Love Story

https://i1.wp.com/sphotos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/s720x720/550042_329960670453337_2065990914_n.jpg
AUTHOR: VYEJUNGMIN~

AUTHOR’S POV

Aroma manis yang berasal dari coklat panas yang ada di pegangannya. Ia hanya bisa menatap kearah depan dengan pandangan kosongnya. Ia tak tahu kenapa ia bisa ada di kafe yang biasa di kunjungi oleh orang yang ia sukai. Sebenarnya ia bukan tanpa sadar, melainkan ia mengikutinya sampai kafe ini.

Ia menghembuskan nafas pelan. Merasa lelah dengan apa yang sedang ia lakukan sekarang ini. kalau dia berani mungkin saja ia sudah mengatakan perasaanya sejak dulu pada lelaki yang sedang duduk disana. Tapi ia tak mempunyai keberanian untuk mengungkapkannya secara gamblang.

Cuaca yang sangat mendukung dengan suasana hatinya. Hujan salju masih seperti hari-hari biasanya. Yah, walaupun hujan salju ia tetap menyukainya, entah kenapa ia bisa menyukai hujan salju karna ia sendiri tak tahu kenapa.

Kembali menatap kearah laki-laki yang diam-diam ia sukai, laki-laki itu sedang menunggu seseorang seperti biasa. Seseorang yang ia tahu siapa wanita itu. Ia menolehkan kepalanya saat ia mendengar suara bel pintu berdering dan muncullah sesosok wanita yang ditunggu-tunggu oleh laki-laki tersebut.

Wajahnya yang berawal keruh tiba-tiba saja berbinar-binar melihat wanita itu datang dan langsung menghempaskan tubuhnya dikursi yang ada didepan laki-laki itu. Ia berfikir bahwa wanita yang ada didepannya sedang bersungut-sungut kesal karna laki-laki itu mengajak pertemuan di saat hujan salju.

Tapi berbeda dengan laki-laki yang ada didepan wanita itu, laki-laki itu tersenyum sangat bahagia. Kalau boleh kalian tahu sebenarnya wanita dan laki-laki itu bukan sepasang kekasih atau yang lainnya, mereka berdua hanya sebatas teman satu fakultas, dan mereka berdua dalam kelompok yang sama untuk mengerjakan tugas dari dosen mata kuliah mereka.

Sebenarnya mereka tak sedekat ini sebelumnya, melainkan mereka sering bertengkar bila bertemu atau lainnya. Tapi sepertinya sekarang berbeda sepertinya laki-laki itu mulai tertarik pada wanita itu. Miris itulah yang ia rasakan saat laki-laki itu menyukai wanita lain.

“Melihatnya lagi, nona Choi?” Ia tersentak kaget saat mendengar suara yang tak asing baginya. Euh, moodnya yang sedari tadi buruk kini bertambah buruk saat mendengar suara yang ia benci seumur hidup. Kenapa suara itu hadir disaat seperti ini?

“Apa maumu, Shim Changmin?” Tanya wanita itu yang bermarga Choi dengan nada ketus. Ketara sekali ia tak mengharapkan suara itu datang.

Ia mendengus kesal saat melihat laki-laki yang bernama Shim Changmin itu duduk di depannya dan dengan seenak jidatnya mengambil cangkir yang berisi coklat panasnya langsung ia teguk.

“Euh~ ini sudah dingin!”

“Lalu kenapa kau malah meminumnya?”

“Aku hanya ingin meminumnya saja, apa tak boleh?” Tanya Changmin dengan nada yang di lembut-lembutkan. Wanita yang ada didepan Changmin hanya bisa mendengus kesal melihat Changmin yang begitu menyebalkan.

Changmin mengikuti arah pandang Wanita yang ada didepannya, ia langsung menyeringai saat ia tahu apa yang sedang wanita itu pandangai. Ini kegiatan yang sangat menyenangkan untuk membuat wanita itu marah.

“Ah, kau memandangi Donghae Hyung dan Jaekyung? Bukankah mereka sangat serasi?” Ucap Changmin yang membuat wanita didepannya itu langsung mendelik. Apa yang ia bilang tadi? Serasi? Hah! Yang benar saja. Pikir wanita itu.

“Apanya yang serasi? Kau tak lihat Donghae Oppa begitu tampan dan wanita itu, Jaekyung itu tak pantas sekali dengan Donghae Oppa!”

“Woo~ Young Jin~a kau cemburu, eh? Kau tak melihat bagaimana cara Donghae Hyung menatap Jaekyung dengan tatapan yang berbinar-binar seperti itu?” Tanya Changmin dengan nada menggoda sambil menggoyang-goyangkan tangan wanita yang bernama Young Jin itu.

