PERVERTING -4-

https://i0.wp.com/sphotos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/382049_305447679571303_144212687_n.jpgAUTHOR: VYEJUNGMIN~

Music: EXO K – ANGEL

JAEKYUNG’S POV

Jaekyung’s Apartment

07.24 PM

Kutolehkan kepalaku kesamping, saat mendengar suara pintu terbuka aku melihat Donghae yang dengan seenaknya masuk kedalam kamar mandi yang sedang aku pakai sekarang ini. aku mengerti kalau dia orang yang sangat aku kenal tapi bukan berarti dia masuk dengan seenaknya bukan?

Aku melihatnya yang berdiri didepan Closet membuka resleting celannya dan itu sontak membuat permukaan wajahku sedikit panas. Aku yang sedang menggosok gigi hanya bisa melongo ditempatku berdiri. Astaga! Dia benar-benar tak punya malu eoh?

Aku mendengar suara gemercik air yang mengalir sedikit deras, aku yakin kalau ia sedang membersihkan apa yang setelah ia lakukan tadi. Aku melanjutkan kegiatan menggosok gigiku yang sedikit terdunda akibat melihat apa yang sedang ia lakukan tadi.

“Morning!” Sapanya padaku, aku masih tetap melakukan kegiatanku tak menoleh kesamping. Setelah aku merasakan gigiku bersih aku membersihkan mulutku yang penuh dengan busa yang diakibatkan pasta gigi yang aku pakai. Aku merasakan ujung bajuku ditarik-tarik oleh seseorang, aku menoleh kearah samping mendapatkan Donghae yang menutup matanya rapat dan memajukan bibirnya sedikit.

Aku memiringkan kepalaku, tak mengerti dengan apa yang ia maksud sekarang. Ia membuka matanya karna aku begitu lama menanggapi apa yang ia ingin kan sekarang. Aku memang tak mengerti dengan yang ia maksud, bukan berpura-pura tak tahu.

“Hei, aku menginkan Morning Kiss Je~” Mwo? Apa dia bilang tadi? Menginginkan morning kiss dariku? Oh tidak bisa, seenaknya saja ia menciumku seperti itu. Aku tak ingin dicium olehnya lagi mulai sekarang. Yah, Han Jaekyung kau harus kuat, tak boleh luluh dengan ciumannya itu.

Aku masih tetap berdiri didepannya karna bajuku masih dipegang erat oleh Donghae. Bisa saja aku memaksanya melepaskan cengakraman tangannya yang ada pada bajuku ini, atau aku langsung lari keluar dari kamar mandi ini. Tapi aku harus berfikir ulang lagi, karna baju yang sedang aku pakai adalah baju yang diberikan oleh si perut lebar satu tahun yang lalu saat ada pameran yang ada dikampusku waktu itu.

Sebenarnya waktu itu aku memang mengiginkan baju yang aku pakai. Sebenarnya baju yang sedang aku pakai ini tak ada istimewa-instimewanya dimata orang lain, tapi berbeda denganku saat itu, aku begitu menginginkannya entah apa daya tarik baju ini saat itu. Saat ingin membelinya tiba-tiba saja uangku yang ada didompet benar-benar sudah habis untuk membayar perlengkapan pameran saat itu karna aku ini panitianya, dan panitia yang lain jika ingin membelipun harus bayar, tak ada gratis.

Untung ada Changmin yang lewat dikios yang menjual baju ini, ia melihatku. Mungkin karna dia memang menyukaiku dari dulu akhirnya ia membelikanku baju. Awalnya aku menolak mentah-mentah pemberiannya itu, tapi bagaimana lagi ia memaksa dan baju sialan ini benar-benar menggoda mataku untuk segera kumiliki. Akhirnya pun sekarang baju ini sudah sah menjadi milikku.

Aku memegang pergelangan tangannya yang masih setia mencengram ujung bajuku. Dia ini maunya apa? Bukankah tadi malam ia sudah menciumku, yah walaupun hanya sekedar mengecup dan tak seperti biasanya: melumat bibirku dengan penuh semangat. Tadi malam ia berbeda, hanya mengecupnya saja, tak ada lumatan atau hisapan yang ia berikan padaku.

