jaekyung ini benar-benar tipe wanita idaman pria mana pun, karna sudah terlihat dari wajahnya yang dewasa, cantik, tubuhnya tinggi, langsing, putih mulus, bermata agak besar, bola mata bulat dan hitam dan pekat. Siapa yang tak akan jatuh cinta pada seorang gadis seperti dia? Pasti semua pria juga akan jatuh cinta bukan?

 

Tapi, semua yang aku pikirkan waktu itu benar-benar sangat melenceng. Saat kami istirahat setelah melakukan hukuman kami pergi kekantin, saat selesai makan ia langsung saja berbicara bak kereta api yang benar-benar tak mempunyai sebuah rem. Ck! Saat itu aku benar-benar tak menyangka sekali. Aku kira ia memang seseorang yang sangat pendiam tapi ternyata ia sangat cerewet sekali.

 

Mengingat kemasa-masa waktu itu benar-benar membuatku tersenyum-senyum sendiri. Tapi sepertinya sekarang berbeda mungkin ia sudah membenciku karna sifatku yang tiba-tiba saja menjadi pervert seperti ini. jangan salahkan aku, salahkan wanita Jung Ji Eun yang dengan sangat tega menduakanku dengan laki-laki lain. Ia berciuman disebuah kafe dan pada saat itu pula aku langsung menuju kearah mejanya, menarik laki-laki itu dan memukulnya sampai ia babak belur.

 

Aku dan Ji Eun sebenarnya sudah bertunangan saat kami masih duduk di bangku SMA sampai kami kuliah. Kami melanjutkan pendidikanku dikampus yang berbeda. Tapi saat menginjak semester pertama ia tiba-tiba saja menghilang atau menghindariku. Setiap kali ku ajak ia untuk bertemu ia selalu saja mengatakan kalau ia sibuk. Saat itu aku juga tak ada rasa curiga apapun padanya. Sampai saat itu aku melihatnya yang sedang berciuman dengan laki-laki. Dia brengsek sekali bukan? Aku sudah menyerahkan semua kepercayaanku padanya, tapi apa? Dia mengkhianatiku seperti ini.

 

Saat itu pula aku langsung memutuskan ikatan kami, dengan rasa kesal aku langsung melemparkan cincin yang ada di jari manisku kearahnya, setelah itu aku pergi tak mengiharukan teriakannya yang memanggilku dengan sangat keras. Aku tak pernah memberitahukan pada ibuku, karna aku takut kalau ibuku kaget dan masuk kerumah sakit karna aku memutuskan hubunganku dengan Ji Eun.

 

Sampai saat keesokan harinya, karna aku masih kesal mengingat kejadian berciumannya Ji Eun dengan laki-laki lain, aku melampiskan kekesalanku pada Jaekyung yang saat itu kami keluar dari kelas yang sudah sangat kosong dan kampus sudah sangat sepi. Dengan gerakan cepat aku langsung mencium bibirnya dengan sangat kasar dan menuntut, saat itu aku benar-benar tak sadar apa yang sudah aku lakukan padanya.

 

Sampai sekarang pun aku melakukan apa yang menjadikanku seperti ini, tapi lama kelamaan aku melakukan seperti itu perlahan aku mencintainya yang benar-benar tak membrontak lagi saat aku menciumnya. Mungkin ia sudah tak lelah melawanku. Aku tak pernah mengatakan bagaimana hubungan jelas kami, kami tak menjalin hubungan. Aku benar-benar sangat menyesal dengan apa yang aku perbuat padanya. Maafkan aku Je!

 

Tapi sepertinya aku memang harus di benci olehnya, karna aku sudah sangat keterlaluan sekali menggantungkan hubunganku dengan Jaekyung. Dia yang setiap hari kucium, selalu hampir saja akan melalukan hubungan intim dengannya. Dan aku baru menyadari sekarang kalau aku benar-benar Namja Brengsek untuknya.

