Donghae Side: PERVERTING -6-

https://i0.wp.com/sphotos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/3735_303555509760520_11237337_n.jpg
AUTHOR: VYEJUNGMIN~
Music: INFINITE (인피니트) – PARADISE (파라다이스)

DONGHAE’S POV

Ku tundukan kepalaku saat Jaekyung melihatku terus menerus. Jujur saja aku begitu takut dengan tatapan tajamnya itu. Setengah jam kami ada didalam kafe ini, satu katapun tak ada yang krluar dari mulutku. Aku takut karna aku merasa bersalah dengan Jaekyung selama ini.

Hembusan nafasku sangat berat sekali, gugup melandaku sekarang, aku takut kalau nanti Jaekyung menampar atau menjambakku. Dia kalau sudah marah aku yakin ia tak akan bisa menahan emosinya. Tapi aku memang pantas di perlakukan seperti itu, yah kalian tahu sendiri bagaimana sikapku padanya selama ini. tapi jujur aku sekarang menyadarinya.

Menyadari semua yang aku lakukan selama ini, jadi bagaimana? Apa aku masih pantas untuk dimaafkan? Aku berharap seperti itu, masih bisa di maafkan olehnya. Tapi aku tak yakin kalau dia akan memaafkanku sekarang ini, ia pasti akan membenciku terlebih dahulu atau dia memang akan membenciku untuk selamanya. Tapi aku benar-benar tak ingin ia membanciku.

Gugup masih melanda pada diriku. Duduk didepannya seperti orang yang akan melakukan intorgasi karna mencuri sebuah berlian yang sangat mahal atau apapun. Dia menatapku dengan tatapan tajam yang selama ini kuhindari. Oh, jujur saja aku tak begitu menyukain tatapan tajamnya yah walaupun matanya itu akan membesar dan itu membuat matanya indah. Tapi tetap saja aku tak menyukainya.

Ku dengar ia menghembuskan nafasnya dengan kasar, ia mungkin sudah bosan karna aku tak kunjung mengluarkan satu kata pun. Ia mengambil tas yang ada di atas meja dan segera bergegas pergi dari hadapanku. Dengan sigap aku memegang pergelangan tanganya, dan kembali ia menghembuskan nafasnya dengan kasar. Oh, aku berharap ia tak akan marah besar kali ini.

“Sebenarnya apa yang ingin kau katakana Lee Donghae?” Ucapnya dengan nada malasnya, ku tuntun ia agar ia kembali duduk. Dan ia menurut, ia kembali duduk dikursi yang ia duduki tadi.

Pelan-pelan ku hembuskan nafas. Aku yakin dia pasti akan memaafkanku. Yah aku pasti yakin. Maka dari itu aku harus segera dengan cepat mengatakan, menjelaskan perlakuanku selama ini pada Jaekyung dan menjelaskan kronologis bagaimana bisa sifatku sampai berubah drastis seperti ini.

“Kau mau mendengar penjelasakanku?” Tanyaku penuh harap padanya, aku menatap tepat di kedua manik matanya. Dan ia memandangku dengan tatapan malasnya. Oh, dia ini benar-benar sangat menyebalkan disaat seperti ini.

“Kau menyeretku kesini, dan kau masih mengatakan kalau aku mau mendengarkan penjelasan darimu? Oh. Kau memang bisa bercanda!”

“Aku serius Je~”

“Oh, kuharap kau tak memanggilku dengan panggilan menjijikan itu, Lee Donghae! Aku bukan Je yang kau maksud itu!” Aku memandanganya dengan tatapan tak percayaku. Dia benar-benar sudah berubah sampai seratus delapan puluh derajat.

Benar-benar sudah berubah, dia bukan lagi Han Jaekyung yang polos, penurut, dan segala sifat dia yang benar-benar membuatku sangat menyukainya. Apa dia benar-benar Han Jaelyung? Wanita yang pertama kali membuatku tergila-gila? Tapi saat ini ia bukan Han Jaekyung saat pertama kali aku kenal.

Ku tatap dia dengan tatapan tak percayaku, dan ia memandangku dengan seringaian yang baru kali ini aku lihat sekarang. Yah dia memang sudah benar-benar berubah sekarang. Aku berharap ia akan merubah sifatnya kembali seperti Jaekyung yang pertama kali aku kenal bukan Jaekyung saat ini.

“Kau kaget dengan perubahan sikapku ini?” Tanyanya seperti ia membaca pikiranku. Ku anggukan kepalaku pelan. Ahaha aku hanya bisa tertawa dalam hati, bisa-bisanya seorang Lee Donghae Casanova, bad boy bisa takut dengan satu wanita yang ada didepanku ini. aku memang sedikit tunduk pada wanita yang ada dihadapanku, entah aku juga tak tahu.

Ia menatapku bagaikan korban yang akan dimusnahkan didunia ini. oh, Tuhan kenapa wanita dihadapanku menjadi seperti ini? aku berharap ia berubah menjadi Han Jaekyung seperti dulu. Ku beranikan menatap tepat dimanik matanya dan ia juga menatap tepat dimanik mataku. Kembali kutundukan kepalaku. Aish! Lee Donghae kenapa kau menjadi pengecut seperti ini. ku tarik pergelangan tanganya, dan ia mencoba menolak pergelanganya yang kupegang sekarang. Lihat, bahkan ia menolak untuk kupegang seperti ini.

