Bartender -3-

https://i2.wp.com/sphotos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/s720x720/537732_309548465827891_1878706461_n.jpg

AUTHOR: VYEJUNGMIN~

 

 

DONGHAE’S POV

 

Ku edarkan pandanganku keseluruh penjuru kantin yang ada di kampusku, pandanganku menuju kearah meja yang ada ditengah-tengan. Ku lambaikan tanganku dan mereka melambaikan tangannya padaku. Kakiku melangkah kearah mereka untuk bergabung bersama mereka. Sudah lama juga aku tak berkumpul bersama mereka.

Setelah sampai, aku segera duduk disamping temanku yang benar-benar sangat konyol. Lee Hyukjae, itu lah temanku. Ku letakan tas yang semula ada di bahuku kini ku alihkan di atas meja bersamaan dengan tas-tas mereka yang mereka letakan diatas meja.

“Hei.. bro kau kemana saja?” Ucap Lee Hyukjae, aku mengendikan bahu saja, yang berartikan aku tak begitu peduli dengan ucapaanya itu. Ku dengar ia mendengus kesal karna aku mengacuhkannya.

“Kau ini selalu saja seperti itu. Aku kan bertannya dengan baik-baik, kenapa kau menjawabnya seperti itu?” Tuntut HyukJae padaku. Dia ini, sudah berteman denganku berapa tahun? Masa dia tak tahu sifatku bagaimana? Tsk!

“Aku sedang malas berbicara hari ini Hyukjae. Entah aku juga tak tahun kenapa aku menjadi seperti ini!” Ku ketuk-ketukan jariku dimeja yang ada didepanku, Hyukjae hanya mengehambuskan nafasnya pelan.

Aku juga tak tahu kenapa aku seperti ini, semenjak aku meniduri Han Jaekyung itu aku menjadi seperti ini. setiap hari aku selalu memikirkannya, apa yang sedang dia lakukan, atau yang lainnya. Selama di kampus aku tak pernah melihat ia yang pernah datang kekantin ini. apa dia selalu membawa bekal ke kampus? Tapi sepertinya itu tak mungkin, mengingat ia pasti akan sangat gengsi sekali bukan?


Akhir-akhir ini aku juga jarang sekali melihat Jaekyung yang datang ke klub milik Siwon, atau dia datang saat ia mempunyai masala? Aku sudah pernah menannyakan pada Siwon. Tapi siwon juga tak penah melihat Jaekyung yang ada di klub, Siwon mengatakan Jaekyung pasti aka nada setiap hari di klubnya bersama teman-temannya, menghabiskan melamnnya bersama teman-temannya. Dan menghabiskan malam bukan berarti Jaekyung melalukan seperti itu.

Mengingat kejadian dimana aku menghabiskan malamku bersama Jaekyung jantungku berdetak lebih kencang. Aku masih bisa merasakan bagaimana rasa sentuhannya pada tubuhku. Lembut, menggoda dan itu membuatku begitu menyukai segala sentuhannya. Sepertinya aku begitu menginginkan dirinya. Aish! Lee Donghae, kau dibisiki setan lagi, kau berfikir mesum jika kau mengingat nama Jaekyung didalam otakkmu.

Tapi, aku benar-benar tak bisa melupakan segalanya, teriakaannya. Yah walaupun ia meneriakan bukan namaku melainkan sebutan sopan kepada kakak kelasnya ‘Sunbaenim’. Tapi aku tetap suka dengan panggilan seperti itu. Aku juga masih bisa merasakan bagaimana rasa tubuhnya yang berada di bawahku saat itu. Tubuhnya benar-benar sangat menggoda sekali.

Saat itu aku tak pernah bisa lepas pada tubuhnya yang benar-benar membuatku begitu tergila-gila. Jangan kalian pikir aku maniak pada seks, aku pertama kali melakukannya dengan Jaekyung. Selain itu aku tak pernah melakukannya. Paling hanya sebatas ciuman di bibir, tapi tak sampai memanas saat aku melakukannya dengan Jaekyung.

Ku hembuskan nafasku pelan, sepertinya aku harus menjernihkan otakku terlebih dahulu. aku tak ingin berfikiran mesum seperti tadi. Tapi mau bagaimana lagi? Nama Jaekyung selalu ada difikiranku dan ak selalu berdampak yang benar-benar membutnku sangat kesal. Aku harap Jaekyung tak pernah hadir kembali. Tapi kalauia tak pernah hadir kembali, aku pasti tak akan melihatnnya.