 

Aku ingin sekali bertemu dengannya, tapi aku begitu malas untuk sekedar keluar dari kamarku karna pasti ada Ji Eun yang sedang mengobrol dengan orang tuaku. Benar-benar membuatku muak sekali dengan segala tingkah lakunya padaku. Ck! Yeoja itu benar-benar bermuka dua. Aku menyesal kenapa aku dulu bisa sampai menyukainya. Kau benar-benar sangat bodoh sekali Lee Donghae!

 

Dan jika saja aku bertemu dengan Jaekyung terlebih dahulu aku yakin dengan pasti sampai sekarang aku pasti mengikatnya, atau sudah menikahinya. Penyesalan itu selalu datang di akhir bukan? Jadi kau tak usah menyesalinya Lee Donghae.

 

Ku beranjak dari tempat tidurku berjalan menuju kearah meja belajar yang ada dikamarku. Ku ambil sebuah album foto yang besar dan sedikit tebal itu, ku buka perlahan-lahan menampakan wajahku dengan seseorang yang sangat kurindukan selama lima hari ini. kami jika keluar untuk berjalan-jalan kami tak lupa untuk membawa sebuah kamera untuk kami pakai sendiri.

 

Aku tersenyum melihat foto-foto yang ada di album foto, melihat wajah Jaekyung yang begitu terlihat bahagia dan senang. Hah! Tiba-tiba saja hatiku kembali terasa nyeri mengingat kenanganku dengan Jaekyung. Aku masih tak berani untuk bertemu dengannya. Aku ingin sekali tahu bagaimana kabarnya sekarang.

 

Mengingat ia yang selalu merawatku di saat aku sakit atau apa aku, aku kembali merasakan sesak yang ada didalam dadaku. Selama itu aku selalu saja menyia-nyiakannya, malah aku mencari gadis lain, bermesraan dengan gadis lain didepannya. Setelah putus dengan gadis lain aku langsung melampiaskannya pada Jaekyung dengan cara menciumnya dan selalu saja hampir akan melakukan hubungan yang tak seharusnya.

 

Saat itu aku masih benar-benar masih dibutakan oleh seorang Jung Ji Eun, selalu menganggap Jaekyung itu Ji Eun jadi aku selalu saja memperlakukan dia seperti Ji Eun. Tapi untuk beberapa bulan yang lalu saat mengetahui salah satu Hoobaeku di kampus ada yang menyukai Jaekyung, aku langsung tak terima dengan kenyataan tersebut. Saat itu aku tak ingin Jaekyung dimiliki oleh seseorang selain diriku. Aku benar-benar sangat egois sekali, bukan?

 

Ku letakan kembali album foto yang ada ditanganku ini ketempat semula. Aku berjalan menju kearah kasurku, ingin sekali menghubungi Jaekyung, menanyakan kabarnya bagaimana.. apa dia baik-baik saja? Apa dia makan dengan teratur? Selama ini aku tak melihatnya makan dengan teratur, karna dia sibuk dengan mengurusiku. Kalau di lihat-lihat Jaekung itu mirip seperti Istri yang merawat Suaminya, tapi suaminya itu tak pernah untuk melihat bagaimana perjuangan sanga istri.

 

Ku pejamkan mataku mengingat kembali saat dia benar-benar selalu mejagaku layaknya seorang suamin, tapi aku menyia-nyiakannya. Ternyata Lee Donghae kau benar-benar menyakitinya sangat dalam sekali. Mengingat saat Jaekyung menangis dihadapanku waktu itu. Tapi aku sendiri juga menangis bukan waktu itu? Karna waktu itu aku sudah mulai mencintainya, layaknya dia sendiri bukan bayang-bayang Jung Ji Eun brengsek.

 

Aku beranjak dari kasurku, berjalan menuju kearah lemari pakaianku. Hari ini aku harus menemui Jaekyung. Bagaimana ia memperlakukanku, aku akan meminta maaf padanya dengan sangat tulus. Aku sudah cukup mengurung diriku dan tak muncul di hadapan Jaekyung selama lima hari ini. Hilangkan semua sifat pengecutmu selama ini Lee Donghae, kau terlalu bodoh untuk menanggapi semua perhatian yang diberikan oleh Jaekyung selama ini.

