Wrong Married 6

AUTHOR: VYEJUNGMIN~

MUSIC: RAINBOW – KISS
SUPER JUNIOR – HEARTQUAKE

JAEKYUNG’S POV

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku saat ada sesuatu yang lembut mengelus-ngelus pipiku. Sebenarnya aku masih malas sekali untuk bangun pagi-pagi sekali. Tapi karena tuntutan pekerjaan aku perlahan membuka mataku. Mataku sedikit melihat sebuah tangan yang sedang mengelus pipiku, dan aku baru menyadari ada hembusan nafas yang menggelitik leherku.

Aku menyampingkan tubuhku dan melihat Lee Donghae yang sedang tersenyum manis padaku dan ternyata usapan lembut itu berasal dari tangan Donghae, dan itu sontak membuatku bangun dari tidurku.

“Apa yang kau lakuka?” Tanyaku tajam, dan dia ikut bangun dari tidurnya.

“Kenapa tadi malam tak tidur dikamar?” Tanyanya sok polos, aku mendengus kesal karena ia mengingatkanku pada kejadian semalam yang mengharuskan aku tidur disofa yang benar-benar menyiksa tubuhku.

“Kau lupa kalau kekasihmu itu tidur denganmu satu kasur? Kau memintaku untuk bergabung disana? Kita tidur bertiga begitu Lee Donghae? Astaga apa yang kau fikirkan? Dan dia? Apa yang dilakukan malam-malam dirumah seorang laki-laki yang sudah beristri? Dunia memang sudah gila ternyata!” Amarahku memuncak sekarang, jangan berfikiran kalau aku ini sedang cemburu saat seorang suaminya berselingkuh terang-terangan. Aku marah karena ia benar-benar tak menghargaiku yang menjadi istri jadi-jadiannya.

“Sudah marahnya?” Tanyanya santai, dan aku mendengus kesal seperti itu. Aku bangit dari dudukku untuk segera mandi dan pergi kekantorku. Tapi saat akan berjalan tanganku ditahan oleh Donghae yang masih duduk dikasur kami. Mau apa lagi dia?

Dia menarikku sampai aku duduk kembali dikasur, aku duduk didepannya dan dia merangsek cepat mendekatiku lebih dekat. Aku jadi was-was, tukut akan tindakan tak normalnya itu. Aku mundur kebelakang tapi ia malah menahanku dengan tangannya gar aku tak mundur lebih belakang lagi.

“Maa..uuuu.. a-ppa kau hah!?” Tanyaku sedikit tersedat karena tindakannya. Dia mendekatkan dirinya pada diriku. Aku kembali was-was atas tindakannya, aku mohon kejadian pagi kemarin tak terulang lagi.

Cup~

Tiba-tiba saja Donghae mengecup pipiku, aku sontak membelalakan mataku. Tak bibir, pipipun jadi, dasar mesum. Aku langsung memukul kepalanya dengan keras.

“Ya! Appo, kenapa kau malah memukul kepalaku ini Je~? Apa salahnya aku mencium istriku sendiri?” Aku memandangnnya dengan tatapan datarku. Apa dia bilang tadi? Istriku? Cih, benar-benar memuakan. “Kau marah karena aku tidur satu ranjang dengan Hyejin apa karena tempat tidurmu itu ditiduri oleh Hyejin?” Tanyanya padaku, kau berharap aku marah karena kau tidur satu ranjang dengan Hyejin? Maaf-maaf saja aku tak akan marah karena itu.

“Aku marah karena dia mengambil posisiku yang seharusnya aku tidur dikasur empuk itu bukan disofa yang membuat tubuhku tak nyaman. Dan apa yang kau fikirkan? Kau ingin aku cemburu? Maaf saja Donghae~a aku tak akan cemburu!” Ucapku tandas, dia hanya menatapku dengan pandangan kesal. Kau baru tau kalau aku begitu menyebalkan seperti ini? bodoh sekali! “Minggir, aku ingin berangkat kekantorku!” Ucapku sambil melepsakan tangannya yang sedari tadi dipinggangku. Saat aku hendak berdiri dia kembali menarik pinggangku. “Kau mau apa?” Tanyaku.

“Hari ini kau tak usah pergi kenator, hari ini kau ikut denganku kekantorku.” Ucapnya tegas, aku mendengus kesal karena ia semena-mena mengatur hidupku.

“Ya sudah! Lepas dulu tanganmu ini bodoh, aku mau mandi!” Ucapku, tapi ia tetap memgang pinggangku. Aku menatapnya geram.

“Bagaimana kalau kita mandi bersama?” Ucapnya menggodaku, reflek aku memukul kepalany yang sangat mesum itu.

