PERVERTING -3-

https://i0.wp.com/sphotos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/3735_303555509760520_11237337_n.jpg

AUTHOR: VYEJUNGMIN~

JAEKYUNG’S POV

Aku mengedarkan pandanganku keseluruh kantin dikampusku ini, mencari tempat duduk yang masih kosong dan aku menemukannya dipojok dan dekat dengan pemandangan yang ada diluar sana. aku berjalan sambil membenarkan letak tasku dan beberapa buku tebal yang ada ditanganku ini serta minuman yang ada ditangan kananku ini.

Aku segera mendaratkan pantatku dikursi ini dan meletakan buku tebal yang ada ditanganku dan tas, minuman diatas meja didepanku ini. kantin menjadi tempat dimana kebebasan semua mahasiswa karena kalau dikelas mereka selalu dipusingkan oleh tugas kuliah mereka masing-masing. Aku membuka tasku dan mengambil Novel yang aku beli kemarin sore.


Aku menghembuskan nafasku pelan karena kantin ini sangat ramai sekali, oh jelas saja karna ini memang sudah waktunya jam istirahat dan semua mahasiswa disini sangat senang sekali. Aku mengambil minumanku dan menyesapnya setelah itu aku kembali membaca novelku.

Tapi tak sampai tiga menit aku kembali menutup novelku karna terganggu oleh ramainya kantin ini dan bodohnya aku kenapa aku membaca novel dikantin? Benar-benar bodoh bukan? Tapi aku begitu malas untuk berjalan menuju kearah tempat yang biasa kudatangin untuk merilekskan otakku ini. padahal tempatnya tak begitu jauh untuk aku datangan, tapi malas ini mengalahkan semuanya.

Aku memangkukan kepalaku dengan kedua tanganku ini dan sesekali menghembuskan nafasku pelan, kenapa aku menjadi orang yang cepat bosan? Bukankah aku sangat menyukai kesendirian dan tak suka berteman? Ah, jangan salah artikan tentang tak suka berteman, maksudku aku begitu jarang bergaul kalau masalah teman aku banyak sekali dan mereka sangat akrab dengaku ini.

Kepalaku menoleh kearah samping dan tak mendapatkan siapa-siapa disampingku ini, biasanya dia yang selalu disampingku menemaniku kemana aku pergi tapi sekarang dia entah kemana. Sudah dua hari ini dia tak ada diapartmenku dan tak masuk kekampus aku kurang tahu kemana dia, karena dia pergi begitu tiba-tiba dan tak berpamitan terlebih dahulu padaku.

Aku memandangi keseluruh penjuru kantin dan selalu mendapatkan beberapa mahasiswa perempuan sudah mempunyai pasangan. Kalian bertanya apa aku pernah iri dengan mereka yang sudah mempunyai pasangan? Jawabannya tentu saja aku merasa iri. Selalu ditemani kemana ia pergi, perhatian lain-lainnya. Aku ingin sekali merasakan bagaimana rasanya berkencan atau rasanya jatuh cinta. Tapi semua itu hanya khayalan belaka.

Oke, semuanya itu gara-gara laki-laki yang menurutku benar-benar sangat menyebalkan. Setiap kali ada laki-laki yang mendekat padaku dia selalu saja menghalanginya. Jadi semua laki-laki yang ingin mendekatiku itu semuanya pergi. Aish! kapan dia pergi dari hidupku ini? pernah aku menentanganya tapi selalu saja berakhir dengan ciuman yang ia berikan padaku dan aku tak bisa berkata-kata. Kalian pikir aku ini tak peka bukan? Berpikir bahwa aku ini perempuan yang mau saja dicium oleh laki-laki yang tak mempunyai hubungan denganku? Aku juga bingun sendiri kenapa aku mau saja dicium oleh laki-laki brengsek ini. tapi sepertinya mulai sekarang aku akan mempertegas diriku sendiri.

Aku kembali menghembuskan nafasku, bosan sekali hari ini. biasanya disaat seperti ini aku sudah tenggelam bersama novel yang aku baca dan tak menghiraukan orang-orang yang berlalu lalang didepanku. Tapi sekarang? Oh, aku benar-benar bosan.

