Donghae Side: PERVERTING -7-

a/n: I do not know, I’m confused how the story should continue. I knew when I made this ff in a state that was really bad a lot of problems that I’m experiencing now. but hopefully I ff that can satisfy you. that matter, any typo understandable. thank you!

DONGHAE’S POV

Ku hembuskan nafas dengan kasar. Sudah hampir satu jam lebih aku menunggu Jaekyung datang ketaman yang dibelakang kampus kami. Tapi nyatanya ia tak kunjung datang juga. Apa yang sedang ia lakukan dikelasnya? Bukan kah kelas yang ia ikuti sudah selesai satu jam setengah yang lalu? Apa dia berniat mengerjaiku. Oh, tuhan ini benar-benar sangat menjengkelkan sekali.

Apa dia sedang berduaan dengan temannya itu? Laki-laki yang tiba-tiba saja datang mengintrupsi permintaan maafku pada Jaekyung? Ah, aku lupa untuk menceritakan tentang hubungan mereka berdua. Dan aku sebenarnya tak ingin menceritakannya, karna kalau aku menceritakan akan benar-benar membuatku ingin muntah seketika.

Sial sekali bukan? Laki-laki itu datang tanpa diundang, mendaftar kuliah dikampus yang sama denganku dan Jaekyung, mendekati Jaekyung serta menjauhkanku dengan Jaekyung. Aku benar-benar ingin sekali memukul kepala laki-laki yang bernama Eun–siapa namanya? Aku lupa namanya dan tak ingin mengingat namanya itu. Dia berani mengambil Jaekyung dari tanganku akan tahu akibatnya akan seperti apa.

Ah, aku kembali melupakan cerita setelah Jaekyung dipaksa menginap dirumahku, tidur satu ranjang denganku dan itu bukan kemauan kami, melainkan kemauan Eomma, Donghwa Hyung tak ikut-ikutan saat itu karna dia langsung pergi kerumah sakit setelah ia menerima panggilan dari salah satu rumah sakit di Seoul. Aku tak mengerti dengan pemikiran Eomma, ia meminta kami tidur dalam satu ranjang dan berharap kami melakukan sesuatu. Apa kalian berfikir apakah orang tuaku gila? Dan memutuskan melarikannya kerumah sakit jiwa yang ada diseoul? Yah, aku juga sempat berfikir untuk memutuskan membawa Eomma kerumah sakit jiwa.

Tapi, lebih parahnya lagi saat Jaekyung menolak satu kamar denganku Eomma mengatakan pada kami kalau ia ingin sekali Jaekyung Hamil dan Cucu yang diberikan oleh aku dan Jaekyung. Aku yang disaat itu hanya bisa tertawa hambar saja, Jaekyung sendiri mendengus kesal dan pastinya itu ia tutupi dengan senyuman yang sok manisnya. Ah, tidak-tidak ia memang manis. Kalau dia tak manis mungkin aku tak mencintainya. Hahaha aku hanya bercandang, aku mencintainya apa adanya.

Ponselku bergetar didalam saku celana yang aku pakai, dengan segera aku mengambilnya dari dalam saku celanaku. Dilayar ponsel terdapat nama Lee Hyukjae. Ah, sahabatku ternyata. Dengan cepat ku jawab panggilannya, kalau tak dijawab dengan cepat pasti ia akan berteriak.

Setelah menerima panggilan Hyukjae dengan segera aku beranjak dari duduk. Biarkan saja ia datang atau tidak aku tak akan perduli lagi padanya. Sebenarnya aku masih ingin menunggunya disini tapi ia tak kunjung datang ya sudahlah lebih baik aku meneirma ajakan Hyukjae yang sedang ada dikantin kampus.

Ku hembuskan nafas pelan. Rasanya begitu menyakitkan dibandingkan saat tunanganku mengkhianatiku waktu itu. Padahal Jaekyung tak berselingku, oh, aku lupa kalau aku dan Jaekyung itu tak mempunyai hubungan apa-apa jadi dia bebas bukan untuk pergi bersama siapa saja dan laki-laki lain selain diriku. Lagi pula aku tak mempunyai hak untuk mengekang dirinya. Tapi, oh aku tak pernah rela jika dia berdekatan dengan laki-laki lain selain diriku ini.