“Ayolah~” Ucapnya memelas dengan wajah yang begitu menggelikan didepan mataku ini. apakah ia seperti ini jika ia ingin mendapatkan sebuah ciuman dari wanita-wanita yang sering ia kencani? “Asih! Lama sekali!” Ia menarikku sampai bibirnya menyentuh permukaan bibirku.

Awalnya ia hanya menempelkannya saja, tapi beberapa detik kemudian ia langsung melumat bibirku dengan sangat lembut. Seperti dulu saat pertama kali ia menciumku. Ia menarik pinggangku mendekat kearahnya menundukanku dipangkuannya. Aku mencengkram bahunya keras agar aku terlepas dari tautan yang ia ciptakan. Aku sudah bilang bukan kalau aku tak ingin ia cium lagi olehnya.

Aku menjambak rambutnya keras, ia mengaduh kesakitan dalam ciuman yang ia ciptakan sendiri dan mengaduh kesakitan saat aku menjambak rambutnya. Akhirnya ciumannya pun terlepas, aku langsung menganbil oksigen sebanyak-banyak yang aku mau.

Ia masih mengusap-ngusap kepala bagian belakanganya akibat apa yang aku lakukan padanya tadi. Siapa suruh ia menciumku? Dan akibatnya seperti itu. Menjambak rambutnya dengan sangat keras. “Lepasakan aku sekarang juga!” Ucapku penuh penekanan, ia masih memeluk tubuhku dengan tangan kanannya yang tak mengusap kepalanya itu.

Ia semakin menarik tubuhku kearah dadanya yang bidang itu. Dulu aku cukup tergiur dengan dadanya itu karna ia setiap masuk kuliah, ia selalu menggunakan T-shirt berkerah V berwarna putih atau hitam, yang benar-benar membuat mata siapapun akan terpesoan olehnya dan termasuk aku sendiri.

Tapi sekarang? Ah, Sepertinya sama seperti dulu, aku menyukai pria yang ada dihadapanku ini segalanya. Dari kelebihannya ataupun dari kekurangannya. Aku tak pernah memilih pria dari segi materi ataupun fisik. Aku akan menerimanya jika ia menerimaku apa adanya, aku akan mencintainya dengan setulus hatiku ini.

“Donghae~a!!” Aku memandang kedua matanya yang benar-benar sangat teduh itu, dari dulu aku tak percaya dengan perubahan sikapnya yang benar-benar Pervert ini. Dia ciuman pertamaku, saat musim salju beberapa tahub lalu, ia mengajakku ke Namsan Tower untuk melihat pemandangan malam kota Seoul pada malam hari. Dan itu benar-benar sangat menakjubkan dimataku.

Saat itu ia benar-benar sangat sopan padaku, kami memang berbeda dua tahun tapi aku denganya satu angkatan. Saat itu ia meminta izin padaku untuk melakukan ciuman, karna pada saat itu ia benar-benar sangat penasaran dengan bagaimana rasa berciuman itu. Kami saat itu benar-benar sangat polos, tak mengrti apa itu ciuman. Kami memang mempunyai pasangan masing-masing tapi saat itu aku tak tahu bagaimana wajah kekasih Donghae ia benar-benar tak ingin memperkanalkanya padaku, tapi walaupun mempunyai pasangan aku dengan kekasihku hanya melakukan pegangan tangan, yah walaupun pegangan tanganpun jarang aku lakukan dengan kekasihku. Itu hanya dulu, tapi berbeda dengan sekarang.

Beberapa bulan kemudian, aku dikejutkan oleh perubahan Donghae yang benar-benar meningkat drastic. Ia menciumku dikorodor Kampus yang dekat dengan ruangan ruangan organisasi kampus. Dan sampai kini pula ia menciumku setiap pulang kuliah dan dikoridor itu. Aku sering berfikir apa ia melakukan ciuam ditempat itu dengan sadar ataupun tak sadar? Oh, aku tak ingin memikirkannya.