“Hei~ kalian lihat yang ada diambang pintu kantin ini!” Ku dongakan wajahku saat mendengar suara Hyukjae yang benar-benar sangat riang itu. Ku ikuti arah yang ia tunjuk dan sial ternyata ia menunjuk kearah Jaekyung yang ada diambang pintu itu.

Ia benar-benar sangat cantik, dalam balutan dress berwarna hijau muda dan dressnya yang tak terlalu panjang, tak berlengan, rambut yang ia geraikan, rambut yang berwarna kemerahan. Kemerahan? Terakhir kali aku melihat rambutnya berwarna coklat kehitaman. Ia memakai Heels yang tak terlalu tinggi, karna ia memang sudah memiliki kaki yang jenjang. Itu yang benar-benar membuatku begitu menyukainya.

Ku edarkan pandanganku kesuluh penjuru kantin, dan hatiku sedikit berapi-api saat menyadari seluruh laki-laki yang ada dikantin ini sedang menatap kearah Jaekyung dengan tatapan seperti macan yang akan menerkam mangsanya.

“Aku tak salah lihatkan? Dia Han Jaekyung? Tumben sekali ia ada di kantin? Biasanya kan ia akan menghabiskan waktun istirahanya diperpustakaan, membaca buku yang begitu tebal. Atau ia akan tidur di bangku yang dekat dengan pepohonan yang ada dibelakang kampus kita..” Ucap seseorang didepanku. Dia Cho Kyuhyun yang sedang bermain Game, tapi ia memPause dulu untuk melihat kearah Jaekyung.

Ah, tadi ia bilang apa? Jaekyung menghabiskan waktunya berada didalam perpustakaan dan tidur di pepohonan yang ada dibelakang kampus kami. Sepertinya yang aku katakan itu tak mungkin, membaca buku? Oh, yang benar saja. Yang aku yakini ia selalu tertidur di pepohonan yang ada dibelakang kampus. Atau di tempat yang lainnya.

“Mmenannya ia jarang kekantin?” Tanyaku pada mereka yang masih memandang Jaekyung yang sudah duduk di tempatnya.

Ku lihat Jaekyung yang sedang merapikan rambut panjangnya dan mengenyampingkan rambutnya kesebelah kanan. Astaga kenapa ia semakin cantik saja saat rambutnya seperti itu. Ku alihkan pandanganku kearah teman-temanku. Hyukjae yang masih menatap Jaekyung dengan tatap yang benar-benar membuat orang yang melihatnya pasti akan muak, Kyuhyun yang sudah terlarut dengan PSPnya dan Shim Changmin yang masih asik dengan makanannya yang ada didepannya itu. Jadi pertanyaanku tak ada yang mendengarkannya.

Ku tatap mereka dengan pandangan gusarku. Mereka ini benar-benar sangat menyebalkan sekali. Aku bertannya kenapa mereka tak ada yang menjawabnya? Ingin sekali aku memukul kepala Hyukjae itu, melempar PSP yang ada ditangan Kyuhyun dan membuang makanan yang ada dihadapan Shim Changmin.

“Oh, kau tadi mengatakan apa Donghae~a?” Tanya Changmin yang baru menyadariku kalau aku sedang bertanya kepada mereka. Ku gelengkan kepalaku. Aku tak bernafsu kembali untuk mendengar jawaban dari mereka.

“Oh, kalau aku tak salah dengar kau menannyakan apa Jaekyung jarang kekantin? Dia memang seperti itu, jika sudah waktunya istirahat ia selalu saja ke perpustakaan atau ia duduk didekat pepohonan dibelakang kampus kita itu. Ku dengar ia malas untuk mampir kekantin!”

Keningku berkerut, dia tahu banyak tenatang Jaekyung itu. Jangan-jangan dia mengikuti Jaekyung kemana-mana.

“Lee Donghae, jangan kau berfikir kalau aku mengikutinya pergi kemana-mana. Hampir mahasiswa disini mengetahui kebiasaannya itu. Dan hanya kau sendiri yang tak tahu dia.”

“Oh, dia begitu terkanal? Tapi aku tak tahu dia…” Ucapku menantangnya agar ia mengatakan semua tentang wanita yang sedang duduk sendirian disana.

“Tentu saja kau tak mengetahuinya, kau sibuk dengan duniamu sendiri dan sibuk dengan kekasihmu yang begitu manja!” Ucap Changmin dengan suara yang benar-benar sangat menggelikan.

Ia sedikit mendongakan wajahnya, mencari seseorang sepertinya. Dan sedetik kemudian Mata kami beradu pandang, astaga kenapa ia malah melihatku yang ada disini? Ia juga menatapku dengan mata yang begitu berbinar-binar dan setelah itu ia tersenyum padaku. Astaga! Gadis itu benar-benar sudah merusak system otakku.

