Wrong Married 3

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=103604756486834&set=a.103604743153502.4957.100005119293753&type=1
AUTHOR: VYEJUNGMIN~

DONGHAE’S POV

Aku baru saja sampai di Dorm, setelah melakukan rapat dengan Sooman Sajangnim dan mengantarkan permpuan itu . aku lelah, kenapa scandalku semakin runyam saja? Mungkin gara-gara aku bertemu dengan Hyejin di bandara kemarin aku passti tak akan mendapatkan musibah serunyam ini.

Aku tersentak kaget saat aku merasakan getaran ponselku yang ada di kantong celanaku. Dengan segera aku merogo kantong celanaku dan mengambil sebuah benda mati yang mengedip-ngedipkan layarnya dan bergetar menandakan ada seseorang yang menghubungiku. Aku membaca nama yang menghubungiku. Hyejin, ternyata ia yang menghubungiku. Aku sudah merasakan firasat ia pasti akan mengubungi secepat mungkin.

Aku mengangkat telponya, “Yeoboseo??” Sapaku. Aku tau apa yang akan ia katakana di telpon nanti.

“Donghae-ah… apa kau benar akan menikah dengan perempuan itu? Bukankah kita baru saja menjalankan hubungan ini baru dua minggu?” Benar bukan? Ia pasti akan menanyakan tentang scandal ini.

“Iya…” Aku menghela nafas dan melanjutkan ucapanku, “Aku akan menikah denganya, tapi setelah scandal ini tak dibicarakan oleh orang-orang lagi, aku akan menceraikanya dan aku akan menikahimu… hemm?? Arraseo??” Ucapku, sebenarnya aku sedikit ragu saat aku mengucapkan kata-kata seperti itu tadi. Ah aku tak perduli, kalau orang-orang sudah melupakan scandal ini aku akan menceraikanya.

“Tapi… Saat kalian hidup di satu atap kau tak akan jatuh cinta padanyakan?” Ucap HyeJin yang membuatku sontak terdiam! Jatuh cinta? Perasaanku saat bersamanya entah kenapa bisa setenang mungkin, dan saat aku tanpa sadar memakaikan masker kepada dirinya dengan lancangnya Darahku berdesir dengan cepat. Aku melakukanya saat tadi pagi karena aku begitu ketagihan melihat wajahnya yang merah merona seperti saat aku mengantarnya ke apartemenya kemarin sore.

“Oppa!!!” Aku tersentak kaget –lagi– entah kenapa aku bisa melamun dua kali, aku seperti tak biasanya, “Oppa kau masih mendengarkanku bicarakan?” Ucap Hyejin tak sabar Karena aku masih tak merespon ucapanya.

“Hyejin-ah, aku tutup telponya Oppa akhir-akhir ini sangat lelah…” Ucapku lembut, ia hanya membalas dengan helaan nafasnya, dan sedetik kemudian telponpun mati. Aku beranjak dari duduku dan berjalan menuju kamarku, aku ingin istirahat Dorm sepi mereka semua mempunyai jadwal Syuting dan lain-lain. Hanya aku yang hari ini Free karena aku menghadiri rapat scandal tentangku. Setelah masuk kedalam kamarku, aku merbahkan tubuhku di atas kasurku yang empuk ini.

***

Aku menggeliat kecil saat seseorang mengguncang tubuhku dengan kecil. Aku membuka mataku perlahan untuk membiasakan dengan pencayahan berasal dari lampu yang ada di dalam kamarku.

“Ayo bangun, makan malam sudah mau dimulai.” Ucap Leeteuk Hyung yang ternyata membangunkanku. Aku hanya mengangguk kecil, mengerti dengan ucapanya.

Dengan malas aku melangkahkan kakiku kedalam kamar mandi untuk mencuci mukaku agar mukaku ini tak kusam. Setelah mencuci mukaku aku keluar dan berjalan kearah dapur untuk makan bersama yang lainnya.

“Lama sekali kau Hyung…” Ucap Dongsaengku saat aku sudah duduk di meja makan, dongsaengku yang satu ini memang paling sopan. Cho Kyuhyun memang dia yang paling sopan di antara kami. Aish! Lupakan tentang namja sopan satu ini.

