Bartender -2-

AUTHOR: VYEJUNGMIN~
https://i1.wp.com/sphotos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/s720x720/391808_307664472682957_1500006925_n.jpg
 

Music: Rainbow – Gonna Gonna Go!

 

DONGHAE’S POV

 

Ku pandangi wajahnya dengan tatapan tajamku. Yeoja yang semalam aku tiduri sekarang sedang lahap memakan makanannya yang ada didepannya. Hari ini benar-benar pagi yang sangat buruk. Aku terbangun karna teriakannya yang begitu menggelegar, membuat teinga siapapun yang mendengarnya akan menulikan telinga siapapun.

Ia masih asik dengan kegiatn menyumpit makanan yang ada didepannya. Hah! Salah apa aku bisa membawa Yeoja seperti dia dan menidurinya itu. Ck! Yang harus di salahkan adalah si Tuan Muda Choi Siwon itu, yang memaksaku untuk membawa gadis itu pulang.

Makanan yang ada di depanku tak memnggugah selera makanku. Yang aku lakukan sedari tadi hanya menatap wajahnya yang sedang makan. Pipinya sesekali menggembung karna makanan yang ia masukan sangat banyak sekali. Apa dia tak makan selama satu hari? Satu minggu? Satu bulan? Atau satu tahun? Makannya lahap sekali.

Pagi tadi ia terbangun dengan teriakannya, membangunkanku dengan cara yang begitu tak manusiawi –menjambak rambut–untung saja rambutku tak ada yang rontok satupun. Saat ia menjambak rambutku, dengan sigap aku langsung terbangun dari tidurku yang saat itu begitu sangat nyanyak sekali.

Saat aku terbangun dari tidurku, dan aku duduk menyandarkan punggungku ke punggung kasur saat itu aku belum sadar sepenuhnya. Yeoja  yang ada di depanku Dengan sangat tiba-tiba, ia dengan seenaknya menampar kedua pipiku dan langsung menghasilkan kemerahan di kedua pipiku. Dia benar-benar tak seperti Yeoja-yeoja biasanya yang penuh dengan lemah lembut. Tapi berbeda dengan Yeoja yang ada didepanku ini. ck! Salah apa aku bisa bertemu dengan Yeoja sepertinya. Hah! Choi Siwon lah yang harus disalahkan.

Tapi memang benar apa yang ia lakukan, siapa sih perempuan yang mau saja di tiduri oleh seorang laki-laki yang tak mempunyai ikatan apapun? Pasti tak mau bukan? Terkecuali perempuan Girang yang selalu menggodaku setiap aku bekerja di Club malam milik Siwon itu.

Aku masih menatapnya yang sedang makan itu, ia benar-benar sangat lahap. Aku yang sudah lapar sejak malam saja dalam sekejap aku langsung kenyang melihatnya yang makan dengan sangat semangat itu. “Wae?” Tanyannya. Aku hanya tersenyum mendengar pertanyaanya.

Aku menggeleng, “Annio.. hmm kau Han Jaekyung?” Ia menghembuskan nafasnya pelan.

Ia mengangguk, “Ne, kau tak mengenalku?” ia bertanya, aku hanya menggeleng, benar aku tak tahu dia, yang aku tahu Cuma namanya saja, kalau orangnya aku tak tahu.

“Astaga, Sunbaenim.. bahkan aku mengenalmu, kau sangat terkenal di kalangan para Yeoja yang ada difakultasku. Masa kau tak kenal denganku?”

“Benar aku tak kenal dirimu.” Aku menatapnya dengan tatapan polosku, ia menghentikan sumpit menyumpit makaanannya. Ia menatapku dengan matanya yang besar itu. Dan sial, aku menyukai matanya yang besar itu. Astaga! Pantas saja Namja di fakultasku begitu mengidolakannya karna bola matanya yang besar itu.

“Hah! Sunbaenim~ aish! lupakan!” Ia melanjutkan makannya. Aku hanya bisa tersenyum polos melihatnya yang pasrah seperti itu.

“Kenalkan saja dirimu padaku..”

“Baiklah, Han Jaekyung Imnida. Aku masuk ke fakultas komunikasi.. aku tiga tahun dibawahmu.. Bangapseumnida Sunbaenim..” Ia menundukan kepalany sebentar dan mendongakan kembali. Ia tersenyum manis padaku, membuatku sediki terpesona oleh kecantikannya itu.