Ku rasakan tangan ku yang diremas begitu kuat, ku alihkan pandanganku kearah tanganku. Ternyata Hyukjae yang sedang meremas tanganku ini. kenapa orang ini, seperti ia melihat hantu saja.

“Ya! Kau tak lihat tadi? Jaekyung tersenyum padaku!” Ucapnya yang begitu gira, dia ini heboh sekali.

Hei, Lee Hyukjae! Ia tak tersenyum padamu, melainkan pada diriku yang ada disampingmu. Ia tak mengenali dirimu melainkan ia mengenali diriku. Ck! Percaya diri sekali laki-laki konyol ini. ku goyang-goyangkan tanganku saat aku merasakan tanganku semakin diremas semakin kuat oleh laki-laki yang ada disampingku ini.

“Lee Hyukjae! Bisakah kau melepaskan tanganku yang kau genggam? Kau tak sadar kalau kau sudah menyakiti tanganku ini!” Ucapku disela-sela gigiku yang sedang menahan marah karnannya. Ia segera melepaskan tanganku, langsung saja aku mengusap-usap tanganku yang sediki memerah ini.

Ia mendengus kesal, “Kau tak tahu kalau temanmu yang tampan ini begitu menyukai Jaekyung yang seksi itu!” Aku hampir saja akan menyemburkan tawaku saat ia mengatakan tampan untuk dirinya sendiri. Tapi kalau di lihat-lihat lagi ia memang tampan menurutku.

Ku dengar Kyuhyun tertawa, astaga aku kira laki-laki maniak PSP ini tak mendengarkan apa yang sedang kami bicarakan, ternyata ia mendengarkannya. “Kau tampan Lee Hyukjae?” Ucap Kyuhyun dengan tatapan yang fokus pada PSPnya itu berbeda dengan mulutnya yang sibuk dengan tertawa yang tak begitu keras. Hanya tertawa mengejek.

Ku lihat kembali kearah Hyukjae yang masih menggerut kesal. “Kau tak lihat kalau temanmu ini benar-benar sangat tampan? Heh?”

Sepertinya adu mulut kali ini akan sangat menyenangkan sekali, melihat seorang maniak PSP dan seorang yang mata kernjang. Tatapanku beralih kearah Changmin yang baru saja meneguk segelas iar yang ada didepannya itu. Changmin jarang sekali untuk ikut berdepat seperti ini. yang ada di pikirannya hanya ada makanannya saja. Tak ada yang lainnya.

“Aish! sudahlah, kenapa kalian menjadi seperti anak kecil? Bersikaplah dewasa!” Ucap Changmin yang selesai dengan makannya. Ia mengelap bibirnya yang mungkin masih ada nasi yang tersisa di bibirnya.

“Woaaa~ Lee Hyukjae, Jaekyung di cium oleh kekasihnya!” Ucap Changmin yang begitu antusias. Dengan reflek aku juga melihat kearah Jaekyung. Dan astaga! Ia memang di cium oleh laki-laki.

Saat aku melihat Jaekyung yang di cium oleh kekasinya, hatiku sedikit tertusuk oleh jarum yang beribu-beribu menancap di hatiku. Kulihat wajah Jaekyung yang datar-datar saja. Kenapa dia? Bukankah di cium oleh sang kekasih itu begitu menyenangkan? Kenapa dia memasang wajah yang seperti itu?

“Aku benar-benar tak sanggup untuk melihatnya yang seperti itu!” Ucap Hyukjae lesu. Kasihan sekali temanku ini.

Aku berfikir, Jaekyung di cium seperti itu saja ia sudah lesu seperti yang aku lihat tadi. Bagaimana kalau Hyukjae tahu kalau aku sudah pernah menghabiskan malama bersamannya? Pasti akan terkena pukulan yang benar-benar sangat keras. Dan lebih parahnya lagi, ia mungkin tak ingin berteman dengaku lagi. Aku tak mau.

Ku geleng-geleng kan kepalaku, menghilangkan pikiran yang membuatku sedikit kacau. Aku ingin pertemanan ini berlangsung selamanya. Bukan berakhir karan seorang wanita. Aku harap aku tak menyukai Jaekung. Jaekyung sudah mempunyai kekasih dan aku sendiri sudah mempunyai Hae Bin.

“Ya~ kau tahu nama kekasihnya?” Tanyaku pada mereka. Kulihat Hyukjae menghembuskan nafasnya sedikit kasar. Memang ada yang salah dengan pertanyaanku? Aku kan memang tak tahu dengan hubungan mereka, jadi apa salahnya untuk bertanya?