“Bagaimana? Apa rapat tadi membuahkan hasil?” Tanya Hyukjae, memang rapat tadi yang hadir Cuma aku, Leeteuk Hyung, Manager kami, Lee Sooman Sajangnim, dan Jaekyung. Dan yang di Super Junior tak di perbolehkan ikut.

“Tentu membuahkan hasil–” Ucapku menggantung, dan aku baru menyadari kalau semua mata kini tengah menatapku dengan tatapan menuntut untuk melanjutkan ucapaku, “Hasil kalau aku akan menikah dengan Jaekyung tiga hari lagi, dan besok aku akan mengadakan Acara Conferensi Press dengan media!!” Ucapku panjang lebar.

“Woahh! Jadi kau benar-benar akan menikah dengan Jaekyung-ssi? Ah Chukkae Hyung~” Ucap Ryeowook senang, aku menatap Ryeowook menuntut penjelasan, kenapa ia senang kalau aku akan menikah dengan Jaekyung, “Ah! aku tak tau Hyung kenapa aku bisa sesenang ini pas kau memberikan berita pada kami kalau kau jadi menikah dengan Jaekyung, kau tau, pertama melihatnya saja aku sudah menyukai kalau dia bersanding denganmu…” Ujar Ryeowook panjang lebar, aku hanya melongo menatapnya. Aku yang menikah kenapa dia yang terlihat antusias? “Hehehe sudah Lupakan ayo makan?!” Ucapnya gelagapan. Aku hanya menggelang kepalaku dengan pelan.

***

Setelah selesai makan malam, kami semua berekumpul diruang TV, hari ini Super Junior Free dari semua kegiatan. Tapi sepertinya satu jam lagi ada beberapa member yang akan menghadiri acara-acara Talk Show, Reality Show dan yang lainnya.

“Kau mala mini ada Jadawal?” Tanya Hyukjae padaku, dan aku hanya menggelengkan kepalaku.

“Jadi seharian ini kau Free dari semua kegiatan?” Tanyanya lagi.

“Ne, semuanya di batalkan. Karena ada rapat dari Sooman Sajangnim, kalau tak ada rapat tadi pagi pasti aku akan sibuk pemotretan di Busan.

“Ya sudah, cepatlah kau tidur. Bukankah besok kau ada Conferensi Press? Jadi jaga matamu baik-baik jangan sampai mengantuk atau matamu menjadi panda!” Ucapnya seperti orang tua yang ditinggalkan anaknya untuk merantau.

“Ck! Aku juga mengerti, jangan memberiku petuah orang tua!” Ucapku kesal, dan dia menjitak kepalaku dengan keras, “YAK! DASAR MONYET SIALAN!!!!” Aku hanya mengusap-ngusap kepalaku yang sakit gara-gara Monyet sialan itu.

***

Hari ini aku bangun pagi-pagi sekali, ah tidak-tidak sebenarnya aku tidak tidur semalaman ini. Aku bingung dan gugup untuk menghadapi Conferensi Press pagi ini. Aku beranjak dari tempat tidurku dan menuju kearah kamar mandi untuk membersihkan badanku yang entah kenapa terasa lengket, padahal aku tak melakukan aktifitas apapun.

Setelah mandi, dan memakai baju aku langsung keluar untuk ikutan sarapan bersama yang lainnya. Di meja makan sudah ada tiga orang yang duduk dan menyantap makanannya. Aku sedikit menyiritkan dahiku kemana yang lainnya? Di meja makan Cuma ada Si Setan sopan, Yesung Hyung dan Kibum, dan Ryeowook yang masih asik dengan dunianya.

“Kemana yang lainnya?” Aku membuka suara, Yesung Hyung yang sedari tadi menyantap makanannya sekarang mendongak melihatku.

“Sudah pergi ke lokasi Syuting mereka masing-masing.” Ucapnya, dan ia kembali melanjutkan makannya, yang tadi sempat tertunda dengan pertanyaanku.

Aku beranjak dari dudukku, dan tiba-tiba saja ada yang menahanku untuk tidak beranjak. Aku melihat Ryeowook dengan senyumnya yang lebar dan ia menyodorkan sepotong sandwich untukku.

“Sarapan dulu, dan setelah itu Hyung boleh pergi ke conferensi Press!!” Ucapnya memberi petuah, aku hanya mengangguk dan tersenyum.