“Ayolah Je~ hanya mengecup bibirku saja. Eo?”

“Tapi kau kan tadi sudah Hae~a”

“Tapi itu aku yang melakukannya, bukan dirimu! Aku ingin kau yang melakukannya! Just Morning Kiss, not French Kiss! Hmm?” Ucapnya memelas padaku, oke aku sedikit terpesona dengan wajah kekanakannya itu. Aku mendekatakan wajahku kearahnya denangan ragu-ragu. Ia sudah menutup matanya lebih dulu. Apa aku harus melakukannya? Bukankah aku sudah berjanji tak akan mau dicium olehnya lagi? Tapi… sepertinya kali ini saja, dan aku tak akan mau melakukannya lagi.

Aku memegang rahanganya yang tegas itu dengan kedua tangaku ini, mendekatakan lebih dekat lagi, memiringkan kepalaku dan akhirnya bibirku menyentuh bibir tipisnya. Aku mengecupnya, bahkan sedikit menekannya lebih. Segera, aku melepas kan ciuma dan langsung beranjak berdiri saat tangan Donghae tak menahan pinggangku ini.

“Aku harus pergi kekampus sekarang juga!” Ucapku gugup, pergi meninggalkan Donghae yang masih duduk di Closet menatapku dengan tatapan kecewanya.

Dengan tergesa aku keluar dari kamar mandiku, tapi belum sempat aku memegang knop pintu kamar mandi aku sudah dipeluk oleh seseorang dari belakang. Aku tahu siapa dia? Tentu saja Donghae.

“Wae?” Tanyanya tepat ditelingaku. Aku merasakan geli didaerah sekitar leherku karena merasakan hembusan nafasnya yang sedikit hangat. Hangat? Kenapa aku baru menyadarinya sekarang? Bukankah tadi Donghae menciumku, tapi kenapa aku tak merasakannya? Aish Apa dia sakit lagi? Jika dia sakit benar-benar akan sangat merepotkan diriku.

“Annie~” Jawabku sambil mencoba melepaskan pelukannya tapi tak bisa melainkan tubuhku berbutar agar aku bisa menghadap kearahnya.

“Kau bisa menggosokan gigiku? Hmm? Aku ingin sekali!” Ucapnya lembut, bagaikan tersihir oleh matanya yang sangat teduh itu aku langsung mengiyakan permintaanya.

Aku mengambil pasta gigi dan sikat gigi yang ada ditempatnya masing-masing, lalu memencet pasta gigi agar keluar. Ia duduk dicloset tadi membuka mulutnya sedikit lebar agar aku bisa menggosok giginya itu dengan bersih. Aku memegang rahangnya sedikit menekan agar membuka sedikit lagi, kepala ku miringkan untuk melihat apakan gigi sebelah kananya bersih atas bawahanya dan depanya. Aku memberikan gelas yang berisikan air padanya untuk segera membersihkannya dengan bersih.

Sepertinya belum selesai, karena Donghae manarik-narik lenganku. Ia menunjukan gigi atasnya tapi dibaliknya. Aku sedikit susah untuk aku gosok karena memang sangat susah bukan? Kalaupun itu gigi sendiri semua orang juga bisa.

Aku memegang rahangnya sedikit kuat mendongkan sedikit kepalanya agar aku bisa melihat gigi atasnya itu, mersa sudah selesai dengan sigap aku mengambil cangkir yang biasa untuk membersihkan mulut. Ia mengkumur-kumurkan airnya dan segera dikeluarkannya dan seterusnya sampai mulutnya bersih.

Setelah itu aku keluar dari kamar mandiku, Donghae mengikutiku dari belakang. Aku masuk dia pun masih sama mengikutiku. “Kau mau melihatku menganti baju?” Tanyaku pada Donghae yang sudah merebahkan tubuhnya diatas kasurku. Ia menarik selimut tebal itu sampai kelehernya. Dia ini kalau sudah bergabung dengan kasur bantal pasti seperti itu, tak memperdulikan sekitarnya.