“Tapi kau juga begitu popular dikalangan Namja di fakultasku. Mereka bilang kau begitu cantik dan memukau!”

“Jadi bagaimana? Apa aku begitu memukau di matamu?” Tanyanya dengan senyuman yang benar-benar sangat pas diwajahnya itu.

Gigi rapih putih, bibir merah manis yang baru saja aku rasakan malam tadi, berkulit putih mulus apa lagi malam tadi yang kami lewatkan, benar-benar membutku begitu… ketagihan? Eh? Kenapa otakku menjadi mesum seperti ini? hah! Berdekatan dengan Yeoja yang ada didepanku ini benar-benar berpengaruh yang sangat besar.

Lee Donghae, hilangkan fikiran mesummu itu. Ku ambil gelas yang berisikan air putih dihadapanku itu, meneguknya dengan sangat cepat. Tiba-tiba saja hawa di ruang makan ini menjadi sangat panas. Apa dia merasakan panas yang aku rasakan? Aigo~ panas sekali.

Wae?”

Annie~

Sunbae kepanasan? Aku juga meraskan hawa disini panas. Ah, aku juga sudah selesai makan!” Ia beranjak dari duduknya, mengambil piring kotor yang ada dimeja makan dan membawanya kearah tempat untuk ia cuci.

Aku sendiri sudah berdiri, tapi tak segera beranjak dari tempatku berdiri, aku malah menatapnya yang sedang mencuci piring itu. Rambut yang ia gelung memeperlihatkan leher putih mulus jenjangnya, memakai celana pendekku yang kebesaran di pakainya serta kemeja putih yang begitu besar. Sebenarnya tak ada bagian yang terbuka di seluruh tubuhnya. Tapi kenapa aku menjadi ereksi seperti ini.

Kumohon setan pergilah dari otakku ini, kenapa kau malah merasuki pikiran polosku dengan pikiran mesum? Aku tak ingin menjadi pria mesum. Ia mengusap lehernya, mungkin lehernya gatal jadi ia menguspnya.

Ku balikan tubuhku, meninggalkan dia yang masih mencuci piring kotor. Aku tak mau berlama-lama untuk menatapnya yang sedang mencuci piring itu. Ku dudukan tubuhku kesofa yang ada diruang TV, menekan remot kontrol untuk menghidupakan TV.

Kurang lebih tiga puluh menit aku merasakan seseorang yang duduk disampingku sambil menyandarkan kepalanya di pundakku, kualihkan pandanganku yang sedari tadi menatap TV sekarang aku menatap seseorang yang ada disampingku. Dia, Jaekyung yang menyandarkan kepalanya di pundakku.

Kulihat ia menutup matanya, tangannya sendiri menggenggam tanganku, “Wae?” Tanyaku padanya, ia tersenyum manis.

“Kau tahu? Aku begitu senang kalau kau yang telah mengambil harta yang paling berharga didalam diriku. Aku cukup tersiksa dengan kehidupanku..” Ia masih menutup matanya. Tersiksa dengan kehidupannya?

Ah, aku ingat bukan kah tuan muda Choi itu mengatakan kalau Jaekyung mempunyai masalah dengan keluarganya? Dan yang di katakana Siwon semalam itu ia mengatakan kalau Jaekyung seperti wanita-wanita yang ada dijalan? Makasudnya? Aku tak begitu mengerti dengan ucapannya.

Ku hembuskan nafasku pelan, “Bagaimana kalau kau hamil?”

“Hamil? Tentu saja aku akan menrawatnya. Wae?”

Ia menatapku dengan tatapan polosnya itu, “Aku sudah mempunyai seorang kekasih!” Ia tertunduk lesu.

Arraseo! Aku tahu Sunbae sudah mempunyai seorang kekasih. Keokjonghajima, aku pasti akan merawatnya..”

Ku elus puncak kepalanya dengan sangat lembut. Ini juga salahku kenapa aku bisa terbawa suasana tadi malam itu. Tapi mau bagaimana lagi? Ia duluan yang menggodaku coba kalian bayangkan jika kalian laki-laki dan kau di goda seperti yang aku alami tadi malam? Pasti kalian tak bisa untuk menghindarinya bukan? Yah sama seperti aku.