Aku Membereskan barang-barang yang aku bawa tadi dan aku masukan kedalam tasku ini, belum sempat aku berdiri tubuhku ditahan oleh seseorang agar aku tak berdiri dan aku menolehkan kepalaku kebelakang dan mendapatkan si perut lebar. Tsk! Mau apa laki-laki menyebalkan ini? dan mataku tak sengaja melihat seseorang lagi menuju kearah tempat dudukku ini. jangan bilang kedua laki-laki menyebalkan ini akan duduk disini, bersamaku. Oh, Tuhan tolong ampunilah dosaku ini.

“Kau mau kemana?” Tanya si Jangkung ini sambil menundukan tubuhnya disampingku. Aku melihat cengiran lebar dari seorang laki-laki yang duduk dihadapanku ini. astaga! Kalau Choi Siwon yang duduk disini aku pasti akan betah disini? Tapi sekarang? Disampingku Shim Changmin dan dihadapanku ini Cho Kyuhyun. Kedua laki-laki yang menurutku tak baik untuk berteman. Karna apa? Karena mereka yang benar-benar sangat menyebalkan.

“Kemana dia?” Aku mengerutkan keningku saat aku mendengar suara Kyuhyun. Dan aku langsung mengerti dengan perkataanya itu. Dia, Lee Donghae. Ah, aku tak tahu kemana ia pergi dua hari ini.

Aku mengendikan bahuku pelan, bertanda aku tak tahu kemana dia pergi, “Aku tak tahu kemana dia pergi. Memangnya kenapa kalau dia tak bersamaku?” Tanyaku balik dan kedua orang menyebalkan ini tertawa bersama. Apa ada yang lucu? Tsk!

Aku merasakan bahuku ditimpa oleh beban yang sangat berat dan aku langsung mengetahui kalau tangan Changmin ini yang menimpa bahuku. Aku melepaskan tangannya dan tetap saja ia kembali menimpa bahuku. Aku biarkan saja daripada aku nanti emosi karna kelakuannya itu.

“Ya! Bagaimana kalau kau berkencan denganku saat pulang kuliah nanti?” Tanya Changmin sambil merapatkan duduknya itu kearahku dan itu sontak membuatku menggeserkan tubuhku kearah lainnya.

“Singkirakan tubuhmu itu dari tubuhku Shim Changmin!” Ucapku sambil mencubit lenganya yang ada dibahuku. Ia mendesis kesakitan karena cubitanku yang meungkin saja sakit? Aku mendengar kekehan pelan dari arah depanku, langsung saja aku juga mencubit lengan yang tak memegang sumpit dan ia juga mendesis kesakitan.

“Ya! Kenapa kau malah mencubitku juga? Kau ini benar-benar sangat menyebalkan! Tapi kenapa semua laki-laki disini banyak yang menyukai, tapi sifatmu itu benar-benar menyebalkan!” Aku memalingkan wajahku kearah samping tak ingin melihat wajah Kyuhyun yang benar-benar membuatku muak.

“Dan, dan lihat sekarang kau benar-benar tak sopan sekali memalingkan wajahmu seperti ini!” Mendengar ucapan Kyuhyun seperti itu sontak membuatku langsung berdiri dan kalau saja Changmin tak mencegahku akan aku pastikan rambut tebal kecoklatannya itu rontok karna Jambakanku ini.

“Jangan dengarkan dia Jaekyung~a, dia memang menyebalkan dari dulu! Kau tak ingat saat masa ospek beberapa tahun lalu itu kau dikerjani habis-habisan oleh Kyuhyun? Padahal kau kan Sunbae kita tapi kau malah kena. Hmm Jadi kau tak usah meladeninya!” Ucap Changmin menyabariku.

Dan perkataan Changmin tadi membuatku mengingat beberapa tahun lalu saat Kyuhyun mengerjaiku habis-habisan. Mengingat itu aku jadi semakin ingin menjambak rambutnya tapi aku urungkan karna aku tak ingin dicap sebagai wanita kasar. Tapi kenyataanya aku ini memang kasar. Hahahaha

“Wajar saja kan kalau Jaekyung banyak yang suka? Karna dia cantik!” Bela Changmin padaku, aku hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Changmin ini. astaga! Laki-laki ini, “Jadi, kau mau kan berkencan denganku?” Tanyanya, aku menolehkan kepalaku kesamping dan melihat Changmin yang mengedip-ngedipkan matanya itu.