“Kalau kau mau mengganti bajumu disini saja, bukankah dulu aku sudah pernah melihat seluruh tubuhmu dank au sendiri juga sudah pernah melihat tubuhku. Satu kali? Ah, tidak sepertinya dua kali kau melihat tubuhku! Astaga!” Aku yang mendengar tuturan Donghae langsung saja menghampirinya. Menaiki tubuhnya kekarnya itu.

Ia membuka matanya, “Woo~ kau mau apa?” Ucapnya berusaha menjakau pinggangku dengan tangannya yang sudah terbalut selimut yang ia gunakan, tentu saja susah bodoh karna selimut dan tubuhmu itu aku duduki.

“Aku ingin sekali membunuhmu Lee Donghae! Enyahlah kau dari hadapanku!” Aku sedikit berteriak, mencekik lehernya yang selalu saja membuatku tergoda akibat jakunya itu. Obsesiku, ingin sekali merasakan Jakun Donghae, dengan cara mengecupnya. Oh, itu obsesiku satu tahun yang lalu tapi masih saja teriang-iang dikepalaku ini.

“Kau tak bisa membunuhku Han Jaekyung! Cepat turun dari tubuhku ini dan rambutmu ini kenapa kau tak kuncir saja! Oh, lepaskan aku!” Ia berteriak karena aku menjambak rambut pendeknya. Yah seperti tubuhnya yang pendek itu.

“AHH~” Aku berteriak saat tiba-tiba saja dengan kekuatan yang kuat Donghae mendorong tubuhku, hingga kini Donghae yang ada diatasku. Kalau sudah seperti ini benar-benar akan lama pastinya.

“Kau sengaja menggodaku bukan?” Aku memiringkan kepalaku saat ia mengatakan menggodanya. Apa-apaan itu, aku tak pernah menggodanya sedikitpun. Malah, dialah yang sering tergoda. Tapi aku tak pernah memakai pakaian yang begitu untuk menggoda seorang lelaki bukan? Dia ini benar-benar aneh, padahal kekasinya itu banyak sekali yang terbilang sangat seksi.

Aku diam tak mau memandang wajahnya yang sedikit pucat. Eh, tunggu apa yang aku lihat, wajahnya memang sedikit pucat. Reflek kedua tanganku memegang rahangnya, merambat ke keningnya. Mendapatkan suhu tubuhnya yang menghangat, “Kau sakit lagi?” Aku mengelus pipinya dengan sangat lembut, ia menutup matanya menganggukan kepalanya pelan, menandakan kalau ia memang sedang sakit.

Aku mendorong tubuhnya pelan, ia menurut merbahkan kembali tubuhnya. Aku beranjak dari tempat tidurku berjalan menuju kearah dapur membuat kompres untuknya. Dan tak lupa juga aku memasakan bubur untuknya, mungkin saja dia lapar bukan? Jadi aku putuskan membuat bubur. Yah, walaupun aku memang tak bisa membuat bubur, akan aku usahakan untuk membuatnya.

Setelah sekitar dua puluh menit aku berkutat dengan dapur akhirnya selesai juga, satu mangkuk bubur yang baru saja aku pelajari melewati internet. Sebenarnya aku ini memang bisa memasak tapi kalau masalah bubur aku benar-benar tak bisa. Sebelum aku menyuapi Donghae, aku mencicipinya terlebih dahulu, aku takut buburnya kemanisan, keasinan atau malah tak ada rasanya, maka dari itu aku mencicipinya terlebih dahulu. rasanya baik-baik saja, tak buruk aku segera menuangkannya kemangkuk yang sudah aku taruh diatas meja.

Kubuka pintu kamarku, mendapatkan Donghae yang sepertinya sudah tertidur denganpulas. aku jadi tak tega untuk membangunkannya. Aku memegang keningnya, masih mendapatkan suhu tubuhnya panas. Bagaimana ini? apa aku harus membangunkannya atau ia tetap seperti ini?