Setelah sampai dikantin ku edarkan pandanganku keseluruh kantin dan aku menemukan Hyukjae yang sedang menyumpit Ramyeonnya. Dengan segera aku melangkah kearahnya. Setelah sampai aku tak langsung menyapanya melainkan aku langsung menyambar jus jeruknya. Ia mendongakan kepalanya, menatapku tak suka karna dengan seenaknya aku mengambil jus jeruknya. Ku balas tatapannya dengan pandangan bosan.

“Oh, aku benci dirimu, Lee Donghae,” aku hanya bisa terkekeh pelan mendengar ucapannya itu.

“Oh, aku mencintai dirimu, Lee Hyukjae!” ucapku sarkatis. Dia hanya mendengus kesal melihatku seperti ini.

“Kemana Kyuhyun dan Changmin?” Tanyaku padanya, ia tak menjawab pertanyaanku dan malah memasukan makanan yang ada didepannya itu dengan lahap. Aku memandanganya sambil berfikir apa dia kelaparan atau apa? Seperti tak makan selama satu tahun saja.

Aku masih tetap setia menunggu Hyukjae selesai makan dan kulihat mangkuk yang tadi terisi ramyeon kini telah habis dan tersisa dengan kuahnya saja. Ia mengangkat mangkuknya kemudian ia menyeruput kuah ramyeon itu. Hah! Kalau seperti ini lebih baik aku duduk di kursi taman tadi. Dia ini benar-benar sangat mengesalkan sekali bukan?

Ku ambil ponselku yang ada disaku celana, dengan cekatan aku membuka kunci ponselku dan segera mencari nomor telpon Jaekyung. Setelah ketemu aku langsung mendial nomor telponya. Beberapa detik aku menunggu panggilan ini diangkat. Tapi sudah hampir beberapa detik panggilanku tak diangkat olehnya. Oh, sepertinya aku tahu dia sedang bersama siapa.

Ku alihkan pandanganku keseluruh kampus banyak sekali siswa-siswa yang sedang makan dan duduk bersantai. Ah, aku lupa kalau ini sudah jam makan siang dan aku pastikan banyak sekali mahasiswa yang penat dengan pelajaran yang ada dikelasnya tadi.

Bosan sekali, menunggu Hyukjae selesai makan. Tsk! Dia kalau sudah makan pasti akan lama sekali dan aku benar-benar tak suka jika melihat orang yang makannya lama seperti Hyukjae ini. tak sengaja mataku menangkap sosok yang aku tunggu sedari tadi dan aku hubungi. Aku geram melihatnya, oh, siapa yang tak akan geram jika melihat seorang yang kalian cintai sedang berduaan dengan seorang laki-laki lain dan disaat seorang laki-laki itu memutuskan sambungan telponnya? Pasti geram bukan?

Nafasku tiba-tiba memburu saat tangan laki-laki itu mengusap ujung bibirnya. Ya! Kenapa dia menyentuh ujung bibirnya apa dia tak tahu kalau bibirnya itu hanya aku saja yang boleh menyentuhnya? Dia dengan berani-beraninya memegangnya. Aku ingin sekali bangit dari dudukku kalau saja tak ada yang menahan bahuku untuk beranjak dari dudukku.

“Santai,” ucap seseorang dari belakang. Ku lihat Kyuhyun yang duduk disamping Hyukjae dan aku tahu siapa yang menahan bahuku untuk duduk kembali. Shim Changmin. Ck! Kenapa dia malah menahanku seperti itu? Benar-benar menyebalkan sekali laki-laki ini.

Aku masih memandangi mereka yang masih saja asik-asikan dengan kegiatan mereka. Apa Jaekyung tak memikirkanku yang menunggunya begitu lama dan ia malah sedang asik-asikan dengan laki-laki yang bernama siapa? Gi Kwang? Gwang Soo? Oh, aku tak perduli dengan nama laki-laki itu. Sangat menyebalkan sekali.

Ingin sekali aku menghampiri mereka, menarik Jaekyung menjauh dari laki-laki yang tak tahu namanya siapa, dan mungkin saja aku memukul tepat diwajahnya. Tapi aku masih mempunyai akal sehat untuk tidak merangsek, dan langsung memukulnya. Tak elit sekali.