“Kau ini lama sekali! Apa yang ingin kau katakana?” Ia menatapku dengan tak sabar. Baiklah sebisa mungkin aku akan mengatakanya dengan cepat, mengaku semua yang telah terjadi selama ini.

“Jaekyung~a!!” Ku panggil namanya dengan sangat lembut. Aku begitu suka ketika bibirku mengucap namanya. Aku benar-benar sangat menyukai sekali.

Ia berdeham kecil, “Maafkan aku. Selama ini sifatku benar-benar sangat menyebalkan sekali bukan?” Ia menyeringai. Kuyakin ia akan sangat puas sekali mendengar pengakuanku ini.

“Kau baru menyadari sifatmu yang benar-benar sangat menyabalkan ini? huh?” Ia sedikit mengejek dalam kata-katanya. Huh! Kau juga sama Jaekyung~a kau benar-benar menyebalkan sekarang!

“Dengarkan dulu Je~” Ku tautkan jari-jariku dengan jari-jarinya. Ini lah yang membuatku senang dengan dirinya. Kalau sudah menautkan jari-jari kami, ia pasti akan luluh seperti ini. ia akan diam saat aku berbicara, tak akan menyela pembicaraanku atau apapun.

“Kau heran dengan perbuhan sikapku selama ini bukan? Maaf, aku memang seperti itu sejak dua tahun yang lalu. Maaf karna aku benar-benar bukan bermaksud untuk melampiaskan kemarahanku padamu!” Aku menghentikan ucapanku sebentar. Ia memandangku dengan tak percaya aku yakin ia sedang berfikir dengan ucapan ‘Melampisakan’ yang keluar dari mulutku ini. ia tadi sempat membuka mulutnya, tapi tak lama ia langsung mengantupkan mulutnya rapat-rapat. Mungkin mendengarkan langsung dari mulutku akan l;ebih jelas daripada harus memotong ucapanku seperti yang ia lakukan tadi.

“Yah, aku tak pernah mengatakan kalau aku ini pernah mempunyai seorang tunangan bukan? Karna aku memang dulu tak pernah ada niatan untuk memberitahumu tentang statusku dulu. Aku juga waktu itu masi terbawa oleh emosiku karna tunanganku berselingkuh dibelakangku. Karna posisimu saat itu teman baikku, dengan sengaja aku menjadikanmu sebagai pelampiasan kekesalanku terhadap tunanganku..

Ku hentikan ucapanku. Menarik nafas lebih dalam lagi. Wajah Jaekyung sudah benar-benar sangat memerah, hampir senada dengan warna rabutnya sekarang yang berwarna sedikit kemerahan. Ia menetapaku dengan tatapan datarnya. Kembali ku hembuskan nafas, dengan sangat yakin Jaekyung tak akan memaafkanku secepat mungkin, atau dia tak akan memaafkanku seumur hidupnya. Aku mohon, berharap dia benar-benar memaafkanku.

Ku buka mulutku untuk menggutarakan semuanya pada Jaekyung, “Yah, melampiaskan kekesalanku. Dengan cara menciumu dan bahkan aku akan menidurimu tapi aku senang sekali saat kau menolak semua paksaanku selama ini jika aku akan menidurimu…”

Ia membuka mulutnya, “Yah, aku bukan wanita murahan yang banyak diluar sana!” Nada bicarnya benar-benar sangat dingin dan tanpa eksprei diwajahnya.

“Maka dari itu aku minta maaf padamu. Setiap kali kita hanya berdua, telingaku seperti dibisikan oleh iblis yang menyuruhku untuk menidurimu. Aku tak pernah dalam keadaan sadar jika kita sudah benar-benar berdua, atau kulit kita bersentuhan saat kita duduk disofa yang ada di apartmentmu atau apartmentku.” Ucapku Jujur padanya. Ia hanya menatapku dengan mata besarnya. Kau tak percaya bukan? Tapi itu memang yang aku rasakan jika aku sudah beduaan denganya.

“Oh, kau benar-benar gila Lee Donghae!” Ia menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya. Tapi itu memang kenyataanya.

“Aku tak Gila Je~ itu semua kenyataan. Oke, kita kembali ketopik sebelumnya. Ia berselingku, dan ia masih berstatus bertunangan dengaku saat itu, ia berciuman didepan umum dan itu benar-benar sangat membuatku muak melihatnya. Saat itu juga aku langsung memutuskan pertungan kami. Ia tak mau memutuskan pertungan tapi aku tetap kekuh dengan ucapanku. Saat itu juga bukankah aku bertemu denganmu dan aku langsung menciumu seperti kesetanan?” Ucapku panjang lebar. Mengingat dulu aku menciumnya dengan sangat ganas membuat pipinya sedikit merah merona, dan untuk sdiriku sendiri aku sedikit sengang untuk mengingatnya.

“Lanjutkan Lee Donghae!” Aku tersenyum, ternyata ia mendengarkan ceritaku. Hah! Pasti lah ia mendengar ceritaku, karna aku menautkan jari-jariku padanya. Ia dulu mengatakan padaku kalau ia sangat menyukai jika jari-jari kami saling bertautan seperti yang aku lakukan. Dan ia mengatakan jika ia benar-benar sangat senang.