“Yak! Appo babo!!!” Ucapnya sambil mengelus kepalanya yang aku pukul tadi. Aku tak menghiraukannya yang merengek itu, dan langsung menuju kekamar mandiku, sebelumnya aku mengambil bajuku yang ada dilemari. Aku menoleh kebelakang dan mendapatkan Donghae yang masih mengelus-ngelus kepalanya. Apa aku terlalu keras memukulnya? Ah, aku tak pedulu dia mesum seperti itu, pantas mendapatkan pukulan seperti itu.

***

Aku berjalan berdampingan dengan Donghae, banyak sekali pasang mata yang melihat kami. Ah, anni anni. Lebih tepatnya semua pasang mata menatapku. Apa aku memakai pakaian aneh? Kurasa tidak aku memakai Hot pants, Hoodie kebesaran berwarna merah dan sepatu kets yang sedikit tinggi. Sepertinya pakaian seperti tak aneh untuk semua orang bukan? Bahkan aku juga melihat ada beberapa yang memakai pakaian sepertiku.

Apa dengan rambutku? Aku memeriksa rambutku yang aku geraikan, apa karena rmburku sedikit berwarna merah? Kenapa? Bahkan mereka yang kerja disini juga berambut sedikit merah? Jadi apa yang salah denganku? Benar-benar aneh semua orang yang ada disini.

Saat kami akan berbelok kearah Lift, ada pegawai yang terang-terangan menatapku dari bawah sampai atas, dan berhenti pada Hot pantsku? Kenapa melihatku? Aku benar-benar tak nyaman jika aku menjadi pusat perhatian. Sebenarnya juga Donghae melarangku untuk memakai Hot Pants.

“Sudah aku bilang bukan? Jangan memakai Hot Pants! Banyak sekali yang melihatmu. Setelah sampai dilantai atas kau harus mengganti Hot Pants dengan celana panjang yang sengaja aku bawa untukmu!” Ucapnya saat kami sudah memasuki Lift, aku sedikit melihat bayanganku yang ada didepan. Aku benar-benar aneh, bukankah memakai Hot Pants dikorea lumrah bukan? Tapi kenapa banyak sekali yang memperhatikanku?

“Tapi hari ini aku ingin memakai Hot Pants!” bantahku pada Donghae, Donghae membalikan tubuhnya dan menatapku tajam. Kau fikir aku takut dengan tatapan tajammu itu? Aku membalas tatapan tajamnya dengan melototokan mataku, dan dia langsung memalingkan wajahnya. Jadi siapa yang menang? Tentu saja aku!

“Aish! Terserah kau saja!” Ucapnya sambil berjalan keluar dari dalam Lift. Aku masih mengekor dibelakangnya, sebenarnya dia ini mau kemana? Membingungkan sekali.

Kulihat Donghae yang membelokan dirinya keruangan yang sedikit besar. Aku kembali mengikutinya, masuk kedalam ruangan itu. Saat aku masuk aku kaget karena ruangan tersebut ternyata ruangan latihan Dance. Oh, aku tau. Jadi intinya dia memaksaku untuk tak bekerja hari ini jadi dia ingin aku melihat latihan menarinya? Benar-benar tak kuduga!

Aku melangkah mendekati Donghae yang sedang menaruh tasnya yang ada dipojok ruangan, aku menarik-narik bajunya dan dia membalikan tubuhnya. “Wae?” Tanyannya, aku mendengus.

“Jadi, kau memaksaku untuk tak bekerja hari ini untuk melihatmu latihan menari?” Tanyaku padanya, dan dia menganggu! Aku hanya menghela nafasku saja.

“Kau tak suka melihat suamimu ini latihan menari?” Aku mengangguk, aku ini orangnya jujur, jadi aku tak mau berkata bohong. “Aigo~ sudahlah kau duduk disini.” Dia menundukanku, “Oh, Hyung~a!” Ucapnya sedikit berteriak, aku menengokan kepalaku dan munculah beberapa orang yang baru saja masuk kedalam ruangan latihan ini. oh~ gosh! Aku pasti bertemu dengan laki-laki menyebalkan itu, yang menjadi Dongsaeng dari Donghae!

“Hoahh! Donghae~a cepat sekali kau datang? Bukankah hari ini kau masih libur?” Ucap salah satu dari mereka. Awalnya dia hanya menatap Donghae, tapi sedetik kemudian ia menatapku yang ada dibawah. “A~ kau istri dari Coupleku ini bukan?” Tanyanya, dan aku mengangguk, membenarkan ucapnnya. “Ah~ lama tak bertemu!” Ucapnya sambil mengulurkan tangannya, sebelum aku menerima uluran tangannya, tiba-tiba saja tangannya ditepis oleh Donghae.