“Tsk! Lee Donghae, baru seperti ini saja kau sudah cemburu seperti itu,” aku menoleh kearah Kyuhyun yang tiba-tiba saja membuka suara sambil meninum kaleng yang ia bawa. Ia tersenyum mengejek padaku dan itu membuat Moodku bertambah buruk. Aku benci sekali melihat Kyuhyun yang seperti itu.

“Apa maksudmu?” Tanyaku padanya, iamasih saja memamerkan senyum mengejeknya padaku, ia terkekah dan Changmin pun terkekeh juga. Apa ada yang lucu? Sepertinya tak ada bukan? “dan apa itu Shim Changmin, kau menertawakanku seperti Kyuhyun, eo?”

“Kau tak sadar perlakuanmu selama ini pada Jaekyung?” Changmin bertanya padaku, aku terdiam sebentar. Aku tahu arah pembicaraan mereka itu kemana.

Mereka berdua diam, tak mengluarkan suara sedikitpun saat aku memikirkan perlakuanku selama ini pada Jaekyung. Ku lihat Hyukjae yang tak perduli dengan pembicaraan kami, ia hanya bermain asik dengan ponselnya. Yah, untuk beberapa hari yang lalu baru menyadari perlakuanku pada Jaekyung selama ini dan aku, bukankah sudah meminta maaf pada Jaekyung? Tapi ia tak mendengar permintaan maafku, malah ada satu penganggu disaat aku meminta maaf pada Jaekyung.

“Aku bahkan sadar sekali apa yang aku lakukan pada Jaekyung selama ini,” ucapku pelan sambil menundukan kepalaku. Aku bisa merasakan bagaimana perasaan sakit hatinya saat aku menggantungkan hubungan kami ini seperti apa.

Lee Donghae, kau benar-benar manusia terkejam yang pernah ada. Kau begitu egois, tak membolehkan Jaekyung berdekatan dengan laki-laki lain dan kau malah asik dengan gadis-gadis yang ada diluar sana. kurenungkan semua perbuatanku padanya selama ini. dan aku ingin meminta maaf kembali padanya, walaupun kemungkinan besar ia tak akan memaafkanku lagi.

“Yah, seperti itu lah perasaanya padamu selama ini. kalau aku jadi Jaekyung mungkin aku sudah pergi meninggalkanmu pergi sejauh mungkin dan tak akan pernah hadir didepanmu lagi.” Aku tercekat mendengar ungkapan Hyukjae padaku, dia ini tiba-tiba bersuara, dan ucapannya benar-benar membuatku tak nyaman.

“Hyukjae Hyung, kau membuat dia pucat seperti itu,” kekeh Kyuhyun melihatku yang tiba-tiba saja mematung seperti ini.

“Tapi itu memang kenyataan bukan?” Kini Changmin yang bersuara sambil terkekeh pelan. Sialan, mereka bertiga membuatku takut seperti ini.

Aku mendengus, “kalian membuatku takut seperti ini.” Ucapku sarkatis, dan mereka bertiga tertawa menggelegar. Kembali aku mendengus. Ternyata aku hanya digoda oleh mereka saja.

“Kau lupa kalau aku, Kyuhyun, Hyukjae Hyung itu seperti dirimu, Hyung? Tapi kami bertiga tak seperti dirimu Hyung yang menggantungkan hubungan seperti yang kau lakukan pada Jaekyung,”

“Yah, benar apa yang dikatakan Changmin. Walaupun aku memainkan perasaan wanita tapi aku tak seperti dirimu itu Donghae~a..”

Aku kembali mendengus, mereka bilang apa? Tak seperti diriku? Yang benar saja, mereka sama saja denganku yang dengan seenaknya mempermainkan perasaan wanita yang ada dikampus maupun diluar kampus ini.

“Kau sudah meminta maaf pada Jaekyung?”

“Sudah, tapi laki-laki yang sedang duduk dengan Jaekyung itu mengganggu permintaan maafku pada Jaekyung. Kalian tahu siapa dia? Aku lupa dengan namanya,” ucapku sambil mengingat namanya, tapi alhasil aku tak ingat dengan namanya.

“Kau yakin tak kenal dengannya?” Kyuhyun heboh sendiri. Tsk! Dia ini kenapa? Memangnya siapa dia sampai-sampai aku harus mengetahui namanya?