“Kalau memang aku cemburu kau mau apa? Dan oh, aku tak melihat tatapan berbinar-binarnya dimatanya itu,” ucap Young Jin bohong. Ia mengakui ucapan Changmin, Donghae menatap Jaekyung dengan tatapan yang berbinar-binar. Dan pupus sudah harapan dia

“Aku tak akan melakukan apapun, itu kan urusan perasaanmu bukan perasaanku. Ck! Kau ini buta atau apa? Kalau sedang jatuh cinta memang seperti itu cara memandangnya, dengan penuh kasih sayang dan yah kau bisa melihat sendiri.”

“Tapi mereka sering sekali bertengkar!” kekuh Young Jin, ia tak mau melihat orang yang ia sukai mempunyai seorang kekasih, yang ia inginkan laki-laki itu menatapnya dan menjadi kekasihnya. Tapi bukan kah ia egois? Tapi taka pa ia bersikap egois jika hal menyangkut dengan laki-laki yang ia sukai.

“Pertengkaran mereka itu hanya kedok belaka, dari hati mereka yang terdalam mereka saling jatuh cinta. Dan aku pernah melihat mereka berciuman.” Ucap pelan Changmin dan itu sontak membuat Young Jin lemas. Apa yang Changmin katakana tadi ciuman? Yang benar saja. Pikir Young Jin.

“Kau melihatnya dimana?” Tanya Young Jin penasaran. Ia tak menyangka bukan kah Donghae dan Jaekyung itu saling membenci satu sama lain? Tapi apa yang ia dengar tadi? Ciuman? Apa Changmin hanya membual saja? Young Jin tahu kalau Changmin hanya berbohong untuk membohonginya.

“Kau tak percaya?” Tanya Changmin melihat raut wajah Young Jin yang tak percaya dengan ucapannya. Changmin hanya tersenyum kecil melihat Young Jin yang menundukan kepalanya.

Sebenarnya ia tak pernah ingin mengatakan hal ini pada Young Jin, tapi mulutnya ini tak pernah bisa mengerem ucapan yang menurutnya akan menyakitkan hati seseornag. Tapi ini sudah terlanjur, ia sudah melihat Young Jin yang hanya bisa menundukkan kepalanya. Changmin menghela nafas pelan dan menggaruk bagian belakang kepalanya yang tak gatal dan itu berarti ia sedang dilanda dengan kegugupan. Ia merasa dirinya begitu tolol saat mengatakan kata-kata tadi.

“Aku tak tahu, bisa kah kau tak membahas mereka berdua?” ucapa Young Jin sambil menatap kearah manik mata milik Changmin.

Changmin kembali meneguk coklat panasnya yang sudah menjadi dingin. Ia meminum coklat yang ada didepannya itu agar ia bisa menghilangkan kegugupan yang ia ciptakan sendiri.

“Hei, itu coklat milikku, kenapa kau malah menghabiskannya,” ucap Young Jin baru sadar. Ia melihat gelas yang tadi masih berisi coklat kini sudah habis mengalir kedalam tubuh laki-laki yang sangat ia benci.

“Kita keluar saja bagaimana? Kau mau? Akan aku tunjukan sesuatu padamu.”

Tanpa persetujuan dari Young Jin, Changmin langsung menarik pergelangan tangan Young Jin membawa keluar dari dalam kafe tersebut. sebelum keluar dari dalam kafe Changmin menyempatkan kearah kasir terlebih dahulu untuk membayar coklat milik Young Jin yang ia minum tadi.

Setelah keluar dari kafe, Changmin menarik Young Jin untuk mengikuti langkahnya yang menuju kearah parkiran mobil setelah didepan mobilnya ia langsung menekan tombol yang ada di kunci mobilnya, setelah tak terkunci lagi, Changmin langsung membuka pintu yang ada dibagian samping pengemudi.

Young Jin yang melihat tingkah Changmin hanya bisa menatapnya aneh. Ia baru pertama kali bersama dengan Shim Changmin tanpa adanya adu argument atau yang lainnya. Ia merasa aneh dengan kelakuan musuh abadinya sejak pertama kali masuk perguruan tinggi. Yah, dari awal mereka selalu dalam kelas yang sama, tapi kalau ia ingat-ingat lagi awal pertama masuk kuliah ia tak pernah masuk dalam kelas yang sama dengan Shim Changmin tapi entah pas kapan. Ia tak ingat, yang ia ingat hanya adanya adu argument.

Setelah Changmin masuk kedalam mobilnya dan duduk di kursi pengemudi Changmin langsung menekan gas, mobil pun bergerak, meninggalkan kafe yang ia kunjungi tadi. Selama perjalan entah kemana Young Jin hanya menatap hamparan salju yang ada di mana-mana, melihat salju yang turun dari langit. Indah, pikirnya.

