Wrong Married 7

AUTHOR: VYEJUNGMIN~

 

MUSIC: TVXQ – CATCH ME

 

AUTHOR’S POV

 

Dengan langkah cepat Donghae menuju kearah Dorm yang dulu ia tinggali, ia dengan cepat membuka pintu Dormnya dan itu membuat beberapa Member kaget melihatnya yang masuk kedalam Dorm dengan langkah yang tergesa.

“Kau kenapa Donghae~a?” Sang Leader membuka suara, semua member masih saja kaget dengan kedatangan Donghae.

“Ryeowook~a!!!” Teriak Donghae, yang diteriakinya itu menyahut dari arah dapur, setelah mendengar sahutan dar dapur Donghae berjalan menuju Ryeowook.

“Bisa kau buatkan bubur untuk Jaekyung? Jaekyung sedang sakit sekarang!” Ucap Donghae panik, dia benar-benar panik saat ia pulang dari Taiwan ia langsung disuguhi pemandangan Jaekyung yang sedang menahan sakit dipertunya. Ryeowook yang dimintai bantuan hanya mengangguk patuh, sebenarnya ia begitu menyukai Jaekyung maka dari itu ia dengan cekatan membuatkan bubur untuk Jaekyung makan.

Donghae keluar dari dapur dan melesat kearah ruang tengah, ia mencari obat yang ada di kotak P3K yang tersedia didormnya itu, “Sebenarnya Jaekyung sakit apa?” Tanya Eunhyuk yang mengekori Donghae yang sedang menggeledah kotak P3K itu.

“Katanya perutnya itu nyeri, dan aku yakin kalau Jaekyung belum sempat makan. Jadi aku berlari kedorm menyuruh Ryeowook memasak Bubur untuk Jekyung!” Ucap Donghae, ia beranjak berdiri setelah menemukan obat yang ia cari itu.

“Hyung, buburnya sudah jadi. Apa kami boleh melihat keadaannya?” Tanya Ryeowook meminta ijin pada Donghae, Donghae mengangguk mengartikan kalau semua member boleh menjenguk Jaekyung.

Mereka berbondong-bondong keluar dari dorm mereka kearah lantai atas. Dengan perasaan was-was Donghae terus saja mengguman agar Lift yang ia naiki ini lebih cepat untuk membawanya kelantai atas.

Setelah sampai dilantai atas, Donghae dengan cepat melangkah kepintu Aprtmennya itu. Dengan tak sabar juga ia menuju kearah kamar Jaekyung. Ia membuka kamar Jaekyung dan mendapatkan Jaekyung yang sedang menelungkupkan tubuhnya, dengan cepat Donghae menuju Jaekyung.

Dengan perlahan Donghae membenarkan tidur Jaekyung, ia melihat Jaekyung yang sedang memejamkan matanya seerat mungkin. Mungkin agar rasa sakitnya hilang. Tapi usaha Jaekyung sia-sia, nyeri diperutnya tetap saja sangant sakit.

Donghae mengambil baskom yang ada dimeja yang dekat dengan tempat tidur Jaekyung, ia dengan perlahan meremas kain yang sudah tercampur dengan air dan dengan perlahan ia juga mengelus perut Jaekyung, agar nyeri yang diderita Jaekyung sembuh dengan cepat.

Member lain yang melihat adegan Donghae tadi hanya bisa terkagum-kagum saja, sebagian dari mereka yang iri dengan hubungan Donghae dengan Jaekyung. Perlahan Ryeowook menuju kearah Donghae dan memberikan semangkuk bubur yang ia masak tadi.

“Hyung~ ini buburnya, sepertinya Jaekyung masih tak bisa duduk unutk makan bubur ini, jadi bagaimana?” Tanya Ryeowook sambil menyodorkan semangkuk bubur yang ada dipegangannya.

Donghae mendesah berat saat melihat bibir Jaekyung yang digigit untuk menahan rasa sakit diperutnya, Donghae benar-benar tak tega untuk melihat keadaan Jaekyung yang benar-benar menyiksa. Member lain juga ikut prihatin melihat keadaan Jaekyung.

“Tenanglah Hae~a, dia baik-baik saja. Mungkin ini periode seorang wanita setiap bulannya!” Ucap Leeteuk menenangkan Donghae yang terlihat sangat frustasi melihat keadaan Jaekyung.

“Kau rawatlah Jaekyung dengan baik. Hari ini kau tak usah datang keshow nanti jam Sembilan, kau urusi Jaekyung sampai ia sembuh. Nanti aku akan mengatakan pada manager Hyung.” Leeteuk kembali berucap dengan tangannya yang menepuk-nepuk bahu Donghae.

Perlahan-lahan semua member keluar dari apartmen Donghae dan Jaekyung. Donghae tersentak kaget saat ia ingat sesuatu yang mengganjal dipikirannya. Hyejin, untung saja semua member tadi berkumpul dikamar Jaekyung, dan tak ada yang pergi satu pun dari kamar ini. ia menghembuskan nafasnya lega. Untuk kali ini ia tak ketahuan dari Hyung dan Dongsaengnya.

