Messege of Valentine [Oneshoot]

https://i0.wp.com/sphotos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-prn1/13948_347829251999812_101993352_n.jpg

Author: AB… [ADNAN BUCHORI]

Listen song: SUPER JUNIOR M – DESTINY Japan Version *sumpah ga nyambung banget, ya itu saran saya sja karena saya mengetik dengerin tuh lagu berulang-ulang*

***

Author’s P.O.V…

Ping!

‘Sedang Apa?’

Yes! Rasanya Jaekyung pengen bersorak membaca pesan pendek di BlackBerry-nya. Pancinganku kena! Batin Jaekyung girang.

Buru-buru Jaekyung merapat ke pojok kamar dan tekun mengetik huruf demi huruf di ponselnya. Setelah selesai, pesan itu pun di kirim kenomor ponsel yang tadi mengirim BBM untuknya.

‘Aku lagi dengerin lagu Jason Mraz. Kau suka Jason mraz?’

Pesan sudah sukses terkirim. Kini Jaekyung tampak senyum-senyum sendiri membayangkan wajah si pengirim BBM itu. Hatinya begitu berbunga hari ini.

Biasanya Jaekyung duluan yang memulai untuk saling komunikasi lewat BBM. Tapi setelah seminggu berjalan, atau tepatnya tadi, Jaekyung yang dikirimnya duluan.

Itu tandanya dia mulai perhatian sama aku, muali rindu sama pesan-pesan pendek aku di ponselnya. Itu berarti pancinganku kena! Jerit Jaekyung.

Sebulan lalu, saat Jaekyung lagi ulang tahun, Appa-nya menghadiahi Jaekyung sebuah BlackBerry. Tentu saja Jaekyung girang karena Hye Eun, Soo Kyung, SaeHyun, Hye Soon, dan HyunA, teman-teman se-ganknya di sekolah juga sudah menggunakannya. Dan demi pengiritan, mereka lebih suka menggunakan BBM untuk komunikasi, baik untuk janjian ketemu atau mengerjakan pekerjaan rumah bersama.

Dan kegembiraan Jaekyung semakin lengkap ketika di kantin secara tidak sengaja dia mendengar percakapan Donghae, kakak kelas yang cool, tampan, pintar, dan keren itu. Dia sedang bertukar nomor Pin BBM dengan temanya. Buru-buru Jaekyung menyambar sembarangan kertas yang ada dan mencatatnya.

‘Selamat sore Sunbae! Boleh kenalan?’

Itu tulisan Jaekyung waktu pertama kali mengirim BBM Ke ponsel Donghae, setelah Add BBM Dia di konfrimasi.

Tak lama kemudian, ponsel Jaekyung bunyi, tanda ada BBM masuk.

‘Sore juga! Kenalan juga boleh, mana tanganmu, nama kamu siapa?’

‘aku mawar, kamu donghae sunbae kan?’

‘kamu curang, profil BBM kamu tidak ada picturnya. Kok tahu nomor BBM aku?’

‘jangan panggil aku mawar kalau nomor pin BB kamu saja aku tidak tahu, hehhehehe…’

‘kamu siapa, ya?’

Jaekyung tertawa membacanya. Itulah pesan-pesan pendek yang terkirim pada hari pertama mereka ber BBM-ria. Singkat namun sangat berkesan buat Jaekyun yang memang lagi kesengsem berat sama kakak kelasnya itu. Jaekyung sengaja tidak memasang foto di BlackBerry Messengernya, dia pasang gambar bunga Mawar di sana.

Ping!…

Ponsel Jaekyung bunyi tanda ada BBM. Bergegas Jaekyung membacanya.

‘Jason mraz? Suka juga sih. Tapi aku lebih suka Saosin!’

Saosin? Jaekyung langsung lari ke kamar Yong-Jin, kakanya. Kalau tidak salah, Yong-Jin Oppa punya Grup music ini. Di bongkarnya tumpukan CD dan kaset Oppanya itu. Aku musti nyambung komunikasi dengan dia meski itu sedikit Bohong.

‘aku suka lagunya Saosin yang I Keep My Secret Save, kalau kamu?’

Jaekyung menulis asal, padahal dia tidak tahu lagu itu, asal ngetik saja, hihihihhihi…

Tidak apa, itu namanya White lie, bohong putih. Yang penting dia tidak bosan berkomunikasi denganku, batin Jaekyung sambil menekan send pada ponselnya.

***

Ada rapat informal di sudut kantin. Para senior sekolah sedang membicarakan acara Valentine yang tinggal satu minggu lagi. Jaekyung dan Hye Soon tadi kebetulan sedang makan sempat mencuri dengar. Intinya Kepala sekolah menolak mentah-mentah usul mereka untuk merayakan acara Valentine di sekolah dan mendatangkan Grup music yang lagi naik daun F.T Island.