Ia menolehkan kearah Changmin yang sedang mengemudi disampinganya. Kalau di lihat-lihat dari samping Changmin tampan juga. Eh? Apa yang ia bilang tadi? Tampan. Lupakan itu pemikiran yang sangat konyol. Menurutnya.

Kembali ia menatap kearah depan, untung saja Changmin tak menyadarinya tadi saat ia memandanganya. Kalau sampai tahu, mau ditaruh diaman wajahnya itu? Pasti akan sangat malu dan ia akan menjadi bahan olok-olokan untuk Changmin.

Young Jin mengerutkan keningnya saat mobil tiba-tiba saja berhenti, ia memajukan tubuhnya untuk melihat dimana ia berhenti. Dan terlihatlah sungai Han yang ada didepannya. Ia menolehkan kearah Changmin yang sedang membuka jendela mobilnya.

“Untuk apa kau membawaku ke Sungi Han?” Tanya Young Jin pada Changmin. Yang ditanya hanya bisa terkekeh pelan. Changmin sendiri entah kenapa bisa membawa Young Jin ke Sungai Han.

Yang ia katakan pada Young Jin untuk membawanya ke suatu tempat sebenarnya ia hanya mengatakan asal-asalan saja, karna ia ingin membawa wanita yang ada disampingnya pergi agar tak melihat Donghae yang sedang jatuh cinta pada Jaekyung dan untuk menghibur Young Jin akibat perkataannya tadi.

“Err~ sungai Han!” tiba-tiba Young Jin membuka suara. Changmin yang ada disampinganya.

“Wae? Kau tak suka? Biasanya disaat seperti ini sungai han sangat indah,” ucap asal Changmin. Young Jin hanya mengerutkan keningnya. Ia baru tahu kalau sungai han akan terlihat indah saat hujan salju seperti ini.

Young Jin mengikuti apa yang dilakukan oleh Changmin, ia membuka jendela pintunya. Melihat kearah keluar, memandang salju yang tengah turun. Ia menjulurkan tangannya keluar dan mendapatkan salju yang mendarat ditanganya. Sensasi dingin menyergap telapak tangannya. Tapi ia menyukainya.

“Mau keluar?” Ajak Changmin pada Young Jin yang sepertinya sudah asik dengan saljunya. Dengan gerakan cepat Young Jin membuka pintu mobilnya, ia keluar dan langsung memutar-mutarkan tubuhnya, merentangakan tanganya. Ia tak peduli dengan hawa dingin yang ia rasakan di badanya. Ia suka.

Tiba-tiba tubuh Young Jin berhenti berputar-putar, dan ini bukan dirinya sendiri yang memberhentikan tubuhnya melainkan seseorang yang sedari tadi sedang bersamanya. Young Jin menatap kearah wajah Changmin yang hanya berjarak satu jengkal. Tiba-tiba saja hatinya bergemuruh saat melihat Changmin melepaskan syal yang sedari tadi menglingkar dilehernya kini beralih dileher Young Jin. Kenapa laki-laki ini? pikirnya dalam hati.

Young Jin hanya menatapnya dengan tatapan bingung dan kagetnya. Changmin yang melihat Young Jin seperti itu hanya bisa tersenyum tipis.

***

Setelah kejadian beberapa hari yang lalu dengan Changmin, Young Jin tak bisa melupakannya melainkan ia sering memikirkannya setiap saat. Dan saat ia memikirkan kejadian pada waktu itu ia selalu menjambak-jambak rambutnya dengan frustasi.

Beberapa hari ini Young Jin tak melihat Changmin dikelasnya. Entah tiba-tiba saja Changmin absen selama beberapa hari. Oke, kalian tak boleh memikirkan apakah Young Jin jatuh cinta pada laki-laki tinggi itu? Sepertinya itu tak mungkin. Ia hanya aneh saja, biasanya Changmin tak pernah absen seperti ini.

Young Jin yang sedang ada di kantin kampusnya hanya bisa memandang beberapa mahasiswa yang sedang menikmati waktu istirahatnya. Ada yang sedang makan, berbincang-bincang, mengerjakan tugas dan lain-lainnya. Tapi yang membuat Young Jin mendengus kesal adalah saat matanya tak sengaja menangkap beberapa pasangan yang sedang berduaan, itu membuatnya sangat iri.

Ia ingin sekali mempunyai seseorang yang berada disampingnya. Tapi yang ia inginkan hanya Lee Donghae. Tapi sepertinya itu tak mungkin sekali, karna Donghae menyukai Han Jaekyung. Kadang ia merasa sangat kesal jika melihat Jaekyung lewat dihadapannya. Alasannya karna Jaekyung sudah merebut Donghae darinya. Tapi, kalau di lihat-lihat lagi bukan Jaekyung yang merebutnya melainkan Donghae lah yang mengejar-ngejar Jaekyung.