“Kau tahu namanya Kyuhyun~a” Tanya Hyukjae sambil menegakan duduknya, aku malas melihat Kyuhyun dan Changmin yang sudah terlarut dalam acara makannya. Oh, hei kapan si tiang ini membawa makanan? Aku tak melihatnya. Benar-benar ajaib.

“Kapan kau membawa makanan?” tanyaku bodoh, ia terkekeh dan aku sebal melihatnya yang terkekeh seperti itu.

“Kau tak lihat kalau aku membawa makanan sedari tadi? Oh, aku lupa dari tadi kau memperhatikan sekitar kantin dan Jaekyung yang ada disana.” Tunjuknya kearah Jaekyung dengan laki-laki yang tak jelas namanya. Aku memandanga mereka berdua dengan tatapan tak menarik.

Mereka tak tahu apa kalau kantin ini sangat ramai? Mereka berfikir bahwa kantin ini hanya dihuni oleh mereka berdua saja? Mereka tak sadar apa kalau mereka berdua sudah dipandangai oleh seisi kantin ini. mereka benar-benar sedang menguji kesabaranku. Kalau laki-laki tak jelas itu melakukan hal lebih pada Jaekyung mungkin aku akan merangsek pergi menuju mereka, memukul wajah laki-laki itu.

***

Malam tiba, aku baru saja sampai dikamarku yang begitu sangat nyama. Membenamkan wajahku didalam bantal yang sangat empuk dan menggodaku untuk menutup mata sampai bermimpi indah. Tapi sebelum tidur aku harus mendi terlebih dahulu agar tubuhku tak lengket seperti ini.

Mempunyai tiga teman yang benar-benar tak normal membuat tenagaku terkuras habis. Mereka bertiga menarikku hingga ketoko game. Ah, tidak-tidak yang memaksa kami ketoko game itu Kyuhyun yang benar-benar menyebalkan diantara kami.

Kyuhyun menghabiskan setengah hariku hanya untuk memilih game mana yang bagus untuk ia mainkan, Changmin dan Hyukjae meninggalkanku yang ternganga ditengah-tengah toko game. Kalau boleh jujur aku tak menyukai game. Bukan karna aku kalah terus-menerus hanya saja aku tak bisa memainkannya. Ah, apa bedanya dengan kalah?

Ku tegakan tubuhku, mengusap permukaan wajahku yang kusam dengan telapak tanganku. Mandi atau tidak? Itu lah yang ada dibenakku sekarang. Aku begitu malas untuk beranjak dari tempat tidurku, berjalan menuju kearah kamar mandiku yang hanya berjarak beberapa langkah. Tapi aku benar-benar malas. Kalau boleh meminta permintaan, aku ingin sekali Jaekyung yang memandikanku.

Ah, aku berfikiran mesum lagi. Setiap memikirkan nama Jaekyung aku langsung berfikiran yang begitu mesum. Astaga! Kehadiran Jaekyung benar-benar sangat istimewa sekali bukan? Aku beranjak dari tempat tidurku, berjalan menuju kearah lemari pakaianku, membuka kemeja serta T-shirt V-neckku, mengambil handuk yang ada didalam lemari. Bergegas mandi yang akan menghilangkan semua lelah yang ada ditubuhku.

***

Terdampar lagi dikantin kampusku. Hari ini aku bangun kesiangan. Sial, mimpi itu benar-benar berefek sangat besar. Entah kenapa aku bisa bermimpikan yang benar-benar membuatku bangun kesiangan dan tak mengikuti kelas pertama dan bertambah sial saat aku ingat kalau kelas pertamaku mempunyai kuis yang akan menambahkan nilai. Sial sekali bukan?

Minuman kaleng yang ada ditanganku sudah hampir habis, duduk sendiri dimeja kantin. Dikantin hanya ada aku dan beberapa siswa yang sedang memandang pemandangan ditaman kampus kami, makan, berceloteh, mengerjakan tugas dan masih banyak lagi.

Ini memang bukan jam istirahat, atau apa tapi setiap hari memang seperti ini. kalian tak berfikit bahwa aku sering keluar kelas? Jawabannya tentu saja tidak. Lebih baik mendengarkan ucapan bosan dari dosen dari pada harus keluar kelas yang tak tahu dengan tujuannya.