“Padahal HongKi Oppa sudah bilang oke loh, gratis lagi. Dia kan Alumni Sekolah sini juga,” ujar seseorang yang katanya masih saudaraan sama Vokalis grup musik itu.

“Hongki Oppa Alumni disini?” Tanya Hye Soon ke Jaekyung.

“Katanya sih iya, kenapa? Kamu ngfans sama dia?” Jaekyung balik nanya.

“Iya dong, Hongki Oppa kan Tampan! Mana suaranya keren lagi! Memang kau tidak Ngfans sama dia?”

“Biasa saja. Aku sih lebih Ngfans sama ke Dia!” Ujar Jaekyung sambil melempar ekor matanya ke Donghae yang lagi menyenderkan badanya di pintu kantin.

Dan entah setan dari mana yang hinggap di benak Donghae, tiba-tiba dia datang ke tempat meja Hye Soon dan Jaekyung duduk sambil menenteng botol Coca cola-nya.

DEG!

Jantung Jaekyung bagai di pukul palu godam karena kehadiranya. Mana Hye Soon rese sekali, menginjak-nginjak sepatunya. Padahal kemungkinan Donghae Cuma pegal berdiri dan kebetulan bangku yang kosong ada di depan meja mereka.

“Ada apa Sunbae?” Tanya Jaekyung nekat, meski jantunghnya berdebar tidak karuan. Donghae menoleh. Lima detik mata mereka beradu, lalu Donghae mengalihkan perhatianya ke botol minuman yang di pegangnya.

“Anak-anak mau demo. Pak kepala sekolah tidak mengizinkan kita merayakan Valentine dan mendatangkan grup F.T Island,” Ujar Donghae. “Alasan pak kepala sekolah mengganggu kegiatan belajar. Iya sih… karena Valentine jatuh pada hari rabu. Tapi setahun sekali apa salahnya sih.”

“Iya Sunbae, aku mendukung mendatangkan Hongki Oppa, eh… F.T Island. Kelas 1-6 bakalan mendukung seratus persen!” Ujar Hye Soon antusias. “Lagian aku ingin sekali merasakan, bagaimana sih rasanya ikutan demo,” Tambah Hye Soon.

“Jadi kalian mendukung,” Tanya Donghae.

“Iya!” Jawab Ha-Kyo dan Hye Soon barengan.

“Oke, akan aku sampaikan ke ketua OSIS kalau begitu, sudah dulu yah,” Pamit Donghae sambil beranjak mengikuti teman-temanya yang pada meninggalkan kantin.

Jaekyung rasanya ingin bersorak lantaran bisa mengobrol dengan Namja idamanya meski Cuma sebentar.

Tapi kegembiraanya itu hanya sesaat ketika pada istirahat kedua dilihatnya Donghae di depan kelasnya sana sedang asik bercengkraman dengan Ga-Eun, kakak kelasnya yang juga di kenalnya sebagai siswa tercantik.

***

‘Sudah pernah merasakan Love at First Sight?’

BBM dari Donghae masuk malam-malam saat Ha-Kyo lagi mengerjakan Tugas Matematika. Setelah peristiwa yang di lihatnya istirahat kedua tadi, Jaekyung mulai malas ber-BBM. Makanya BBM itu Tidak di jawabnya.

‘ko diam? Belum yah? Aku sudah! Tadi saat istirahat!’

BBM Donghae masuk lgi dan kali ini benar-benar bikin pusing kepala Jaekyung. Jaekyung langsung ingat pada apa yang di lihatnya dari kejauhan pas istirahat kedua tadi.

Ya, Ga-Eun memang cantik dan menawan. Namja mana sih yang tidak tertarik sama kecantikanya? Dia berusaha masuk final gadis sampul, lolos ke Seoul Idol, juara kelas, dan sederet prestasi perempuan lainya.

‘bagaimana ya cara mengungkapkan perasaan cinta? Punya Advis buatku?’

Lagi, BBM Donghae masuk. Jaekyung berusaha menenangkan diri di antara kekalutan hatinya yang di penuhi rasa crmburu dan merana karena merasa cintanya tak terbalas. Tapi, kasihan juga kalau BBM Donghae tidak dijawabnya. Akhirnya Jaekyung meraih ponselnya dan mengetik untuk menjawabnya.

‘Say with flower!’

Jaekyung mengetik dengan kesal, lalu mengirimnya. Jaekyung beranjak dari kursinya dan berdiri di depan jendela kamarnya, mencoba menenangkan kekacauan hatinya dengan melihat kerlip bintang di atas yang sangat indah.