Ia membaringkan tubuhnya dikasur yang sama ditempati oleh Jaekyung, yeoja yang ada disampingnya sudah tertidur, tapi Donghae tetap mendengar erangan kecil dari mulut Yeoja yang ada disampingnya. Ia mengenyampingkan tidurnya, memeluk Jaekyung dari samping. Setiap kali ia memeluk tubuh Yeoja yang ada disampingnya selalu saja membuat darahnya berdesir lebih cepat. Ia tak tau apa artinya itu.

Tangannya ia gunakan untuk memeluk pinggang Jaekyung, dan menggantikan tangan Jaekyung yang terus saja menekan perutnya. Perlahan ia mengelus-ngelus perut Jaekyung dengan lembut. Ia ingin Jaekyung merasa nyaman didalam dekapannya itu. Dan benar, Jaekyung sudah tak meringis lagi, tak ada erangan yang keluar dari bibirnya itu.

Ia terus saja mengelus perut Jaekyung dengan sangat lembut, sesekali ia menghirup aroma tubuh Yeoja yang ada didalam dekapannya itu. Sebenarnya ia begitu sangat merindukan aroma tubuh Yeojanya itu. Sudah hampir tigahari ini ia tak bisa bertemu dengan Yeoja yang ada didalam dekapannya ini.

Ia semakin mempererat pelukkannya itu. Sampai ia tak menyadari kalau sedari tadi ada seseorang yang sedang memperhatikan kegiatan kedua sejoli itu yang ada didalam kamar. Ia meringis melihat pemandangan yang ada didepannya. Ia takut, benar-benar takut kalau Namja yang sudah mengisi hatinya selama delapan bulan ini akan berpindah hati pada Yeoja yang ada dipelukannya itu.

Yeoja itu membalikan tubuhnya, ia tak sanggup melihatnnya lagi, ia tak ingin menangis melihat kedua orang tadi. Dengan langkah gontai ia keluar dari apartmen yang akan ia gunakan. Sebenarnya ia menginap diapartmen kekasihnya itu agar ia bisa melihat apa saja yang dilakukan oleh sang kekasih.

Ia cukup sakit hati saat kejadian tiga minggu yang lalu, saat ia pagi-pagi datang keapartmen kekasihnya ini. dan saat melihat Yeoja yang berperan menjadi seorang istri Jadi-jadian Donghae masuk kedalam dapur dan membuka kulkas untuk mengambil air dingin dan itu langsung ditepis oleh Donghae, ia tak pernah melihat Donghae yang melakukan adegan seperti itu pada dirinya.

Dan pada saat Yeoja itu keluar dengan acuhnya, tak berpamitan dengan Donghae atau dirinya. Dan saat itu pula Donghae tak mengacuhkan kehadirannya yang sudah dari tadi duduk dimeja makan, Donghae keluar dengan langkah tergesa, jadi dirinya mengikuti langkah Donghae, saat ia sudah sampai didepan pintu ia melihat Donghae dan Jaekyung yang sudah masuk kedalam Lift. Miris, hatinya benar-benar miris melihat kejadian langsung itu.

Ia dengan cepat berfikir, bagaimana cara agar ia bisa menyingkirkan Gulma yang datang dengan tiba-tiba dan masuk kedalam hubungannya dengan Donghae, tap ia juga tak bisa meyalahkan gulma itu. Tapi yang pasti ia benar-benar sangat membencinya. Dan saat itu pula ia mendapatkan ide yang sangat brilian dan dengan cepat pula ia memikirkannya dengan sangat matang.

Yeoja itu sudah memasuki kesebuah Club yang sangat terkenal, ia ingin melepaskan beban yang ada dibenaknya. Ia benar-benar menyesal telah memaksa Donghae datang kebandara untuk menjemput dirinya yang baru saja selesai dari pemotretan yang dilakukan dijepang. Saat itu ia tak tau kalau ada wartawan yang ada dibandara saat itu.

Dan yah kejadian itu benar-benar membuatnya sangat frustasi, Donghae menikah dengan Jaekyung yang tadi ia sempat melihat kedua orang itu sedang tidur disatu ranjang. Tapi tak ada larangan dari siapapun, mereka sah-sah saja kalau mereka mau melakukan sesuatu yang biasa dilakukan oleh pasangan suami istri. Tapi ia benar-benar tak bisa membayangkan apa yang nanti jika yang baru saja ia bayangkan itu terjadi. Ia menepis apa yang ia pikirkan. Ia segera meminum Teuqila yang ia pesan tadi, ia meminum minuman itu agar pikiran yang ada diotaknya segera enyah, menghilang bersama dengan tegukan Teuqila yang berasal dari gelasnya. Hari ini ia tak akan pulang keapartmen Donghae, mungkin ia akan pulang keapartmen yang ia miliki. Kalau ia pulang keapartmen Donghae dan Jaekyung hanya akan bisa membuat hatinya terasa sakit melihat pria yang sudah mengisi hatinya itu keluar dari kamar Jaekyung. Kembali ia meneguk isi penug Teuqila yang ia pesan tadi. Ia tak perduli kalau ia benar-benar akan mabuk.