“Bukankah hanya beberapa hari kau tak bertemu denganku dan dia, dan bukankah kau sudah mengenalnnya?” Aku menatap Donghae tak suka, apa salahnya untuk berjabat tangan? Benar-benar menyebalkan.

Aku menarik tangan laki-laki tadi, dan menjabatnya. “Lama tak berjumpa Lee Hyukjae~ssi!” Ucapku, aku sedikit tau namanya karena disaat senggang dikantor aku iseng menceri Grup Suamiku ini, dan Gosh! Aku kaget melihat ada tiga belas orang dan ditambah dua orang dari cina. Aku sedikit-sedikit menghapal Profil dari mereka semua, aku cukup hafal melihat dari wajahnya.

“Aish! Kenapa malah rebut? Ayo cepat latihan. Hari ini kita harus serius untuk latihan karena tiga hari lagi SS2 akan dimulai!” Ucap seseorang, dan kalau tak salah namanya Park Jungsoo atau bisa disebit dengan Leeteuk. Aku tau dia, soalnya dia ada lensung pipitnya disudut bibirnya, dan sewaktu aku membaca Profilnya aku cukup tak percaya akalu dia lahir tahun 1983. Mukanya itu sangat imut!

“Kau tetap disini, jangan keluar atau apa. Kalau kau bosan kau bisa bermain ponsel atau apa yang kau inginkan. Asal kau jangan keluar! Mengerti?” Ucapnya, aku mengangguk malas mendengar intrupsinya itu. Benar-benar menyebalkan!

Terdengar intro lagu, kalau tak salah ini intro lagu mereka dari kalau tak salah album mereka yang ketiga, dan kalau tak salah lagi judul lagunya Sorry Sorry. Hmm, aku sedikit menyukai lagu ini. Aku melihat mereka yang sedang menggerak-gerakan tubuhnya. Ternyata melihat langsung mereka seperti ini seru juga.

Mataku tiba-tiba saja beralih kearah Donghae, ternyata dia menari dengan sangat lincah. Dan menurutku tak buruk aku menopangkan daguku, sedikit konsentrasi untuk melihat mereka latihan seperti ini. Aku kembali menyenderkan tubuhku saat lagu mereka selesai, dan mereka menuju kearah tas mereka masing-masing mungkin untuk mengmbil minum mereka. Lelah bukan menari seperti itu dan pasti akan membutuhkan minuman.

Aku menggeledah tas Donghae, untuk mencari botol minuman, setelah ketemu aku langsung membukanya dan memberikan padanya. Dia menerima uluran minum dariku.

“Ohhhh~~~” Aku menengok kearah sumber suara tersebut, dan mendapatkan semu member sedang berkumpul melihat adegan kami. Aish! Tadi itu pasti sangat memalukan!

“Ternyata mempunyai istri itu menyenangkan yah, aku juga tak sabar untuk menikan! Huahhh!” Teriak Leeteuk Oppa Histeris, astaga! Jadi dia belum mempunyai istri? Aki kira diumurnya itu sudah mempunyai Istri.

“Astaga! Hyung, cepatlah kau mencari pendamping hidupmu. Lama kelamaan kau pasti tak laku lagi, kau tak sadar dengan umurmu yang– Ya! Kenapa kau memukulku Hyung” Ternyata benar dugaanku kalau laki-laki itu sangat menyebalkan, mulutnya itu benar-benar tak bisa direm sedikit apa? Dan aku benar-benar tak percaya setelah membaca Profil seorang Cho Kyuhyun itu Magnae? Mukanya itu tak ada imut-imutnya bukan? Dan aku kira laki-laki yang disamping Cho Kyuhyun itu Magnaenya. Kalau tak salah namanya itu Lee Sungmin.

“Aish! Kau tak bisa membahagiakan hati Hyungmu ini Cho Kyuhyun?” Ucap Leeteuk kesal.

Mereka kembali diam, melakukan aktivitas mereka masing-masing, ada yang sedang tiduran dan duduk melamun, bermain PSP, menari sendiri-sendiri, dan bernyanyi. Dan laki-laki yang bernama Lee Donghae ini benar-benar membuatku risih, disepanjang istirahat dia tak henti-hentinya memelintiri Rambutku dengan jarinya. Benar-benar menyebalkan. Aku malau kalau sedari tadi ada beberapa Member yang mencuri pandang adegan kami.

“Lee Donghae, cepat lepaskan jarimu itu. Kau tak merasa kalau hampir semua member melihat adegan kita ini?” Ucapku sedikit pelan, dan dia hanya terkikik pelan. Benar-benar menyebalkan laki-laki ini. aku memukul kepalanya dan dia reflek melepaskan jarinya pada rambutku untuk mengelus-ngelus kepalanya.