“Dan saat itu aku merasa gila saat benar-benar memutuskan pertunanganku denganya. Saat itu aku masih mencintainya…” Ku hentikan ucapanku saat ia mendenguskan nafasnya. Dalam hati aku tertawa, ia seperti cemburu. Yah, pasti dia cemburu karna aku sudah sangat tahu kalau Jaekyung mencintaiku.

“Dengarkan ceritaku sampai selesai dulu.. hmmm~ Tapi tak lama kemudian rasa cintaku padanya seketika memudar. Aku tak mencintainya lagi, dan saat aku benar-benar tak mencintainya sifatku mulai berubah. Menjalin kasih dengan banyak wanita, dan menggantungkan hubunganku denganmu. Tak ada hubungan yang jelas, tapi dengan seenaknya aku malah tinggal satu apartment denganmu. Maaf aku baru menyadarinya beberapa hari yang lalu..” Ucapku mengakui semuanya. Sedikit demi sedikit bebanku selama beberapa hari ini sedikit mengurang karna aku sudah hampir mengatakan semua padanya.

Ia menundukan kepalanya. Aku sedikit kaget saat ia seperti itu, kenapa dia? Bukankah tadi ia menatapku dengan tatapan tajam nan dinginya padaku? Tapi kenapa dengan sangat tiba-tiba ia menundukan kepalanya seperti itu? “Apa aku menyakitimu?” Tanyaku polos padanya. Dengan sangat cepat aku langsung menutup mulutku rapat-rapat. Kenapa disaat seperti ini aku malah melontarkan pertanyaan yang jelas-jelas sudah tahu jawabanya? Bodoh sekali dirimu ini Lee Donghae.

Ia mendongakan wajahnya, dengan kedua mata yang sedikit memerah. Dengan sangat yakin kalau Jaekyung saat ini sedang menahan air matanya agar tak jatuh. Aku berharap Jaekyung tak akan menangis. Tapi permohonanku ternyata tak terkabulkan. Kedua mata indahnya mengluarkan air yang sangat berharga. Dan bertambahlah rasa bersalahku padanya.

“Kau… Kau!!” Ucapnya tak sanggup. Ku usap air matanya yang kini bertambah banyak keluar dari kedua matanya. Maafkan aku selama ini Jaekyung~a aku benar-benar tak ada niatan menyakitimu selama ini.

“Je~ Uljima~” Ku usap lembut air matanya yang mengalir di kedua pipinya ini. aku ini benar-benar sangat bodoh sekali bukan? Mataku selama ini selalu tertutup oleh kekesalanku terhadap mantan tunanganku. Dan mataku tertutup selama dua tahun belakangan ini. padahal selama dua tahun Jaekyung selalu ada disisiku.

Aku menyakitinya yang benar-benar sangat sabar dengan segala sikapku selama ini. betapa berharganya dia dalam hidupku selama ini. aku bodoh, menyia-nyiakan wanita yang dengan sabar menanggapi segala tingkah lakuku. Dan ini lah akhir dari semua kesabaran dia. Aku berfikir apakah aku masih bisa dimaafkan olehnya? Dan apakah aku masih bisa diterima disisinya? Sepertinya itu tak mungkin, ia pasti akan meninggalkanku seperti aku meninggalnya setiap waktu.

Ia masih menundukan kepalanya. Aku menerima semua keputusanya. Aku memang berharap ia akan memaafkanku, tapi itu tak mungkin bukan? Dan yang aku yakini ia akan membenciku seumur hidupnya. Meninggalkanku, melupakanku selamanya. Dan itu aku benar-benar tak ingin terjadi.

Ku genggam erat kedua tanganya, ia mendongakan wajahnya menatap dalam kedua manik mataku. “Maaf Donghae~a aku ingin sendiri dulu..” Ucapnya sambil berusaha melepaskan genggaman tanganku padanya.

“Tapi, aku belum selesai mengucapkan semuanya!” Aku kembali menarik tanganya yang hampir mengabil tasnya yang ada diatas meja. Ia mendongakan wajahnya keatas, menutup matanya sebentar dan kembali ia buka. Sekali lagi, aku menyakiti hatinya.

“Tapi sepertinya itu tak perlu kau jelaskan lebih rinci lagi Lee Donghae! Aku harus segera cepat pulang!” Ucapnya kembali memaksa genggaman tangan kami terlepas. Aku masih kekuh, menggenggam erat kedua tanganya. Aku tak mau ia meninggalkanku seperti aku meninggalkannya. Kalian berfikir aku ini Egois? Memang untuk saat ini, ah tidak-tidak aku memang egois selama ini padanya.

“Han Jaekyung?” Ku dongakan saat suara lain mengintrupsi kegiatan kami berdua. Siapa laki-laki yang ada disamping Jaekyung dan tadi dia memanggil nama Jaekyung seperti seorang kekasih.

Ku lihat Jaekyung juga menoleh dan mendongakan wajahnya. Matanya sedikit melotot saat melihat laki-laki yang ada disampingnya. Dengan tak sopan laki-laki itu tiba-tiba saja memeluk tubuh Jaekyung. Hei, apa-apaan ini? kenapa laki-laki asing ini memeluknya. Dengan cepat aku memisahkan laki-laki yang sedang memeluk wanitaku.