Ia tersenyum padaku. Aku jadi tak tega untuk tak bertanggung jawab, ia pasti akan malu sekali jika ia benar-benar hamil. Mungkin akan lebih parahnya lagi ia mungkin akan di usir dan tak di anggap sebagai anaknya lagi oleh kedua orang tuanya itu.

Ku lingkarkan tanganku kebahunya, menglus-elus lengannya. Memberikan kenyamanan untuknya dan ia merasa nyama dalam dekaapanku ini, “Mianhae, karna aku Sunbae jadi seperti ini.”

Aku kembali mengacak-acak rambutnya, kenapa malah dia yang meminta maaf seharusnyakan aku yang harus meminta maaf padanya karna aku mengambil harta yang sangat berharganya. “Tak ada yang salah, tenang saja aku bukan laki-laki brengsek yang meninggalkan seorang wanita begitu saja.”

Ia mengangguk, melingkarkan tangannya kepinggangku. Hah! Tiba-tiba saja detak jantungku begitu sangat cepat. Kenapa ini? aku tak pernah meraskan seperti ini jika aku sedang berdekatan dengan kekasihku. Tapi dengan Hoobaeku berbeda, jantungku berdetak dengan sangat cepat.

Ia membenamkan wajahnya kedadaku, “Hei, kau mengenalku?” Tanyaku konyol. Kenapa aku menanyakan seperti itu? Jelas-jelas saat ia makan tadi ia mengatakan kalau wanita yang ada di fakultasnya begitu mengagumiku. Dan aku tahu pasti dia juga mengaggumiku kan?

“Astaga Sunbae! Bukan kah tadi aku sudah mengatakannya? Aku mengenalmu, Aku bahkan menyukaimu, tapi itu dulu!” Ia melepaskan pelukannya, tangannya ia letakan didepan dadanya kepalanya ia dongakan keatas. Ck! Ia berlagak sombong sekarang. “Kau tahu? Aku sempat patah hati saat aku mendengar berita kau tengah menjalin hubungan dengan Kang Hae Bin.HUH!” Ia menghembuskan nafasnya dengan kasar. Aku hanya bisa tersyum melihat tingakanya yang begitu kekanakan.

“Kau sudah mempunyai seorang kekasih?” Tanyaku padanya, ia mengambil remot kontrol yang ada diatas meja dan mengganti Chanel yang ia ingin kan. Kalau di lihat dari sisi mana pun ia memang cantik sekali, bahkan ia belum mandi pun ia masih tetap cantik. Aigoo~ Lee Donghae, kau bahkan sudah mempunyai seorang kekasih, kenapa kau malah memuji kenactikan seorang wanita?

“Kekasih, tentu saja aku sudah punya..”

“Ya! Bagimana kalau kekasihmu tahu aku menidurimu?” Tanyaku sedikit was-was, dia ini gila atau apa sudah mempunyai kekasih. Bagaimana ia hamil nanti ia di putuskan oleh kekasihnya?

Ku tatap wajahnya dari samping, ia terlalu menganggap masalah ini dengan gampangnya, tapi ia tak tahu betapa was-wasnya aku kalau dia hamil. Aku tak ingin menjadi laki-laki bejad yang dengan pengecutnya meninggalkan seorang wanita yang talah ku tiduri.

Ia beranjak dari duduknya, belum ia melangkah aku memegang perglangan tangannya. “Kau mau kemana?” Tanyaku padanya, ia mengarahkan kearah kamar mandi. Aku tahu maksudnya, ku lepaskan genggaman ditanganya dan ia berjalan menuju kearah kamar mandi mungkin ia akan mandi.

Ku hembuskan kembali nafasku dengan pelan, aku benar-benar bingung mengatasi masalah yang menerpaku sekarang. Ku pejamkan mataku, semoga saja masalah yang aku pikirkan akan lenyap dengan pejaman mataku saja. Ku harap hidupku akan baik-baik saja setelah ini.

Tapi, kenapa dia begitu enteng menanggapi masalah ini? kemungkinan besar dia akan hamil bukan? Mengingat aku melepaskannya didalamnya dan saat itu pula ia melepasakannya bersamaan denganku. Ah, kenapa semakin runyam seperti ini?

Sunbaenim~

Ku buka mataku saat mendengar teriakan Jaekyung dari arah kamar mandi, “Wae?” Balasku berteriak.

“Bajuku kau taruh dimana?”

Aku beranjak dari sofa, berjalan menuju kearah kamar mandi mendapatkan Jaekyung yang sedang berdiri didepan pintu kamar mandi, “Kau mau mandi?” Ia menganggukan kepalanya.