“Kau itu kasar sekali Je~” Ucapnya, aku hampir membuka mulutku kalau tak ada suara yang sangat keras.

“Annyeong~!!!!!” Teriak suara itu, aku reflek menolehkan kepalaku kearah pintu masuk ruangan ini, dan aku langsung mendapatkan tubuh Jangkung manusia dan aku reflek akan berteriak kalau saja Donghae tak membekap mulutku. Aku meronta-ronta ingin dilepas. Aih~ jiwa Fangirlku tiba-tiba saja keluar.

Aku mengigit telapak tangannya dan dia mengduh kesakitan, “Aw! Ya! Kenapa kau mengigit telepak tanganku bodoh?” Ucapnya kesal sambil mengelus-ngelus telapak tangannya itu sambil mendengus sebal. Aku hampir saja akan beranjak berdiri, tapi dengan sialnya Donghae malah menarikku untuk tetap duduk disampingnya, dia malah memeluk pinggangku mungkin agar aku tak kabur.

“Kau mau kemana bodoh? Awas kalau kau sampai kearah Changmin itu akanku pukul kepalu itu!” Ucapnya sambil menatap mataku tajam. Tiba-tiba saja aku sedikit takut melihat matanya yang kilat-kilat itu. Aku menurut, dan tetap duduk disampingnya, aku sedikit menundukan mataku. Hah! Aku benar-benar ingin sekali bertatap muka dengan Shim Changmin itu!

“Annyeong Hyung!” Ucap seseorang yang ada didepan kami, dan aku reflek mendongakan kepalaku, dan oh!!! SHIM CHANGMIN ADA DIDEPANKU. Mataku berbinar-binar melihatnya yang ada didepanku, aku ingin sekali berdiri dan memeluk tubuhnya, kalau saja tangan Laki-laki menyebalkan ini melepaskan pelukannya ini.

“Oh~ Annyeong Changmin~a!!!” Donghae membalas ucapan salam Changmin. Aku melihat raut muka Donghae tak suka kalau aku bertemu dengan Changmin.

“Ah~ Hyung, ini istrimu?” Tanya Changmin pada Donghae, dan Donghae hanya menganggukan kepalanya pelan.

“Ne~ aku istri dari laki-laki menyebalkan ini. annyeong Changmin Oppa!” Ucapku dengan senyuman manisku. Aku memaksa untuk berdiri, dan berhasil aku bisa berdiri dan berhadapan langsung dengan Changmin. Dia mengulurkan tangannya dan aku membalas uluran tangannya. Aku tak mau menyia-nyiakan uluran tangan Changmin. Dan yah! Akhirnya tanganku dan tangannya bersentuha! Aigoo! Aku benar-benar senang sekarang. Aku tak henti-hentinya tersenyum dan tautan tanganku dan tanganny tiba-tiba saja terlepas, aku melihat siapa yang berani-beraninya melepaskan tanganku, ternyata laki-laki menyebalkan ini.

“Changmin~a, aku bawa Istriku dulu!” Ucapnya dengan kata penuh penekanan di kata Istri. Aku melihat Changmin yang menatap kami dengan tatapn binging. Tanganku masih didigenggamnya. Dia membawaku kearah kafteria yang terdapt dikantor. Dia menundukanku di kursi yang paling pojok.

“Ya! Kau itu kenapa?” Tanyaku saat kami sudah duduk dengan Nyaman. Ia hanya mendengus kesal. Aku hanya cemberut melihatnya yang seperti itu. “Kau marah karena aku seperti itu pada Shim Changmin?” Dia masih tetap diam, aku menjadi gusar melihatnya yang seperti itu. “Kau tak tau jiwa Fangirl itu seperti apa?” Tanyaku dan dia mulai menatapku.

“Aku tau!” Ucapnya cepat, aku memajukan bibirku kesal melihatnya seperti itu. Hanya hal sepele seperti itu saja dia marah seperti itu padaku. Dia tak ingat apa kalau malam tadi dia tidur dengan kekasihnya sekamar dan aku tidur disofa yang benar-benar menyiksa tubuhku. Hah! Aku menyesela kenapa malam tadi aku tak kefikiran untuk tidur diapartmenku sendiri?

“Kau mau pesan apa?” Ucapnya dan membuatku kaget, sejak kapan dia membuka buku menu itu? Aish! Lupakan saja, perutku sedikit ingin minta diisi.

“Aku mau apa saja, asal itu membuat perutku kenyang, dan jangan lupa minumnya air putih dingin dan tak ada protes apapun!” Ucapku sebelum ia membuka protes karena aku memesan minuman air putih dingin. Aku melihatnya yang mendengus kesal, dan aku hanya terkikik geli.

