Wrong Married 9

AUTHOR: VYEJUNGMIN~

MUSIC: SM THE BALLAD – MISS YOU

DONGHAE’S POV

“Hyuk~ah, apa kau tu orang jatuh cinta itu seperti apa?” Tanyaku pada Hyukjae yang masih sibuk dengan ponselnya itu. Didorm hanya ada aku, Hyukjae dan Jaekyung. Tapi Jaekyung sekarang sedang tertidur didalam kamarku dulu saat aku masih tinggal didorm dan menempati kamar itu tapi sekarang juga kamar itu masih menjadi milikku.

“Cih~ kau itu Ikan Romantis, tapi kenapa kau tak mengetaui orang-orang jatuh cinta itu seperti apa. Benar-benar bodoh!” Ucap Hyukjae, yang membuatku kesal. Apa susahnya untuk menjawab pertanyaanku ini. anak ini benar-benar ingin aku pukul sekarang juga.

“Jawab saja, jangan meledekku!” Kudengar ia mendengus kesal.

“Hmmm.. aku juga tak tau orang jatuh cinta itu seperti apa. Hehehehe!” Aku melongo mendengar jawabannya itu. Aish! Ternyata aku salah bertanya pada orang yang berotak mesum ini.

“Tapi yang sering aku dengar itu seseorang yang sedang jatuh itu seperti Orang gila, tersenyum sendiri, terus saat kau berdekatan jantungmu akan berdetak lebih cepat tak seperti biasanya, dan jika kulitmu bersentuhan dengan kulitnya kau akan merasakan seperti tersengat aliran listrik seperti itu. Sejauh ini aku tak pernah mengalami hal seperti itu! Hahahahaha” Aku mendengar Ucapan Hyukjae ini tak fokus karena aku terlalu fokus pada pandangan seseorang yang sedang tertidur didalam kamarku.

Jantung berdetak lebih cepat? Aku memegang dadaku dan berdetak sedikit cepat saat aku menatap Jaekyung yang tertidur dengan sangat lelap dan setiap hari jika aku berda dekat dengannya selalu saja jantungku berdetak lebih cepat dan itu semua aku rasakan selama hampir dua bulan terakhir ini.

Dan kulit bersentuhan mengakibatkan seperti tersengat aliran listrik? Dan aku merasakannya jika aku memegang pergelangan tangannya itu, disaat tak sengaja ataupun sengaja. Jadi intinya aku ini? aish! Annio! Aku tak boleh jatuh cinta pada Jaekyung, dan aku harus menepati janjiku pada Hyejin untuk menikahinya secepat mungkin… Tapi kalau Jaekyung ku lepasakan? Ah!! aku pusing memikirkan hubunganku ini.

Aku beranjak dari dudukku dan berjalan menuju kearah kamarku dan bergabung dengan Jaekyung yang sedang tertidur, “Ya! Lee Donghae kau mau tidur? Terus aku disini sendirian? Aish! Menyebalkan sekali dirimu itu?” Aku mengabaikan teriakan dan umpatan yang diciptakan oleh Hyukjae untukku.

Kulihat wajah lelah Jaekyung, setiap hari ia pulang dengan wajah lesu dan pucat apa di perusahaanya itu banyak sekali pekerjaannya sampai ia lupa untuk mengonsumsi makanan, aku takut kalau dia benar-benar telat makan dan sakit nantinya. Lebih baik mencegah dari pada mengobatinya.

“Je~ Irreona!” Aku mengguncang-guncah tubuhnya dan ia menggeliat sebantar dan ia kembali tertidur! Susah sekali untuk membangunkan gadis ini jika ia sudah tertidur seperti ini. aku selalu bersabar jika membangunkannya seperti ini, tapi sangat menyebalkan butuh beberapa menit untuk membangunkannya agar ia bangun sepenuhnya.

“Je~” Aku berteriak ditelinganya dan ia kembali menggeliat dan tubuhnya ia telungkupkan wajahnya ia sembunyikan kedalam bantal. Aku hanya bisa menghembuskan nafasku pelan, menyabari diriku sendiri. Gadis ini benar-benar membuatku kesal.

Dengan keberanian yang sudah bulat aku mulai menjulurkan tanganku keatas kepala Jaekyung, ya tuhan semoga gadis ganas ini tak akan balik menjambak rambutku, “Ya! Appo! Kenapa kau menjambakku?” Ia terbangun dari tidurnya saat aku menjambak rambut panjang lurusnya itu. Ia bersungut-sungut kesal karena ulahku. Maafkan aku Je. Hahaha

“Minggir, aku ingin kekamar mandi!” Usirnya padaku karena aku duduk dihadapannya.

“Kau sudah makan?” Tanyaku ikut keluar kamar saat ia keluar dari kamarku, ia menggelengkan kepalanya pelan. Aku mempercepat langkahku dan mencekal pergelangan tangannya agar ia berhenti berjalan. “Kenapa hari ini kau belum makan? Dan lihatlah wajahmu itu pucat dan terlihat lesu seperti itu!” Ia melengoskan wajahnya dan aku melihat ia mengigit bibirnya pelan, sepertinya ia sedang menahan sesuatu.

“Bisa kau lepaskan tanganku? Aku benar-benar tak tahan kalau aku terus menahannya!” Wajahnya memerah dan keringatnya mulai keluar dari pelipisnya. Aku menyeka keringatnya dan ia meringis pelan. “Donghae~a aku tak tahan lepaskan tanganku! Aku ingin sekali buang air kecil kau membuang-buang waktu saja!” Ia sedikit berteriak. Setelah aku lepaskan tanganya, aku hanya bisa menggaruk-garuk kepalaku pelan dan membalikan badanku menuju kearah dapur untuk memasakan makanan untuk Jaekyung.