***

Donghae merasakan kasur yang ia tiduri sedikit bergerak, ia membuka matanya dengan perlahan menetraalisirkan cahaya yang masuk kedalam matanya. Ia melihat Jaekyung yang sedang menyandarkan tubuhnya dipunggung kasur yang mereka tempati untuk tidur. Donghae bangkit dari tidurnya dan ia duduk di hadapan Jaekyung yang masih saja memegang perutnya sambil memejamkan matanya.

Donghae bertanya, “Apa kau baik-baik saja?” Jaekyung hanya menggeleng menjawab pertanyaan dar Donghae. Donghae dengan perlahan membuka tangan Jaekyung yang ada di perutnya. Ia mengelus perut Jaekyung dengan lembut, ia memajukan tubuhnya agar tubuhnya berhadapan dengan Jaekyung.

Dengan susah payah Jaekyung membuka suara, dan dengan usahanya ia sedikit bisa membuka suaranya, “Donghae~a aku haus!” Ucap Jaekyung serak, Donghae dengan cepat turun dari kasur yang ia tiduri tadi.

Setelah mengambil minum didapur, Donghae sekilas melihat kearah jam dinding yang terpasang diatas pintu kamar Jaekyung, pukul 10. Ternyata ia sudah tidur selama dua jam didalam kamar Jaekyung.

Donghae mengulurkan cangkir yang berisikan air hangat kearah Jaekyung, dan Jaekyung menerimanya. “Gomawo!” Ucap Jaekyung lemah.

“Mau makan?” Tawar Donghae dan langsung dijawab anggukan semangat dari Jaekyung. Jaekyung tidak bisa menolah apa yang tadi ditawarkan oleh Donghae. Sudah dari pagi Perutnya itu sudah meronta-ronta minta diisi, karena perutnya nyeri jadi ia tak bisa berjalan keluar untuk memasak makanan apapun.

“Buburnya sudah dingin, kau mau?” Tanya Donghae, Jaekyung tetap mengangguk. Dingin atau tidak perutnya harus ia isi dengan makanan.

“Setelah makan kau harus minum Obat!” Tegas Donghae, dan langsung dijawab anggukan oleh Jaekyung.

Setelah makan dan minum obat selesai, Jaekyung kembali merebahkan tubuhnya kembali. Ia harus istirahat lagi setelah seharian penuh ini ia melawan nyeri yang ia derita sendiri.

“Ada apa dengan perutmu itu?” Tanya sebuah suara yang berasal dari samping tubuhnya, ia memirngkan tubuhnya untuk melihat seseorang yang ada disampingnya saat ia terbaring dikasur.

 

“Entahlah aku tak tau, setelah mandi dan bersipa pergi kekantor tiba-tiba saja perutnya nyeri sekali. Aku kira hanya sakit perut biasa, aku kembali kekamar mandi, tapi setelah dari kamar mandi perutkku nyeri sekali, tak bisa bergerak sedikitpun dan itu membuatku sangat tersiksa tau.” Ucap Jaekyung sambil memegang perutnya, tangan Donghae pun ikut mengelus perut Jaekyung.

Tubuh Jaekyung sedikit menegang saat tangan Donghae mendarat dipermukaan perutnya,  ia sedikit bergidik merasakan halusnya telapak tangan Donghae. Ia berharap tangan Donghae segera menyingkir dari permukaan perutnya itu.

“Tak salah makan seseuatu?” Tanyanya lagi sambil terus mengelus-ngelus perut Jaekyung, Jaekyung menggeleng. Seingatnya ia tak memakan makanan apapun, setelah pulang dari kantor ia langsung merebahkan tubuhnya dikasur, disaat itu ia benar-benar begitu lelah. Jadi ia memutuskan untuk tidur tak menghiraukan perutnya yang minta diisi.

“Aku tak salah makan apapun! Hmm… Donghae~a, bisa kau singkirkan telapak tangamu dari perutku? Aku sedikit geli!” Gugup Jaekyung, sebenarnya ia sangat malu untuk mengatakan kata seperti itu. Dan yah, akhirnya dengan enggan tangan Donghae menyikir dari permukaan perutnya, Jaekyung sedikit bernafas lega. Ia benar-benar tak kuat kalau tangan Donghae yang masih ada dipermukaan perutnya, karena itu titik sensitifnya.

Ia hampir memejamkan matanya kalau saja ia tak merasakan hembusan nafas memburu didepan wajahnya, ia membuka matanya untuk melihat apa yang akan dilakukan Donghae nanti. Ia melihat Donghae yang perlahan mendekatkan tubuhnya pada dirinya. Ia kembali menutum matanya saat ada benda basah dan kenyal menyentuh permukaan bibirnya.

Ia merasakan kalau benda kenyal itu perlahan-lahan melahap bibirnya, ia seakan terbang keatas tujuh langit saat bibir yang ada di permukaan atasnya ini bergerak lembut, membuatnya terbang. Dan seakan kehilangan nafas saat bibir itu menghisap bibirnya penuh.