“Gomapta Ryeowook-ah!!!”

***

Sebenarnya Conferensi Press di mulai jam sepuluh, tapi aku pergi pagi-pagi sekali. Jam delapan aku pergi, dan aku tidak pergi kegedung yang akan melakukan Conferensi Press melainkan aku pergi keapartemen Jaekyung.

Aku menghentikan mobilku diarea parkir apartemen Jaekyung, sebelum keluar aku memakai dandanan andalan artis-artis sepertiku yang setiap akan pergi kemanapun. Topi, masker, dan syal tebal yang menutupi leher dan mulutku yang sudah tertutup oleh masker.

Setelah persiapan menyamarku sudah terpasang sempurna, aku melangkah keluar dari dalam mobil. Aku berjalan dengan agak kiku, aku takut kalau tiba-tiba saja ada yang mengetauhi penyamaranku. Perlahan-lahan aku berajalan menju kamarnya, selama dalam perjalanan menuju kamarnya banyak sekali pasang mata yang memperhatikanku dengan tatapan yang mengira kalau aku teroris dan aku akan mengebom tampat ini.

Setelah berjalan dan menaiki Lift akhirnya aku sudah sampai di depan pintu kamarnya, aku mengetuk pelan dan beberapa kali. Aku sedikit kesal sudah hampir tiga menit pintu ini tak terbuka, kalau sampe lima detik tak terbuka aku akan pulang lagi.

Dan yah, akhirnya pintu terbuka, kepala Jaekyung menyembul dari dalam pintu. Aku melihatnya sepertinya ia habis mandi karena rambut panjang kecoklatanya itu basah. Dan entah apa yang terjadi tiba-tiba saja aroma shampoonya menjadi aroma favoritku.

“Oh, Donghae-ssi!!!” Aku tersentak kaget dari lamunanku saat ia memanggil namaku. Aku tersenyum padanya, dan dia membalas senyumku walaupun senyuman tipis, tapi senyuman itu sangat mengagumkan.

“Oh, maaf aku mengganggu mandimu!” Ucapku pura-pura menyesal, padahal aku tadi sedikit kesal karena Ia tak membuka pintu apartemenya.

“Gwenchana!! Ayo masuk, tak baik kalau sampai orang melihat!” Ucapnya mempersilahkanku masuk.

Aku masuk mendahuluinya, karena ia harus menutup pintunya terlebih dulu. Aku duduk disofa mewah milik Jaekyung ini tanpa perintah atau persetujuan dari siempunya milik Apartemenku. Aku melihat ia melewatiku dengan mendengus sebal karena melihat aku yang semena-mena di apartemenya.

“Kau mau minum apa?” Tanyanya saat ia ada di dapur.

“Teh Hijau ada?” Tanyanku, dan dia mengagguk menanggapi pertanyaanku.

Dua menit ia datang membawa Teh Hijau yang ia buat untukku, selama dua menit itu mataku menatap isi Apartemenya. Terakhir kali aku melihatnya tak serapi ini, pasti ia kemarin memrapihkanya. Aku mengambil cangkir yang terisi Teh Hijau, dan menyeruputnya denga pelan-pelan karena teh ini masih panas.

“Mau apa kau kesini? Bukan kah Conferensi Press dimulai jam 10 dan ini masih terlal” Ucapnya tiba-tiba, dan aku hanya tersenyum.

“Aku tau, tapi aku hanya ingin memastikaan Calon istriku baik-baik saja. Ah ini.” Aku menyodorkan secarik kertas padanya, ia menerimanya dengan alis berkerut. Aku hanya memperhatikannya, dia sangat cantik saat ia mengerutkan alisnya itu. Aish! Apa yang kau pikirkan tadi itu Lee Donghae?

“Surat perjanjian?” Ujarnya saat ia melihatnya, aku hanya mengangguk saja, “ Untuk apa? Bukankah kita ini hanya pura-pura? Tak perlu surat perjanjian atau apa, seperti di drama-drama saja? Aku bahkan tak akan mencintaimu Lee Donghae!” Dia mengembalikan kertas itu padaku lagi. Hah! Baiklah kalau ia tak mau.