Pelukan terlepas, laki-laki itu menatapku horror. Dan aku membalasnya dengan tatapan dinginku saat ini. jaekyung masih saja melongo menatap wajah laki-laki yang memeluk dirinya. Entah apa yang sampai Jaekyung menatap laki-laki yang ada disampingnya dengan tatapan mengagumi. Cih, laki-laki yang ada disamping Jaekyung tak ada apa-apanya denganku. Aku masih sangat tampan dari pada laki-laki ini.

“Eunkwang? Seo Eunkwang?” Ucap Jaekyung tiba-tiba. Ku alihkan pandanganku yang tadi hanya menatap laki-laki yang ada disamping Jaekyung dan beralih kearah Jaekyung. Kulihat matanya sedikit berkaca-kaca. Oh, aku lupa dia memang sedari tadi berkaca-kaca karna tadi ia menangis karnaku.

Mataku hampir keluar saat tiba-tiba saja Jaekyung berdiri dan langsung memeluk tubuh laki-laki itu dengan sangat erat. Laki-laki yang bernama Seo Eunkwang itu langsung membalas pelukan Jaekyung yang sangat erat itu. Astaga! Kenapa Jaekyung bisa seperti itu? Aku sendiri langsung berdiri memisahkan mereka berdua. Melihat mereka seperti itu membuat hatiku panas.

Jaekyung menatapku seperti awal aku mengajaknya ke kedai. Dengan mata yang melotot menatapku dengan tatapan tajamnya. Ku tatap dia dengan tatapan datarku. Aku tak suka ia seperti itu. Sudah aku bilang tadi bukan? Bahwa aku tak suka, membuat hatiku panas.

“Jaekyung~a!!” Panggilku padanya. Ia sudah duduk kembali seperti semula. Laki-laki yang bernama Eunkwang pun mengikuti apa yang Jaekyung lakukan tadi. Duduk. Duduk di samping Jaekyung. Sialan sekali laki-laki ini. tsk!

“Oppa~ kapan kau kembali dari Inggris?” Aku menoleh kearah Jaekyung saat ia memanggil laki-laki asing dengan panggilan Oppa. Tsk! Bahkan dia tak pernah memanggilku dengan sebutan Oppa. Dia selalu memanggilku hanya dengan nama.

Donghae. Atau Lee Donghae. Dia sangat menyebalakan sekali bukan? Pernah kutanya padanya kenapa dia tak mau memanggilku dengan sebutan Oppa. Dan jawabanya benar-benar membuatku ingin melemparnya ke lautan pasifik, ia mengatakan karna lidahnya selalu terkilir saat memanggilku dengan Oppa. Alasan yang sangat tak logis sekali bukan. Dan masih alasan lainya, seperti kami dalam satu angkatan padahal kami berbeda umur kami tiga tahun. Jadi dia harusnya memanggilku dengan sebutan Oppa bukan?

Masih kutatap mereka berdua yang ada dihadapanku. Mereka mengobrol dengan sangat asik dan sangat akrab. Air mata yang tadi masih ada dipelupuk matanya kini sudah hilang entah kemana. oh, aku benar-benar sangat benci di situasi seperti ini.

Ku ambil cangkir yang berisikan coklat hangat, menyesapnya dengan perlahan. Oh, bahkan coklat yang aku minum sudah menjadi dingin tak sehangat saat kupesan tadi. Ku letakan kembali cangkir yang ada ditanganku kepada tempat yang semula.

Kembali hatiku bergejolak panas saat melihat tangan mereka berdua saling bertautan. Kenapa aku tak melihatnya tadi. Kuharap laki-laki yang sedang mengobrol dengan Jaekyung segera enyah dari hadapanku. Aku tak begtu menyukainya, ia tiba-tiba saja datang memeluk Jaekyung, oh tidak-tidak kalau memeluk itu bukan laki-laki itu melainkan Jaekyung yang langsung memeluknya.

Aku hanya diam melihat mereka sontak tertawa, hatiku memang sakit tapi kalau difikir-fikir lagi mereka hanya melakukan kontak fisik hanya berpelukan tadi dan sekarang hanya menautkan tangan mereka, mungkin mereka takut kalau tiba-tiba saja kembali terpisah. Tapi itu yang aku harapakan sekarang.

Ku ketuk-ketukan jariku kemeja menimbulkan suara bising. Kenapa situasi menjadi sangat menyebalkan sekali? Aku mengajak Jaekyung kerestoran untuk menjelaskan semua kesalahanku pada Jaekyung selama beberapa tahun kebalang, tapi kini Jaekyung terlihat sangat bahagia saat ada laki-laki yang tiba-tiba saja datang tanpa diundang.

Aku masih sibuk mengetuk-ngetukan jariku pada meja. Jaekyung menoleh kearahku mungkin ia merasa risih karena aku dengan sangat menyebalakanya terus saja melakukan kegiatan seperti itu. Tiba-tiba saja tangan Jaekyung menggenggam tangan kananku, menatapku dengan tatapan datarnya.

Kurasakan genggaman tanganya pada tanganku begitu sangat tulus. Ku balas tatapanya itu tepat kemanik matanya. Tak lama ia pun mengalihkan tatapannya pada laki-laki yang mengajaknya mengobrol sampai-sampai melupakanku. Tapi tanganya masih tetap memegang tangan sebelah kananku. Dalam hati aku begitu senang dengan genggaman tangannya.