Dengan ragu-ragu Jaekyung membalas apa yang dilakukan oleh Donghae. Donghae yang merasakan kalau Jaekyung merespon ciumannya, ia menjadi semangat untuk mencumbui Istrinya ini.

Tubuhnya perlahan naik keatas tubuh Jaekyung, dan menumpukan beban tubuhnya dengan tangan yang ada disamping tubuh Jaekyung. Donghae benar-benar sudah hilang akal saat ia melihat mata Jaekyung yang tadi sempat terpejam dan ia mengalihkan tatapan matanya pada bibir Jaekyung yang merah merkah itu. Dan setelah yakin dengan nalurinya ia memberanikan dirinya untuk mencium Jaekyung. Yang awalnya ia lakukan dengan gerakan pasif, tapi lama kelamaan karena ia sedikit tergoda akhirnya ia menggerakannya.

Jantungnya berdebar kencang saat ia merasakan ciumannya telah direspon Oleh Jaekyung, ia hampir saja berteriak histeris, kalau saja bibirnya tak sedang membungkam bibir Jaekyung. Donghae kembali mencium bibir Jaekyung dengan penuh semangat. Yang diawali dengan kelembutan, lama kelamaan menjadi sedikit ganas. Kadang Donghae menggigit bibir bawah Jaekyung, dan saling lumat melumat mengakibatkan Saliva mereka keluar dari mulut mereka.

Donghae memiringkan kepalanya kesamping untuk memantapkan tautan bibir mereka dan Jaekyung pun mengikuti apa yang dilakukan oleh Donghae. Dengan perlahan tangan Jaekyung terangat, ia meletakan tangannya di tengkuk Donghae. Tangan Donghae mulai nakal. Perlahan-lahan tangan Donghae mengelus-ngelus punggung Jaekyung, yang entah sejak kapan tangan Donghae sudah beralih kearah punggung Jaekyung.

Tangan Donghae mengelus-ngelus punggung Jaekyung yang masih terbalut dengan baju kerja Jaekyung–Karena pagi tadi Jaekyung belum sempat mengganti pakaiannya–tangan Donghae terus saja mengelus punggung Jaekyung, sampai Jaekyung mendesah pelan merasakan tangan Donghae yang masih setia dipunggungnya.

Donghae menghentikan ciumannya, dan ia menatap manik mata Jaekyung yang ada dibawahnya. Ia kembali mengelus punggung Jaekyung, dan ia melihat mata Jaekyung yang seketika memejam erat. Ia tersenyum, ia telah menemukan titik lemah Jaekyung. Donghae kembali mencium Jaekyung tapi bukan dibibir melainkan didaerah sekitar leher jenjang dan putih Jaekyung.

Ia mengecup-ngecup leher Jaekyung dengan mesrah, dan sesekali ia menghirup aroma tubuh Jaekyung yang benar-benar membuatnya mabuk seketika. Tubuh Jaekyung sudah bergidik merasakan tangan Donghae dan sekarang ditambah bibir Donghae yang sudah menjelajahi lehernya itu. Ia benar-benar sudah gila melakukan seperti ini.

ia merasakan kalau tangan Donghae beralih dari punggungnya kedepan dadanya. Sejenak ia menahan nafasnya saat jemari lentik milik Donghae membuka kancing kemejanya satu persatu. Ia masih setia menutup matanya. Ia merasakan kemejanya dibuka perlahan oleh Donghae, ia sudah tak bisa melawan apa yang dilakukan oleh Donghae. Hawa dingin merayap kebagian tubuhnya yang tak tertutupi oleh kain, hanya secarik kain yang menutupi bagian tubuh yang selalu tersembunyi dibalik bajunya.

Tubuhnya menegang kembali saat ia merasakan tangan laki-laki yang ada diatasnya itu seketika memegang bagian tubuhnya yang selama ini ia tutupi. Perlahan tapi pasti tangan laki-laki yang ada diatasnya itu meremasnya dengan sangat lembut. Dan menghasilkan desahan kecil dari mulut Jaekyung.

Seakan tersihir oleh desahan kecil yang berasal dari mulut Jaekyung, dengan keberanian yang Donghae punya, ia menyerukan kepalanya kebawah dan mengecup bagian dada Jaekyung tak tertutup Branya. Dan kembali Jaekyung mendesah akibat perlakuan yang dilakukan oleh Donghae. Seakan tak puas tangan Donghae kembali menuju kearah punggung Jaekyung, melepaskan pengait Bra Jaekyung. Setelah terbuka, Donghae mengendus-ngendus kebagian dada Jaekyung yang sudah tak tertutup oleh secari kain apapun.

Donghae mengecup bagian puncak dada Jaekyung dan kembali membuat Jaekyung mendesah akibat yang dilakukan oleh Donghae, tangan Donghae sibuk dengan dada satu Jaekyung, ia meremasnya pelan agar Jaekyung terus mendesah dengan perlakuannya itu.