“Baik, kalau kau tak mau. Hmm… aku hanya ingin meminta satu syarat saja, kau tak boleh mencampuri urusanku nanti..” Dia mengangguk dan menyeringai, seringainya mengingatkanku pada Magnae di Grupku, tapi sepertinya seringain Kyuhyun menurutku paling menyeramkan.

Dia hanya tersenyum mengejek kepadaku dan dia bilang, “Untuk apa aku mencampuri urusanmu? Bahkan aku tak ada niatan sekalipun mencari urusanmu dengan Yeojachingumu. Kau menikah denganku hanya memanfaatkanku dan aku hanya menjadi kedok, menutupi hubunganmu dengan Yeojachingmu!” Dia! Benar-benar membuatku muak! Baik, sepertinya aku memang salah mengambil keputusan ini. aku balas menyeringai.

“Ah! jadi kau sudah tau tujuanku? Terima kasih karena kau sudah mengerti dengan rencanaku!” Aku berdiri dan hendak berjalan tapi aku mengurungkan niatku hanya ingin memberi ucapan padanya, “Selamat datang di dunia Lee Donghae, Han– ah, Ani lebih tepatnya Lee Jaekyung!” Aku membungkuk, dia hanya mendengus kesal saat aku mengucapkan kata-kata tadi. “Dan jangan lupa jam 10 nanti akan diadadan Conferensi Press. Aku pergi, calon Istriku”

“DASAR BRENGSEK KAU LEE DONGHAE!!!” Aku masih bisa mendengar teriakanya yang membahana itu. Ah! hari ini aku berhasil membuat orang menjadi kesal seperti itu.

***

“Kau darimana?” Aku baru saja sampai di dorm dan langsung diberi pertanyaan seperti itu oleh Leeteuk Hyung.

“Dari apartemen calon istriku, wae? Apa ada masalah?” Tanyaku dan dia mengangguk, aku heran masalah apa, “Masalah apa Hyung?”

“Apa kau sudah memberitahu keluarganya kalau dia akan menikah denganmu?” Tanya Leeteuk Hyung was-was, aku menggeleng saat aku diapartemennya aku lupa menanyakan apa dia sudah memberitahu keluarganya kalau dia akan menikah? Aisshh! Kenapa aku bodoh sekali? “Bisa kau hubungi Jaekyung? Aku takut kalau keluarganya tak akan setuju dengan pernikahan kalian!”

Aku menghembuskan nafasku, “Orang tuanya ada di Amerika, sibuk mengurusi perusahaannya. Ottokhe?” Aku ikut was-was juga.

“Lebih baik kau menghubungi Jaekyung dan tanyakan apa ada keluarganya yang di Seoul? Kalau ada kau bisa melamarnya di hadapan keluarganya. Conferensi Press bisa kita tunda menjadi jam satu siang! Dan bagaimana dengan Eommonim?” Usulnya, dan aku mengangguk patuh dengan usul yang diberikan oleh Leeteuk Hyung. Aku membuka topi yang sedari tadi bertengger manis di kepalaku dan aku berjalan menuju sofa yang ada di ruang TV tempat biasa kami habiskan untuk menonton TV.

“Sudah aku hubungi saat aku akan pulang ke Dorm tadi, dan Eomma akan kesini besok pagi untuk melihat calon istriku!” Leeteuk Hyung mengangguk paham.

Sebelum aku duduk di sofa, aku merogoh kantong celanaku dan mengambil benda hitam bersegi panajng itu. Setelah kelur dari kantong celanaku aku mulai membuka kunci ponselku, yang sedari tadi terkunci. Setelah terbuka aku mulai mencari kontak nomor ponsel Jaekyung, setelah ketemu aku mulai memencet tombil hijau yang tersedia di benda persegi panjang tersebut.

Terlpon tersambung, aku menunggu semoga saja Jaekyung mengangkat telponku, soalnya tadi sebelum aku pulang kedorm aku sempat membuatnya kesal, siapa dulu yang membuat orang kesal seperti tadi? Bukankah dia yang membuatku kesal, tapi apa yang ia katakana tadi memang benar apa adanya. Aku memanfaatkannya agar hubunganku dengan Hyejin tertutup dan tak di ketahui siapa-siapa. Hahahaha, aku hanya bisa tertawa dalam hati.