Sungguh agung karya Tuhan Yang Maha Kuasa hingga bisa menata jutaan bintang di angkasa tanpa saling bertubrukan dan bersinar begitu indah.

Tiba-tiba Jaekyung melihat sebuah cahaya terang meluncur sangat benderang. Itu bintang jatuh! Reflek Jaekyung cerdas -menurut mitos- bila melihat bintang jatuh kita boleh minta sesuatu dan akan terkabul.

Lee Donghae Oppa!

Yang ada di otak Jaekyung sehari tadi Cuma Donghae. Makanya dia sepontan berucap.

“Aku menginginkan Donghae Oppa”

Ping!

Ada BBM masuk. Jaekyung beranjak dari jendela, meraih ponsel dan membacanya.

‘Aku akan mencobanya. Kamu tahu, kamu sudah memberi inspirasi padaku. Nanti aku cerita!’

Jaekyung mematikan ponselnya dan beranjak tidur.

Harapanya Cuma satu –bintang jatuh- yang baru saja ia lihat.

***

Hye Soon uring-uringan karena rencana kakak kelas buat demo di batalkan. Sebagai gantinya, di papan pengunguman tertulis bahwa hari rabu seluruh siswa harap membawa bunga mawar. Akan di adakan kegiatan berbagi kasih dengan saling tukar bunga pada orang yang di sayangi di sekolah, bisa pada guru, pada sahabat, dan juga kekasih. Juga nanti ada kegiatan bagi-bagi bunga di jalan, berbagi kasih pada pak polisi, anak jalanan, dan sebagainya. Itu berarti cita-cita Hye Soon buat merasakan demo pupus sudah.

“Tapi ide itu bagus juga!” Ujar Jaekyung. “Valentine kan hari kasih sayang, jadi kegiatannya juga yang bernuansa kasih, bukan teriak-teriak Demonstrasi gitu.”

Dan rupanya pengunguman itu disambut dengan antusias oleh seluruh siswa. Terbukti di seluruh sudut kelas sekarang sedang bicara bunga Valentine. Hyuk-Jae -atau dia biasa di sebut dengan Eunhyuk- yang memang mempunya otak dagang, langsung membagikan kartu nama kedai bunga milik Ibunya ke siswa-siswa, bahkan dengan iming-iming Discount segala.

Jaekyung and the Gank pun mulai menghitung-hitung berapa tangkai yang mesti bi bawa untuk dibagikan pada yang terkasih.

“Pertama, kalian harus membawa empat tangkai bunga buat kita semua. Habis itu kita kasih ke Park Songsaenim, kita banyak salah sama guru matematika itu karena kita sering kerja sama saat ulangan. Lainnya terserah kalian.” Komando Saehyun yang merupakan juru bicara genk tersebut.

“Kau tidak memberikan bunga ke Donghae Sunbae,Jaekyung-a?” Tanya Hye Soon.

“Ah, kalau saja dia tahu perasaanku, jangankan setangkai, satu buket bunga pun aku akan memberikan pada Donghae Sunbae.”

Tapi… Donghae pasti Cuma bawa setangkai buat Ga-Eun. Dia adalah Love at First Sight-nya Donghae, batin Jaekyung sedih.

***

Hari Valentine tiba. Malas-malasan Jaekyung berangkat ke sekolah. Dia tidak tahu bagaimana perasaannya nanti bila melihat namja idamanya berbagi kasih dengan gadis lain. Tapi acara ini tidak setiap tahun ada. Lagi pula kemarin dia sudah berbelanja bunga bersama gengnya, sayang kalau tidak di bagikan.

Kesepakatan Jaekyung and the gank hari ini mereka memakai bando pink dan sapu tangan pink.

Ping!…

Ada BBM masuk. Donghae! Jaekyung menekan tombol baca.

‘Happy Valentine’s Day, siap menerima kejutan?’

Kejutan? Kejutan apa? Ah, masa bodo! Jaekyung memasukan ponselnya di tas dan berangkat kesekolah. Supir keluarganya sudah menunggu.

Suasan Valentine sangat terasa. Begitu di jalan Jaekyung melihata teman-teman sekolahnya membawa bunga. Sesampainya si sekolah, suasana itu kian meriah. Sejenak Jaekyung terhibur dan lupa akan luka hatinya.

“Makasin, pak Jaewoon,” ucap Jaekyung pada supir keluarganya itu, lantas dia berjalan menuju gerbang sekolahnya.

“Mawar!” Sebuah suara terdengar jelas memanggil ke arahnya. Siapa yang tahu nama samaranya aku itu? Batin Jaekyung penasaran dan membalikan badanya.