Setelah puas apa yang ia lakukan ditubuh Jaekyung ia sedikit menegakan tubuhnya, ia memundurkan tubuhnya dan perlahan ia membuka resleting celana kain yang dipakai oleh Jaekyung. Setelah celana Jaekyung terbuka, bagaian tubuhnya semakin menegang, yang awalnya memang sudah menegang hanya melihat tubuh bagian atas Jaekyung, dan sekarang ditambah ia melihat tubuh bagian bawah Jaekyung yang membuat pusat tubuhnya sangat tegang.

Ia benar-benar memuji tubuh Jaekyung yang benar-benar sangat indah, tubuh Jaekyung bagaikan malaikat yang bertugas memberikan cinta kepada seluruh umat manusia. Sebelum ia menikmati apa yang nanti ia lakukan, ia menegakan tubuhnya untuk melepaskan pakaian yang sedari tadi masih melekat ditubuhnya. Jaekyung hanya bisa melihat apa yang nanti akan dilakukan oleh Donghae.

Jaekyung tak bisa melakukan apa-apa, ia ingin kabur, tapi ini sudah terlanjur apa yang mereka lakukan. Tubuhnya sudah tak terbalut apapun, dan tubuhnya sedikit menegang saat melihat tubuh Donghae yang juga tak terbalut oleh apapun, sama dengan dirinya. Ia melirik kearah bawah, dan seketika ia menutup matanya, melihat pemandangan yang tak pernah ia lihat seumur hidup, tapi sekarang ia melihat milik suaminya itu.

“Kenapa kau menutup matamu?” Bisik Donghae ditelinga Jaekyung dan itu membuat Jaekyung bergidik ngeri merasakan hembusan nafas hangat Donghae. “Buka matamu, dan percaya padaku!” Ucap Donghae kembali ditelinga Jaekyung. Jaekyung kembali membuka matanya saat ia merasakan hembusan nafas Donghae yang sangat terasa didepan wajanya. Ia menatap manik mata Donghae dan itu membuat kegugupannya hilang.

Donghae kembali mencium bibir Jaekyung, Donghae benar-benar belum merasa puas kalau hanya mencium bibir Jaekyung. Bibir Jaekyung itu sudah membuatnya ketagian, kalau saja kejadian ia bertemu dengan Jaekyung dibandara dan tak mengakibatkan mereka berciuman itu dengan sangat pasti ia tak akan semaniak untuk mencium bibir Jaekyung.

Tangan donghae kembali bergerliya keseluruh tubuh Jaekyung, suhu tubuhnnya sekarang benar-benar hangat. Ia sedikit menyeka keringat yang ada didahi Jaekyung, tertnyata melakukan pemanasannya saja sudah mengluarkan keringat apa lagi kalau tubuhnya dan tubuh Jaekyung sudah menyatu? Pasti banyak sekali peluh yang timbul di tubuhnya dan tubuh Jaekyung.

Donghae sedikit menggerakan tubuh bagian bawahnya ketubuh Jaekyung yang juga dibawah, serasa kurang kalau ia tak menikmatinya terlebih dahulu. ia berfikir ini kali pertamanya untuk dirinya sendiri dan pertama kalinya untuk Jaekyung, jadi ia melepaskan ciuamnya dan meringsek kebawah. Ia memulai dengan mengecupi ibu jari kaki Jaekyung, betis dan sampai kepaha mulus yang dimiliki Jaekyung. Tubuh Jaekyung benar-benar membuat pusat tubuhnya tak tahan untuk menyatu dengan tubuh Jaekyung.

Setelah ia puas dengan kegiatan kecup mengecupnya dibagian paha Jaekyung, kini ia sudah ada didepan pusat tubuh Jaekyung, perlahan ia mengecupnya sebentar dan itu membuat tubuh Jaekyung bergetar. Ia terus mengecupnya dan sesekali lidahnya ia masukan kedalam lubang yang ia nanti akan dimasukan oleh tubuhnya nanti. Ia sedikit mendengar desahan-desahan dari mulut Jaekyung, yang terdengar sangat merdu ditelinganya.

Ia merasakan tubuh Jaekyung yang menegang dan itu pertanda tubuh Jaekyung akan mengluarkan cairan dari dalam tubuh Jaekyung. Donghae menunggu dan cairan itu menyembur keluar bersamaan dengan desahan kelegaan dari mulut Jaekyung. Donghae ingin mengecupi apa yang keluar dari dalam tubuh Jaekyung, yang ingin ia lakukan, ia ingin segera menyatukan tubuh mereka secepatnya.

Dengan perlahan ia mendorong pusat tubuhnya yang sudah sejak tadi sudah menegang dengan sempurna. Ia melihat kearah wajah Jaekyung, Jaekyung menutup matanya ia merasakan nyeri dibagian tubuh sensitifnya itu. Ia benar-benar tak tahan dengan benda yang dengan sangat paksa untuk masuk kedalam tubuhnya. Ia mengigit bibirnya meraskan nyeri ditubuhnya. Donghae yang melihat Jaekyung mengigit bibirnya langsung saja ia mencium bibir Jaekyung, dan saat bibirnya telah mendarat dibibir Jaekyung, yeoja yang ada dibawahnya langsung menerimannya dengan semangat. Yeoja itu dengan sangat agresif mencium bibir Donghae, kadang mengigit dan kadang menghisap agar rasa yang ia derita itu bisa terlupakan.