“Yeoboseo?” Ucapnya malas, aku pasti dia masih kesal denganku, “Waegeure?”

“Jaekyung-ssi, apa kau sudah memberi tau pada keluargamu kalau kau akan menikah denganku?” Dia diam selama beberapa detik, “Kau belum memberi siapapun?” Tanyaku memastikan.

“Ne, aku belum memberitahu siapapun. Aku tak berani memberi keluargaku. Kalau kau mau, kau saja yang memberi tau keluargaku. Kau hubungi orang tuaku yang ada di amerika dan pamanku yang ada di Seoul.” Aku berfikir sejenak, aku menghubungi kedua orang tua Jaekyung, dan memberi tau pamannya. Baiklah aku akan menghubungi kedua orang tua Jaekyung.

“Kau, cepatlah berdandan. Aku akan keapartemenmu lagi untuk meminta izin pada kedua orang tuamu, dan nanti kita berdua kerumah pamanmu.” Aku memutuskan sendiri, dan aku mendengar ia hanya mendengus kesal.

“Tapi, bukankah acara Conferensi Pressnya akan dimulai satu jam lagi? Dan rumah pamanku cukup jauh dari daerah apartemenku!”

“Tenanggg, Leeteuk Hyung sudah memastikanya, Conferensi Press di undur dan dimulai jam satu siang nanti. Kita bisa mengakrabkan diri kita, bukankah kita tak saling kenal?”

“Baik! Terserah kau saja!!!” Setelah mengucapkan ucapan seperti itu ia langsung memutuskan sambungan telpon secara sepihak! Ck! Kekanakan sekali wanita itu. Aku heran, kenapa dia bisa menjadi Presedir di perusahaanya, dia yang cepat emosi seperti itu menurutku tak pantas menjadi seorang peresedir. Aish! Lupakan, bukankah aku tak boleh mengurusi urusan pribadinya?

***

Aku hampir gusar di depan pintu apartemen Jaekyung, hampir kurang lebih enam menit aku mengetuk pintu apartemenya, tapi sang empunya Apartemen tak kunjung membukakan pintu. Saat aku akan menekan tombol hijau, pintu telah terbuka dan menyembulah kepala manusia, yaitu Jaekyung. Ia tersenyum lebar saat melihat raut mukaku yang tak senang.

“Maaf, aku sakit perut jadi aku lebing menguntamakan kesehatanku, kalau di tahan tak baik!” Astaga, wanita ini! Apa tak malu berkata seperti apa yang ia ucapkan tadi? Aku hanya bisa mengegakan mulutku! Wanita ini, blak-blakan sekali!!!

“Kau mau aku diluar saja?” Aku langsung masuk saja kedalam Apartemenya, aku tak peduli lagi dengan sopan santunku, bukankah aku akan menjadi suaminya? Jadi aku bisa keluar masuk kedalam apartemen ini.

“Kau tak punya sopan santun sekali? Ckck! Kenapa orang-orang diluar sana banyak sekali yang bisa menggilaimu, padahal kau itu tak ada kata-kata yang akan mendekati Tampan!!!” Aish! Dia seenak jidatnya mengataiku seperti itu.

“Terserah, dan aku memang tampan!!! Aish! Lupakan tentang sopan santun, aku hanya ingin meminta izin kepada kedua orang tuamu saja. Bisa kau memberikan nomor ponselnya aku akan menghubunginya” Dia hanya merengut sebal, belum menjadi suaminya aku sudah seenaknya menyuruh-nyuruhnya seperti itu. Dia memberikan nomor ponselnya orang tuanya padaku, setelah selesai mengetik Nomor ponsel yang tertera dilayar Ponsel Jaekyung aku ketik aku langsung menekan tombol hijau yang ada di ponselku.

Selang beberapa detik aku menunggu telpon di angkat aku diam-diam memperhatikan Jaekyung yang sedang memnonton TV, aku tak sadar kalau TV telah menyala. Kalau di lihat-lihat Jaekyung itu sangat cocok menjadi model. Tubuh tinggi, ramping, putih, rambut ikal panjang coklat kehitaman, mata yang bagus, dan… Bibirnya yang merah merona dan basah! Aku jadi ingin mencicipinya. Aish! Apa yang kau fikirkan Lee Donghae? Berfikir Jernih! Jangan mau kau dibisikan oleh Setan!!!