Tanpa aku sadari ternyata disudut ruangan kantin ini ada seseorang yang aku cari-cari dari kemarin. Dengan cepat aku beranjak dari dudukku, berjalan kearahnya. Setelah sampai di mejanya aku segera duduk disampingnya. Ia tak menyadari kehadiranku, karna ia terfokus pada pemandangan yang ada didepannya.

Dengan cepat aku menggenggam tangannya yang ada diatas meja, ia terkesiap kaget karna tiba-tiba ada yang memegang tangannya. Ia menoleh kearahku, keget dengan kehadiranku yang tiba-tiba disampingnya. Aku tersenyum, ia melengoskan wajahnya, kembali memandangi pemandangan yang ada didepan. Apakah pemandangan didepan lebih menarik daripada aku yang ada disampaingnya? Sepertinya ia, karna yang ia pandangai itu adalah taman kampus kami yang benar-benar luas dan indah.

Aku masih menggenggam tangannya, kali ini lebih erat. Ia tak memberontak atau apapun. Aku berharap ini jawaban dari permintaan maafku beberapa hari yang lalu. Tapi hatiku sedikit tak yakin bahwa ia akan memaafkanku secepat ini. yah, mungkin saja ia akan membalas dendam apa yang aku lakukan selama ini padanya. Tapi bolehkan berharap? Aku harap ia memaafkanku.

“Je~” panggilku padanya. Ia tak bergerak atau menyahut panggilanku tadi. Tiba-tiba angin berhembus pelan, menerbangkan rambut coklat kehitaman bergelombang miliknya. Dan angin tersebut membuatku menghirup aroma parfumnya. Aku merindukan wangi tubuhnya. Apa aku bisa memeluk tubuhnya? Membaui wangi tubuhnya? Aku ingin sekali.

“Kenapa tak menjawab panggilanku? Kau masih marah padaku? Aku meminta maaf padamu. Aku berjanji, aku tak akan melakukan apa yang selama ini aku lakukan seperti dulu lagi. Aku berjanji. Je~”

Ia menoleh kearahku, memandangku dengan tatapan datarnya. Err.. kalau seperti ini aku yakin semua ucapanku tak akan ia tanggapi. Aku sudah hapal semua sifatnya. Kenapa dia mempunyai sifat yang benar-benar menyebalkan sekali? Ku hembus nafas pelan. Lelah menghadapi sifat Jaekyung yang seperti ini. tapi mungkin ia lebih lelah lagi menghadapi diriku yang tak pernah menjelaskan hubungan apa yang sedang kami jalani.

Ku elus lembut punggung tangannya. Aku melakukannya karna ia memang suka saat aku mengelusnya seperti ini. ia masih diam, kenapa ia tiba-tiba menjadi manusa es seperti ini? bukankah kemarin ia tak seperti ini? apa ada yang salah dengan kehadiranku saat ini? ah, aku lupa kalau aku tak pernah diharapkan hadir dihadapannya, aku sadar aku banyak sekali salah dengannya. Tapi apakah tak ada kesempatan untuk meminta maaf padanya? Aku ingin sekali memperbaiki hubunganku dengannya, mengabulkan permintaan Eomma untuk menikahi Jaekyung.

“Apa kabar?” tanyaku basa-basi. Ia mendengus.

“Tak perlu berbasa-basi lagi. Apa yang ingin kau katakana?” Akhirnya ia membuka suara juga. Ia tak suka dengan berbasa-basi. Menurutnya itu akan menghabiskan waktu saja, kenapa tak langsung mesuk kedalam inti saja? Itu akan lebih cepat. Itulah yang ia katakana padaku saat itu.

“Baik-baik,” aku masih menggenggam tangannya, “aku ingin kita kembali seperti dulu, memgulangi semuanya dari nol. Dan semuanya. Aku minta maaf padamu.”

Ku dengar ia mendengus, aku yakin kalau ia pasti akan sangat jengkel dengan pernyataanku tadi. Aku sedari tadi menunduk, memandangi jari-jari yang menurutku sangat indah. Aku hanya menyuka jari-jari milik Jaekyung karna jari-jarinya panjang dan ramping. Kuku jarinya juga sangat indah. Aku tak pernah melihat jari-jari seperti ini selain milik Jaekyung. Aku memang sudah gila bila aku memikirkan Jaekyung.