Dan perkataan Changmin waktu itu ada benarnya juga. Ia sering melihat Donghae yang diam-diam menatap kearah Jaekyung dengan tatapan yang serat cinta. Dan kenyataan itu membuat hatinya begitu sakit. Ia sudah tak mempunyai kesempatan lagi untuk mendekati Donghae.

Ia menghirup aroma coklat panasnya yang sedang ia pegang. Ia selalu menyukai aroma yang mengepul dari coklat panasnya itu. Young Jin hampir saja menyemburkan coklat panasnya saat seseorang menepuk bahunya tak keras. Ia ingin sekali mengutuk orang tersebut.

Ia mengerut sebal saat melihat seseorang yang duduk didepannya dan langsung menyambar gelas coklat panasnya yang ada di tangannya. Kenapa laki-laki menyebalkan ini selalu mengambil coklat panasnya. Pikir Young Jin sebal. Baru saja Young Jin memikirkan laki-laki yang ada didepannya ini dan sekarang sudah ada didepan matanya. Panjang umur seekali laki-laki ini. tapi ia tak sopan sekali. Gerutunya dalam hati.

“Hai, sayang. Aku merindukanmu..” ucap laki-laki yang ada didepannya dengan tatapan menggoda. Young Jin hanya bisa terbelalak kaget dan memutar bola matanya jengah.

“Sopan sekali Shim Changmin!” ucap Young Jin sarkatis pada Changmin.

“Kau tak mencariku? Aku kan tak hadir dalam beberapa hari ini. kau tak merindukanku?”

“Siapa yang merindukanmu? Aku bukan siapa-siapa dirimu!”

“Kau mau kita memiliki hubungan khusus? Akan aku kabulakan!” ucap Chnagmin dengan nada menggoda. Changmin begitu senang jika sudah menggoda Young Jin seperti ini. menggoda Young Jin menjadi kepuasan tersendiri baginya.

“Aku tak mau! Dan aku tak menyukaimu!”

“Ah, ya sudah lupakan! Kau menyakiti hatiku!” Ucap Changmin berpura-pura sakit hati sambil memegang dadanya dan kemudian ia menepuk-nepukan lagakanya seperti sedang menahan rasa sakit.

Young Jin yang melihat tingkah Changmin hanya bisa tersenyum simpul. Ia kembali berfikir bahwa Shim Changmin tak buruk, yah walaupun selama ini Young Jin dan Changmin tak pernah sedekat ini. paling mereka dekat hanya untuk beradu argument saja, tapi sekarang berbeda, mereka layaknya teman lama yang tak bertemu selama beberapa tahun.

Young Jin menyelipkan rambut panjangnya kebelakang telinganya, dan berkata, “Kau mempunyai selera humor juga.”

“Tentu saja. Hei, apa aku pernah mengatakan padamu bahwa kau cantik?” Sontak Young Jin yang mendengar perkataan Changmin langsung bersemu merah. Oh, ini pertama kalinya ia bersemu merah seperti ini saat mendengar pujian dari seorang laki-laki.

Ya, biasanya Young Jin jika di katakan cantik oleh laki-laki manapun ia tak pernah seperti ini. ia merasa aneh dengan dirinya sendirinya. Entalah ia sendiri juga bingung. Young Jin hanya bisa mengusap tengkuknya, ia gugup.

“Hei, pipimu merah!” Ucap Changmin, Young Jin langsung membuang muka, mengalihkan pandangannya kesegala arah agar Changmin tak bisa melihat merah yang ada dipipinya.

Ia benar-benar sangat malu sekarang, ketahuan seperti itu dan dilihat oleh Changmin benar-benar sangat memalukan sekali. Dengan cepat ia membereskan buku-buku yang ada di atas meja, mengangaktnya, beranjak dari duduknya menanggalkan tasnya dipundak.

“Kau mau kemana?” Tanya Changmin saat melihat Young Jin yang akan pergi. Sebelum Young Jin beranjak pergi, meninggalkan dirinya.

“Aku mau pulang, hari ini bukankah tak ada jadwal lagi. Dan kemana kau pagi tadi, kau kesini saat jadwal pelajaran selesai. Huh! Benar-benar sangat teladan.” Chanmin yang mendengar perkataan Young Jin hanya tersenyum tipis. Tanpa Young Jin sadari, Young Jin memberi perhatian pada Changmin dan itu membuat Changmin begitu senang.