“Hallo??” Aku tersentak kaget saat mendengar suara dari ponselku, ah ternyata telponku diangkat juga. Aku sedikit berdeham mentralkan suaraku.

“Yeoboseo? Apa ini Ny. Han?” Ucapku sopan.

“Ah, ye! Nugunde?” Tanyanya, aku melirik kesamping dan mendapatkan Jaekyung yang sedang menatapku. Aku meliriknya meminta bantuan, dan apa yang aku dapatkan? Dia mengacuhkanku, sebelum mengacuhkanku dia mengucapkan yang benar-benar sangat menyebalkan.

“Na, Lee Donghae Imnida~ Ajhum–” Belum sempat aku menyelesaikan ucapanku Jaekyung sudah merebut ponselku begitu saja. Aish! Perempuan ini memang menyebalkan!

“Eomma~ aku meminta izin, aku akan menikan tiga hari kedepan. Suara laki-laki tadi itu calon suamiku. Apa Eomma mengizinkan kami?” Jaekyung To The Point, aku hanya memandinginya dengan tatapnku yang terkejut. Astaga aku aku akan menikah dengan perempuan aneh seperti ini. Jaekyung dan Hyejin benar-benar berbeda, sangat berbeda. Tapi kalau cantik, sepertinya masih cantiakn Jaekyung. Aish! Hilangkan fikiranku yang terus saja memuji Jaekyung.

“MWO? Kau akan menikah Je~? Apa Eomma tak salah dengar, bukankah kau ingin menikah di saat umurmu menginjak duapuluh enam tahun? Dan bukankah kau baru saja di Korea selama emapat hari? Cepat sekali kau menemukan pendamping hidupmu?” Ucap ibunya panjang lebar, Jaekyung menyenderkan punggungnya di sofa yang kami duduku, dia hanya menghela nafasnya. Aku tau ia pasti sangat kesal padaku. Mianhada Jaekyung-ssi.

“Aku hanya ingin mendengar Eomma mengatakan setuju atau tidak? Hmm~ dia pacarku saat aku masih duduk dibangku SMP, saat Eomma mengajaku pindah kami masih belum pernah mengucapkan kata putus Eomma! Dan sekarang kami bertemu lagi, dia melamarku Eomma, kami akan menikah” Dia berkata seperti itu dengan nada yang ia ceria-ceriakan, aku tau pasti ia sangat kesal disaat umurnya masih menginjak duapuluh tahun, ia harus mengorbankanya, menikah denganku. Dan dia berbohong saat mengatakan seperti itu tadi.

“Tapi itu hanya cinta monyet Je~… Tapi, itu terserah kau saja, Eomma akan pulang ke Korea besok. Tutuplah terlebih dahulu nanti Eomma akan memberitahukan pada Appamu nanti saat ia pulang dari kantor. Jaga kesehatanmu Je~ Eomma merestui kalian.” Ucapan di Akhirnya membuatku sangat lega. Kami di restu oleh orang tuanya. Telpon tertutup dan ia beranjak dari duduknya, menatapku dengan malas.

“Ayo kita pergi kerumah pamanku, bukan kah kau ingin meminta izin padanya?” Aku mengangguk dan beranjak dari duduku.

***

Kami sedang ada di sebuah kafe. Aku mengisi perutku yang sedikit membrontak minta di isi, aku lupa tadi pagi aku sempat makan atau tidak. Tapi aku benar-benar sangat lapar. Dihadapanku, Jaekyung hanya menopang dagunya dengan tanganya, sedari tadi dia hanya mendengus kesal padaku. Ia membrontak ingin pulang, tapi aku memaksanya untuk menemaniku makan.

Kami sudah mendapatkan izin dari pamannya, malah pamannya sangat senang Jaekyung cepat-cepat menikah. Hah! Aku kira aku tak akan mendapatkan restu, kalau tak mendapatkan restu nanti bisa-bisa nama grup kami menjadi jelek karena janji yang tak aku penuhi.

“Je~” Ucapku pelan, ia mendelik horror padaku. Wae? Apa ada yang salah?