Jaekyung melepaskan tautan bibirnya, Jaekyung dan Donghae mendesah sedikit keras saat tubuhnya dan tubuh Donghae akhirnya menyatu. Jaekyung sedikit menitikan airmatanya, Donghae yang melihat Jaekyung yang menitikan airmatanya langsung saja menghapusnya dengan kecupan tulus yang diberikan oleh Donghae. Jaekyung masih menutup matanya, dan semakin erat saat Donghae memulai menggerakan tubuhnya pelan.

Awal gerakan yang dibuat oleh Donghae memang pelan tapi lama kelamaan Donghae menggerakan tubuhnya semakin sedikit cepat dan kasar. “Ahhhh!!” Jaekyung sedikit mendesah merasakan nikmat yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya itu.

“Shhh~ ahhhh~” Desah Donghae juga, ia memejamkan erat matanya menikmati setiap gerakan yang ia lakukan sendiri. Ia terus saja menggerakan tubuhnya, ia masih belum nikmat. Jaekyung terus saja mendesah akibat gerakan Donghae, kakinya ia lingkarkan dipinggang Donghae dan itu membuat tubuh Donghae mencapai ketitik puncak tubuh Jaekyung, dan itu membuat Jaekyung mendesah lebih keras lagi.

Tubuh mereka berdua menegang menandakan tubuh mereka akan mengluarkan cairan, dan terdengan desahan keras dari mulut mereka berdua. Sperma Donghae masuk kedalam rahim Jaekyung bercampur dengan cairan Jaekyung yang keluar. Kedua mata mereka terpejam erat, merasakan nikmat yang mereka ciptakan, menikmati pelapasan yang mereka lakukan tadi.

Donghae ambruk diatas tubuh Jaekyung, nafasnya tersengal-sengal. Ia lelah tapi nikmat apa yang ia lakukan bersama Jaekyung. Donghae menarik selimut dan menutupi tubuhnya dan tubuh Jaekyung yang tak terbalut apapun. Mata mereka terpejam dan sebentar lagi mereka akan menjelajahi kedunia mimpi mereka masing-masing.

Jaekyung kembali membuka matanya, ia seakan tersadar apa yang baru saja ia lakukan dengan Donghae. Bukankah dulu ia dan Donghae pernah berjanji tak akan melakukan kegiatan seperti ini? ternyata sekarang telah terjadi. Mereka melakukannya dengan keadaan sadar. Ia tersentak kaget dari lamunannya saat ia merasakan tangan Donghae yang melingkar diperut Jaekyung. Jaekyung hanya bisa menghembuskan nafasnya berat, dan ia memejamkan matanya, ia berharap besok pagi akan berjalan seperti biasanya.

***

Jaekyung tebangun saat ia mendengar suara deringan ponsel yang sangat keras. Ia menggeliat malas, tubuhnya terasa sangat remuk untuk ia gerakan. Dengan perlahan ia bangun dari tidurnya, ia sedikit mengusap-ngusap matanya agar ia bisa melihat pemandangan dengan jelas. Ia meraih ponselnya yang ia taruh dimeja kecil pinggir kasurnya itu. Saat ponsel akan ia angkat deringan ponsel itu mati. Ia membuka siapa pagi-pagi yang menghubunginya itu, ternyata itu dari kantornya. Ia berniat akan menghubunginya kembali tapi suara deringan ponselnya lebih cepat dari jarinya yang akan menekan tombol hijau yang tertera di ponselnya.

“Yeoboseo~” Salam Jaekyung setelah mengangkat telponnya.

“Sajangnim, apa hari ini anda akan kekantor?” Tanya sebuah suara diseberang sana, Jaekyung sekilas melihat kearah jam dindingnya. Pukul delapan pagi. Sepertinya ia cukup terlambat untuk berangkat kekantor. Kenapa Donghae tak membangunkannya? Pikir Jaekyung. Bukankah tadi malam ia tidur bersamanya? Seketika mengingat sesuatu Jaekyung langsung melihat selimut yang membalut tubuhnya. Tubuhnya menegang, ternyata kejadian tadi malam benar-benar terjadi.

“Onnie~ hari ini aku tak bisa datang kekantor, apa hari ini ada Rapat?” Tanya Jaekyung, sekilas ia melirik kearah sampingnya. Ia tak menemukan Donghae yang tertidur disampingnnya. Hatinya benar-benar sakit. Setelah menidurinya laki-laki bajingan itu pergi begitu saja. Benar-benar brengsek.

“Ne, nanti siang. Kalau Sajangnim tak bisa datang dan tubuh anda kurang sehat, biar aku saja yang menggantikannya!” Ucap Sekertaris Jaekyung. Jaekyung sedikit bersyukur mempunyai sekertaris yang baik hati seperti Hyemin Onnie. “Baiklah, anda harus beristirahat. Mungkin ini karena anda selalu saja lembur sajangnim!” Ucap Sekertaris Jaekyung, ia sedikit tersenyum mendengar semangat dari sekertarisnya itu.