“Aku terlalu sibuk beberapa hari ini. oh, kau mengkhawatirkanku, eo?” goda Changmin yang membuat Young Jin sontak membalikan tubuhnya kembali kearah Changmin. Ia menatap wajah Changmin dengan tatapan tajam.

Changmin beranjak dari duduknya, sebelum melangkah kearah Young Jin, Changmin meminum coklat milik Young Jin, “uh~ ini sudad dingin!” gerutu Cahngmin pelan. Changmin melangkah kearah Young Jin yang masih menatapnya dengan tatapan bingungnya, setelah disamping Young Jin Changmin langsung menggenggam tangan Young Jin, mengajaknya jalan bersama.

“Ya! Mau apa kau, hah!” ucap Young Jin sambil membrontak genggaman tangan dengan Changmin. Changmin tak menghiraukan brontakan Young Jin, ia hanya terus menggenag tangan Young Jin dan mengajaknya untuk pulang bersama.

***

Young Jin hanya menatap kundukan salju dimana-mana, hari ini begitu dingin untuk keluar rumah. Tapi ia begitu penat untuk dirumah saja. Ya, hari minggu, hari libur untuk semua orang. Ia harus menjernihkan otaknya yang selalu berfikir untuk mengerjakan tugasnya yang sangat banyak.

Ia begitu bingung dengan otaknya, bingung. Bukan karna tugas yang menggunung di atas meja belajarnya, melainkan ia memikirkan seorang laki-laki yang beberapa hari ini mengusik otaknya. Mungkin karna sering pulang bersama ia jadi selalu memikirkannya setiap waktu. Itu yang membuatnya bingung.

Kalau ia jalan berdua atau saat, pilang bersama entah perasaan Young Jin begitu gugup untuk berdekatan dengan laki-laki yang memenuhi otaknya. Kadang jantung Young Jin berdegup kencang saat tanpa sengaja kulitnya bersentuhan dengan laki-laki tersebut. ia bingung, sangat bingung sekali. Young Jin membayangkan hubungan mereka beberapa tahun kebelakang, hubungan mereka tak bisa terbilang sangat dekat seperti sekarang, hubungan mereka dulu tak begitu baik, tak pernah seakrab ini. ah, dia bingung sendiri untuk memikirkannya.

Tapi kalau difikir-fikir lagi, ia seperti orang yang sedang dilanda jatuh cinta. Oh, gila. Ia menyangkal perasaanya, masa ia bisa mencintai laki-laki menyabalkan itu. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya pelan untuk mengusir pemikiran bodohnya.

Ia tersentak kaget saat seseorang menepuk punggungnya dengan pelan, Young Jin menolehkan kebelakang dan menemukan seorang anak kecil yang membawa satu buket bunga mawar. Young Jin beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kearah anak kecil tersbut.

Young Jin menumpukan tubuhnya pada lututnya, “Iya, ada apa sayang?” Tanya Young Jin lembut pada anak kecil tersebut. anak kecil itu tersenyum dan memberikan sebuket bunga mawar itu pada Young Jin.

Young Jin menatapnya dengan tatapan bingungnya, untuk apa anak kecil ini memberikan bunga mawar untuknya? Pikir Young Jin dalam benaknya. Ia melihat anak kecil ini menunggunya untuk menerima bunga yang ada dipengangan anak kcil itu langsung ia terima.

Saat bunga mawar tersebut sudah ada ditangannya, tiba-tiba anak kecil itu langsung berlari entak kemana. Young Jin hanya bisa menatap anak kecil itu dengan perasaan anehnya. Hah! Padahal ia belum menannyakan siapa pengirim bunga yang ada dipegangannya dan siapa namanya serta ia belum mengucap kata terima kasih padanya.

Aroma bunga mawar yang sangat wangi itu tercium oleh indera penciumannya, menggoda Young Jin untuk menghirup aroma wanginya. Dan yah, Young Jin menghirup aroma wangi bunga mawar tersebut. tanpa sadar Young Jin tersenyum saat menghirup aroma wangi bunga mawar yang entah berasal dari siapa.

Young Jin melangkah kearah kursi tadi, langsung saja ia duduk kembali. Bunga mawarnya ia hirup aroma wanginya. Ia benar-benar sangat menyukai wangi mawar yang menyeruak wanginya. Ia melihat kearah pergelangan tangannya, melihat jam tangan yang melingkar indah di pergelangan tangannya. Masih jam dua siang, sepertinya ia harus meninggalkan taman dan pergi menuju tempat-tempat yang indah.

Ia baru saja berjalan beberapa langkah saat seseorang menyentuh kembali punggungnya, ia menolehkan kebelakang mendapatkan seorang gadis manis, rambut pendek, berponi, syal yang sangat tebal melingkar dilehernya, serta rona merah yang menghiasi pipinya yang chubby. Hah! Dia benar-benar sangat manis sekali. Pikir Young Jin dalam hatinya.