 

Setelah memakai pakaian lengkap dan rapi, aku berjalan menuju kearah pintu kamarku. Hari ini aku bebas dari dalam sangakarku, aku benar-benar tak ingin di ikat dengan Ji Eun dengan status pertunangan. Persetan dengan semuanya, aku tak perduli. Ibuku juga begitu bodoh kenapa ia masih mempercayai Ji Eun si muka busuk itu. Ck! Sepertinya aku harus mengatakannya lebih cepat pada ibuku.

 

Ku buka pintu kamarku berjalan menuju kearah tangga yang akan menghubungkan kepintu keluar rumah ini. Setelah benar-benar sudah ada dilantai bawah, aku langsung di suguhkan Jung Ji Eun yang sedang berbincang-bincang dengan ibuku. Sadar dengan kehadiranku, ia langsung menoleh kearahku. Matanya memblalak kaget saat mengetahuiku keluar dari dalam kamar. Ia berdiri berjalan mendekatiku, aku masih memandanganya dengan tatapan Datarku.

 

Eomma, kenapa kau masih mau menerima Yeoja jalang ini?” Ucapku langsung. Ji Eun yang tadi berjalan mendekatiku langsung terhenti setelah mendengar ucapanku tadi. Bukan kah yang aku katakana itu benar dengan kelakuannya selama ini bukan?

 

“Jaga ucapanmu Donghae~a!!!” Eomma sedikit berteriak. Aku hanya bisa mendengus kesal. Begini lah akibat Eomma  tak tahu dengan permasalahanku.

 

Eomma, kau tak mengetahui kabar ini bukan? Aku akan mengatakannya, jika aku sudah memutuskan hubunganku dengan Yeoja jalang yang ada di depanku ini. Sudah lama, kira-kira selama dua tahun terakhit ini. Aku tak ingin mengatakannya pada Eomma karna aku takut Eomma akan kaget!”

 

“Dengan alasan apa kau memutuskan hubungan pertunanganmu Donghae~a?” Eomma melembutkan ucapannya. Aku menghela nafasku sebentar dan melirik kearah Ji Eun yang menatapku was-was. Ck! Kau takut aku membongkar semua kelakuanmu selama ini? heh?

 

“Dia berselingkuh di belakangku dengan Namja lain, bahkan aku melihatnya yang sedang berciuman dengan Namja lain didepanku. Jadi aku langsung memutuskan hubunganku dengannya!” Akhirnya aku mengucapkan kata-kata yang sudah ku pendam selama dua tahun terakhir ini. rasakan Jung Ji Eun, kau pasti akan malu sekali dengan pengakuanku.

 

“Semuanya bohong, Ajhumma. Apa yang diucapkan oleh Donghae itu semuanya tak benar, aku tak seperti yang dikatakan oleh Donghae!” Ujarnya sedikit gelagapan. Tak mau mengaku Nona Jung. Ck! Benar-benar licik sekali bukan Yeoja ini? akhirnya pun ia menangis, aku tak akan tertipu dengan air mata buayanya itu

 

“Oh, aku benar-benar muak dengan air mata buayamu itu Nona Jung. Kenapa kau tak kembali saja dengan laki-laki yang berciuman denganmu itu? Bukan kah dia sangat tampan dibandingkan dengan diriku? Dan lebih kaya dari pada diriku!” Ucapku telak, ia hanya diam saja dan masih saja mengluarkan air matanya. Sedangkan ibukusudah sedari tadi memandang kami berdua.

 

“Jadi, apa yang Donghae katakana itu benar? Ji Eun~a?”

 

Annio Ajhumma, itu tak benar!” Kilah Ji Eun. Aku sudah muak jadi ku putuskan langsung saja pergi. Biarkan ibuku sendiri yang mengintrogasi Ji Eun.

 

 

***

 

 

Aku kembali mengerang saat Password yang aku masukan itu gagal. Apa dia mengganti passwordnya? Kenapa harus di ganti Jaekyung~a? Apa kau benar-benar membenciku sampai-sampai kau mengganti password Apartmentmu sendiri? Tak bisa kah kau memaaf kan ku sekali ini saja, dan berikan aku kesempatan untuk mengubah segalanya.