Ku tatap kedua bola matanya yang mempunyai warna hitam pekatnya itu. Tapi saat aku melihat kedua bola mata itu mengisyaratkan akan kelelahannya. Dan tiba-tiba saja perasaanku menjadi tak enak saat melihat ia membuka mulutnya. Saat itu pula semangatku hilang.

“Aku lelah. Tak bisakah kau melepaskanku saja?”

***

Kutekan tombol shower untuk menyalakan air, agar air itu membasahi rambutku dan tubuhku. Aku tak pernah membayangkan perkataan Jaekyung beberapa waktu itu. Apakah dia Jaekyung yang aku kenal? Sepertinya dia bukan Jaekyung, mungkin itu orang lain yang mengaku-ngaku sebagai Jaekyung.

Yang ia katakana beberapa wktu itu benar-benar seperti malaikan pencabut nyawa yang dengan secara paksa menyabut nyawaku. Benar-benar tak menyangka ia mengatakan kata seperti itu padaku. Ia membuatku lebih parah dari pada saat tunanganku berselingkuh.

Kumatikan shower yang dari tadi mengucurkan air pada tubuh. Aku berjalan menuju kearah kaca yang ada didalam kamar mandiku untuk melihat bagaimana keadaanku saat ini juga. Saat aku melihat wajahku yang dipantulkan oleh kaca, aku tak yakin jika itu adalah diriku.

Mata merah, wajah pucat, tubuh lemas dan masih banyak lagi yang aku alami beberapa hari ini setelah mendengar ucapannya yang benar-benar membuatku menjadi seperti ini. ia tak tahu dari efek yang ia katakana pada saat itu. Semoga saja dia tahu apa yang sedang aku alami sekarang.

Aku masuk kedalam bathtub menenggelamkan diriku kedalam air yang sudah sangat penuh didalamnya. Aku ingin sekali melupakan ingatan saat ia negatakan kata-kata tabu itu. Bisakah hilang dari pikiranku? Kenapa rasanya begitu permanen. Ya Tuhan inikah cobaan yang engkau berikan padaku? Saat aku menjadikannya pelampiasan ini kah balasannya. Kalau boleh aku berkata, aku benar-benar sangat menyesal. Apakah aku masih bisa mendapatkannya lagi? Jawabannya adalah. Tidak. Ia tak akan memberikanku kesempatan kedua lagi untukku.

Cukup lama aku merendam tubuhku, dengan segera aku beranjak dari dalam bathtub melilitkan handuk dipinggangku dan berjalan keluar dari kamar mandiku. Berjalan dengan tatapan kosong, ini lah yang aku lakukan selama beberapa hari dirumah. Aku bersyukur karna Eomma dan Donghwa Hyung tak ada di Korea, mereka berdua sibuk dengan pekerjaannya yang ada dijepang.

Setelah memakai baju, aku keluar dari kamarku. Bermaksud untuk memakan sesuatu yang ada didalam kulkas. Setelah sampai dibawah dan didalam dapur aku langsung membuka kulkas, mendapatkan beberapa bahan makanan yang bisa aku buat sesuatu.

Setelah selesai memasak tiba-tiba saja selera makanku hilang. Entah setiap hari aku selalu merasa seperti ini. jika sudah begini aku meninggalkan makanan yang aku masak tadi dan aku sendiri keluar dari rumah mencari udara segar. Yah, seperti club malam, menghabiskan malam disana, pulang larut malam. Tapi jangan berfikiran yang tidak-tidak walaupun menghabiskan malam disana kau tak pernah menggaet wanita, membawanya kekamar hotel. Aku tak pernah berfikiran seperti itu lagi, atau meminum-minuman alkohol. Hah! Aku tak akan menyentuhnya minuman itu. Jadi aku masuk kedalam club malam ini hanya untuk menghilangkan penat yang ada dikepalaku saja.

Selain ke club malam, aku tak pernah masuk kuliah lagi. Entah semangatku tiba-tiba hilang mungkin karna ucapan Jaekyung waktu itu.

Setelah masuk kedalam Club, aku langsung mencari tempat duduk yang biasa aku tempati. Setelah sampai aku langsung duduk dan memesan segelas minuman yang biasa aku pesan. Sambil menunggu minuman datang aku melihat keadaan club malam ini. ramai sekali hari ini, tak biasanya.