Young Jin menatap aneh pada gadis yang ada didepannya, gadis itu menjulurkan tangannya, memberikan benda yang berbentuk ‘Love’ yang berwarnah merah hati di tangannya, gadis itu menunggu Young Jin menerima pemeberiaannya. Dengan cepat Young Jin mengambil benda tersebut. sebelum Young Jin mengucap terima kasih, gadis itu langsung pergi begitu saja. Young Jin berteriak memanggil gadis manis itu yang terus saja berlari.

Young Jin merasa hari ini, hari yang begitu sangat aneh untuknya sendiri. Aneh sekali malah. Young Jin membuka benda tersebut dan mendapatkan beberapa coklat yang ada didalamnya. Ia merasa menarik dengan isinya, oh bukan coklatnya melainkan pada surat yang ia temukan didalamnya. Dengan cekatan Young Jin mengambil dan membacanya.

Hai, kau pasti bingung bukan dengan kedua hadiah yang ada di tanganmu? Kk~ aku suka sekali saat menganggumu seperti ini, kau tahu kau menyenangkan diriku, membuatku sangat selalu bahagia. (Young Jin menggerutu saat membacanya, ia bahkan hampir merobek kertas yang ada ditengannya) kk~ aku tahu sekali kau pasti sedang menggerutu tak jelas saat membaca pesan ini. kalau kau ingin mengetahu siapa aku, kau bisa mengikuti petunjuk yang aku tuliskan di kertas yang sedang kau baca! Ayo ikut, aku akan membuatmu terpukau dan aku akan membuatmu bahagia. Emm–selamanya!

SC. You’re Love❤

Young Jin mengerutkan keningnya setelah membaca pesan yang tertulis di kertas yang ada ditangannya. Young Jin mengikuti apa yang ditulis dikertas itu. Setelah sampai di sebuah halaman yang sangat luas. Young Jin tak pernah datang ketempat ini selain di tengah-tengah taman yang menjadi tempat favoritnya.

Dengan halaman yang sangat luas, rerumputan yang telah tertimbun oleh salju tak menghilangkan kesan indahnya, melainkan yang ia lihat benar-benar sangat indah. Entahlah ia tidak bisa menggambarkannya. Apa lagi saat matanya menangkap sebuah kursi dan meja yang berada di tengah-tengah lingkaran ‘Love’ yang telah di taburi oleh kelopak bunga mawar. itu membuatnya semakin indah.

Young Jin hanya bisa menangkupkan bibirnya dengan kedua tangannya. Ia benar-benar merasa senang. Siapa laki-laki yang membuat seperti ini? benar-benar sangat indah sekali.

Saat ia menikmati pemandangan yang ada di depan matanya, tiba-tiba saja ada yang menutup kedua matanya. Sontak saja Young Jin langsung mrmbrontak minta di lepaskan, bunga mawar serta coklat yang ada ditangannya sudah lepas akibat ia membrontak. Tapi ia kalah tenaga, bukannya bisa lepas melainkan bertambah kuat. Ia mencium aroma wangi yang begitu familiar dia indera penciumannya. Aroma maskulin yang sering ia hirup, dan jujur, ia sudah ketagihan dengan aroma yang sedang ia hirup, karna setiap hari ia selalu sering pulang bersama dengannya. Dan sadar, Young Jin sadar siapa yang menutup matanya sekarang. Dengan perlahan bibirnya terbuka sedikit dan mengatakan.

“Shim Changmin!” orang yang sedang menutup mata Young Jin hanya bisa terkekeh pelan, dengan perlahan melepaskan tangannya yang tadi menutup matanya. Young Jin sendiri mengerjap-ngerjapkan matanya dengan pelan.

Akibat matanya ditutup dengan sangat erat, matanya buram. Ia mengucek-ngcek matanya agar ia bisa melihat dengan jelas. Setelah matanya bisa melihat dengan jelas, ia membalikan tubuhnya dan betapa ia terkejutnya bahwa yang menutup matanya tadi adalah.. Shim Changmin? Jadi tebakan aroma wangi itu tak salah.

“Yap, wae?” Tanya Changmin. Young Jin hanya menatap Changmin tak percaya.

Young Jin melihat Changmin berjongkok, mengambil bunga dan coklat yang sempat Young Jin jatuhkan. Ia benar-benar tak menyangka jika ia bertemu dengan Shim Changmin disini, bersamanya.

“Apa yang sedang kau lakukan disini?” Tanya Young Jin pada Changmin. Ia masih belum tak percaya apa yang terjadi sekarang. Benar-benar membingungkan sekali.