Kalau boleh jujur hatiku akan sangat tenang saat tangan Jaekyung menggenggam tanganku, saat mengelus puncak kepalaku, mengelus kedua pipiku dengan tangan lembutnya. Aku sangat menyukainya yang melakukan seperti itu. Dan aku begitu merindukan apa yang ia memperlakukanku seperti dulu, saat kami tak mempunyai masalah besar yang sekarang sudah terjadi.

Aku masih diam saja, mendengar apa yang mereka bicarakan. Ku biarkan saja karna saat pertama Jaekyung tadi mengatakan kalau laki-laki in baru dari Inggris dan aku menangkap suara rinduan Jaekyung pada laki-laki yang ada didepannya.

Aku baru sadar, karna Jaekyung tak pernah mengatakan kalau ia dekat dengan laki-laki yang ada dihadapannya. Aku hanya tahu kalau Jaekyung pernah menyukai si Tiang Listrik bernama Shim Changmin. Aku juga mengetahuinya saat melihat Jaekyung yang sedang makan berdua dengan Shim Changmin disalah satu restoran yang sangat terkenal. Aku juga tahu saat aku tak sengaja Melintasi restoran tersebut.

Aku bisa langsung mengenalnya, karna ia duduk disamping jendela jadi aku mengetahuinya sekali. Tapi setiap kali aku bertanya padanya bahwa ia menyukai Changmin atau tidak ia selalu menjabnya dengan gelengan kepalanya atau ia akan berteriak didepan wajahku dan kemudian ia tak mengakui hubungan dengan Changmin.

Tapi aku begitu tahu sekali kalau Changmin tak akan menyerah begitu saja untuk mendapatkan cinta dari Jaekyung. Aku juga selalu menjaga jarak antara Jaekyung Changmin bahkan untuk bertemu dijalan pun aku tak mau Jaekyung bertemu dengan Changmin. Aku tak menyukainya.

Kembali pada laki-laki yang ada disampingku. Ia berpura-pura tak tahu aku ada disampingnya atau ia tak menganggapku ada disampingnya. Serasa dunia milik kalian berdua? Dengan tak sabar aku menarik tangan Jaekyung, membawanya keluar dari restoran memasuki mobilku dan aku langsung membawanya kerumahku yang masih ada Eomma.

Tangan Jaekyung meronta-ronta ingin dilepas, dengan kuat aku menggenggam pergelangan tanganya. Ku hentikan langkahku untuk menatap Jaekyung dengan tajam ia menundukan kepalanya. Ia pasti akan sangat tahu jika aku sudah marah aku pasti akan benar-benar menghancurkan apa yang ada didepan mataku. Ku lirik sebentar kearah meja tadi yang kami tempati masih ada si laki-laki menyebalkan itu. Ia hanya menatapku dengan senyum mengejeknya. Aku hanya mendengus melihatnya, lebih baik aku segera berlalu pergi.

Aku ingin menjelaskannya dihadapan Eomma agar wanita yang ada disampingku percaya dengan semua ucapanku bukan semata-mata aku membuala atau aku membohonginya selama ini. aku akan merubah semua sikapku yang selama ini benar-benar selalu menyakiti hatimu. Aku akan merubahnya untuk dirimu Han Jaekyung.

Awal tadi aku mengendarai mobilku dengan sangat ugal-ugalan, kini ku perlembutkan laju mobilku. Ia tak menyukai jika kendaraan yang ia tumpangi melaju dengan kecepatan diatas rata-rata dan alasan lainya aku tak mau mati konyol hanya karna kecelakaan karna aku sendiri belum sepenuhnya mahir mengendarai mobil.

Ku dengar Jaekyung menghela nafanya pelan. Aku tahu Jaekyung benar-benar lelah seharian ini tapi maaf-maaf saja hari ini aku tak akan perduli dengan semuanya. Kalian berfikir bahwa aku ini egois? Tentu saja aku egois diatas Han Jaekyung, wanita yang aku mencintai aku baru menyadarinya beberapa hari ini. maaf.

Ku tolehkan kepalaku kesamping kiriku, ia sedang menatap pemandangan yang ada diluar sana. kami masih saja diam tak ada yang membuka suara. Setelah melihat kejadian tadi aku malas untuk membuka suara atau aku mencoba menjelaskan apa yang selama ini terjadi. Biarkan saja ia tak tahu semuanya. Dia sudah merusak apa yang sudah akan aku katakana.

Ku lirik pergelangan tanganku yang terpasang sebuah jam tangan, sudah pukul empat sore. Oh aku baru menyadari ternyata kami sudah duduk hampir dua jam. Lama sekali. Hari ini aku begitu pengecut bukan? Entahlah untuk menjelaskan semua pada Jaekyung membutuhkan ekstra keberanian yang sangat banyak. Sudah aku katakana bukan? Kalau Jaekyung sudah marah ia akan menjelma seperti monster yang ada pada film-film yang sering ku tonton.

***

Ku hentikan laju mobilku saat sudah sampai didalam parkiran rumahku. Jaekyung menatapku dengan tatapan menuntut serta mata yang sedang mengatakan kenapa-kau-membawa-ku-kerumahmu. Yah seperti itu lah isyarat mata yang ia tunujkan padaku.

Aku keluar dari dalam mobilku, Jaekyung masih tetap setia duduk didalam mobil. Dengan sedikit malas aku menuju kearah pintu mobil sebelah. Membukanya pintu, melepaskan seatbelt, menarik Jaekyung keluar dari dalam mobil. Kembali ku genggam tanganya menarik paksa Jaekyung mengikuti langkahku untuk masuk kedalam rumahku.