 

Ku ambil Ponsel yang ada di dalam kantung celanku, mencari nomor telponya. Lebih baik aku menelponya saja, dari pada aku berdiri didepan pintu apartment seseorang. Terlihat seperti orang bodoh sekali. Tapi memang, kali ini aku benar-benar bodoh.

 

Setelah ketemu aku langsung saja menekan tombol hijau yang ada diponselku. Tersambung, tapi lama sekali di angkat olehnya. Aku yakin seyakinnya kalau dia benar-benar malas untuk menaggapi panggilanku. Terlihat jelas kalau dia tak mengangat panggilanku.

 

“Yeoboseo?”

 

Aku mengerutkan keningku saat mendengar suara seorang Namja yang mengangkat panggilanku. Ini bukan Jaekyung, tapi orang lain. Kemana Jaekyung? Astaga! Aku benar-benar takut kalau terjadi sesuatu padanya.

 

“Nuguseo?”

 

“Eo? Kau yang menghubungi nomor ini, kenapa kau malah menannyakan pemiliknya?”

 

“Oh, aku bahkan sudah tahu siapa pemilik ponsel ini. Yang aku tanyakan kau siapa? Berani-beraninya kau memegang ponselnya!” Ucapku sedikit meninggi. Mengingat yang menjawab panggilanku ini seorang laki-laki.

 

“Ah, aku malas sekali!”

 

Pip!

 

Sial, panggilan terputus. Aku kembali menatap sederet angka yang ada diknop pintu apartment ini. Akan ku ingat-ingat apa saja yang benar-benar menjadi nama favoritnya atau angka favoritnya. Semoga saja apa yang akan ku coba nanti bisa.

 

Aish! Semua angka dan nama yang pernah ia sebutkan semuanya gagal. Kenapa kau mengganti passwordnya Han Jaekyung? Kau membuatku tersiksa karna dirimu.

 

“Oh~!!!” Ku balikan tubuhku kesamping kiri, saat mendengar seruan kaget dibelakangku. Ternyata Jaekyung yang ada dibelakangku. Aku tersenyum melihatnya yang datang dan ada dihadapanku sekarang.

 

Kulihat seluruh tubuhnya, ia sedikit berbeda tak seperti biasanya. Apa karna aku tak melihatnya selama lima hari ini jadi ia berubah seperti itu? Tapi sepertinya itu tak mungkin, dan kulihat matanya mendapatkan lingkaran mata disana. Apa dia selalu menangis sampai-sampai matanya sembab seperti itu?

 

Aku melangkah kearahnya, tapi ia menghindar begitu aku berjalan satu langkah. Apa dia takut dengan kehadiranku atau ia tak senang dengan kehadiranku didepannya. Aku mengaku salah padamu jaekyung~a, maka dari itu aku datang padamu. Aku ingin meminta maaf atas segala yang aku lakukan padamu selama ini.

 

“Je~”

 

“Jangan panggil aku dengan sebutan menjijikan itu!” Ia berteriak, tapi tak kencang. Mungkin dia tak ingin mengganggu kenyamana penghuni di apartment ini.’

 

Aku melangkah, tetap saja ia terus menghidar dari langkahku. Oh, ayolah aku hanya ingin meminta maaf dengan tulus padanya. Aku tak akan menciumnya dengankebiasaanku selama ini. Aku mangaku salah padamu Jaekyung~a!

 

“Siapa kau? Aku tak mengenalmu!”

 

“Kau tak mengenalku? Aku Lee Donghae!”

 

“Lee Donghae? Siapa itu? Aku tak mengenalnya!”

 

Aku tercengang mendengar ucapannya seperti itu, ia menganggapku telah tiaada dari dunia ini. Jadi kau benar-benar sangat membenciku? Apa itu benar Han Jaekyung? Aku menghentikan langkahku begitu saja. Dia benar-benar membenciku.

 

Ku tundukan kepalaku kebawah, menyesali perbuatanku selama ini. Sampai-sampai ia membenciku samapai sedalam ini. Hatiku begitu sakit saat ia mengatakan seperti itu. Je~ apa aku boleh meminta maaf padamu dan merubahnya?