Lebih baik aku membangunkannya, menyuapinya, memberikannya obat terlebih dulu. Yah, itu ide yang sangat baik. Aku mengguncang-guncang pelan tubuhnya, ia membuka matanya sedikit berat mungkin karna terlehit ia lama sekali untuk membukanya.

“Wae?” Tanyanya dengan sedikit serak. Aku membantunya duduk, menyandarkan punggungnya itu kepunggung kasur. Ia mengusap-usap matanya itu agar ia melihat dengan jelas apa yang sedang aku lakukan. Ia menguap kecil, aku mengelus keningnya yang sedikit bercucuran keringar. Mungkin itu efek suhu tubuhnya yang panas.

“Aku suapi, meminum obat dan setelah itu kau tidur lagi, eo?” Ia menggelengkan kepalanya pelan. Selalu saja seperti ini.

“Temani aku tidur, tadi malam kau tak menemaniku tidur Karna kau terlalu sibuk dengan tugas kuliahmu itu. Dan kau malah tertidur disofa dengan keadaan duduk, laptop menyala dan rambutmu seperti singa..” Aku melotot dengan ucapannya itu, lalu kalai dia melihatku kenapa dia tak menggendongku kekamar dan menidurkanku dikasur yang lebih empuk. Efek tidur dengan keadaan duduk itu, benar-benar membuat tubuhku nyaris sakit semua.

“Tapi aku hari ini aku ada presentasi Donghae~a!!! aku tak bisa menemanimu!”

“Ayolah, hanya hari ini saja Je~”

“Arraseo~ arraseo! Aku akan menghubungi Young Jin terlebih dahulu!” Aku menyerah, aku memang luluh pada Donghae jika ia sedang sakit seperti ini. aku tak ingin mengingat dulu, saat Donghae sakit ia tak sembuh-sembuh selama hampir dua bulan karna aku mengacuhkannya dan akhirnya aku kewalahan untuk mengurusinya.

Aku mengambil ponselku yang ada di nakas samping kasurku ini, dengan segera aku membuka kunci, mencari nomor kontak Young Jin yang ada di kontak ponselku ini. setelah ketemu aku langsung menekan tombol hijau dan langsung tersambung.

“Yeoboseo?”

“Onnie, apa hari ini Mr. Kim hadir atau tidak?” Tanyaku langsung To the poin. Aku Tak suka yang bertele-tele.

“Hari ini ia tak hadir, ia sedang ada urusan dijepang. Bukankah ini sudah berita tiga hari yang lalu? Kau tak mendengarkannya bukan? Karna kau sibuk dengan Headset yang menyumpal ditelingamu itu. Tugas presentasi untuk minggu depan!” Ucapnya panjang lebar, aku hanya bisa tersenyum malu. Kenapa aku jadi pelupa seperti ini. ah, menyebalkan sekali. Aku melihat Donghae yang sedang mengulum senyum manisnya. Benar-benar sangat menyebalkan tapi akhir-akhir ini jika ia tersenyum ia semakin bertambah kadar ketampananya itu.

“Aku hanya ingin menitip absen saja, hari ini aku tak hadir. Ada urusan yang sangat penting!” Donghae mengusap-ngusap puncak kepalaku saat aku mengatakan kata ‘Penting’ yah, benar-bena ingin mutah.

“Donghae yang membuatmu menjadi seperti ini. aish! baiklah, cepatlah dia sadar dengan kelakuannya Jaekyung~a!!! aku tutup telponnya!” Ia menutup sambungan telponnya, ia memang tak suka jika aku masih berhubungan dengan Donghae. Karna melihat kelakuan Donghae yang benar-benar seenaknya saja.

Aku memang sudah sadar dengan segala perlakuan Donghae padaku. Tapi bagaimana lagi? Aku mencintainya, cintai itu tak pandang apapun bukan? Dia menggantungkan hubunganku tapi aku tetap menyukainya, menerima kehadirannya. Aku tak ingin memikirkan perasaanku saat ini, ini benar-benar sangat menyakitkan untuk hatiku ini.