Ku buka pintu rumahku dan langsung disambut bungkukan sopan oleh pelayan yang ada didalam rumah. Kubalas bungkukan mereka dengan anggukan kepalaku. Aku berhenti berjalan saat tiba-tiba saja Jaekyung menghentikan langkahnya, kubalikan tubuhku dan melihat Jaekyung yang sedang seperti menatap seseorang. Ku ikuti arah pandanganya. Ah, ternyata ia sedang menatap kearah Eomma yang sedang berdiri disamping tangga rumah kami.

Aku lupa, Eomma dan Jaekyung pernah bertemu satu kali tapi Eomma menyambut kehadiran Jaekyung dengan tatapan tak sukanya. Dan saat itu ia mengatakan padaku kalau Eomma tak menyukainya dan Jaekyung sendiri tak mau bertemu dengan Eomma. Tapi sepertinya hari ini dan seterusnya akan berbeda, Eomma sendiri sudah mengatakan padaku bahwa ia mematai-mataiku dengan Jaekyung berarti dengan secara tak langsung Eomma menyukai Jaekyung bukan?

Ku rasakan tubuh Jaekyung bergeser kebelakangku, mendekatkan tubuhnya padaku. Sepertinya ia masih takut dengan Eomma. Ku tarik kembali tangan Jaekyung untuk mendekati kearah Eomma, aku ingin mendekatkan mereka dan menjadi akrab layaknya seperti anak dan ibu atau lebih baiknya mendekatkan mantu dan mertua? Itu sangat bagus sekali bukan?

“Donghae~a Ini Jaekyung?” Tanya Eomma saat kami sudah berdiri dihadapannya. Aku menganggukkan kepalaku. “Aigoo! Padahal tak bertemu satu tahun bukan? Dia bertambah cantik?” Ucap Eomma dengan pandangan berseri-serinya. Ia mendekatkan dirinya dan langsung memeluk tubuh Jaekyung yang masih dibelakang tubuhku.

Ku lihat wajah Jaekyung yang menegang saat melihat Eomma dengan sengaja memeluknya. Dengan sedikit keberanian juga ia langsung membalas pelukan yang diberikan oleh Eomma. “Maaf yah, pertama kali bertemu aku tak menyambutmu dengan seulas senyuman. Waktu itu aku masih tak menyukai Donghae yang membawa teman wanita…” Kekeh ibuku sambil melepaskan pelukannya. Jaekyung sendiri menganggukan kepalanya dengan pelan.

“Ayo bantu Eomma memasak!! Kau pasti bisa memasak bukan?” Ucap ibuku sambil menarik pergelangan tangan Jaekung. Membawanya kearah dapur. Ku tinggalkan mereka berdua yang asik itu. Lebih baik aku segera mandi dan bergabung dengan mereka berdua didapur nanti.

Ku tapaki tangga rumahku untuk menuju kearah kamarku yang ada dilantai dua. Setelah sampai kubuka pintu kamarku dan langsung merebahkan tubuhku kekasurku yang sangat empuk. Tapi tak lama, aku kembali menegakan tubuhku, berjalan menuju kearah kamar mandiku, merendamkan tubuh sepertinya akan sangat menyegarkan bukan?

***

Aku berjalan menuju kearah dapur dirumahku. Aku masuk sudah mendapati kedua wanita yang sedang asik memasak. Eomma dan Jaekyung. Eomma sedang menata piring dimeja dan Jaekyung masih sibuk menumis. Aku sendiri masih berdiri disamping dispenser. Seulas senyum terukir diwajahku. Aku senang melihat kedua wanita itu menjadi akrab.

“Donghae~a? apa yang sedang kau lakukan disana?” Ucap Eomma menyadarkanku dari semua lamunanku tadi. Jaekyung yang masih disibukan memasak akhirnya ia menoleh kearahku, tapi itu tak lama ia segera memasak kembali.

Aku duduk di kursi yang ada dimeja makan ini. mengambil sedikit makanan yang sudah ada dihadapanku, dan aku segera memakanya. Belum sempat aku mengambil Kimbab yang ada dihapanku, piring yang berisikan Kimbab langsung diambil oleh tangan seseorang yang lain tak lain tangan ibuku.

“Tahanlah sebentar Lee Donghae! Kau ini masih saja seperti itu!” Ucap Eomma sambil meletakan kembali piring yang berisikan Kimbab dimeja. Aku hanya bisa merengut sebal saja melihat kelakuan ibuku.

Ku pangku daguku dengan tanganku, kembali melihat Jaekyung yang masih asik memasak. Dilihat dari cara dia memasak dia pantas menjadi seorang istriku. Hahaha aku ini menghayal yang tak mungkin, Jaekyung pasti memilih laki-laki yang lebih baik dari pada diriku ini, aku hanya bisa menyakiti hatinya saja tapi kalau dia menikah dengan laki-laki lain aku benar-benar tak akan merestuinya, atau aku bisa saja menculik dirinya saat pernikahannya. Itu ide yang sangat bagus bukan?

Mataku mengikuti langkah Jaekyung yang sedang berjalan kearahku dengan membawa sebuah mangkuk yang berisikan makanan. Setelah meletakannya ia duduk disebalahku, mengambil gelas yang sudah ada dimeja dengan cepat ia menuangkan air putih yang ada diteko langsung ia tuangkan kegelasnya. Dengan cepat pula ia langsung meminumnya.