Merasa terpanggil, aku menolehkan kearah bartender yang ada dibelakangku. Ternyata minumannya yang aku pesan sudah siap. Ku angat gelas yang ada ditanganku dan segera menyesapnya. Aku menyiritkan keningku saat aku merasakan minuman ini sedikit aneh dari yang biasa aku pesan. Ku pandang-pandang lagi gelas yang berisikan cairan putih bening itu sepertinya aku tak asing dengan bau minuman ini. dan Astaga! Ternyata minuman yang aku minum ini minuman alkohol.

Aku langsung memegang kepalaku yang tiba-tiba saja pening. Inilah akibat jika aku meminum alkohol seperti ini. aku tak kuat dengan minuman beralkohol. Aku turun dari kursi yang aku duduki, berjalan dengan langkah sempoyongan dan tiba-tiba saja aku menabrak seseorang dan yeah aku menabrak seseorang itu sampai-sampai minuman yang ia bawa tumpah, mengenai jasnya dan jasku. Aku menundukan kepalaku karna aku merasa sangat pening sekali.

“Perhatikan langkahmu, brengsek!” Ucap orang yang aku tabrak tadi. Aku diam tak membalas. Biarkan saja ia memakiku asal ia tak memukul wajahku.

Tiba-tiba ia menarik kerah kemejaku sampai-sampai aku mendongak melihat wajahnya yang tak tahu siapa. Dia orang asing. Tiba-tiba ia menyeringai dan doaku tak terkabulkan ia memukulku sampai aku tersungkur, sudut bibirku mengluarkan darah sedikit. Aku merintih merasakan perih disudut bibirku dan pada pantatku.

Ku usap pelan sudut bibirku, berdiri dengan sempoyongan dan aku tersungkur kembali saat ia kembali menyerangku. Ini hanya masalah sepele, kenapa dia harus memukulku seperti ini. oh, akan aku pastikan jika aku tak seperti ini aku pasti akan membalas pukulannya itu. Aku kembali berdiri, melihat baying-bayang orang itu akan memukulku, dengan erat kupejam mataku saat ia akan memukul wajahku kembali tapi yang aku dapatkan hanya mendengar suara teriakan yang sangat keras dan akhirnya semuanya gelap.

-TO BECONTINUED-

15 thoughts on “Donghae Side: PERVERTING -7-

  1. Omo siapa itu yg mukul si hae?? woah si jaekyung beneran udh gak ada perasaan sama si hae lg ya?? lanjut thor ditunggu ya😀

  2. apa?apa??apa??
    apa yg terjadi?trus sypa itu yg mukul hae?
    part ini byak galaunya ya,hehe
    okedeh,ga bisa berkata-kata utk ff ini.sy hanya bisa menanti klnjutannya.
    fighting ~
    ^^

  3. ckckck…donghae yang galau dan putus asa seperti terkena karma dari perbuatanny ke jaekyung selama ini

    lanjut dong…

  4. hahhahhaaaa

    hae kena batuny!!!!
    biar dia ngerasain apa yang rasain
    yah meskipn kasian si hae ny

    ceritany bagus saeng
    tbc dwktu yg tepat
    dtunggu next part
    mkasih dah nerusin ff ini

  5. woaahhh.. nemu wp ini , lgsg baca part 1- 7 nyah.\mian komennya di part ini, seruuuu…lgsg diabisin,,, kkkee

    cerita bagusm typo2 tulisan dikit ^^.
    ditunggu next part nyah y~
    salam kenal.

  6. waahhh ternyata ucapan Jaekyung berdampak besar untuk Donghae oppa😦 . Oommmooo Donghae oppa bner2 terpuruk😦

  7. siapa yang mukul donghae ?? aduhh kasian bang donge dipukul padahal cuma masalah sepele tapi kok mukul nya sepenuh hati (?) gitu sihh, ya ampun akhirnya km mendapatkan karma atas perbuatan mu dahulu bang donge, gimana rasanya ditolak ?? enak gak ?? pasti enak banget kan sampe” gak bersemangat kaya gitu (?) #ngaco

  8. donghae sampai frustasi berat begitu
    kamu kenapa sich bang
    gitu aja udah nyerah
    jaekyung gk akan lihat kamu kalo kamunya aja begitu
    siapa coba yang mukulin dia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s