“Jangan memanggilku denga nama ‘Je~’ itu khusus untuk orang-orang yang terdekat saja!” Ia sedikit berteriak. Aneh sekali aku hanya memanggilnya seperti itu tapi lihat reaksinya sangat berlebihan.

“Tak usah berteriak Je~, dan ingat aku akan menjadi suamimu. Jadi aku bebas memanggilmu dengan sebutan apa saja. Kyung~ Kyung~ Kyung~, apa kau ingin aku memanggilmu seperti itu?” Aku menggodanya, dan lihat mukanya sedikit merah. Aku tak tau ia menahan amarahnya atau ia malu karena aku goda.

“Teserah padamu saja!!!” Ia memalingkan wajahnya, dan aku tersenyum pusa! Hari ini aku dua kali membuatnya kesal seperti itu.

“Ngomong-ngomong, aku belum tau tanggal lahirmu yah semua yang ada pada dirimu. Biasanya wartawan-wartawan itu selalu ingin mengetahui apa saja yang mereka tak tau…” Dia mengangguk, dan ia dengan tak sopannya mengacuhkanku yang sedang berbicara. Ia mengacuhkanku dengan mengutak-atik ponselnya. Dan setelah itu ia memberikan padaku, aku meliriknya tak mengerti, “Mwo?” Aku melihat kelayar Ponsel milik Jaekyung dan tertera profil dilayar ponsel Jaekyung, di layar tersebut menunjukan beberapa perusahaan direktur muda yang terdaftar di Seoul. Cih! Dia mau menyombongkan dirinya? Menjengkelkan sekali!!

“Lihat saja, mereka tak bodoh pasti mereka akan mencari tentangku lewat apa saja, termasuk mencari di internet. Hah! Aku baru saja tau itu, pamanku kemarin mengirimku pesan dan dia menyuruhku untuk mengunjungi situs tersebut, dan yah aku menemukan artikel ini, kau tak percaya maka aku juga tak percaya. Padahal kau tau sendiri kalau aku baru saja empat hari di korea!” Ucapnya panjang lebar. Aku kira ia memamerkan padaku, ternyata ia sendiri baru mengetahuinya kemarin dan itupula pamannya yang memberi taukan.

“Ya sudah, ayo kita pergi acaranya akan dimulai satu jam setengah jam lagi. Kau tak gugup?” Ia hanya mengangguk. Aku memakai topiku dan ia juga mengikuti memakai topi. Untung saja kafe disini sepi jadi aku tak takut aku membuka topiku saat aku makan tadi.

Sebelum akau keluar dari kafe ini aku berjalan menuju kearah kasir, membayar makanan yang aku santap tadi. Setelah membayarnya aku membungkuk sopan. Jaekyung sudah pergi kemobil saat aku membayar tadi.

***

“Ayo Donghae-ah, acara akan dimulai kenapa kau malah duduk disini?” Aku beranjak dari dudukku, dan mengalihkan pandanganku pada seorang Yeoja yang sedari tadi memakai make up yang tak kunjung selesai. Ia selalu protes saat seseorang mengolesi wajahnya dengan bahan-bahan yang terbuat dari cairan kimia itu. “Masih lama?” Ucap Leeteuk Hyung, Jaekyung menolehkan wajahnya.

“Sebentar lagi Oppa~” Oppa? Cih! Pada Leeteuk hyung saja dia memanggilnya dengan Oppa, tapi denganku? Ia tak sudi memanggilku dengan sebutan oppa! “Aku selesai Oppa,” Ia berdiri aku yang sedari tadi menatapnya dengan malas kini mataku memblalak kaget, dia~ benar-benar cantik dalam balutan mini dress sampai lutut berwarna merah, rambut coklatnya yang sedari tadi ia biarkan terurai kini menjadi sangat indah, bibir merahnya entah kenapa selalu menggodaku. Aish! Apa aku sedang jatuh cinta? Ingat Hae, kau mempunyai Hyejin! Tapi Hyejin sepertinya kalah dengan Jaekyung.

“Wae?” Aku tersentak kaget, saat tiba-tiba saja Jaekyung sudah ada didepan mataku. Dan itu membuatku mendadak menjadi gugup, aih! Jauhkan wajahnya dari hadapanku, kalau tidak aku akan benar-benar menciumnya! Dan yah sepertinya ia mendengar kata-kata hatiku, ia segera menjauhka wajahnya dari hadapanku.