“Bagaimana?” Tanyanya saat aku meletakan kembali ponselku kenakas yang ada disamping kaasur. Aku mengangguk, mengiyakan ucapannya itu. “Jadi hari ini kau tak masuk kuliah?” Tanyanya dengan mata yang berbinar-binar. Menandakan kalau ia benar-benar senang jika aku besamanya.

“Gomapta Je~” Ucapnya sambil berhambur kepelukanku dan mengecup bibirku sekilas. Ck! Pria ini benar-benar sangat menyebalkan.

***

01.23 PM

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku saat merasakan perutku berbunyi. Lapar, selalu saja seperti ini. aku bernjak dari tempat tidurku dengan susah payah, karna lengan Donghae yang membebani perutku, dan kakinya melilitkan dengan kakiku. Asih aku benar-benar tak bisa keluar dari Donghae!

“Irreona!” Aku mengguncang-guncang tubunya dengan keras, agar ia secepatnya bangun. Aku benar-benar susah untuk berdiri. Tubuhnya ini benar-benar membuatku.

Ding… Dong… Ding…

Aku mengerutkan keningku, siapa yang bertamu pada siang ini yang benar-benat sangat teriknya. Dengan sekuat tenaga aku membalikan tubuh Donghae yang besar itu kesamping. Akhirnya aku lepas juga dari perangkapnya. Menyebalakan sekali pria ini.

Aku beranjak dari kasur, berjalan menuju pintu depan karna bel itu tak henti-hentinya berbunyi. Menyebalakan. Kenapa tak sabaran sekali tamu ini. setelah sampai didepan pintu, aku membenarkan kunciranku terlebih dahulu setelah selesai aku membukakan pintu apartmentku ini. didepanku terdapat seorang wanita yang benar-benar cantik, tubuhnya berbalut dengan Dress dengan warna kuning tak terang, memakai Hihgheels tujuh senti, rambut panjang bergelombang berwarna kecoklatan. Bola mata coklat, bulu mata lentik, mata bulat, hidung mancung dan bibir yang benar-benar bagus. Astaga! Baru kali ini aku melihat malaikat pada siang hari. Apa aku mimpi karna tidur pagi ini? tolong bangunkan aku sekarang juga.

Aku tersentak kaget saat ia menyentuh bahuku, “Ah, Nugu?” Tanyaku. Aku belum pernah melihatnya sama sekali tapi ada perlu apa denganku saat ini? ia ingin menjadikanku sebagai adik anggatnya atau yang lainnya? Jangan berharap lebih Han Jaekyung~

“Aku mencari Lee Donghae!” Seketika pendeskripsian tentang wanita yang ada dihadapanku hilang sudah. Karna mendengar suara ketusnya itu. Aku juga dapat menangkap dari bola matanya yang melihatku jijik! Ada apa dengan dandananku? Kurasa aku juga tak kalah cantik bukan dengan wanita yang ada dihadapanku ini.

Aku kira ia benar-benar sopan seperti wujudnya yang begitu sangat menawan, tapi dia benar-benar sangat tak sopan sekali. Dan apa itu? Ia kenal dengan Donghae? Apa dia kakaknya? Setahuku Donghae tak punya kakak perempuan, ia hanya mempunyai Donghwa Oppa yang ada dijepang bersama ibunya.

“Kau siapa?” Tanyaku yang masih ditengah-tengah pintu, berjaga-jaga agar wanita ini tak masuk kedalam apartementku. Muncul semburat merah wajahnya, ia menahan marah atau ia malu denganku? Ah, tidak sepertinya opsi pertama itu yang benar.

“Seharusnya aku yang mengatakannya padamu, kau itu siapa?” Aku memundurkan tubuhku saat ia sedikit berteriak. Hei, Santai saja kenapa dia malah mengotot seperti itu? “Cepat katakana dimana kau menyembuyikan Donghae?” Apa dia bilang? Aku menyembunyikan Donghae darinya? Oh, kau salah paham Nona, malah Donghae yang menginginkan tinggal disini.