“Geurom, aku tutup Telponnya ne!” Ucap Jaekyung dan langsung mendapatkan jawaban dehaman oleh sekertarisnya itu,

Dengan langkah tertatih ia berjalan kearah kamar mandi yang terdapat didalam kamarnya itu, ia sedikit mencengkram erat selimut yang ia pakai untuk untuk menutupi tubuhnya itu dan ia merasakan sakit didaerah selangkahannya itu. Laki-laki itu tak bertanggung jawab, setelah melakukan hal yang benar-benar tak ia duga, dan sekarang laki-laki itu pergi entah kemana.

Setelah mandi dan berpakaian lengkap ia akan pergi dari apartmen yang ditinggalinya oleh Dirinya, Donghae dan kekasih Donghae yang benar-benar menyebalkan. Sebelum ia keluar dari apartmen ia melihat Hyejin yang sedang berdiri diambang pintu yang menghubungkan jalan kepintu depan Apartmen ini.

Hyejin memandang Jaekyung dengan tatapan tajam. Tapi Jaekyung membalas tatapn tajam Hyejin dengan pandangan datarnya, ia memang tak pernah takut dengan pandangan tajam yang dilakukan oleh Hyejin sekarang ini. Melainkan tatapan tajam Hyejin membuat Jaekyung seketika ingin tertawa. Tak ada raut wajah yang membuat dirinya menciut.

Tanpa disangka Hyejin melangkah dengan cepat dan dengan gerakan cepat pula Hyejin langsung menampar pipi Jaekyung yang masih berdiri didepan ruang tamu apartmen ini. pipi Jaekyung memanas akibat tamparan yang dilakukan Jaekyung. Jaekyung memegang pipinya itu, ia masih tetap memandang Hyejin dengan tatapannya yang sedater mungkin. Ia sedikit menyeka bercak darah disudut bibirnya dan tersenyum sinis pada Hyejin, dan itu membuat Hyejin semakin geram dengan kelakuan Jaekyung.

Dengan langkah lambat Jaekyung melangkah meninggalkan Hyejin yang masih menatapnya dengan tajam, ia menyenggol bahu Hyejin dengan sengaja. Setelah keluar dari apartmen, Jaekyung berjalan lungalai. Sebenarnya ia sudah tak ingin menjadi  boneka yang dimainkan oleh kedua orang menyebalkan itu.

***

Selain itu ditampat yang berbeda terdapat seorang Namja yang sedari ia tak fokus berlatih menari, ia sedari tadi selalu saja mendapatkan teguran dari teman satu Grupnya itu

“Ya! Kenapa kau melamun terus?” Ucap Hyukjae sedikit kesal karena latihannya kali ini benar-benar rusak oleh temannya itu, “Kalau kau tak enak badan, kau bisa istirahat disana!!” Hyukjae berucap kembali sambil menunjukan kearah pojok ruangan yang ada diruangan Latihan menarinya, dengan langkah berat ia menghentikan latihannya itu.

Ia duduk dipojok ruangan tersebut, merenungkan kejadian semalam yang telah terjadi. Ia benar-benar tak menyangka kalau dirinya itu bisa berbuat seperti itu pada Jaekyung. Bukankah ia pernah bilang pada Jaekyung kalau ia tak akan pernah menyentuh Jaekyung setitik pun? Tapi apa yang sekarang terjadi? Ia benar-benar sudah melanggar apa yang telah ia ucapkan.

Dengan kasar ia mengusap wajahnya, dan tindakan pagi tadi itu benar-benar tindakan yang begitu membuatnya pengecut. Meninggalkan Jaekyung yang masih tertidur lelap dipelukannya, seharusnya ia tak meninggalkan Jaekyung yang masih tertidur didalam pelukannya, dan menunggu Jaekyung terbangun dari tidurnya yang lelap itu. Tapi sekali lagi Donghae benar-benar takut jika saat Jaekyung bangun Jaekyung langsung marah dan memukulinya, maka dari itu ia dengan cepat bangun pagi-pagi sekali dan meninggalkan Jaekyung yang masih tertidur.

Tapi sepertinya perbuatan seperti itu benar-benar salah, ia sedikit merasa salah apa yang ia lakukan pagi ini. dengan cepat ia beranjak dari duduknya dan segera pergi. Ia ingin menemui Jaekyung dan berbicara baik-baik dengannya. Ia berfikir kembali kalau dirinya itu benar-benar pengecut. Lari dari masalah yang ia buat sendiri.

Setelah menempuh waktu selama lima belas menit akhirnya ia sampai diapartmennya. Dengan tergesa ia masuk kedalam apartmennya dan seteleh masuk apartmennya sepi, hanya ada suara yang berasal dari ruang TV dengan langkah tergesa ia memasuki ruangan TV tersebut, dan mendapati Hyejin yang sedang menonton TV dengan dipangkuannya semangkuk Ice Cream. Ia mendekati Hyejin dan langsung menanyakan diaman Jaekyung, “Kau melihat Jaekyung?” Tanya Donghae, dan itu membuat Hyejin seketika kecewa dengan ucapan pertama yang dilontarkan oleh Donghae. Seharusnya ucapan yang diucapkan oleh Donghae itu ‘Aku merindukanmu’ bukankah dirinya dan Donghae tak bertemu hampir satu minggu? Dan kenapa pertanyaan diawal mereka bertemu itu membuat hati Hyejin sakit.