“Tapi kau taruh dimana bajuku? Aku ingin pulang kerumah, ada tugas yang harus kukumpulkan besok..” Ia menggaruk tengkuknya, aku yang tak sengaja melihatnya sedikit menelan ludahku. Setan kembali merasuki otakku yang polos ini. Bahkan membisikan yang benar-benar merusak otakku.

Demi tuhan, gadis ini benar-benar merusak system otakku yang polos ini. aku kembali merekutuki nasibku yang mau saja menerima permintaan Choi Siwon itu yang menyuruhku mengantarkan gadis yang ada didepanku ini kerumahnya. Dan dengan sialnya alamat rumahnya hilang membuatku membawanya keapartmentku, ia menggodaku dan akhirnya kami berakhir di ranjang dan tak berbusana.

Aku tak menyangka bahwa dia wanita yang benar-benar sangat berbahaya sekali menurutku. Astaga! Bisa-bisanya aku terjebak dalam situasi seperti ini. ku hela nafasku dengan pelan, semoga kehidupanku kedepan akan baik-baik saja.

Oppa~” Aku tersentak kaget saat menedengar teriakan yang berasal dari arah ruang TV. Sepertinya aku mendengar suara Hae Bin. Hah? Hae Bin? Aku langsung menggenggam tangan Jaekyung menyeretnya masuk kedalam kamar mandi. Kalau sampai ketahuan oleh Hae Bin bisa-bisa aku putus dengannya. Aish! benar-benar hari yang buruk.

Sunbae! Waeirae? Kenapa menarikku? Aku bahkan–” Langsung ku bekap mulutnya dengan tanganku yang bebas ini. aku menutup mulutnya agar ia tak berbicara lagi, dan tadi ia berbicara cukup keras. Aku takut kalau Hae Bin mengetahui aku yang sedang ada di kamar mandi.

Aku mendorong tubuh Jaekyung kedalam kamar mandi dan menundukannya di Closet yang ada didalam kamar mandi ini, “Kau jangan pergi kemana-mana. Kau tahu? Kekasihku ada di ruang TV. Kalau kau keluar aku tak akan memaafkanmu jika nanti terjadi sesuatu. Kau diam dan duduk saja, tak perlu melakukan aktifitas apapun. Arraseo!” Ia mengangguk patuh. Ku hembuskan nafasku kembali. Belum aku melangkahkan kakiku ia menarik pergelangan tanganku.

“Wae?” Tanyaku padanya.

“Kalau dia lama.. dan aku bosan bagaimana? Aku orang tipe yang cepat bosan!”

Ku acak-acak rambutku frustasi, bagaimana kalau Hae Bin mengetahui ada seorang gadis didalam apartemntku ini? Aku masih tak ingin memutuskan hubunganku dengan Hae Bin, aku masih mencintainya.

Oppa~” Ku dengar teriakannya lagi, kututup pintu kamar mandi meninggalkan Jaekyung dengan wajah kesal. Oh, bukan maksudku untuk mengurungmu didalam kamar mandi. Aku hanya bermaksud baik padamu.

Ku berjalan, menjauh dari kamar mandi. Ku hela nafasku yang sedikit sesak. Untung, pagi tadi aku sudah membereskan semua yang berceceran dilantai, dari baju dan aku bersyukur tadi malam Jaekyung

memakai sepatu Kets, tak memakai High Heels. Kalau dia memakai High Heel bisa-bisa Hae Bin curiga padaku. Aku barharap tak ada baju Jaekyung atau apa pun yang tertinggal di ruang TV atau di kamarku. Dan aku sangat berharap jika Hae Bin tak akan curiga padaku.

Langkahku begitu sangat berat. Seperti di timpa beban yang sangat besar. Bahkan aku berjalan dengan kepala menunduk. Hidupku benar-benar banyak sekali cobaannya. Ku dongakan kepalaku saat aku sudah sampai di ruang TV, ku lihat Hae Bin yang sedang duduk di sofa sambil memegang Remot dan memencetnya.

Ku duduk di samping tubuhnya, dan tanpa sengaja aku mengirup aroma tubuhnya yang wangi. Dia setiap saat selalu saja wangi, “Oh, Oppa!” Ia menoleh kearahku dengan kaget. Dia tak menyadariku yang duduk disini. “Astaga! Aku kira siapa? Sejak kapan Oppa ada disini?” Aku tersenyum mendengar suaranya yang membuatku gemas itu.