Aku membuka ponselku yang tersimpan dikantung Hoodieku, aku melihat ada pesan masuk dan itu dari kantor. Dan pesan itu berkata bahwa jam satu diang nanti ada pertemuan rapat dengan direktur perusahaan yang akan menanam saham pada perusahaanku. Aku melihat Jam yang terpampang pada layar ponselku, jam sebelas siang. Sepertinya aku harus secepatnya pergi kekantor untuk berdiskusi dengan Hyemi Onnie.

“Donghae~a, bisa aku pulang sekarang? Hari ini aka nada rapt dengan direktur perusahaan yang akan menanam saham diperusahaanku! Hmm?” Aku menunggu jawabannya, dia yang tadi aku panggil hanya menatapku dengan pandangan yang membuatku risih. “Jadi aku boleh pulang atau tidak?” Tanyaku kembali, aku mulai kesal saat ia tak menjawab-jawab pertanyaanku.

“Setelah makan kita pulang, mau kuantarkan atau tidak nantinya?” Tanyanya sambil menawarkan tumpangan padaku.

“Lebih cepat lebih baik, jadi kau mengantarku sampai kantorku!” Ucapku sedikit tersenyum padanya. Aku melihat tubuhnya menegang melihatku tersenyum. Apa dia baru kali ini melihat senyumku? Ah, aku lupa kalau aku ini jarang sekali untuk tersenyum saat aku menikah dengannya.

***

Setelah makan tadi, dan sebelum pulang kami berpamitan terlebih dahulu pada Hyung dan Dongsaeng Donghae. Setelah selesai kami bergegas untuk pulang keapartmen. Setelah sampai diaprtmen aku langsung melesat kearah kamarku, untuk berganti pakaian santaiku dengan pakaian kantorku.

Aku keluar dari kamarku untuk mencari berkas yang tadi malam aku bawa, tapi dikamar tak ada. Jadi aku sebaiknya menanyakan itu pada Donghae, karena Donghae yang memindahkanku dari sofa kedalam kamar.

“Donghae~a kau tau berkas-berkas yang aku bawa semalam?” Tanyaku, dan dia menggeleng. “Kau tak tau? Kau kan yang memindahkanku kedalam kamar, jadi kau tau berkas yang aku bawa tadi malam kan? Dan tadi malam kalau tak salah aku juga sempat mengerjakannya sampai aku tertidur. Dan dimana Laptopku?” Ucapku semakin gusar, saat mengetahui kalau laptopku juga tak ada. “Aish! Bagaimana ini?” Aku was-was, bagaimana nantinya aku mempresentasikan agar perusahaan itu menanam saham pada perusahaanku?

“Kau ingat-ingat saja dulu Je~! Tadi pagi saat aku mengangkatmu kekamar aku tak melihat dimeja ruangan TV tak ada berksa ataupun Laptop!” Ucapnya, aku kembali masuk kedalam kamrku, dan mencarinya kembali tapi tetap tak ada.

Aku kembali keluar, mencari dari sudut kesudut, sepertinya ada tempat yang belum aku kunjungi. Dan aku ingat, dapur. Yah dapur. Aku segera melesat kearah dapur, dan aku sekilas melihat Donghae yang mengikutiku dari belakang.

Aku hampir berteriak Histeris saat aku melihat Laptop dan berkasku ada dimeja makan. Dan aku baru ingat ternyata aku meletakannya dimeja makan, tadi malam aku sempat mencuci piring terlebih dahulu dan melupakan laptop dan berkas yang aku taruh dimeja makan.

“Makanya jangan was-was dulu sebelum kau mencarinya!” Aku menoleh kebelakang saat mendengar suara Donghae yang ada dibelakangku. Sebelum menoleh, dengan cepat Donghae memeirngkan kepalaku kedepan. Dia menyisir rambur panjangku ini dengan lembut, setelah tersisir rapih, dan Donghae mengeraikan rambutku kedepan.

“Kau ini Perempuan, tapi tak bisa memperhatikan penampilanmu sendiri!” Ucapnya menyindirku. Aku mendengus, kalau saja bukan karena mencari berkas dan laptopku aku sudah ada didepan cermin dan merapihkan penampilanku ini.

“Ya sudah, antarkan aku cepat!” Ia berjana mendahuluiku dan aku berjalan dibelakangnya. Sebelumnnya ia memakai topi dan masker yang biasa ia lakukan jika ia sedang keluar atau apa.

Setelah sampai didepan kantorku aku berpamitan pada Donghae yang ada disamping pintu mobil, “Aku pergi dulu Donghae~a! doakan aku agar aku bisa menjalani rapatku ini dengan baik!” Ia tersenyum dan mengacak-ngacak rambutku dengan gemas.