“Hei, aku tak menyembunyikannya. Bahkan dia yang menginginkan ia tinggal disini!”

“Sekarang kau menyingkir dari hadapanku juga!” Aku mendelik kearahnya, tubuhnya yang mungil itu benar-benar membuatku ingin membantingnya kelantai yang sedang kupijak ini. tubuhnya benar-benar tak sebanding dengan tinggi badanku ini. ck!

“Kau siapa? Kau bukan tuan rumah diapartment ini jangan seenaknya kau berbicara dan bertingkah menyebalkan seperti ini!”

“Kau wanita Jalang! Karna kau hubunganku dan Donghae kandas! Kau tahu? Aku adalah tunangannya!” Seperti tersambar petir saat ia mengataiku dengan sebutan Jalang, dan mendengar ucapannya. Aku menghancurkan hubungannya dengan Donghae. Apa itu benar? Aku sama sekali tak pernah merebut Donghae darinya. Bahkan aku tak pernah tahu kalau Donghae pernah mempunyai kekasih seperti perempuan yang ada didepanku ini.

Ia dengan tergesa masuk kedalam apartmentku, tak kupedulikan kembali Donghae yang masih terbaring lemah dikasur. Tubuhku merosot kebawah, aku menyesal tak mendengarkan setiap kata-kata yang dikleuarkan oleh Young Jin. Ia memintaku untuk menjauhui Donghae agar aku tak merasakan sakit hati yang lebih dalam lagi.

Tapi, bagaimana untuk menginggalkannya? Ia selalu saja datang padaku saat ia memutuskan hubunganya dengan wanita yang ia kencani. Bisa dibilang aku ini pelampiasan nafsunya. Boleh aku jujur? Aku baru menyadarinya sekarang-sekarang ini. Yah, baru menyadari dua hari yang lalu saat ia menghilang entah kemana. saat Donghae tak pulang, aku direcoki oelh kedua Eonnie yang benar-benar menyayangiku: Eunsoo Eonni Dan Young Jin Eonnie.

Mereka berdua memang sudah mewanti-wanti diriku agar aku menjauh dari dirinya. Mereka begitu kasihan terhadap hubunganku dengan Donghae yang benar-benar tak jelas ini. aku bodoh? Tentu saja, tapi lebih tepatnya aku ini sangat-sangat bodoh. Donghae melakukan ku seperti itu, bukan membencinya melainkan membuatku sangat-sangat menyukainya.

Aku bangkit, berdiri dengan berpegangan pada knop pintu kalau tidak aku pasti akan terjatuh lagi. Aku tak ingin menjadi wanita lemah. Jaekyung~a masih ada Changmin yang begitu menginginkanmu menjadi kekasihnya. Bukan kah kau menyukai Changmin? Aku terisak, baru kali ini aku menangis karna seoarang laki-laki yang benar-benar berarti dalam hidupku.

Aku berjalan menuju kearah ruang TV yang memang dekat dengan kamarku, dengan tertatih aku berjalan dengan mata yang berair. Tangis Isakan keluar dari mulutku ini, kenapa kau menjadi cengeng seperti ini? Lee Donghae kau memang berhasil membuatku seperti ini.

“JANG JI EUN! SEKALI LAGI KAU MUNCUL DISINI AKU AKAN MEMBUNUHMU!” Aku tersentak kaget saat mendengar teriakan dari arah kamarku. Aku tak ada minat untuk masuk kedalam kamarku, hanya akan membuatku begitu teris. “KAU BUKAN TUNANGANKU LAGI!”

DEG!!!

“KAU TAK INGAT? KAU MENINGGALKANKU DEMI LAKI-LAKI BUSUK ITU! LEPASKAN SEKARANG JUGA!”

Seketika, mataku semakin banyak mengluarkan air. Bisakah berhenti? Aku sudah tak tahan lagi sekarang juga. Aku berjalan menuju kearah kamarku ingin berbicara dengan Donghae.