“Baru saja. Hei~ tak biasanya kau kesini?”

Yah, Memang Hae Bin jarang sekali ke Apartmentku. Kalau ia tak kusuruh ia mana mau akan kesini. Kami hanya bertemu di kampus, atau kami akan melakukan kencan saja. Dan pulang kami sendiri-sendiri. Aku tak mengerti dengan fikirannya. Hubungan kami Dari dulu memang seperti ini. aneh bukan?

“Tak boleh?” Tanyanya dengan tampang kesal. Aku hanya bisa tersenyum melihat wajahnya itu.

Annia.. tak biasanya saja kau kesini.” Ucapku jujur.

“Aku hanya merindukanmu Oppa~” Ucapnya sambil menggelayut manja di lenganku. Gadis ini kalau sudah seperti membuatku sedikit tak… nyaman? Eh? Sebenarnya aku tak menyukai jenis wanita yang manja. Dan itu bukan berarti aku tak menyukai kekasihku sendiri.

Ku tolehkan kepalaku kebelakang, dari ruang TV memang tak bisa melihat kamar mandi, aku sedikit was-was jika Jaekyung dengan nekatnya keluar dari kamar mandi. Aku harap dia bukan seorang abnormal karna aku menyimpulkan kalau dirinya itu abnormal.

Oppa, Bagaimana kalau kita keluar. Jalan-jalan?” Aku menoleh kearahnya. Jalan-jalan? Terus bagaimana dengan Jaekyung? Aku sedikit bingung dengan pilihan menerima ajakan Hae Bin jalan-jalan atau menolaknya? Akh! Aku benci situasi seperti ini. ia menatapku dengan tatapan memohonnya. Aku tak bisa menolaknya jika ia sudah mengluarkan jurus seperti itu. Ya sudah lah ku turuti saja keinginannya itu, lagi pula aku juga sudah tek bertemu dengannya selama dua minggu ini. aku tak tahu ia pergi kemana.

“Baiklah, kau tunggu Oppa sebentar, Oppa akan menganti baju dulu..” Ku acak-acak rambutnya yang sudah rapi itu, ia mengrucutkan bibirnya karna ia tak begitu menyukaiku jika aku sudah mengacak-acak rambutnya seperti tadi. Tapi aku selalu senang jika aku melihatnya yang mengrucutkan bibirnya itu. Membuatku gemas melihatnya.

Aku beranjak dari dudukku, berjalan menuju kearah kamar mandiku. Ku hembuskan nafasku pelan, ternyata masih ada yang teringgal di dalam kamar mandiku T-shirt milik Jaekyung yang masih terlentak di lantai. Kenapa aku tak mengetahuinya. Ku ambil T-shirt milik Jaekyung menyimpannya didalam lemariku. Aku takut kalau Hae Bin masuk kedalam kamarku dan mendaptkan T-shirt milik Jaekyung ini.

Ku ambil bajuku yang ada didalam lemari, dengan cepat ku buka baju celanaku dan memakainya. Setelah memakainya kulirik diriku terlebih dahulu kearah kaca, aku harus memperhatikan penampilanku bukan? Aku harus tampak tampan di setiap waktunya. Tapi walaupun dalam keadaan berkeringat atau apa aku selalu tampan. Hahaha

Ku buka pintu kamarku, berjalan menuju Hae Bin yang masih termangu di sofa yang terdapat di ruang TV. Aku memperhatikan penamilannya sekarang, dia selalu cantik. Tapi aku tak begitu menyukai make upnya, ia selalu memakai Make up yang begitu berlebebihan tak seperti Jaekyung yang wajahnya seperti tanpa make up, wajahnya benar-benar sangat polos sekali.

Ku lingkarkan tanganku ke lehernya, ia tersentak kaget saat aku menglingkarkan tadi. Ia mencubit lenganku yang tak sakit itu. Ku kecup pipinya dengan cepat, ku lepas lingkaran lenganku di lehernya berjalan kearahnya. Ia sendir bangun dari duduknya, ku ulurkan tanganku bermaksud untuk menggenggam tanganya, ia menerimanya dengan segera ku genggam. Hhmm~ aku menyukai kalau aku sudah menggenggamnya seperti ini.