“Iya, akan aku doakan. Kau kan Istriku jadi aku pasti akan mendoakannya dengan baik!” Pipiku sedikit bersemu saat dia mengatakan seperti itu, ya! Kenapa aku seperti in? aish! Menyebalkan. “Ah, nanti kau pulang jam berapa?” Tanyanya, aku berfikir sepertinya rapat kali ini akan memakan waktu berjam-jam.

“Mungkin sekitar jam 4 sore! Wae? Kau mau menjemputku pulang?” Dia menggeleng, aku kembali cemberut.

“Ya! Kenapa malah cemberut seperti itu?” Tanyanya sambil menahan tawanya yang akan keluar. “Aku hanya ingin kau mengantarku kebandara. Untuk satu minggu kedepan aku akan dijepang akan melakukan konser dan syuting iklan!” Aku menatap dalam matanya, dan menghembuskan nafasku pelan.

“Akan aku usahaakan aku untuk pulang cepat! Aku aku pasti bisa mengantakanmu kebandara nanti! Hmm!” Dia tersenyum dan aku membalas senyumannya.

“Ya sudah, cepatlah masuk!” Aku mengangguk, dan membalikan tubuhku. Tapi belum sempat melahkan aku kembali ditarik olah Donghae, dan saat itu pula Donghae Menciumku dengan cepat. Aku hanya bisa melongo dengan tindakannya itu. “Kenapa malah melamun, cepat sana pergi!” Usirnya sambil membalikan tubuhku, dan aku hanya bisa melangkah dengan linglung. Ciuman tadi membuatku sedikit kehilangan akal.

***

Sudah hampir sebelas hari aku pulang keapartemnku dalam keadaan lelah, dan apartmenku kosong. Tak ada orang yang menghuninya. Donghae masih belum pulang dari jepang. Bukankah dia berjanji padaku kalau dia dijepang hanya satu minggu? Bahkan dia sudah hampir dua minggu berada dijepang.

Aku duduk disofa yang terdapat diruang TV, aku memejamkan mataku untuk menghilangkan rasa lelah yang aku derita akhir-akhir ini. setelah melakukan rapat lima hari yang lalu dan itu berjalan dengan lancar, lima hari ini aku disibukan oleh berkas yang sering sekali masuk kedalam ruangku yang sampai bertumpuk-tumpuk. Benar-benar melelahkan.

Dan aku sedikit kesal juga Donghae yang lima hari ini belum menghubungkiku. Aku selalu mencari beritanya melalui Internet. Dia melakukan CV minuman dijepang, melakukan show diacara music jepang dan lain-lain. Jadi aku dan dia sama-sama disibukan oleh pekerjaan masing-masing kami. Aku kembali membuka mataku yang sempat terpejam tadi. Tiba-tiba saja tenggorokanku kering, ingin meminum air yang benar-benar dingin.

Aku melangkah kearah dapur, dan menuju kearah kulkas yang dekat dengan meja makan. Aku sedikit menundukan tubuhku untuk meraih botol minuman yang sudah aku isi dengan air putih. Aku menuangkan air dingin itu kedalam gelas besarku. Aku menenguknya dengan penuh semangat. Benar-benar segar.

“Segar bukan?” Aku membalikan tubuhku saat aku mendengat suara yang begitu familiar ditelingaku, dan aku mendapatakn Donghae yang berdiri didepanku sambil bersedekap.

“Ya! Bukankah kau bilang kalau kau dijepang selama satu minggu? Kenapa hampir dua minggu?” Tanyaku saat kami duduk berhadapan dimeja makan.

“Ah, kami sempat show di Thailand, jadi selesai dari jepang kami semua bergegas menuju keThailand. Dan itu sangat mendadak!” Ucapnya sambil meneguk Air yang aku tuangkan dan memberikannya padanya, “Gomaweoa!” Aku mengangguk.

“Kau lapar?” Tanyaku, dan dia mengangguk. “Kenpa kau tak makan bersam denga Hyung dan Dongsaengmu?” Tanyaku, Dia menggeleng pelan.

“Aku rindu masakan rumah!” Ucapnya dan sukses membuatku sedikit melayang. Jadi intinya ia juga merindukanku? Tiba-tiba saja pipiku bersemu merah.

“Ya! Kau kenapa? Annie, aku tak apa-apa!” Ucapku sedikit gelagapan, “Kau lapar?” Tanyaku dan dia mengangguk. Aku berdiri dari dudukku dan beranjak menuju kulkas, mengluarkan bahan-bahan yang akan aku buat makanan untuk Donghae.