“Apa yang sedang aku lakukan?” Tanya balik Changmin pada Young Jin.

Young Jin hanya mendengus kesal melihat tingkah Changmin yang berubah menjadi jahil seperti ini. ia tak menanggapi Changmin yang ada disampingnya, melainkan Young Jin hanya menatap pemandangan yang ada didepannya.

“Indah bukan?” ucap Changmin pada Young Jin yang masih menatap penuh kagum pada objek yang ada didepannya. Changmin hanya bisa tersenyum tipis melihat Young Jin yang masih menatapnya.

Tak sabar, Changmin langsung membawa kearah objek yang sedari tadi membuat Young Jin terpesona melihatnya. Young Jin yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya bisa pasrah saja.

Mereka berdua berhenti di hadapan meja yang sudah lengkap dengan semua jenis makan dan dua botol anggur merah di atasnya. Changmin menarik kursi yang ada disamping Young Jin, tanpa sadar Young Jin mendudukan dirinya. Melihat Young Jin sudh duduk, Changmin segera duduk dikursinya.

“Apa maksud dari semua ini?” Tanya Young Jin sadar. Ya, ia baru sadar saat Changmin memegang pergelangan tangannya. Sudah di kasih tahu bukan? Jika kulit mereka bersentuhan itu akan menyebabkan jantung Young Jin berdetak tak seperti biasanya, dan selalu membuat pipinya bersemu merah. Ia sendiri tak tahu.

“Err–aku bingung harus mengatakan berawal dari mana,” ucap Changmin sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Tiba-tiba saja kegugupan menyergap pada dirinya. Dan Changmin tak suka itu.

Hening menyelimuti diantara keduanya, mereka bingung apa yang harus mereka katakana, apa lagi Changmin yang membuat seperti ini, dan akan melakukan sesuatu pada wanita yang ada didepannya. Hah! Padahal ia sudah menghapalkan semua kata-kata yang ia rancang beberapa minggu yang lalu, tapi sekarang entah hilang kemana kata-kata yang sudah ia hapal.

“Kalau begitu, lebih baik kita makan terlebih dahulu,” Changmin memecah kesunyian yang tadi menyergap mereka berdua.

Young Jin dengan ragu memotong steak yang ada didepannya, ia benar-benar sangat gugup sekali. Huh! Awkward sekali. Pikirnya dalam hati.

Setelah beberapa menit akhirnya mereka berdua selesai makan. Changmin mengambil gelas yang ada didepannya, mengajak Young Jin untuk bersulang dan Young Jin menuruti kemauan Changmin.

Mereka berdua kembali hening. Karna tak suka dengan keadaan hening akhirnya Young Jin membuka suara terlebih dahulu, “Apa yang sedang ingin kau bicarakan?”

“Huh! Aku bingung harus berawal darimana..”

“Kau yang mengirim Bunga Mawar dan coklat itu?” Tanya Young Jin, Changmin mengangguk pelan. Dalam hati Young Jin ia tersenyum.

“Untuk apa?”

“Karna Aku menyukaimu!” akhirnya Changmin hanya bisa mengluarkan kata seperti itu. Sudahlah, yang penting ia bisa mengungkapkan perasaanya pada wanita yang ada dihadapannya. Ia sudah tak bisa menahan perasaannya terhadap wanita ini.

Sudah lama sekali ia menyukai wanita yang ada dihadapannya, mungkin saat ia masuk ke universitas dan bertemu dengan Choi Young Jin. Kalau bisa di sebut ia terkena ‘Love at first sihg’ begitulah. Awalnya ia terus menyangkal, tapi lama kelamaan akhirnya ia mengaku pada dirinya sendiri bahwa memang ia menyukai wanita yang ada dihadapannya.

Changmin menatap was-was Young Jin, ia takut kalau Young Jin akan menolaknya. Tapi kalau boleh berharap ia ingin Young Jin menerimanya.

“Sejak kapan?” Tanya Young Jin. Ia ingin mendengar alasannya dari bibir Changmin.

“Kalau bisa dibilang, aku menyukaimu sejak awal kita masuk kampus ini. sudah lama sekali bukan? Aku begitu pengecut untuk mengungkapkan perasaanku padamu, tapi sekarang akhirnya aku bisa mengucapkannya langsung.”

“Bukan kah, kau membenciku? Karna itu kita sering beradu argument.”

“Oh, itu hanya akal-akalan ku saja, aku hanya ingin selalu di ingat olehmu. Jadi aku selalu membuat kau kesal seperti itu.”

“Kau tahu? Aku benar-benar tak percaya!” ucap Young Jin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. Ia benar-benar tak menyangka sekali.