“Shiro!” Tolakku lagi, dan segera beranjak pergi dari mereka. “Sampai jumpa besok Kyu~a Min~a!” Lmbaiku pada mereka. Aku melihat Changmin yang mendengus kesal karena aku memanggilnya Min~a? atau aku menolakknya berkencan? Aish! itu tak penting sekali untuk dipikirkan.

Sepertinya hari ini aku membolos saja, karena aku sudah begitu bosan hari ini dan keadaanku sangat buruk. Aku melangkah kearah parkiran dikampusku dan segeran mencari dimana letak mobilku, setelah menemukan mobil aku langsung masuk kedalamnya dan menjalankan mobilku ini.

Berkeliling Seoul hari ini mungkin membuatku sedikit baik, daripada aku mendekam didalam Apartmenku yang benar-benar sepi tanpa penghuni lebih baik aku pergi saja bukan? Aku menjalankan mobilku dengan pelan untuk melihat-lihat pemandangan Seoul hari ini. Cerah, hari ini cerah karna bulan ini sudah masuk musim panas dan aku sedikit menyukai musim panas.

Aku memarkirkan mobilku saat aku melihat sebuah tempat yang bernama ‘ChocoBerry Cake’ namanya sangat manis dan membuat siapa pun akan tertarik dan menyempatkan diri mereka ketempat ini. setelah keluar dari dalam mobil aku melangkah kan kakiku menuju kedalam tempat ini. aku sedikit mengedarkan pandanganku keseluruh penjuru ruangan ini tapi mataku tak sengaja melihat seseorang yang entah hilang selama dua hari dari apartmenku. Dia, Lee Donghae sedang membelai lembut kedua pipi wanitanya.

Dia duduk ditempat yang pojok dekat dengan jendela, dan aku sendiri tak menghiraukan mereka berdua yang. Aku duduk dimeja yang paling depan dekat dengan jendela tapi aku duduk menghadap kearah mereka bukan membelakangi mereka. Melihat mereka berduaan membuatku sedikit suka, jarang-jarang aku mendapatkan tontonan seperti ini.

Yah, selama Donghae berpacaran aku tak pernah diperbolehkan oleh Donghae untuk melihatnya yang sedang berduaan atau apapun, dia selalu melarangku. Yang aku tahu bagaimana wajah Kekasih seorang Lee Donghae dan itu kadang-kadang aku diberitahukan oleh teman-teman kelasku. Contohnya seperti kedua orang yang menyebalkan itu.

Aku memanggil seorang pelayan untuk memesan berbagai cake yang ada disini dan beberapa minuman manis. Saat aku membuka buku menu, aku langsung pusing, karena melihat berbagai macam Cake yang begitu lezat untuk dinikmati. Aku bingung mana yang harus aku pesan sekarang.? Apa aku pesan semuanya saja? Oh, Han Jaekyung perutmu tak selebar perut panjang itu.

Aku memilih cake yang sangat terkenal disini saja dan minuman Milky Shake yang pasti akan sangat melezatkan dilidahku ini nanti saat mengecapnya atau apa. Setelah beberapa menit aku menunggu makanan yang aku pesan akhirnya datang juga, dan benar saja penampilan mereka sangat cantik sekali untuk dipandang, aku jadi tak rela jika aku memakannya. Apa perlu diawetkan saja untukku pajang? Sepertinya itu tak perlu.

Setelah makanan yang aku makan akhirnya habis dan ttinggal Milky Shake yang belum aku kecap rasanya. Aku kembali melihat kedua sejoli itu dan mereka berdua masih saja disini aku kira mereka berdua sudah pergi meninggalkan tempat ini. Dan, Yah Han Jaekyung kau berfikir apa? Itu urusan mereka berdua mau berduaan atau tidak, kau ini siapanya? Tsk!

“Jaekyung?” Aku mendongak saat seseorang menyebut namaku, dan gost Choi Siwon yang ada dihadapanku sekarang. Dia tersenyum padaku dan aku sendiri membalas senyumannya itu. Choi Siwon si kapten basket yang sangat popular dan tampan itu ada dihadapan seorang wanita biasa dihadapanku. Aku jadi malu bertemu dengan orang tampan seperti dia.