Setelah kurang lebih limabelas menit, akhirnya makanan pun jadi. Aku membawa dua piring yang berisi nasi goreng. Sebenarnya aku ingin membuat satu saja, tapi tiba-tiba saja perutku bunyi minta diisi. Aku melihat Donghae yang sedang menghubungi seseorang, saat aku sudah duduk didepannya aku mendengar nama. Hyejin. Itu yang ia ucapkan. Oh! Aku baru tau kalau dia sedang menghubungi Hyejin.

Aku tak menghiraukannya yang sedang menelpon, aku langsung memakan masakanku dengan cepat. Piringku setengan sudah habis, dia tak menyadari kehadiranku yah? Sepertinya dia sangat serius dengan telponnya. Aku bergegas pergi kekamar, karena makanan tadi sudah habis aku makan, dan meninggalkan Donghae yang masih sibuk dengan kekasihnya itu. Sepertinya aku memerlukan mandi.

Setelah mandi dan memakai baju tidur, aku langsung melesat masuk kedalam selimut dan bergabung dengan bantal yang begitu empuk untukku. Aku memejamkan mataku yang sudah sangat berat ini. hari ini begitu lelah banyak sekali kerjaan yang harus aku lakukan. Aku mengenyampingkan tubuhku, dan sebelum aku terlelap dalam mimpi ada sesuatau yang melingkar dipinggangku. Aku menoleh kearah belakang dan mendapatkan Donghae yang sedang memelukku dari belakang.

“Ya! Apa yang kau lakukan?” Tanyaku padanya, dan dia semakin mempererat pelukannya, tubuhku meronta ingin dilepaskan karena begitu sesak. “Ya! Sesak bodoh!” Ucapku sedikit keras. Dan dia baru melepaskan pelukannya.

“Ya! Kenapa kau meninggalkanku dimeja makan?” Tanyanya sambil membalikan tubuhku. Aku menatapnya datar, “Ya! Kau kenapa?” Aku masih tetap diam, tak menanggapi ucapannya. Aku kembali memejamkan mataku. “Jangan dulu tidur Je~” Walapun aku memejamkan mataku aku masih mendengar ucapannya.

“Aku masih mendengarkan ucapanmu itu. Ayo cepat kau mau berbicara apa?” Tanyaku sambil membenarkan tubuhku, sebenarnya tak perlu dibenarkan karena Donghae memeluk tubuhku erat.

“Aku bingung harus memulai dari mana, aku takut kalau nanti kau marah padaku!” Aku sedikit gusar saat dia bertele-tele seperti itu. Aku membuka mataku.

“Kau mau bicara apa? Kalau tak ada yang perlu dibicarakan aku tidur saja. Besok pagi-pagi sekali aku harus meeting!” Aku kembali memejamkan mataku, aku merasakan hembusan nafas Donghae yang begitu berat. Sebenarnya ada apa dengan laki-laki ini?

“Apa boleh kalau Hyejin tinggal disini?” Ucapnya pelan, tapi mampu membuat mataku sontak membelalakan mataku. Apa dia bilang? Hyejin mua tinggal disini? Bersama kami? Apa-apaan dia? “Besok pagi dia sudah ada disini, dan membawa barang-barangnya kesini!” Aku menatapnya datar, masih tak menerima seseorang yang tinggal diapartmenku.

“Terserah kau saja, aku tak mau ikut campur!” Aku membalikan tubuhku, membelakanginya.

***

Aku dibangunkan oleh DO=onghae pagi-pagi sekali, agar aku bisa membantu Hyejin berbenah diapartmen kami. Aku terpaksa pindah kekamar yang selama hampir dua minggu tak pernag dibuka. Dan hyejin? Dia tidur dengan suamiku. Cih~ benar-benar menyebalkan bukan?

Aku berjalan menuju kearah dapur, bermaksud mengambil air minum didalam kulkas. Tapi sayangnya pintu kulkas kembali ditutup oleh seseorang aku melihat orang menyebalkan itu, dan orang menyebalkan itu adalah Donghae.

“Mwo?” Tanyaku sedikit malas.

“Masih pagi, kenapa mengambil iar dingin?” Ucapnya sambil mengulurkan air putih yang ia ambil dari dispenser. Aku menerima ulurannya dan dengan cepat aku meneguk air yang ia berikan padaku. Aku melangkah kekamar baruku untuk segera mengganti pakaian santaiku dengan pakaian kantorku. Meeting sebentar lagi akan dimulai dan aku belum melakukan apa-apa.

Setelah selesai aku bergegas keluar dari kamar baruku ini. dengan tergesa aku memakai sepatuku yang biasa aku pakai. “Mau kuantarkan tidak?” Tanya seseorang dibelakangku, aku menoleh sebentar, dan menggeleng cepat. “Tapi kau kan hampir telambat, dan pagi ini kau belum sarapan bukan?” Tanyanya lagi, aku bangit berdiri.