 

Ia berjalan kearahku, aku sendiri masih ada didepan pintu apartmentnya. Ia tak menandangiku sedikit pun. Aku tahu ia membenciku, tapi tak seperti ini juga kan? Aku kesini untuk meminta maaf bukan untuk di acuhkan seperti ini.  Hatiku sakit sekali melihatnya yang dingin seperti ini.

 

Dia bukan Jaekyung aku kenal, Jaekyung yang ku kenal tak seperti ini. Jika marah, ia tak seperti ini. Sedetik pun ia pasti akan kembali ceria. Terkecuali jika ia sedang dalam keadaan buruk baru dia seperti ini. mungkin iya, dia dalam keadaan buruk karna aku ada dihadapannya.

 

“Aku datang kesini untuk meminta maaf padamu..”

 

“Untuk apa kau meminta maaf? Tak ada yang perlu kau maafkan. Aku sudah melupakan apa yang sudah terjadi. Mungkin semuanya… aku sudah melupakannya..” Ucapnya dengan nada pelan, ia tak memandangku melainkan ia memandang yang mungkin lebih menarik daripada dengan adanya orang dihadapannya.

 

“Aku ingin menjelaskan semuanya. Dua tahun yang lalu. Kejadian dua tahun yang lalu sampai sek–” Ucapanku terpotong olehnya. Dan ucapannya itu membuat hatiku begitu sakit.

 

“Tak ada yang perlu kau jelaskan. Cukup kau enyah dari kehidupanku itu sudah membuat hidupku tenang!” Ia masuk kedalam apartmentnya. Aku tak tahu kalau dia sudah membuka pintu apartmennya itu. Aku hanya bisa menghela nafasku saja.

 

Yah, dia benar-benar sudah  membenci dirimu Lee Donghae. Jangan harap kau akan dimaafkan. Kenapa hidupku semakin hancur saja? Baru saja aku ingin mengatakan kalau aku mencintainya, Yeoja brengsek itu datang dan memporak pondakan hidupku yang sudah begitu tenang.

 

Aku masih menatap pintu apartmentnya berharap ia membukakan pintunya dan mengajakku masuk kedalam. Seperti dulu, saat aku tak tahu password apartmentnya ia akan membukakan pintu untukku. Tapi sekarang sangatlah berbeda.

 

Ku balikan tubuhku, lebih baik aku pulang saja dari pada menunggu Jaekyung yang tak akan pernah membukakan pintu untukku. Yah, dia membencimu Lee Donghae. Jangan berharap lagi, bukankah dia sudah mengatakan kalau dia sudah melupakan semua kenangan bersamamu selama dua tahun itu. Lupan, seperti yang di ucapkan Jaekyung tadi.

 

Tapi apakah aku sanggup untuk melupakan semuanya? Kenangan Selama dua tahun. Aku tak sanggup…

 

 

***

 

 

Ku hempaskan tubuhku kekasurku yang empuk ini. ah, sepertinya aku lupa memberitahukan kalau Eomma ku sudah pulang saat Yeoja brengsek itu mengusik ketenanganku lagi. Sebenarnya aku masih ada rasa pada Ji Eun, tapi kalau mengingat dulu ia menghianatiku, rasa suka ku padanya lenyap begitu saja. Malah ada rasa benci padanya.

 

Ji Eun memang sudah mengisi hatiku selama empat tahun, tapi saat ia menghianati kepercayaanku padanya keberadaan selama empat tahun itu lenyap sudah. Aku tak ingin memikirkannya lagi, itu akan membuat hatiku kembali sakit, apa lagi sekarang Jaekyung membenciku.

 

Sebisa mungkin aku harus meminta maaf padanya, aku tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan ini. yah aku harus berusaha membujuk agar Jaekyung memaafkan ku dan menerimaku lagi. Aku akan berjanji padanya kalau aku pasti akan berubah. Merubah semua sifatku yang bejad ini.