“Boleh aku duduk disini? Bersamamu?” Tanyanya padaku, aku mengiyakan permintaanya itu. Hah! Jarang-jarang sekali bukan duduk bersama orang tertampan seperti dia ini. tiba-tiba saja aku merasa gugup saat dia sudah duduk disampingku ini. aigoo~ kenapa aku menjadi gugup?

“Kau sendirian?” Aku mengangguk jawabannya itu, “Tak biasanya, kau kan selalu dikawal oleh seorang Lee Donghae!” Ucapnya sambil membolak-balikan buku menu yang ada ditangannya itu, yah dia sedang memilih-milih makanan apa yang akan ia pesan. Aku mengangguk-anggukan kepalaku pelan karna mendengar perkataanya itu.

“Yah, sudah dua hari ini aku tak melihatnya..” Ucapku sambil menyesap Milky Shake ku.

Ia melambaikan tangannya, bermaksud untuk memanggil seorang pelayan menuliskan pesanan yang ia pesan dan kembali kekebelakan untuk membuat makanan yang Siwon pesan. Setelah beberapa menit menunggu, makanan akhirnya datang selama itu kami tak membuka suara sedikitpun karna aku bingung harus berbicara apa padanya, karna aku bukan tipe perempuan yang banyak bicara. Aku hanya berbicar jika seperlunya saja atau membicarakan hal-hal yang penting saja.

“Kau mempunyai hubungan apa dengan Donghae?” Aku menoleh kearahnya dan tepat saat aku menoleh kearah Siwon, Donghae menoleh kearahku dan ia terbelalak kaget sampai-sampai matanya itu membesar. Awas, bola matamu itu Lee Donghae keluar. Dalam hati aku hanya bisa terkiki geli melihatnya yang seperti itu.

Aku tersenyum manis pada Donghae dan kembali menatap mata Siwon yang ada didepanku ini, “Aku? Hubungan? Sepertinya tak ada.. wae?” Tanyaku balik padanya.

Ia terkikik pelan dan memotong cake dan ia langsung melahapnya, “Aneh saja.. kau tak mempunyai hubungan dengannya tapi ia selalu saja menciummu!” Aku memblalakan mataku saat ia mengucapkan kata-kata seperti ini. “Hei, biasa saja… semua mahasiswa juga sudah sering melihatmu dicium tiba-tiba oleh Donghae setiap pulang kuliah dan tempatnya selalu dikoridor yang dekat dengan ruangan organisasi kampus. Hampir setiap harinya aku melihatmu seperti itu.”

Sial, aku malu sekarang. Apa ada yang bersedia menampung mukaku ini? benar-benar memalukan sekali, aku jadi tak segan-segan untuk meninju wajah Lee Donghae itu. Dan aku baru sadar jika Choi Siwon itu ternyata suka sekali berbicara panjang lebar seperti itu.

“Hei, tak usah malu!” Ia terkikik menyadariku kalau sekarang aku ini sedang menahan Maluku. Kalau Choi Siwon itu Changmin atau Kyuhyun aku sudah langsung merangsek kedepan wajahnya dan langsung mencakar-cakar wajahnya itu sampi berdarah. Tapi yang ada dihadapanku ini berbeda, dia Choi Siwon sunbaeku yang ada dikampus. Aish menyebalkan sekali.

Aku meniup-niupkan poniku karna aku sebal, dan aku sedikit bosan. Aku kira duduk bersama seorang Choi Siwon itu menyenangkan tapi kenyataanya ternyata tak seperti yang aku pikirkan sebelum-sebelumnya. Tsk!

Aku meraskan bahuku berat dan ternyata tangan Siwon lah yang meninmapa bahuku sekarang. Mau apa dia ini? kenapa tiba-tiba ia seperti ini, “Hei, bagaimana kalau kita berkencan?” Tawarnya padaku, Tsk! Tak kusangka ternyata sifat asli seorang Choi Siwon seperti ini.

Dengan sekuat tenaga aku langsung melepaskan lengannya yang ada dibahuku dan dengan cepat aku berdiri dari dudukku, “Maaf Choi Siwon ssi, aku tak punya waktu untuk berkencan atau semacamnya” Aku mendorong kursi yang aku sempat duduki tadi itu kebelakang. Aku membalikan badanku dan saat aku berjalan tanganku dicengkram olehnya.