“Ayo Keluar!” Ia menggandeng tanganku, aish! Jadi disini siapa yang menjadi artis? Aku segera melepaskan tanganku yang ia gandeng.

“Jadi siapa yang menjadi artis sekarang?” Ucapku, dia mendengus. Ternyata hobinya itu mendengus seperti itu. Menyebalkan sekali.

***

Conferensi Press sudah dimulai dua puluh menit yang lalu, dengan pertanyaan pertama bagaimana aku menjalin hubungan denganya, kedua sudah berapa tahun kami menjalani hubunganku dengannya, dan lain-lainya. Sekarang pertanyaan terakhir yang akan mereka tanyakan pada kami.

“Apa kalian benar-benar saling mencintai satu sama lain? Kalian bahkan berpisah beberapa tahun, dan kadang-kadang salah satu dari kalian akan merasa bosan dengan hubungan jarak jauh, dan Bukankah Donghae-ssi sedang di gossipkan dengan seorang Model yang sedang naik daun? Bernama Hyejin?” Aku sempat gugup dengan pertanyaan ini, bagaimana aku menjawabnya?

“Kami saling mencintai satu sama lain, kami saling percaya satu sama lain, jadi kami masih mempertahankan hubungan kami ini. kalau masalah bosan atau apa aku juga pernah merasakanya. Tapi aku percaya kalau kami bisa melewati ini semua, dan lihat kami bahkan akan menikah. Dan masalah Donghae yang di Gossipkan dekat dengan salah satu model cantik mungkin itu hanya orang-orang yang membenci Donghae.” Aku hanya terpaku, menatapnya ia berbicara dengan sangat tenang, dia tak gugup bukankah sedari tadi ia hanya diam dan menunduk tak berani menatap flash camera yang dari tadi tak henti-hentinya memotret kami.

“Baik, kami puas dengan jawaban anda. Terima kasih.” Aku bernafas lega akhirnya conferensi press hari ini berjalan dengan baik.

“Kami akhiri Conferensi press siang ini, terima kasih untuk kehadiran kalian.” Ucapku, dan kami semua membungkuk sopan sebagai tanda Akhir dari acara ini.

“Hoahh!!! Aku benar-benar gugup! Dan lelah” Aku menolehkan wajahku dan melihat Jaekyung yang baru saja keluar dari ruang ganti pakaian dan duduk di sofa diruangan make up, di dalam ruangan ini hanya ada aku, Leeteuk hyung, Manager kami, dan Jaekyung. “Aku ingin pulang!” Aku menatapnya kembali, perempuan ini manja sekali.

“Kau lelah? Sebaiknya kau istirahat saja dirumahmu. Donghae-ah antarkan Jaekyung keapartemennya!” Leeteuk Hyung menyuruhku, aku mengangguk patuh karena aku tak berani menolah perintahnya karena ia adalah Hyung kesayanganku.

“Ayo Pulang? Bukankah kau ingin pulang?” Ia berdiri dan aku beranjak jalan mendahuluinya, sebelum kami benar-benar pergi aku berpamitan pada Leeteuk Hyung dan manager Hyung.

***

“Aku masuk duluan Donghae-ah” Pamitnya, sebelum ia masuk kedalam apartemennya aku menjegatnya dengan memegang pergelangan tanganya dan ia memandangku dengan heran, “Wae?” Tanyanya, aku tak membalas ucapanya malah aku mendekatkan diriku padanya, dia menatapku was-was, sebelum melakukannnya aku menyeringai dan dengan secepat kilat aku mengecup bibirnya. Dan aku segera berlari menuju Lift yang kebetulan sekali sedang terbuka. Dan sayup-sayup aku mendengar teriakanya yang menggelegar.

“LEE DONGHAE SIALAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

=======TO BE CONTINUE========

TERIMA KASIH YANG UDA MAU BACA ^____^ HEHEHEHE
DAN DIMAKLUMI KALAU BANYAK TYPO AKU NGERJAINNYA NGEBUT HEHEHEHE’

SUDAH DEH CUAP-CUAPNYA!!! AKU MINTA KOMENTAR KALIAN SEMUA :*

4 thoughts on “Wrong Married 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s