“Kau tak tahu Kim SungGyu?”

“Kim SungGyu? Memang dia ada di fakultas dan dia Hoobae kita atau Sunbae? Aku benar-benar tak tahu!” Ucapku polos, Kyuhyun yang sedari tadi asik dengan PSPnya sekarang ia malah menaruhnya di atas meja dan menatapku dengan tatapan datarnya. Hei jangan menatapku seperti itu, aku tak suka! Ucapku dalam hati.

“Kim SungGyu, fakultas sastra Hoobae kita. Kau tak mengingatnya kalau kau pernah mengerjainnya saat ospek tahun lalu?”

Ku ingat-ingat lagi, sepertinya aku sedikit mengingatnya. Ah, iya. Dia Kim SungGyu yang ku kerjai habis-habisan saat masa ospek tahun lalu. Kenapa aku begitu melupakan namannya dan wajahnya. Tapi untuk apa aku mengingat-ingatnya? Itu tak penting sekali untukku.

“Aku kekelas dulu, akan ada diadakan kuis dikelasku nanti!” Ucap Kyuhyun sambil mengamggaet tasnya dan tak lupa PSPnya ia masukan kedalam tasnya.

“Aku juga!” Kini giliran Changmin yang berdiri, dan di ikuti oleh Hyukjae. Ck! Kenapa saat aku bisa berkumpul dengan mereka, mereka malah pergi? Benar-benar sangat menyebalkan sakali!

Ku ambil soda milik Hyukjae yang belum tersentuh olehnya. Kesal sekali hari ini. tadi-tadi aku pergi bolos saja dan tidur di apartmentku yang benar-benar sangat nyaman, bukannya disini seperti orang yang tak mempunyai kerjaan. Hari ini jadwal kampusku hanya ada dua pertemuan saja, dan tadi itu terakhir pertemuan. Menyebalkan!

“Sunbae~” Ku dongakan kepalaku saat mendengar suara yang tak asing bagiku. Dan gosh! Han Jaekyung ada didepanku dan sekarang sedang duduk didepanku.

Bukan kah tadi ia masih asik berbincang-bincang dengan kekasihnya itu? Tapi kenapa sekarang ia bisa ada didepanku seperti ini? ia masih tersenyum padaku, dan aku sendiri masih menatapnya dengan tatapan kagetku. Tiba-tiba saja senyumannya menghilang dan ia malah mengerucutkan bibirnya, sepertinya ia kesal karna aku tak kunjung membalas senyuamnnya.

“Oh, Hai~ Jaekyung~ssi!” Salamku padanya ia kembali tersenyum manis padaku. Ku dengar bisik-bisik disekitar kantin ini. dan aku melihat beberapa mahasiswa yang masih duduk dikantin ini menatap kami. Ck! Mereka ini kenapa?

Ia mengambil soda yang ada ditanganku dan ia langsung meneguknya. Sepertinya soda itu habis diminumnya. Apa dia haus sekali sampai menghabiskannya seperti itu? Aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalaku saja melihat tingkahnya seperti itu.

“Sunbae~ aku baru melihatmu kekantin!”

“Oh, ya? Kurasa aku yang tak pernah melihatmu dikantin!” Ucapku terseyum dan membalikan pertanyaannya. Ia juga tersenyum dan sedikit terkiki.

Ia mengusap pelipisnya, mungkin karna panas. “Aku memang jarang sekali kekantin. Aku tak begitu menyukai tempat-tempat ramai seperti ini!” Ucapnya sambil menggeledah tasnya. Ia mengluarkan kunciran rambut dan ia segera menguncir rambut panjang lurusnya itu. “Hari ini benar-benar sangat panas sekali!” Grutunya.

“Oh, kalau kau tak suka dengan tempat ramai seperti ini, kenapa kau malah pergi ke klub yang sangat ramai?” Ucapku, ku lihat ia menggaruk tengkuknya yang aku yakini tak ada yang gatal. “Hahahaha, santai saja Jaekyung~ssi..” Aku sedikit terkiki melihatnya yang sudah gugup seperti ini.

“Oh, jawablah terlebih dahulu pertanyaanku tadi Sunbae!”

“Pertanyaan seperti apa?” Tanyaku berpura-pura lupa. Aku sedikit terhibur untuk mengerjainya.

“Aish! lupaka  saja, sepertinya itu tak perlu kau ungkit lagi!” Ucapnya sambil melengoskan wajahnya. Ku tarik pergelangan tangannya ia kembali menolah kearahku.