 

Tok…tok..tok…

 

Lamunanku terbuyar saat seseorang mengetuk pintu kamar ku, malas sekali untuk membuka pintu kamarku. Paling tak jauh-jauh pasti Ji Eun yang membujuk ku untuk mengantarkan ia pergi ke tempat-tempat yang ingin ia kunjungi. Malas sekali, dia bukan kekasih ku untuk apa aku menerima ajakannya.

 

“Donghae~a ini Eomma sayang!!”

 

Aku menegakan tubuhku saat mendengar suara Ibuku, jadi yang mengetuk pintu kamarku itu ibuku. Ck! Aku kira Ji Eun. Ternyata aku sudah berburuk sangka terlebih dahulu. tapi kalau aku membuka kan pintu pasti tak jauh juga kalau nanti Eomma menyuruhku untuk menmani Ji Eun pergi.

 

Eomma ingin membicarakan sesuatu padamu. Tak ada Ji Eun disini. Bukan kah kau tahu kalau kau pergi pasti Ji Eun pergi..” Aku beranjak dari tempat tidurku dan berjalan menuju kearah pintu kamar untuk membukakan pintu kamarku.

 

Wae Eomma? Apa yang ingin Eomma bicarkan?” Tanyaku saat aku membuka pintu kamarku. Eomma tak langsung mrnjawab pertanyaanku malah ia berjalan menuju kearah menja belajarku. Aish! aku lupa kalau disana banyak sekali fotoku yang bersama Jaekyung terpasang disana.

 

“Ah, jadi ini Yeoja yang selama ini menarik perhatian Putraku ini. Dia cantik sekali. Apa Eomma boleh bertemu dengannya?”

 

Aku memandangnya dengan padangan heranku, “Mwo? Apa yang Eomma bicarakan?”

 

Aigoo~ Eomma juga sudah tahu semunya..”

 

Aku kaget, apa yang Eomma katakana padaku tadi? Dia sudah tahu semuanya? Jadi– “Ji Eun menghianatimu pun Eomma sudah tahu…” Ia menghembuskan nafasnya pelan, “Eomma sudah tahun selam dua tahun ini, diam-diam Eomma memata-matai mu, saat Appa mu meninggal kau selalu saja membrontak permintaan Eomma untuk di ajak ke jepang, jadi Eomma memerintahkan seseorang untuk mengawasimu. Semua informasi yang ia tahu semuanya ia kasih tahukan pada Eomma…

 

Eomma hanya pura-pura tak tahu saja…” Aku hanya bisa menatap ibuku dengan tatapan kosongku. Jadi, semua yang aku lakukan pada Jaekyung Eomma juga tahu? “Yah, perlakuan mu pada Jaekyung pun Eomma sudah tahu. Kau ini kenapa menjadi seorang Namja bejad sekali? Ck! Bukan kah Appa mu tak pernah mengajarimu seperti itu?” Aku hanya bisa menundukan kepalaku, merasa malu dengan apa yang talah di katakana oleh Eomma…

 

“Sudahlah, ini sudah terjadi bukan? Kalau kau tak mau kehilangan Yeoja mu itu kau harus berusaha agar ia mempercayaimu seutunya..” Ia mengusap kepalaku dengan lembut. Aku hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan Eomma ku. Ternyata ia mendukungku.

 

“Keluarlah, Eomma sudah memasakan makanan untukmu…”

 

Aku menganggukan kepalaku pelan. Ia keluar dari kamarku, setelah pintu tertutup aku kembali tersyum. Aku tak menyangka ternyata Eomma mengetahui hubunganku dengan Jaekyung. Dan ia mendukungku untuk mendekatinya lagi.

 

Sepertinya besok aku harus bertemu dengannya, meminta maaf kembali padanya. Kesempatan itu tak hanya satu dua kali, masih banyak kesempatan untuk meminta maaf padanya. Jaekyung, aku yakin kau juga akan memaafkan ku kan?

 

 

***

 

 

Ku tegakan tubuhku untuk melihat isi kelas Jaekyung kembali, kenapa kelas yang ia hadiri lama sekali untuk keluar? Bukan kah ini sudah jam istirahat? Kenapa masih belum keluar juga. Aku yakin ini pasti mata kuliah si dosen kepala botak itu. Ck! Kalau mata kuliah ini pasti akan sangat lama sekali.