“Jaekyung~a!” Seru Donghae saat aku muncul dari arah pintu kamarku. Wanita itu memaksa Donghae untuk memeluk tubuhnya yang mungil itu. “Aku tak bermaksud untuk menyakitimu. Aku berani bersumpah, wanita ini bukan siapa-siapaku. Dulu dia memang tuanganku tapi sekarang dia bukan lagi! Tolong aku Jaekyung~a tubuhku benar-benar lemas. Aku tak bisa membrontak!” Aku tetap menggeleng-gelengkan kepalaku, menolak semua ucapnnya.

“Kalau kau mencintainya kau bisa kembali padanya!” Setelah mengucapkan kata-kata seperti itu, tubuh Donghae semakin melemas ia tak memberontak dalam pelukan wanitanya itu. Ia menatapku dengan tatapan nanarnya dan sedetik kemudian airmatanya menetes.

“Jaekyung~a!” Ia merosot kebawah dan jatuh pingsan. Tak ada niatan untuk membantu wanita itu, dengan langkah besar aku keluar dari apartmentku. Meninggalkan mereka berdua. Aku tak sanggup lagi.

Kenapa jalan skenarioku seperti ini? Begitu menyaitkan untukku. Aku harus melupakannya dari ingatanku ini. tapi begitu susah karna banyak sekali kenangan-kenangan indah bersamanya. Tuhan Tolong aku sekarang ini juga!

Aku mencintainya. Aku benar-benar mencintainya!

===== TO BE CONTINUED =====

Oke, ini part akhir dari Jaekyung… part depan nanti aku pake Donghae POV yahhh. Hahahaha nanti semua kelakuan Donghae sama jaekyung bakalan terungkap yah, Donghae bakalan nyeritainn semua perasaannya. Tapi entar. Hohoh kan waktu kemarin post perveting -3- banyak yang nanya Donghae pov gitu. Jadi aku bkin donghae pov ntar kkk~

Dan aku begitu bingung untuk part ini, bingung banget sempet ngblank gitu yah waktu nulis. Hohohoh aku juga ga tau ini nyambung ga certinya. Tapi moga aja nyambung yahhh aku bingung soalnya hehehehehehe… hue~ ada yang kesel sama Donghae ynag seenak jidatnya, jangan salahin Donghae yah karna Donghae disini aku kontrak. Jadi kalian boleh salahin authoenya yang nulis cerita kya gini hohohohoh dan masalah TYPO’S bisa maklumi yahhhhhh

Kkkk~ buat eon Dhietha sama Eon Riri aku pinjem namanya yahhhh hehehe *kecup ecul n ecung*

Udah deh segitu aja cuap-cuapnya aku bingung mau cuap-cuap lagi. Hahahahah

Sudah, aku mau lanjut nulis FF lainnya.. bye~

*cium bias reader atu-atu* Jangan lupa tinggalin jejak kalian ini :*

https://i0.wp.com/sphotos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/189872_305448209571250_630858899_n.jpg

HAN JAEKYUNG

15 thoughts on “PERVERTING -4-

  1. anyonghaseo azizah imnida, mannaseo bangapseumnida, q reader bru dsni, lg browsing eh~mlah ktemu ni blog, izin bca ff eoni y.. (tinggaln jejak dlu).. heh

  2. Annyeooooong..
    Nova disini, reader baru..:D
    Hhh, hae oppa, knpa gitu bgt siih, cptn ngomong ke jaekyung..
    Keep writing thor, dtunggu next partnya yaah..
    Fightiiiiiiiiiiiiiinnngggg…!!!

  3. aduh nyesek banget bacanya
    gara” donghae yg ngegantungin hubungannya sama jaekyung, jaekyung nya jadi kena batunya masa jaekyung yg gak tau apa” dibilang wanita jalang haduhhh bener” nyesek sakitnya tuh disini </3
    donge pabo !! huaaaa donge nya bikin kesel deh !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s