“Hehehe, aku hanya bercanda Sunbae!” Ia terkikik pelan. “Sunbae, hari ini kau ada jadwal lagi atau tidak? Kalau tidak bisakah kau menemaniku di belakang kampus?” Aku mengertukan keningku sedikit bingung. Kenapa dia tak mengajak kekasihnya saja.

Please Sunbae!” Ia menatapku dengan mata bulatnya itu. Akhirnya aku mengangguk menyetujui permintaanya itu.

Ia mengambil tasnya dan membawanya, aku juga mengikuti apa yang ia lakukan tadi. Aku berjalan disampingnya. Merasa banyak sekali banyak sekali pasang mata yang menatap kearah kami. Apa ada yang aneh dengan kami? Sepertinya tak ada.

Ku tundukan kepalaku dan aku kaget saat mengetahui ternyata tanganku menggenggam tangannya. Dengan cepat ku lepas genggamannya, aku merasa malu saat mengetahui diriku seperti itu. Lee Donghae kau ini benar-benar.

“Mianhae!” Ucapku padany, ia malah tersenyum dan ia yang malah menggenggam tanganku.

“Hiarukan saja orang-orang seperti itu Sunbae!”

Ku ikutin ia berjalan yang mendahuluiku, aku sengaja tak jalan bebarengan dengannya karna aku takut kalau ada beberapa mahasiswa yang nanti menyalah pahamkan hubungan kami ini. jadi aku tak ingin mencari gara-gara sekarang.

Ku edarkan pandanganku pada halaman belakang kampusku, Jaekyung sendiri sudah duduk menyender pada batang pohon maple yang sangat besar. Aku berjalan menuju kearahnya dan duduk disampingnya, menyenderkan punggungku ke batang pohon. Kulihat Jaekyung membuka tasnya, menggeledah isi tasnya mengluarkan sebuah buku yang ada didalam tasnya.

Kubaca judul buku yang ada ditangan Jaekyung. Harry Potter. Oh, ternyata dia penyuka Harry Potter ternyata. Aku mengambil ponsel yang ada dudalam tasku bersamaan dengan Headsetnya. Kulihat Jaekyung sudah terlaut dalam bacaanya dan aku sendiri sudah terlarut dalam musik yang mengalir dari ponselku dan terhubung ke headset dan akhirnya masuk kependengaran telingaku.

Ku rasakan pundakku merasakan beban yang sedikit berat. Ku tolehkan kepalaku dan mendapatkan ternyata Jaekyung yang sudah menutup matanya. Siapa yang tidak akan menutup matanya, di tempat ini begitu sejuk dan menyenagkan. Angin sepoi-sepoi yang benar-benar sangat menenangkan. Aku mengikuti apa yang Jaekyung lakukan, lrbih baik seperti ini bukan dari pada aku melakukan hal-hal yang tak beguna.

Ku lepaskan headsetku yang ada ditelinga kiriku dan memasangkannya di telinga kanan Jaekyung. Aku ingin berbagi dengannya. Kalau dipikir-pikir aku tak pernah melakukan adegan seperti ini dengan Hae Bin. Aku sendiri tak tahu kenapa. Tapi aku merasakan kalau aku benar-benar marasanya nyaman seperti ini.

 

***

 

Ku buka mata ku saat aku merasakan seseorang yang terus menatap kearahku. Saat aku membuka mata, hal pertama yang aku lihat adalah Jaekyung yang sedang menatap wajahku dengan tatapan yang tak bisa ku artikan. Ku lihat ia sedikit tersentak kaget saat aku membuka mataku. Ia menggaruk tengkuknya yang aku yakin tak gatal itu.

Aku baru menyadari kalau aku tertidur dipangkuan Jaekyung. Dengan cepat aku langung duduk tegap. Astaga kenapa aku bisa tertidur di pangkuannya? “Oh, Mianhae Jaekyung~ssi…” Ucapku sedikit menundukan kepala. Aku sedikit malu saat menyadarinya.

“Sudah berapa lama aku tertidur?” Tanyaku pada Jaekyung. Ia sedikit memiringkan kepalanya.

“Sepertinya kurang lebih satu jam..” Ucapnya sambil melihat kearah Jam tangannya.

Aku mengangguk pelan, “Dan kau sendiri sudah lama bangun?” Ia mengagguk pelan.

“Maaf aku lancang sekali melakukan hal seperti itu lagi Sunbae!” Ujarnya menundukan kepalanya. Kurasa ia sedikit malu. Ku acak-acak rambutnya dengan gemas. Dia ini benar sangat lucu sekali. Ia mendongakan kepalanya, menatapku karna aku mengacak-acak rambutnya.