Oh God!

Tas sekolah Jaekyung sampai jatuh ke tanah begitu tahu yang memanggil tadi adalah seorang laki-laki tampan di seberang jalan yang sekarang menuju ketempat dia berdiri.

Donghae! Ya benar Lee Donghae.

“Happy Valentine.” Ucap Donghae sambil mengulurkan setangkai bunga mawar ke Jaekyung. Jaekyung masih berdiri mematung, tidak percaya pada apa yang barusan dia alaminya.

“Kau tak memberikanku bunga?” Tanya Donghae.

Tergopoh-gopoh Jaekyung menanggapinya, bahkan dia menyodorkan semua bunga yang ada di tanganya. Mulutnya terkunci, tidak tahu harus berbicara apa. Donghae memamerkan senyum termanisnya dan Cuma mengambil setangkai.

“Kau tahu, acara sekolah ini idenya darimu. Waktu itu kau tulis pesan ‘Say with flower’ kan?”

Iya!

Dan Jaekyung tidak menyangka kalau itu bakalan berakibat seheboh ini.

“Sekali lagi, Happy Valentine’s Day! Kau tahu, kau cantik sekali memakai bando pink ini” kata Donghae sambil lagi-lagi mengobral senyum manisnya mautnya.

“Sebentar ya, aku banyak kerjaan dengan anak-anak OSIS. Ehm… Boleh tidak kalau nanti malam aku main kerumahmu?” Tanya Donghae sambil menggosok-gosokan tanganya dengan gelisah.

Ah, kalau saja Jaekyung bisa ngomong, dia akan dengan lantang menjawab ‘IYA’ tapi virus cinta ini membuatnya bisu mendadak. Yang bisa ia lakukan hanya mengangguk.

“Thank’s ya, nanti malam aku kan menghubungimu. kau tak menulis BBM lagi padaku,” Kata Donghae sumringan sambil siap-siap beranjak.

“Ehm… em… Donghae Sunbae, bagaiman… Bagaimana Sunbae tahu kalau mawar itu aku? Sunbae tahu nomor ponselku?” Tanya Jaekyung terbata-bata.

“Hehehehe… Jangan panggil Lee Donghae kalau soal begitu saja aku tidak tahu, bisa cari tahu.” Kata Donghae sambil berlalu.

Mwoya… membalas dendam dia…! Tapi hati Jaekyung di penuhi rasa bahagia yang membuncah. Tidak sengaja Jaekyung mengepalkan tanganya dan teriak ‘YES’ sendiri.

Jaekyung baru sadar ketika di tempat parkir sana Genknya pada mensiul-siulkan dan sorak-sorakan. Oh aku baru tahu! Pasti mereka telah membocorkan rahasiaku ke Donghae Sunbae. Tapi kali ini Jaekyung malah berterima kasih pada kecorobohan mereka.

Jaekyung berlari menghampiri mereka dengan gembira, saling peluk cium dan bagi-bagi mawar.

Masih ada setangkai mawar di tangan Jaekyung dan Jaekyung tahu sekali itu buat siapa.

Bunga itu di lemparkan di udara.

Ya, bunga di persembahkan Jaekyung pada Bintang Jatuh.

===================================

END

***

HOREEEEEE….

Akhirnya ngetiknya sudah juga, hohohoh ini ff bukan karya saya, sya Cuma menyalurkan saja, dan mengubah tata bahasa saja, dan castnya saya ganti dari Daniel ke ikan mokpo a k a Lee Donghae. Maunya sih si kyuhyun yang jdi Daniel tapi sayang sekali kyuhyun itu tak cocok sekali menjadi romantic seperti donghae. Wkwkwkw #plak *di tampar Sparkyu*.

Kalau mau baca ff ini, di sarankan sambil mendengarkan lagu SUPER JUNIOR M – DESTINY Tapi yang Japan version…

Kalian pasti tahu ini cerpen. Cerpen ini pernah di muat di MAJALAH SAY EDISI FEBRUARI 2010. Aku gak menjiplak kok Cuma aku tertarik saja sama cerpen ini, jadi aku ketik aja. Hohohohoh

Dan ini karyanya KAK ADNAN BUCHORI Mangkanya aku tulis di situ Authornya AB.

HOHHOHOHOH..

KAMSAHAMNIDA

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kyukyuevilhaehaefishy~

2 thoughts on “Messege of Valentine [Oneshoot]

  1. Sweeeeeeeeetttt bgt…aduh baca ff ini sambil d bayangin pelan2 bkin melelehhh.tapi endingnya gantung ,,gmn kisah mrk ,donghae n jaekyung….moga sang author gak abis ide bkin ff donghae jaekyung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s