“Hei, kau tak tahu? Aku menyukaimu!” Ucapnya sambil berdiri dihadapanku. Apa dia bilang tadi? Dia menyukaiku? Oh, yang benar saja. Dengan senyuman yang aku paksakan dan sambil memaksa melepaskan cengkramannya itu.

“Oh, sayang sekali karna aku tak menyukaimu. Maaf!” Aku bergegas pergi dari hadapannya saat cengkraman ditanganku itu melepas.

Aku berjalan keluar dari café ini dan menuju kearah mobilku yang aku parkirkan didepan café ini. tsk! Kenapa hari ini begitu menyebalkan sekali. Istirahat tadi saat dikantin diganggu oleh kedua Hoobaeku yang benar-benar sangat menyebalkan sekali tapi, sebenarnya siang tadi itu aku merekutuki diriku sendiri karna menolak ajakan Changmin. Changmin Hoobae yang aku sukai walaupun ia sifatnya itu sangat menjengkelkan tapi aku tetap menyukianya.

Aku membuka pintu mobilku, menundukan tubuhku dikursi supir dan segera menjalankan mobilku ini. aku ingin sekali langsung sampai diapartmenku dan bertemu dengan bantal kasur selimut dan gulingku. Hari ini begitu melelahkan, dan ini membuatku sangat malas untuk beraktifitas seperti biasanya. Padahal ini masih siang dan matahari masih ingin menerangi bumi ini. tapi mau bagaimana lagi aku begitu malas untuk bergerak sekarang juga.

Setelah beberapa menit dalam perjalanan menuju keapartmenku, akhirnya aku sampai didepan gedung apartment ku sekarang juga. Dengan langkah gontai aku memasuki gedung apartmenku sebelumnya aku memarkirkan mobilku ditempat parkir.

Aku menekan beberapa digit password agar pintu apatrmenku terbuka dan selesai menekannya akhirnya pintu apartmentku terbuka, aku mengganti sepatu ketsku dengan sandal rumahan. Aku kaget saat tak sengaja menabrak tubuh seseorang karna sedari tadi aku menundukan kepalaku saja saat berjalan.

Aku mendongakan kepalaku dan alangkah kagetnya ternyata Donghae lah yang ada dihadapanku sekarang. Dan aku baru sadar kapan dia pulang dari café tadi aku tak melihatnya yang berjalan keluar. Apa aku terlalu fokus dengan Choi Siwon tadi? Ah, aku bingung sekarang.

“Oh, jadi kau seperti ini selama duahari aku tak ada diapartmentmu?” Ucapnya sambil bekacak pinggang. Apa maksudnya? Aku tak mengerti dengan ucapannya sekarang.

“Mwo?” Aku memiringkan kepalaku untuk meminta penjelasan atas ucapannya itu.

“Kau pergi berkencan dengan Choi Siwon yang sok tampan itukan?” Aku memblalakan mataku. Tak terima dengan ucapannya, hei, aku tak tahu kalau Choi Siwon itu bisa ada dicafe yang sama denganku dan dirimu.

“Aku bahkan malas untuk melakukan berkencan. Kalau aku tak malas aku sudah menerima ajakan kencan yang ditawarkan oleh Shim Changmin itu. Kau tahukan Shim Changmin dari jurusan seni itu? Dan kau tahu sendiri kalau aku sudah lama menyukainya!” Aku mengikutinya yang sedang berkacak pinggang dan mendongakan kepalaku menantangnya, “Dan apaan itu? Kau bahkan berani menciumku tapi kita tak mempunyi hubungan apapun, sementara kau sendiri mempunyi seorang kekasih! Tsk! Lee Donghae apa yang kau fikirkan? Eh?”

Ia terdiam sesaat setelah mendengarkan ucapanku yang panjang lebar tadi, apa dia baru menyadarinya sekarang? Tsk! Benar-benar bodoh, aku bahkan sudah menyadari dua hari yang lalu kenapa kau mau saja diperlakukan oleh Donghae yang tak senonoh itu hanya diam saja? Dan maka dari itu hari ini aku begitu berbeda bukan dengan biasa-biasanya? Aku memang kasar dihadapan orang lain, tapi dihadapan Donghae aku hanya seorang yang lemah. Entah aku saja tak tahu kenapa aku bisa seperti itu.