Sebelum berjalan ku tolehkan kepalaku kebelakang, mendapatkan Jaekyung yang sedang melototiku dengan mata besarnya itu. Aku hanya bisa tersenyum manis padanya ia hanya bisa mendengus kesal melihatku seperti ini. Maafkan aku, bukan maksudku seperti ini Jaekyung~ssi..

***

Ku dudukan tubuhku di bangu yang sudah tersedia di taman kota, hari ini benar-benar sangat cerah sekali banyak keluarga dan sepasang kekasih yang datang ke taman kota. Mungkin mereka lelah dengan kegiatan selama seminggu ini. lelah dan penat memikirkan pekerjaan di kantor yang sangat banyak, apa lagi mahasiswa sepertiku yang memiliki banyak sekali tugas. Dari makalah, ujian, tugas individu, tugas kelompok dan masih banyak lagi.

Huh! Ku hela nafasku dengan pelan, aku sedikit menyesal kenapa aku menolak ajakan ibuku yang di jepang, menolak menjadi direktur di jepang sana. tapi tetap saja, disana aku masih harus menjadi mahasiswa, fakultas hukum. Dan itu membosankan sekali.

Ku lirik kearah sampingku, mendapatkan Hae Bin yang sedang meminum soda dingin yang baru saja kami beli. Ku usap peluh yang ada di keningnya itu. Hari ini memang benar-benar sangat panas, sampai-sampai aku dan Hae Bin sedikit berkeringat. Tapi aku senang sekali hari ini.

Ku lirik jam tangaku, sudah pukul tiga sore. Kenapa waktu begitu cepat berjalan? Aku kira ini masih jam dua belas. Heh! Dan besok kembali menjalani seperti hari-hari biasa. Menjadi seorang mahasiswa yang benar-benar sangat membosankan.

Ku alihakan pandanganku, kembali menatap wajah cantiknya Hae Bin. Ia sibuk menunduk dan tangannya memegang ponselnya. Aku sedikit tak perduli, karna dari awal kami menjalin hubungan aku di larang keras untuk menyentuh ponselnya, atau melihat-lihat isi ponselnya. Aku tak tahu alasanya kenapa.

Helaan nafasku terus saja keluar, aku sedikit lelah hari ini sebenarnya. Ia menarik-narikku kedalam mall, membeli ini itu dan lain-lainnya. Setelah itu ia mengajakku ke taman bermain yang benar-benar penuh dengan manusia. Walaupun aku sedikit kesal, aku tetap senang karna jarang-jarang sekali ia mau seperti ini. dan ini bukan kemauanku melainkan kemauan ia sendiri.

Aku mendecak kesal. Aku tak suka jika aku di acuhkan seperti ini. ku sentuh lengannya, ia masih tetap fokus pada ponselnya jarinya bahkan aktif sekali menyentuh layar ponselnya itu. “YA!” Aku bertetaik di telinganya, ia mendongakan wajahnya dengan kasar lalu menatpku dengan tatapan tajamnya. Heh! Kau pikir aku takut dengan tatapan tajammu itu?

Wae?” Tanyanya yang masih saja menatapku dengan tajam. Ke denguskan nafasku. Menggertakan gigiku agar amarahku tak muncul. Hari ini aku tak ingin bertengar dengan kekasihku ini.

“Kau mengacuhkakanku!” Ucapku kesal, ia terseyum dan mengelus-elus puncak kepalaku. Ia berfikir aku ini seperti anakan kucing apa ia memperlakukan ku seperti ini. benar-benar konyol sekali.

Mianhae! Tadi temanku menanyakan tugas untuk besok! Hmm~ jangan marah lagi yah!” Ia menatapku dengan tatapan yang dimanis-maniskan. Ku cubit kedua pipinya yang sedikit chubby itu. Aku selalu gemas melihat kedua pipinya itu.

Kajja, aku lapar sekali!” Aku beranjak dari dudukku, menarik pergelangan tangannya, agar ia mengikuti langkahku yang sedikit cepat ini.

Ya! Aku memakai hak tinggi, kau tak bisakah pelankan langkahmu? Aku tahu kau lapar, tapi tak seperti ini juga kan?”

Aku masih tak perduli dengan umpatanya itu, aku hanya bisa tersenyum mendengarnya. Merasa senang jika ia sudah kesal seperti itu. Haha kenapa hari ini aku benar-benar sangat berubah-ubah? Tadi marah, kesal, sekarang jahil. Naeh sekali dengan diriku sendiri.