“Haus sekali..” Ucapku pada Jaekyung yang menghabiskan minumannya dengan satu tegukan.

Ia menolehku, menatap wajaku dengan seringaian yang ia punya. Cih, menyebalkan sekali dia ini, “Oh, bahkan aku baru tahu kalau kau mempunyai seringaian seperti itu.” Ucapku mengejeknya. Ia menatapku dengan tatapan malasnya, aku sendiri tersenyum melihatnya.

Ku usap pelan keringat yang ada dikeningnya. Apa tadi Eomma memberika tugas yang sangat berat sampai-sampai Jaekyung berkeringat seperti ini? tapi sepertinya tidak.

“Hei, Young Brother~” Kutolehkan kepalaku kesamping saat mendengarkan suara yang sangat kukenal sekali. Dan aku mendapatkan Hyungku, Donghwa Hyung. Astaga aku tak tahu kalau dia ada dirumah. “Romantis sekali kalian ini!” Ucapnya sambil duduk disamping Jaekyung.

“Hai, Baby~” Sapa Donghwa Hyung pada Jaekyung sambil memeluk bahu Jaekyung. Aku hanya bisa melotot melihat kelakuan Donghwa Hyung yang seperti ini. ku pukul lengan Donghwa Hyung dengan keras dan akhirnya membuahkan hasil, ia langsung melepaskan lengannya yang tadi ada dibahu Jaekyung.

“Kasar sekali kau ini Lee Donghae. Hmm, apa ini Han Jaekyung yang sering diceritakan oleh Eomma?” Tanya Donghwa Hyung padaku, dan membuatku terkejut. Apa yang dia bilang tadi? Eomma menceritakan tentang Jaekyung pada Donghwa Hyung? Benar-benar sangat mengejutkan sekali bukan?

“Eomma menceritakan semuanya padamu Hyung?”

“Tentu saja, semua yang kau lakukan tak baik pada Jaekyung pun diceritakan oleh Eomma. Tsk! Lee Donghae kau benar-benar mesum sekali?” Aku hanya mendelik tak terima pada Donghwa Hyung. Dia mau merendahkanku dihadapan Jaekyung?

“Jaekyung~a kenapa kau mau saja dipermainkan oleh ikan amis ini?” Kulihat Jaekyung hanya tersenyum manis pada Donghwa Hyung, “Kau benar-benar manis, kalau aku jadi kau Jaekyung~a aku pasti akan meninggalkan laki-laki mesum disebelahmu ini.” Ucap Hyungku sambil terkiki. Aku hanya mendengus kesal saja, Jaekyung sendiri sedari tadi tak mengluarkan suara melainkan ia menanggapi ucapan Donghwa Hyung dengan anggukan kepalanya. Menyebalkan sekali bukan?

“Oh, Donghwa~a kau sudah pulang? Kau bilang kau besok baru pulang?” Ucap Eomma tiba-tiba, ku tolehkan kepalaku kebelakang mendapatkan Eomma dengan penampilan yang sangat cantik. Ah, tidak-tidak Eomma selalu cantik dengan penampilan apapun.

“Aku ingin segera bertemu dengan calon adik iparku Eomma~” Aku sontak menatap kearah Jaekyung dan Jaekyung juga menatap kearahku.

“Apa maksud kalian?” Tanyaku saat Eomma sudah duduk didepan kami. Donghwa Hyung bangkit berdiri dan bejalan menuju kearah Eomma dan duduk disampingnya.

“Eomma belum mengatakannya?” Tanya Donghwa Hyung pada Eomma, keningku berkerut apa sih yang dibicarakan oleh mereka berdua? Benar-benar membingungkan sekali.

“Eomma belum mengatakannya pada Donghae. Kau tahu Donghwa~a akhir-akhir ini ia terpuruk karna Jaekyung yang menjauhinya atau lebih tepatnya Jaekyung marah pada Donghae. Benar buka Jaekyung~a?” Jaekyung mengangguk, aku malu sekali melihat Eomma yang mengolok-olok diriku dihadapan Jaekyung.

“Tapi Jaekyung~a kau memaafkanku bukan?” Ku tatap pada manik matanya, ia hanya melengos seperti saat di kafe tadi. Menyebalkan sekali jaekyung saat ini, apa ia tak bisa bekerja sama denganku saat ini?

“Lihatlah Donghae~a bahkan Jaekyung untuk menatapmu saja malas seperti itu.” Kekeh Donghwa Hyung, aku hanya bisa mendengus kesal melihatnya. Benar-benar sangat memalukan sekali saat ini.

“Sudahlah, Jaekyung~a kau bisa memaafkan Donghae saat ini? tapi sepertinya tak bisa secepatnya bukan? Baiklah Eomma mengerti kau bisa memaafkannya kapan saja..” Aku melotot kearah Eomma apa-apaan Eomma ini, kenapa dia membela Jaekyung dan tak membela anaknya saat ini.

“Aku tak bisa janji Eungg?”

“Panggil aku Eomma saja..” Aku hanya bisa mengrucutkan bibirku saja. Saat ini Eomma dan Donghwa Hyung sedang membela Jaekyung jadi aku tak bisa apa-apa.