Tapi berbeda dengan sekarang aku merubah semua sifaku, tapi aku tetap kasar. Dan Lee Donghae kau tak bisa menganggapku lemah seperti yang sebelum-belumnya. Yang ciumku sesuka hatimu, tapi sekarang aku tak akan membiarkanmu menyentuh bibirku.

“Kau mulai berani melawanku? Huh?” Tantangnya, aku mendengus kesal. Tentu saja, aku tak ingin menjadi lemah dihadapnmu bodoh.

“Tentu saja bodoh, memangnya kau anggap diriku apa? Huh?” Ia diam, tak menjawab perkataanku. Aku menatap matanya dengan tatapan datarku, tatapanku ini biasanya aku perlihatkan kepada orang-orang yang akrab denganku. Tapi sekarang berbeda aku perlihatkan sekarang pada Donghae.

Ia berjalan mendekataiku dan aku sendiri memundurkan langkahku. Aish! kenapa aku jadi takut begini melihat tatapan wajahnya itu. Aku memalingkan wajahku kearah lain tak mau melihat wajah Lee Donghae itu.

Rahangnya mengeras, wajahnya sedikit memerah. Aku mengerti dengan kata-kataku tadi cukup untuk membangkitkan emosinya itu. Tapi mau bagaimana lagi? Aku sudah tak tahan dengan perlakuannya yang semena-mena terhadapku.

Punggungku akhirnya menyentuh dinding apartment ku, tangan Donghae sendiri sudah mengunci kepalaku dan akhirnya aku tak bisa bergerak kemana-mana. Bagaimana ini? aku takut dengan perlakuannya nanti padaku. Ia mendekatakan wajahnya padaku dan aku sendiri sudah menutup mataku rapat-rapat, aku merasakan hembusan nafas Donghae dipermukaan wajahku, hidungku dan hidungnya pun sudah menempel. Aku masih menunggu apa yang akan dia lakukan padaku nanti.

Jantungku berdegup kencang, akhirnya apa yang membuatku menutup mata seperti ini telah terjadi. Ia melumat bibirku pelan serat akan kelambutan, tak seperti biasanya dan ini membuatku sedikit melayang sampai langit tujuh dan melupakan semua sifat yang baru aku rubah tadi. Astaga! Hanya dengan ciumannya saja membuatku goyah seperti ini.

Aku memegang dadanya, mendorong tubuhnya dengan sekuat tenaga agar ciuman yang ia lakukan padaku terlepas. Aku tak ingin dia menciumku tanpa ada status hubungan yang jelas. Kalau dia ingin menciumku cepatlah katakana dengan jelas agar aku tak salah menganggapnya seperti apa. Dan aku tak ingin menjadi wanita yang tak bisa menjaga diriku.

Ia melepaskan ciumannya dan memandangku dengan tatapan yang tak tau artinya, wajahnya masih sangat dekat denganku dan hidungnya saja masih menempel dengan hidungku ini. ia menutup matanya dan aku melihatnya yang seperti menghirup aroma disekitarnya.

“Bogoshipo~” Ucapnya langsung memeluk tubuhku seerat mungkin. Aku cukup kaget dengan ucapnnya itu. Tak mungkin karna dia kan baru saja berduaan dengan kekasuhnya itu. Jadi mana mungkin dia merindukanku seperti ini.

Ia menyerukan kepalanya itu keleherku karna aku merasakan hembusan nafasnya itu. Aku ingin sekali membalas pelukannya tapi aku tak berani. Ia semakin mempeerat pelukannya sampai-sampai aku tertarik keatas. Dan aku mulai memberanikan diriku untuk membalas pelukannya itu. Aku juga merindukannya, tak bertemu selama dua hari benar-benar merindukan sosoknya.

Aku mengelus-elus pelan punggungnya dan aku mendengar ia terkikik pelan, entah apa yang sedang ia tertawakan. Aku mendorong bahunya, tapi ia tetap keras kepala tak mau melepaskan pelukannya ini. kalian tahu bagaimana rasanya dipeluk seerat mungkin? Sesak. Itulah yang aku rasakan sekarang.

Aku memukul punggungnya dengan keras dan ia mengaduh kesakitan, rasakan itu bodoh. Pelukan yang ia lakukan padaku tadi akhirnya terlepas, segera mungkin aku menjauh dari dirinya. Tapi tetap saja walaupun aku menjauh ia akan tetap menemukanku. Jadi aku putuskan untuk duduk disofa yang ada diruangan TV ku dan menyalakan TV.