Dan Young Jin akhirnya bisa mengerti dengan perasaanya selama ini, saat Changmin menggenggam tangannya ia pasti akan merasakan detakan jantung yang tak normal.

Ia berkata dalam hatinya, bahwa ia menyukai laki-laki yang ada didepannya. Young Jin tersenyum tulus padanya Changmin dan menggenggam tangannya.

“Heu, aku masih tak menyangka sekali. Hahaha!” kekeh Young Jin. Changmin hanya menatap Young Jin dengan penuh harap.

“Bagaimana?”

“Bagaimana apanya?” goda Young Jin pada Changmin. Ia ingin membalas dendam pada Changmin karna dulu ia juga sering di goda oleh Changmin.

“Bukan kah aku sudah mengatakannya tadi?”

“Hmm~ aku bingung harus mengatakan apa padamu, karna kau tahu aku menyukai Donghae,” mendengar ucapan Young Jin, Changmin hanya mendengus kesal, “dengarkan aku dulu, aku memang menyukia Donghae, tapi aku sadar bahwa ada seseorang yang menyukaiku, dan itu membuatku sangat bahagia.. aku sadae, bahwa aku hanya mengagumi Donghae selama ini,” mata Young Jin berbinar-binar.

Yah, ia memang menyukai Donghae, tapi itu dulu. Sebelum Changmin mengusik lebih dalam lagi kedalam kehidupannya. Dan akhir-akhir ini ia menyadarai bahwa ia menyukai Shim Changmin.

Changmin beranjak dari duduknya, melangkah kearah Young Jin dan menundukan tubuhnya sambil membuka kotak yang ada ditangannya, “Choi Young Jin-ssi, be my girl?”

10 Years ago…

YOUNG JIN’S POV

“Oppa, makan malam sudah siap.” aku memanggil suamiku yang ada diruangan kerjannya. Akhir-akhir ini ia sibuk sekali dengan pekerjaanya yang ada dikantor. Aku khawatir jika ia sakit atau apa.

“Sebentar!” teriaknya dari dalam ruangannya.

Ya, dia. Shim Changmin. Teman argument yang dulu sangat aku benci. Saat ia membuka sebuah kotak yang ada ditangannya dan mengatakan bahwa ia menginginkanku menjadi wanitanya aku langsung menerimanya. Aku yakin kalau Changmin sebenarnya laki-laki yang baik dan penyayang. Terbukti sampai sekarang ia masih setia denganku dan aku masih setia dengannya. Yah, walaupun mataku sering sekali menatap namja lain yang lebih tampan daripada suamiku. Tapi aku tetap mencintainya.

“Eomma~” aku mendengar suara anak laki-lakiku dari ambang pintu dapur. Kulihat ia sedang mengelus-elus perutnya yang menandakan bahwa ia sudah lapar. Aku hanya bisa menggelengkan kepalaku saja, ia sangat menuruni sifat ayahnya yang suka sekali makan. Tapi aku menyayanginya.

Shim Eun Jo. Ya, buah hati ku dengan Changmin, ia benar-benar mirip sekali dengan Changmin.

Sebenarnya aku masih tak menyangka bahwa aku bisa berkeluarga dengan Shim Changmin. Bisa mempunyai anak dengannya, ini seperti mimpi yang sangat indah sekali.

Aku tersentak kaget saat seseorang memeluk tubuhku dari belakang. mendapatkan Changmin yang sedang melingkarkan tangannya di pinggangku. Ia mengecup pipiku kilat lalu pergi kearah meja makan dan langsung duduk dihadapan Eun Jo yang sudah lebih dulu memakan makananannya.

“Hei, kenapa kau memakannya lebih dulu, eh?”

“Appa terlalu lama, jadi aku lebih dulu makannya. Aku sudah sangat lapar!~”

Aku tersenyum melihat kedua orang yang sangat aku cintai, mereka hampir setipa hari seperti itu, tapi aku benar-benar sangat menyayangi mereka. Mereka adalah harta yang sangat terindah bagiku. Terima Kasih Tuhan karna kau telah memberikan mereka padaku.

Keluargaku yang sangat harmonis.

–END–

Endingnya gajeeee~ hahahahaha
Hyahhh. Ini ff req kkk~ jelek banget masa! Uda kepanjangan gitu yah hahaha
Unnie maaf banget yah ffnya lama, aku bingung mau gmn ceritanya ya udah kya gini aja kkk~ jelek yah gapapa deh hehehehehe aku Cuma bisa bilang gitu. Moga aja si unnie ga kecewa yah sama hasil aku yang ini… *cium Changmin*

BYEEEEEEEEEEEE

10 thoughts on “Love Story

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s