“Wae?”

“Annio~” Ucapnya pelan. Ia memasukan buku tebal yang bertuliskan Harry Potter itu kedalam tasnya kembali. “Ah, aku benar-benar lapar. Apa Sunbae mau ikut denganku, ke kafe yang akan mengenyangkan perut?” Ucapnya menawarkan padaku. Dengan cepat aku bangit dari dudukku dan membantu Jaekyung berdiri.

“Ayo pergi!” Aku menarik pergelangan tangannya. Entah kenapa menjadi seperti ini. entahlah aku sendiri tak tahu.

Jaekyung yang ku perlaku seperti ini hanya diam saja, melainkan ia mendekatkan dirinya pada diriku. Biarlah, aku memperlakukannya seperti ini. bukankah aku harus seperti ini pada calon istriku? Yah, calon istriku jika ia akan hamil. Mengingat aku melakukan dengannya saat malam panjang itu.

Kalau ia tak hamil, yah aku bersyukur sekali bukan? Yah semoga saja ia tak hamil. Aku sangat berharap sekali ia tak hamil.

“Hei, memang dimana kafenya?” Tanyaku mengingat ia belum mengatakan lokasi kafenya dimana. “Apa kita perlu kendaraan?” Tanyaku lagi, ia menggelengkan kepalanya.

“Hanya berjarak lima ratus meter dari sini.” Ucapnya sambil membenarkan letak Dressnya yang sedikit kusut dan rambutnya yang kuacak-acak tadi. Oh, dia dalam keadaan dalam apapun ia akan selalu cantik dimataku. Oh, Lee Donghae kau memuji seorang gadis lain dan kau sendiri sudah mempunya seorang kekasih.

Tapi mau bagaimana lagi? Jaekyung memakai Dress dan itu pertama kalinya aku melihatnya yang benar-benar sangat mempesona. Atau hanya aku sendiri yang tak pernah melihatnya yang berpenampilan seperti itu. Yah, memang aku tak begitu memperhatikan gadis-gadis yang ada di kampusku ini, lagi pula apa untungnya aku memperhatikan penampilan gadis disini.

Tapi untuk yang satu ini aku sebenarnya sedikit menyesal juga tak memperhatikannya dan tak tahu tentangnya. Dan oh apa yang kau bilang tadi Lee Donghae? Memperhatikannya? Yang benar saja,dia bukan kekasih atau temannya bukan? Kenapa seperti ini. benar-benar sangat membingungkan sekali.

Ku lihat Jaekyung menghentikan langkahnya menungguku agar aku berjalan beriringan dengannya. Dengan langkah yang sedikit lebar aku mendekati Jaekyung dan setelah disampingnya kami berdua berjalan beriringan menuju kearah kafe yang akan kami kunjungi.

Setelah menempuh waktu selama kurang lebih dari dua belas menit akhirnya kami sampai di kafe yang kami tuju. Kami berdua masuk kedalam kafe tersebut dan mencari tempat yang masih kosong, karna kafe ini sedikit di penuhi oleh banyak pasangan. Tanganku merasakan kalau Jaekyung menarikku, setelah menarikku akhirnya ia duduk dan aku sendiri mengikuti ia duduk.

Jaekyung dengan cepat membuka menu yang sudah ada diatas meja. Aku sendiri sibuk dengan ponselku yang sedari tadi berbunyi, “Sunbae? Kenapa tak mengangkatany?” Tanya Jaekyung padaku, mungkin ia merasa bising karna ponselku berbunyi.

Aku akan mengangkatnya jika bukan dari Hae Bin, entah akhir-akhir ini aku begitu tak suka dengan sifatnya yang sedikit manja. Aku sangat yakin sekali jika Hae Bin menelponku, ia hanya akan memanfaatkanku saja. Ia pasti akan mengajakku menemaninya berbelanja di department store yang sangat terkenal di korea, dan itu semua aku yang membayarnya.

Hei, jangan anggap aku ini laki-laki pelit. Aku tak pelit hanya saja aku tak begitu menyukai seorang gadis yang hanya bisa menghambur-hamburkan uang untuk kepentingan yang menurutku tak ada nilai positifnya. Oh, Lee Donghae tanpa sadar kau sendiri sedang menjelek-jelekan kekasihmu.

Ku matikan saja ponselnya, malas sekali kalau sudah seperti ini. ku letakan ponselku yang sudah mati keatas meja, dengan segera juga aku mengambil buku menu yang ada diatas mejaku. “Cepatlah Sunbae, kau ingin memasan apa? Pelayan ini sudah menunggumu kuarang lebih tiga menit!” Ku tolehkan wajahku, mendapatkan Jaekyung yang hanya bisa merengut sebal. Aku tersenyum padanya.