“Tak usah Tuan Lee Donghae yang tampan, aku sudah tak sempat untuk sarapan. Dan masalah mengantar aku tak mau nanti kalau kekasihmu…” Aku menunjukan kearah belakang, dan Donghae mengikuti arah yang aku tunjuk “Akan marah padaku dan bisa-bisa memukulku, ah! aku benar-benar takut nantinya!” Ucapku dengan nada yang aku buat-buat. “Aku pergi naik bus saja, aku pergi Donghae~a!!” Pamitku dan menutup pintu apartmenku.

***

Setelah melakukan Meeting, kami semua pergi kerestoran untuk menyantap makanan. Aku langsung duduk meja yang paling pojong diruangan ini. aku merasakan kantung handrokku bergetar dan aku langsung mengambil benda bergetar tersebut.

Aku mengerutkan keningku saat terpampanglah nama Donghae di layar ponselku, aku mengangkat panggilannya, “Yeoboseo?”

“Je~ aku akan melakukan konser selama tiga hari ditaiwan, kau tak apa-apakan kalau aku tinggal sendirian?” Aku mengerutkan keningku? Sendirian? Bukankah Hyejin tinggal bersamaku? “Hyejin hari ini dan lima hari kedepan dia aka nada pemotretan dijeju, jadi dia tak ada dirumah nanti!” Aku hanya membulatkan mulutku saja.

“Ya sudah kalau begitu. Aku bebas diapartmen sendirian!” Ucapku girang, sepertinya tak ada kedua makhluk menyebalkan itu benar-benar akan membawaku berkah hahaha. Aku mendengar dengusan dari seberang telpon sana, “Kalau begit, kau jaga kesehatan saja, jangan terlalu lelah. Kalau kau merasa lelah kau istiraha! Arraseo?” Ucapku mewanti-wanti padanya, dan dia sedikit terkik mendengar ucapanku.

“Ya sudah, aku berangkat dulu Je~ aku sudah ada dibandar!” Ucapnya, dan aku hanya berdeham pelan dan sedetik kemudia sambunganpun terputus.

***

Aku kembali mengerang saat merasakan perutku begitu nyeri, sudah hampir sehari hari ini aku terbaring lemah dikamarku ini. aku begitu tak sanggup untuk berdiri atau apa. Aku hanya bisa menekan perutku agar perutku tak nyeri lagi. Tapi apa yang aku lakukan tetap saja, nyeri itu tak juga hilang.

Aku haus, dan aku butuh makan untuk perutku. Aku berharap Donghae cepat pulang dan membantuku untuk menyuapiku makan. Dia sudah tiga hari ini tak kunjung pulang. Aku membuka mataku, untuk melihat jam. Sudah pukul tujuh malam, tapi kenapa dia tak kunjung pulang juga? Bukankah dia bilang kalau dia ditaiwan selama tiga hari? Ayolah, Lee Donghae cepat datang aku sudah tak kuat lagi.

Aku mendengar suara pintu terbuka, dan munculah seseorang dengan perlengkapan menyamarnya. Oh, dan siapa itu? Jangan menambah masalahku hari ini. hari ini aku tak bisa untuk melawan orang jahat. Aku melihatnya segera berajan cepat kearahku dan mencampakan tasnya yang tadi sempat di bahunya.

“Astaga! Jaekyung~a kau kenapa?” Aku membuka mataku, dan aku bersorak gembira saat Dongaelah yang datang. Ternyata Tuhan mengabulkan doaku ini. aku memegang perutku, menunjukan kalau perutku ini yang bermasalah.

Ia keluar dari kamarku dan kembali lima menit kemudian, dia membawa baskom yang berisi air dan kain. Mungkin dia akan mengompres perutku. “Diamana yang sakit?” Tanyanya sedikit was-was, aku menunjukan kebagian perutku, dan dia segera membuka sedikit bajuku dan dia mengelus perutku dengan kain yang sudah dicelupkan dengan air hangat.

“Kau tunggu sebentar.” Ucapnya sambil berdiri, aku memegang pergelangan tangannny. “Aku akan kembali kedorm dan meminta bantuan pada Ryeowook untuk membuatkan bubur untukmu!” Ucapnya lembut sambil melepaskan tanganku dengan lembut.

Aku mengpoutkan bibirku, aku memang lapar, tapi aku ingin dia mengelus perutku yang masih merasakan nyeri. Donghae~a cepatlah kembali!!!

=======TO BE CONTINUE========

Udah gitu aja, hohohoh maap kalo typo bertebaran hohoh

Makasih yang uda mau baca!!! *cium atuatu*
SALAM MANIS AUTHOR :*

2 thoughts on “Wrong Married 6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s