Hyejin terseyum miris melihat kelakuan Donghae, ia berdiri dan menghadap Donghae. “Aku tak tau sayang, saat aku masuk apartmen ini sepi. Mungkin Jaekyung sedang bersama dengan teman laki-lakinya, atau–” Ucapan Hyejin terhenti saat ia melihat Donghae yang dengan seenaknya pergi meninggalkannya sendirian didalam apartmen luas ini.

Hyejin hanya bisa memandang pemandangan didepannya itu dengan tatapan kosong. Sepertinya Donghae benar-benar berubah sekarang. Pikir Hyejin. Tanpa sadar airmata Hyejin terjatuh ia memegang dadanya yang terasa sesak itu.

***

Disebuah trotoar terlihat seorang Yeoja yang sedang berjalan dengan tak semangatnya, ia tak tau ia akan pergi kemana. Ia hanya bisa mengikuti langkahnya saja. Suasana hatinya sekarang benar-benar membuatnya tak semangat untuk melakukan apa-apa. Yeoja tersebut duduk disalah satu Halte yang terdekat dengan sebuah super market kecil.

Ia menggoyang-goyangkan kakinya dengan bosan. Ia sedang tak ingin pulang keapartmen yang ia tinggali sekarang. Tak sadar tangannya menuju kearah pipinya yang telah ditampar oleh Hyejin, ia meringis merasakan sakit didaerah pipinya. Ia mengmbil ponselnya disaku celananya bermaksud untuk melihat apakah pipinya sedikit lebam apa benar-benar lebam, karena tamparan yang diberikan Hyejin benar-benar sangat keras.

Ia tersenyu miris, pipinya lebam akibat tamparan yang dilakukan oleh Hyejin. Ia berfikir kenapa Hyejin melakukan itu pada dirinya, apa ia melihat kalau dirinya telah tidur bersama dengan Donghae? Atau alasan lainnya? Ia benar-benar pusing untuk memikirkan kejadian yang telah terjadi pagi ini.

Ia mendongakan wajahnya saat ia mendengar suara klakson dari sebuah mobil, ia mencari-cari sumber suara tersebut dan menemukannya didepannya, ia sedikit memiringkan kepalanya untuk melihat siapa yang menyapanya. Pemilik mobil tersebut keluar dari mobilnya dan nampaklah Namja Jangkung lengkap dengan penyamaran lengkapnya. Jaekyung hanya bisa mengerutkan keningnya saat namja Jangkung itu berjalan kearahnya.

Ia hampir menjerit histeris saat melihat siapa laki-laki yang menghampirinya, kalau saja laki-laki itu tak cepat membungkam mulut Jaekyung mungkin laki-laki ini akan dikejar oleh orang-orang yang sedang berjalan kaki.

Jaekyung meronta-ronta, mulutnya ingin ia lepas dan berteriak sepuasnya karena ia idolanya datang sendiri pada dirinya. Sebelum bungkaman itu terlepas, laki-laki itu segera menarik Jaekyung menuju kearah mobilnya yang ada dihadapan mereka.

Setelah ia masuk kedalam mobil laki-laki itu reflek menutup telinganya saat ia mendengar teriakan dari Yeoja yang ada disebelahnya, “CHANGMIN~AHHHHHH!!!!” Teriak Jaekyung Nyaring. Hati Jaekyung sedikit-dikit tersembuhkan oleh kehadiran Changmin yang ada disampingnya, ia ingin melupakan kejadian pagi tadi dan menggantinya dengan kejadian yang ia alami sekarang.

Selama Yeoja itu senang melihat Idoalnya ada disampingnya, laki-laki yang berstatuskan suaminya itu dengan gusar mencari keberadaan Jaekyung yang entah dimana. Ia mengusap wajahnya dengan kasar.

“Lee Jaekyung kau kemana!!!” Geramnya dan kembali menjalankan mobilnya untuk mencari keberadaan Jaekyung.

====TO BE CONTINUE====

 

Udah segitu aja. Hahahaha typo? Ga hot? Ga ada feel? Kepanjangan? Hahahaha maaf yahhh wkwkwkw

Ah iya ff ini aku kunci, takut kakak aku baca ka nada ncnya, udah ah segitu aja. Wwkwkwkwkw dadahhhhhhhh :* :* :*

 

SALAM MANIS AUTHOR :*

4 thoughts on “Wrong Married 7

  1. Please let me know if you’re looking for a writer for your site. You have some really great posts and I think I would be a good asset. If you ever want to take some of the load off, I’d really like to write some articles for your blog in exchange for a link back to mine. Please shoot me an email if interested. Thank you!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s