Ia mengikutiku dan merebahkan kepalanya dipangkuanku tanganya ia lingkarkan disekitar pinggangku. Aku tak merasa kaget dengan perlakuannya seperti ini, karna ini sudah menjadi hal kebiasaan untuknya. Kalau ia sedang merasakan lelah ia selalu merebahkan kepalanya dipangkuanku dan kemudian ia akan tertidur sendiri.

Aku pernah menanyakan kenapa ia selalu saja merebahkan kepalanya dipangkuanku dan ia menjawabnya “Aku selalu saja nyaman dengan adanya dirimu dan aku selalu senang jika kau mengijinkanku tidur dipangkuanmu!” itulah jawabannya dan jawabnnya membuatku sedikit terkejut. Ia nyaman jika aku selalu bersamnya tapi kenapa ia menggantungkan hubunganku denganya? Aku sendiri masih ingin tahu apa maksud dari menggantungkan hubunganku ini? ia menganggapku Sahabat? Kekasih atau apa. Aku butuh penjelasan itu.

====TO BE CONTINUED=====

Udah, TBC dulu. Hhahahaha ah aku sempet bête sama ff ini karna filenya ga bisa kebuka, padahal udah aku ketik 200 kata hahahaha kan cape tuh. Wkwkwkw

Aku ga tau ini part nyambung ga sama part kemarinya soalnya yang keluar dari otak aku Cuma ini ga ada yang lain kalo mikir yang lain itu bisa2 otakku tambah mumet. Aku yakin nanti pasti pada protes dengan sikap donghae yah. Tenang udah aku pikirin kok, di part akhir aku juga bakaln bikin POV dia, DONGHAE SIDE. Jadi ntar itu ff isinya semua perasaannya pada Jaekyung. Tapi nanti nunggu FF ini end dulu baru aku buat, tapi aku ga tau kapan endnya hahahaha

Makasih ini sudah mau baca ff aku JEONGMAL GOMAWOYO

Aku ga nyangka gitu ff aku bisa dibaca oleh teman2ku hehehehe sekali lagi aku bilang makasih.. *cium bias reader atuatu.

https://i0.wp.com/sphotos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/252335_303555793093825_1305971483_n.jpg
Salam Manis…

14 thoughts on “PERVERTING -3-

  1. bnr2 geregetan ma donghae,dia sbnernya cinta kan ma jaekyung?tp qo g mw resmiin hubungan sh.kn kasian jaekyung,nunggu lama.pdhl udah tw saling suka
    jaekyung..changminya buat qu aja sini.changmin udah cinta mati gtu d tolak,ouwh
    siwon jg ternyta suka ma jaekyung,oh tak terduga bnar2.udah..ambil aja smwnya hehehe

  2. huh!?! engga ngerti kenapa jaekyung nolak siwon -_-!
    aku kira jaekyung suka sama siwon.
    ok forget it! go to the next chappie ●▽●

  3. Waah.. Jaekyung mah sabar” aja yee.. Haha.. Tp jujur, aku sangat menyukai karakter 2 tokoh ini ^^
    jarang banget ada ff yg spt ini :>

    next read ^^

  4. Gregetan sm donghae dan jaekyung. jaekyung yg ga bs tegas sm donghae dan mau saja d perlakukan seenaknya sm hae,dan hae sangat menyebalkn sudah punya pacar tp suka sekali mencium jaekyung yg bukan pacarnya. Hae jg egois jaekyung gaa blh deket sm cowok lain,jaekyung jg bodoh knp ga mw menerima ajakan kencan Changmin ataupun siwon…
    iisssshhh tmbh penasaran

  5. aaaiiiishhhh Donghae oppa sangat menyebalkan:/
    Knpa dia melarang Jaekyung dekat dgn namja sdangkan Donghae oppa gak jles statusnya sma Jaekyung😦

  6. aduhhh donge ini bener” bikin greget dehh !!! jaekyung udah gak tahan tuh di PHP in
    bang donge perjelas lah hubungan mu dengan jaekyung, masa donge nya boleh kencan sama pacaran sama siapa aja trus baru giliran ada yg deketin jaekyung ehhh dia marah, apa sebenarnya maksud mu bang donge ??? ihhh bikin gregetan !!! :v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s