Ku bukakan pintu mobilku, menyuruhnya segera masuk. Ia menurut masuk kedalam mobil. Aku berlari kecil menuju kearah kursi pengemudi di mobilku. Aku tak mau mengendarai mobilku dengan brutal karna aku sendiri masih di taraf amatir. Aku takut kalau aku menabrak atau parahnya aku di tabrak oleh pengendara lain karna keahlian menyetirku masih di bawah rata-rata.

Lupakan soal keahlian menyetirku. Ku alihkan pandanganku yang semula menatap jalanan kini menatap kearah Hae Bin yang benar-benar sangat sibuk dengan ponselnya itu. Mulai lagi kalau aku di acuhkan, hah! Biarkan sajalah, aku memang seperti ini jika kencan dengannya.

Ku hentikan mobilku saat aku menemukan restoran yang benar-benar menarik perhatianku. Ia mendongakan kepalanya saat merasakan mobil berhenti. Ku acuhkan saja ia, bukan kah ia dulu yang mengacuhkan ku? Aku bisa mengacuhkannya seperti ia mengacuhkanku seperti tadi.

Kami berdua keluar dari dalam mobil, aku berjalan menuju pintu restoran tanpa perlu menunggu Hae Bin yang jalannya benar-benar sangat lamban itu. Ck! Aku baru menyadari sekarang kalau dia benar-benar lamban.

Setelah masuk kedalam restoran aku cukup terkagum-kagum dengan dekorasinya. Benar-benar memanjakan mata pelanggan. Unik sekali, dan benar-benar sangat bagus sekali. Ku edarkan pandanganku keseluruh restoran ini, mencari meja yang masih kosong. Dan aku menemukannya, di samping kaca menghadap kearah pemandangan luar yang ramai dengan kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya.

Ku dudukan tubuhku kearah kursi, aku melihat Hae Bin berjalan dengan menghentak-hentakan langkahnya. Ck! Lamban sekali. “Ya! Kenapa kau malah meninggalkanku seperti itu? Aku tak suka!” Ia merengut sebal saat ia sudah duduk di kursi yang ada di hadapanku. Aku masih tetap mengacuhkannya, biarkan saja ia marah seperti itu. Impas bukan?

***

Ku buka pintu apartmentku, sepi. Saat aku membuka pintu apartment ku sangat sepi. Hah! Aku baru sadar kalau setiap hari bukan kah selalu sepi, hanya ada aku di apartment ini. ku lepas sepatuku menggantinya dengan sandal, menekan tombol lampu agar menerangi apartmentku yang begitu gelap.

Berjalan dengan langkah lesu, aku begitu lelah karna melakukan aktivitas siang tadi. Ku buka pintu kulkas, tenggorokanku begitu haus, padahal aku tadi sempat membeli minuman. Ku lirik jam dindingku. Sudah pukul enam sore. Ck! Aku baru sadar hari ini aku benar-benar menghabiskan hariku dengan Hae Bin.

Setelah makan tadi, ia mengajakku ke mall lagi. Ia bilang ia melupakan seseuatu yang harus ia beli. Saat itu pula aku benar-benar sangat kesal sekali. Bayangkan saja, ia menghabiskan waktu selama beberapa jam hanya untuk menacari sebuah boneka Doraemon. Siapa yang jengkel? Jika kalian didalam posisiku mungkin kalian juga pasti jengkel bukan?

Mataku tak sengaja melihat sebuah kertas yang terselip di antara gelas yang ada di atas meja. Ku ambil dan membacanya. Dan astaga, aku melupakan Jaekyung yang sedari tadi ada di apartemntku. Aku benar-benar sangat keterlaluan meninggalkannya begitu saja.

Sunbaenim~ kenapa kau lama sekali? Aku sampai bosan menunggumu di apartment. Kau lupa kalau masih ada aku didalam apartmentmu? Huh? Ck! Kalau sudah bersama kekasihmu kau pasti akan lupa segalanya bukan? Hahahaha… maaf aku hanya bercanda.