 

Ku dudukan kembali, hampir sepuluh menit aku menunggunya duduk didepan kelasnya ini. tapi ia tak kunjung keluar juga. Aku yakin kalau Jaekyung sudah hampir mati bosan karna kelasnya tak kunjung keluar juga, atau dia sudah tertidur dengan pulas didalam kelas.

 

Aku sudah hafal dengan sifatnya, jika sudah seperti ini ia pasti sudah sangat tertidur. Atau ia mamainkan ponselnya untuk menghilangkan kebosanannya itu. Aku mendongakan kepalaku saat mendengar teriakan dari mahasiswa yang ada didalam kelas, ternyata sudah selesai.

 

Aku berjalan menuju kearah pintu kelas Jaekyung. Aku yakin dengan sangat yakin kalau dia akan kaget jika aku menunggunya di depan kelasnya. Aku melihatnya yang keluar dari dalam kelasnya, ia begitu cantik dengan balutan celana Jeans panjang berwarna hitam dan memakai kemeja kebesaran rambut pirangnya ia geraikan itu. Kenapa dia semakin hari semakin cantik saja? Ck! Aku benar-benar sangat menyesal sudah menyia-nyiakannya dan masih saja mengingat Ji Eun yang jelas-jelas sudah menghianatiku.

 

“Jaekyung~a!!!” Ku pegang pergelangan tangannya, ia menatapku dengan pandangan malasnya. Persetan dengan penolakannya hari ini aku harus menjelaskannya langsung padanya.

 

“Aku ingin bicara padamu!”

 

“Apa yang harus kita bicarakan?” Ucapnya dengan malas, aku hanya bisa menghela nafasku pelan.

 

Aku tak membalas pertanyaanya, aku malah menariknya berjalan bersamaku. Ia hanya diam tak membrontak dengan cengkraman di tangannya. Mungkin ia hanya sudah lelah dengan segala sikapku. Aku berjanji aku akan merubah segala sifatku Jaekyung~a!!!

 

 

 

 

 

========TO BE CONTINUED=====

 

 

 

Horeeeee~ akhirnya selesai juga *lap keringet.

Ini dia Donghae Sidenya wkwkwkwkw yang pada pengen tahu banget sama donghae sidenya ini aku tulis. Maaf deh kalo ga memuaskan hasilnya kkkk~ yang ada di pikiranku Cuma ini. maunya yah bikin Flashback tapi kyaknya ga enak ya uada aku bikinnya kya gini kkk~

Udah deh cuap-cuapnya makasihhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Dan masalah TYPO’S maaf banget maklumi aku males buat ngeditnya ini aja selesai negetik langsung aku publish aja~~~

10 thoughts on “Donghae Side: PERVERTING -5-

  1. wahh akhirnya donghae juga cinta sama jaekyung ♥♥
    ternyata eomma donghae udah tau semuanya ya.. pengertian sekali :))
    semoga jaekyung maafin donghae and happy ending~

  2. akhirnya terkuak jg misteri d balik sikap donghae yg seenaknya pd jaekyung. ckckck ternyata jaekyung d jadikan pelampiasan sakit hati donghae iiissshhh jahatnya kau bang ikan *jambak2 rambut hae

    seru bgt thor,semoga hae dan jae bs bersatu. walaupun awalnya aku kezel bgt sm hae,tp pas tau hae jg mencintai jae aku mendukungnya.
    hwaiting bang ikan…

  3. yahh ternyata donge juga cinta sama jaekyung tapi kenapa gak dari dulu” aja bilang kalo cinta ?? nyesel kan sekarang , aku seneng liat donge didiemin sama jaekyung wkwk akhirnya donge merasakan gimana sakitnya muuaahahahahaha #ketawaevil

  4. tuh perempuan yang bernama jung jae in gk punya malu ye
    udah salah masih memutar balikkan fakta
    baguslah kalo nyonya lee percaya ama donghae
    berjuanglah bang untuk jaekyung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s