Ku tutup buku menu yang ada ditangaku tadi dan segera meletakan keatas meja kembali, “Sepertinya aku akan memesan apa yang ia pesan!” Ucapku sambil menunjuk kearah Jaekyung.

“Baik, saya permisi sebentar!” Ucapnya sambil membungkan badannya.

Setelah pelayan itu pergi kami berdua diliputi oleh kesunyian, aku bingug untuk membuka topik pembicaraan apa untukknya. Ku lihat ia menghembuskan nafasnya pelan saat ia menatap ponselnya, dengan cepat ia melepas bateray ponsel sekaligus card ponselnya. Aku hanya bisa memandangannya dengan pandangan bingungku saja.

“Kau kenapa?” Tanyaku padanya, ia hanya bisa menggelangkan kepalanya lesu. “Kau yakin tak apa?” Tanyaku masih tetap kukuh.

“Gwenchana Sunbae. Ah, itu makanannya datang! Aku benar-benar sangat lapar sekali!” Ucapnya yang dibut girang. Hah! Aku yakin sekali kalau gadis yang ada didepanku ini sedang mempunyai masalah.

Setelah hidangan tertata rapi dihadapan kami dengan perlahan kami menyuapkan satu persatu kedalam mulut kami. Sepuluh menit dalam keheningan karna kami sedang makan. Makan sambil bicara itu sedikit tak sopan bukan? Tapi aku sering sekali saat sedang makan sambil berbicar, itu hanya dengan teman-temanku.

Ku usap mulutku yang sedikit belepotan akibat terciprat kuah atau apa saja yang masih tertinggal di bibirku. Ku lihat Jaekyung juga melakukan hal yang sama denganku. “Kau kekampus membawa kendaraan atau apa?”

“Aku, bisanya aku menaiki bus atau kadang aku selalu dijemput. Aku begitu malas untuk membawa mobil pribadi!” Ucapnya, kemudian ia meminum air putih yang masih tersisa setengah digelasnya.

“Tunggulah aku disini, aku akan mengambil mobilku terlebih dahulu!” Ucapku pada Jaekyung, ia sendiri menganggukan kepalanya. Sebelum aku pergi meninggalkannya aku tersnyum padanya. Dan ia membalas senyumanku.

Langkahku begitu ringan karna aku tak membawa tasku yang benar-benar bebannya sangat berat. Aku tak ingin pundakku sakit hanya karna tas yang di isi dengan beberapa buku-buku tebal yang beberapa hari ku pinjam dari perpustakaan kampus, hanya untuk mengerjakan soal yang membuat rambut yang ada dikepalaku hampir terbakar karna asap yang mengepul dari kepalaku.

Oh, lupakan tentang asap yang keluar dari dalam kepalaku, karna itu benar-benar tak penting untuk dibicaraka bukan? Aku melangkah kan kakiku dengan langkah lebar. Lebih cepat lebih baik bukan?

Setelah sampai di area parkiran di kampusku, dengan segera aku menuju mobil yang berwarna putih. Setelah sampai dan aku sudah masuk kedalamnya aku segera menekan tombol ‘Start’ yang ada dimobil ini. dengan kecepatan sedang aku mengendarai mobilku menuju kearah kafe yang baru saja aku kunjungi bersama dengan Jaekyung.

Setelah sampai di depan kafe, aku segera masuk kedalamnya dan kulihat Jaekyung langsung berdiri membawa tasku dan tasnya sendiri. Setelah sampai di hadapanku, dengan cepat ku ambil tasku yang ada diganggaman tangannya. Kami berdua keluar dari dalam kafe berjalan menuju kearah mobil yang aku parkirkan didepan kafe.

Setelah membuka pintu mobil dan duduk di bangku masing-masing, dengan segera kami memasang seatbelt dan aku sendiri langsung menhidupkan mobilku. Setelah mobilku bergerak ku tolehkan kearah sampingku, melihat Jaekyung yang sedang menundukan kepalanya. Dia ini kenapa aneh seperti itu?

“Kau kenapa?” Tanyaku kembalu seperti saat makan di kafe tadi. Ia kembali menggelngkan kepalanya saja. Sepertinya ia butuh sendiri. Jadi aku tak akan mengganggunya yang sedang sedih seperti itu. “Kau butuh sendiri jadi aku tak akan mengganggumu!”

Ku dengar ia menghembuskan nafasnya pelan, “Ah, aku lupa menannyakannya, alamat rumahmu?” Tanyaku padanya.