Ah, semuanya aku sudah mengerjakannya. Dari mencuci pakaianmu yang kotor sampai aku menjemurnya. Membersihkan apartmentmu yang kotor, menyetrika bajumu yang kau gantung dan kusut itu… masih banyak lagi sebenarnya. Sampai akhir aku menyipakanmu makan malam.. kkk~ aku lancang sekali bukan? Aku hanya tak enak saja, jadi aku membersihkan semuanya…

Hanya saja, kau harus membayarku semua yang aku kerjakan tadi.. awas saja jika kau tak membayarnya akan aku pastikan kau akan ku jitak habis-habisa sampai kepalamu botak! Hahahahaha~ aku hanya bercanda lagi~ aku ikhlas mengerjakaan semuanya.. hanya saja, kau harus menghabiskan semua makanan yang aku masak! Arraseo!

Aku pulang dulu, aku bosan menunggumu…

Yeoja Kyeopta :3 Han Jaekyung~

 

Ku lipat kembali kertas yang aku baca tadi. Astaga, gadis ini benar-benar sangat konyol sekali. Ku simpan kertas yang berisikan tulisan Jaekyung kedalam saku kemejaku. Aku duduk di kursi yang berada di meja makan ini, ku buka tudung saji dan mendapatkan banyak makanan di meja makan ini. ku ambil sumpit, menyumpitkan makanan yang Jaekyung masak. Makanannya tak terlalu buruk, enak juga.

Ck! Gadis itu, aku sudah menidurinya tapi ia mengabaikannya saja perlakuanku padanya. Apa ia tak takut, aku saja takut nantinya bagaimana nasibnya itu? Aku berharap ia akan baik-baik saja. Dalam keadaan apapun aku harus berani bertanggung jawab apa yang sudah aku lakukan padanya…

=====To Be Continued=====

 

 

 

Hai, bertemu lagi dengan author abal-abal sepertiku. Part ini serasa datar banget yah? Aku juga ga tahu kenapa kkk~ tapi moga aja ada yang suka N ada yang mau baca ffku yang ini. jangan pada protes yah kalo ga ada NCnya, emg gini yang aku bikin nanti juga part lanjutnya bakalan ada ncnya kok… kkk~ tapi ga tahu deh kapan. Beberapa hari ini aku ngblank gitu bikin ff.. malah jadinya gini ffnya abal bangettttt~ ga nyambung datar begitu aja hoahhhhh

Bingung!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Udah deh gitu aja yang aku omongin ga ada lagii~ makasih yang udah baca!!!

 

KAMSAHAMNIDA~
https://i2.wp.com/sphotos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/67739_307663406016397_1173119995_n.jpg

20 thoughts on “Bartender -2-

  1. heuuh..#tiup poni
    Knapa s’jaekyung gak masalah Lw dia uda gak prwan ge dbwt hae..??
    Malah nyante” za..seakan yak cwe murahan..#maaf kasar..Eoni suka kesel Lw s’cwe pasrah za –‘#

    Ne yg kalang kabut malah s’donghae..
    Koq kebalek ya..???

    • hahhahaha
      kan jaekyung lagi punya maslah gitu, jadi dia ga peduli lagi sama diri dia sendiri gitu unn. bukan maslah dia cwe murahan hehehehe
      kan si siwon bilang, kalau keluarganya bilang kalo jaekyung kya cwe yang yah tante2 girang gitu hohohoh

  2. part nya 1 nya diprotect… saya baca langsung ke part 2 deh… Ya ampun jaekyung mw aja harta paling berharganya di ambil ma hae… pdahal ia tw klw hae punya kekasih… ckckck…

  3. hahaha…jaekyung lucu banget sih pertamany aja marah udahanny malah santai2 aja giliran donghae yang senewen sendiri takut klo jaekyung hamil

  4. omo msh penasaran sm sosok Jaekyung….
    Curiga klo Haebin selingkuh d belakang Hae….
    suka sm sosok Jaekyung yg easy going…sebenernya apa yg bikin Jaekyung mabuk2an ya???truz kira2 siapa pacar Jaekyung???

  5. annyeong saya org baru#eh

    baru bca part ini karna part sebelum ny gak tau FW ny

    Jaekyung santai aja yah trus juga dia kya ny seneng aja hae yg ngambil wkwkwkwkw

    kcian dia hae tega bngett ninggalin gitu

    ampun hae itu suka cuma blm nyadar moga cepat sadar

  6. hae bin mencurigakan ye
    kayaknya dia gk tulus pacaran ama donghae pasti ada maksud lain
    jae jae udah ditidurin donghae masih aja bersikap biasa aja
    kalo ntar hamil bagaimana ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s