“Baiklah, tak usah banyak basa-basi lagi. Aku ingin kalian menikah tiga minggu lagi.” Ucap Eomma sambil menyesap teh hangatnya, pembicaraanya membuatku memblalakan mata. Apa yang beliau katakana tadi menikah? Tiga minggu lagi?

“Tapi Eommonim?” Tolak Jaekyung, ia sama kagetnya denganku.

“Ne, Eomma apa yang kau katakana tadi? Benar-benar mengagetkanku dan Jaekyung saja. Tiga minggu? Apa yang Eomma pikirkan?”

“Kau ini Donghae~a kau senang bukan bisa menikah dengan Jaekyung?” Aku mengangguk pelan, membenarkan perkataannya. Ku tolehkan kepalaku kearah samping, kearah Jaekyung. Ia hanya bisa menghembuskan nafasnya pelan. Ia mungkin tak menyangka bisa mendapatkan berita separti ini.

“Aku memang senang Eomma. Tapi Jaekyung sendiri bagaimana?”

“Aku terserah kalian saja.” Ucap lemah Jaekyung.

“Jaekyung~a tenang saja, kalau kau memang tak mencintai Donghae atau kau menemukan laki-laki lain kau bisa meninggalkannya itu saja, gampangkan?”

“Eomma~” Aku merajuk menatapnya, apa yang ia bilang tadi? Ia tak mendukungku.

Ku tatap wajah Jaekyung, ia tersenyum mendengarkan aku merajuk pada ibuku. Ah, Han Jaekyung aku tahu apa yang kau pikirkan sekarang saat ini. kau pasti sedang memikirkan untuk mengikat seorang laki-laki dan meninggalkanku bukan? Aku sudah tahu semua yang kau fikirkan. Aku tak akan membiarkanmu pergi dari hidupku.

***TO BE CONTINUED***

ASTAGA!!!!! Apa ini yang aku tulis? Benar-benar berantakan banget. Oke aku benar-benar ngBLANK ngerjain ff ini. banyak BTnya entah kenapa. Kyaknya karna pulsa modem aku abis kali yahhh ahahahaha
Aku ga tau sama part ini, pasti jelek kan yah? Aku aja bingung mau ngerjainnya. FEEL ga dapet panjang kan yah banyak TYPO dan lain-lainnya. Ngebosenin banget pastinya. Tapi kuharap kalian bisa menerima FF ini dengan lapang dada bukan? Hahahaha alurnya apa banget ini dan aku kasih konflik dating –Seo Eunkwang– tau ga dia siapa? Kalo suka BTOB pasti tau sama Leader BTOB wkwkwkw aku lagi suka dia. Kkkk~ uda deh yah kea gini aja.
Kalo mau protes sok silahkan…

REVIEW~

-HAN JAEKYUNG-

23 thoughts on “Donghae Side: PERVERTING -6-

  1. lanjuuuttt…
    hahaha
    aku suka karakter donghae disini…
    tapi say, bahasanya ‘agak berantakan’ maaf yah..
    tapi sumpah aku suka ceritanya…
    cuma bahasanya doang kok..
    selebihnya ok..
    Part 7 di tunggu yah!!^^b
    fighting!!^^b

  2. annyeong~
    aq reader baru disini^^
    baru nemu ni blog.dan yg aq bca baru 1 ff.daebak!
    bikin ketagihan baca ff yg lain:D
    penulisan kata2nya bagus,ceritanya menarik,castnya biasku*donghae oppa
    pastinya bikin aq ga nyesal ktmu blog ini.

    so,keep writing thor.aq akan mencoba nenjelajah blog mu ini,hehehe

  3. i love this chapter ♥♥
    yeyyy donghae-jaekyung mau menikah ((:
    seo eunkwang siapa jaekyung ya?!! semoga dia engga ganggu hubungan haekyung.
    i’m waiting for the next chapter.
    chingu update soon okay!?! ^^

  4. Anyeong.. Semalem aku baca sampe jam stngh tiga subuh.. Pasti tau dong. Karna aku baca ff ini sambil ninggalin jejak.. Hehe..

    ff ini udh ada lanjutannya blm thor ??
    kyk nya udah lama yaa.. Tp aku cari part 7 nya ga nemu ya..
    kalo blum. Mohon di lanjut yaa !!🙂

    • sebelumnya maaf karna membuat kecewa.. FF uda lama ga aku ketik, aku lagi masa stuck buat lanjut ff ini sama Bartender. Insyaallah, setelah ff ITWAM uda End aku baru lanjut lagi ff ini sampe ending. Aku belum mikirin endingnya jadi stuck kayak gini..

  5. annyeong thor mian baru comment di part ini. FF ini keren bgt thor tapi skrg si jaekyung jadi benci gitu ya sama hae hmm….. semoga next part makin jelas ceritanya dan mereka bisa bersatu hihi fighting thor ^^

  6. yaa maafin aja donghae nya kali ya kasian tuh donge sampe ngerajuk kaya gitu wkwk
    trus jaekyung terima lah pinangan emak nya donge wkwk ntar ditolak terpuruk lagi di donge kan ribet urusannya wkwk yaudahlah terima trus maafin donghae nya kasian anak orang nangis

  7. iya sich baru part ini aja ngrasa agak kacau
    mood lagi kurang baik ya
    agak aneh tadi bacanya
    itu jaekyung beneran udah bisa nrima donghae atau masih ada ganjalan dihati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s