“Apartmentku saja!” Ucapnya lemah, aku memutar bola mataku. Bagaimana aku tahu dimana apartmentnya kalau ia tak memberi tahukanku alamatnya? Dia ini kadang menyebalkan juga.

“Kau mau melucu? Aku tak tahu alamat apartmentmu!” Ia menoleh kearahku dan tersenyum lebar, aku hanya bisa menatapnya dengan pandangan kesalku.

Ia mengangguk-anggukan kepalanya pelan, “Mian… di daerah Daechi-dong, Gangnam,” Ucapnya. Aku hanya mengangguk pelan, dan aku segera membanting setir kekanan karna tadi bukan tujuan kami.

Setelah menempuh hampir setengah jama akhirnya kami sampai didepan gedung apartment milik Jaekyung. Sebelum keluar ia tersnyum padaku dan mengatakan terima kasih karna sudah mengantarkannya sampai didepan gedung apartmentnya. Aku hanya bisa mengangguk-anggukan kepalaku pelan. Ia sudah melangkah menjahui mobilku, aku sendiri masih belum pergi. Masih menatap Jaekyung yang berjalan menuju kedalam gedungnya.

Setelah ia masuk kedalam gedung apartmentnya, dengan segera aku mengambil tas yang ada dibelakang dengan cepat pula ku ambil ponselku dan sesegera mungkin aku mengaktifkan kembali ponselku. Dengan keyakinan penuh pasti ponselku akan tersu berbunyi karna akan banyak sekali pesan masuk dari Hae Bin. Oh, aku benar-benar sangat malas untuk berurusan dengannya hari ini..

Dan great! Benar bukan apa yang baru aku katakana tadi? Ponselku berbunyi nyaring, banyak sekali pesan masuk dari Hae Bin dengan isi pesan yang sama; ‘Donghae~ kemana kau ini? aku menunggumu di kafe langganan kita. Aku menghubungimu tapi kenapa kau malah menonaktifkan ponselmu? Aku benar-benar ingin berbelanja hari ini’ aku hanya bisa mendengus kesal membaca isi pesannya.

Dengan cepat aku menjalankan mobilku, meninggalkan gedung apartment Jaelyung dan pulang keapartmentku sendiri. Hari ini benar-benar sangat melelahkan sekali. Oh, aku butuh berendam di bathtub dengan air yang hangat, di campur dengan aroma terapi yang akan menyegarkan tubuhku kembali seperti semula.

Huh! Aku menghembuskan nafasku pelan. Entah kenapa hari ini aku begitu lelah, padahal hari ini hanya ada jadwal dua mata pelajaran, bukan lima mata pelajaran. Tapu dua mata pelajaran itu benar-benar menghabiskan waktu berjam-jam didalam kelas dan itu membuatku sediki bosan.

Yah bosan. Dan aku ingin segera sampai didalam apartmentku lebih cepat!

 

 

 

 

=====TO BE CONTINUED====

 

Hoahhhh~ itu endingnya apa banget. Aku bingung buat nyari endingnya yah. Jangan protes deh yahhh hohoohohoh

Sori kalau aku telat publis ffnya, di karnakan aku lagi UAS, dan malas sekali berdekatan dengan nama KEYBOARD. Mood ga dukung, entah kenapa. Aku juga bingung.

Sorry for TYPO! Aku males buat editnya hohohohohoho udah segitu aja yang aku sampein~ hohohoh byeeeeee

 

 

 

 

 

11 thoughts on “Bartender -3-

  1. hahaha pengen ketawa pass baca part hyuk kepedean klo jae lgi ngelihat dia…wkwkwkw #poor hyuk
    pnasaran ma perasaan nya donghae tu gmna seh ma jae kdang dy suka eh tpi kdang jga ngak,..tpi q berharapnya donghae cpet nyatain cinta ma jae..hehehe
    ayog thor part selanjutnya dbuat adegan cemburu cemburuan antaara donghae, jae ma pcar donghae,..pzti seru tuh..hehehe
    di tunggu part selanjutnya…^^

  2. bingung komen apa… si hyuk lucu narsis bgt blng dy tampan… gg ngebayangin klw hyuk tw hub haekyung…kekee…

  3. kyaaa … Uri epil nungul *Heri*
    penasaran bgt sbenernya mslh apa yg Jaekyung hadapi???
    suka bgt dh klo Jae-Hae moment….
    oh ternyata pacar Jae itu sunggyu…untung bkn s epil *aman2*
    penasaran sm lanjutannya…cpt d lanjut thor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s