Setelah duapuluh menit aku berkutat didalam dapur akhirnya aku menghasilkan sebuah nasi gorengan yang aku tak tau rasanya seperti apa, aku meletakan nasi goreng yang aku buat di meja makan dan aku menuju kearah kamarku memanggil Jaekyung yang mungkin saja ia sudah tertidur lagi.

Aku membuka pintu kamarku dan mendapatkan Jaekyung yang sedang berkutat dengan Laptopnya dan beberapa berkas menumpuk yang ada disisi bagian tubuhnya itu. Aku hanya menghela nafasku saja, dan mataku ku arahkan pada jam dinding yang ada didalam kamarku. Jam Sembilan malam dan saat aku menjemput Jaekyung dikantornya aku menjemputnya jam tujuh malam. Jadi kalau aku tak menjemputnya ia akan lembur seperti biasanya dan pulang jam sebelas malam. Benar-benar sangat sibuk sekali.

“Ekhmm!!” Aku berdeham pelan dan Jaekyung masih asik dan sibuk dengan berkas yang sedang ia bacanya dan kemudia ia menanda tanganinya, dan matanya kembali fokus kelayar Laptop yang ada didepannya itu.

Aku melangkah kearahnya dan langsung merebut laptopnya itu yang ada diperutnya dengan paksa, dan ia langsung mendongak kearahku. Aku mengeClose semua program yang sedang ia buka dan setelah itu aku mematikannya, meletakan laptonya di meja yang dekat dengan kasurku ini.

“Kalau kau tak makan kau tak boleh mengerjakan pekerjaan kantormu itu!” Ucapku tegas dan ia merengut kesal. Aku menarik pergelangan tangannya, dan aku langsung merasakan aliran listik saat aku menyentuh kulitnya itu.

Aku menundukan tubuhnya dikursi dank au langsung mengarahkan nasi goreng itu kehadapan Jaekyung, “Makan!” Ucapku tajam, ia menatapku dengan pandangan memelas dan aku tak memperdulikan tetapnnya itu.

“Ayolah, Hae~a akhir-akhir ini aku sedang tak selera makan.. Aku begitu ingin muntah jika aku melihat nasi atau apa. Bisa kau ambilkan air dingin, aku haus!” Ucapnya sedikit manja, ada apa dengan gadis ini sebenaranya? Kenapa mendadak seperti ini, “Ayo, kenapa kau malah duduk mematung seperti itu?” Ucapnya sediki berteriak. Mungki ia kesal karena aku tak kunjung berdiri dan mengambil air dingin.

Aku menuangkan air dingin yang baru saja aku ambil dari dalam kulkas kecangir yang ada dihadapan Jaekyung. Setelah terisi penuh Jaekyung langsung meminumnya dan menghabiskannya dalam beberapa tekugan, ia kembali menyodorkan cangkirnya yang berada ditangannya dan aku mengerti ia ingin aku kembali menuangkan air ini kedalam cangkirnya. Aku kembali menuangkannya dan ia menghabiskan airnya itu.

“Kau yakin, kau tak lapar?” Tanyaku kembali padanya, dan ia menggelengkan kepalanya pelan dan setelah itu ia menguap. Sepertinya ia mengantuk. “Ya sudah, ayo tidur!” Ajakku sambil beranjak berdiri dan ia mengikutiku beranjak berdiri dan meninggalkan dapur.

Sebelum aku masuk kedalam kamarku, aku melangkah kearah kamar Hyukjae yang belum tertutup rapat, “Hyuk~a, kau belum makan? Kalau belum ada nasi goreng dimeja makan. Makanlah cepat sebelum nasi goreng itu mendingin!” Ucapku pada Hyukjae yang asik menelpon dan aku sendiri diacuhkan olehnya. Aku keluar dari kamarnya dengan kesal karena aku diacuhkan seperti itu, menyebalkan sekali.

Aku membuka kamarku dan mendapatkan Jaekyung yang sudah membungkus tubuhnya dengan selimut tebal pemberian dari fansku. Aku ikut membaringkan tubuhku dan mengenyampingkan tubuhku untuk menghadap kearahnya. Aku tersenyum saat melihatnya tertidur dengan sangat damai dan deruan nafasnya yang normal itu. Aku mendekatkan tubuhku ketubuhnya dan memeluk pingganya aku memejamkan mataku untuk bergabung dengan mimpi indah Jaekyung.

***

Aku mengerjapkan mataku saat sinar matahari yang menyorot tepat kearah mataku, aku meghalang sinar matahari tersebut dengan telapak tanganku agar sinar matahari itu tak sepenuhnya masuk kedalam retina mataku. Aku mengalihkan pemandanganku saat aku mencium aroma yang sudah masuk kedalam indera penciumanku ini, ia sedang menyisir rambutnya yang sudah rapi itu. Dan aku mengalihkan pandanganku pada jam dinding yang tepampang di tembok kamarku ini. masih jam tujuh pagi, kenapa Jaekyung begitu cepat untuk pergi kekantornya, bukankah ia biasanya pergi kekantornya itu jam delapan? Kenapa jam tujuh pagi?

“Hae~a Irreona, antarkan aku kekantorku! Palli, hari ini aku ada rapat dengan Client yang sangat penting!” Ucapnya sedikit berteriak dan mengguncang-guncang tubuhku dengan kasar. Dia ini laki-laki atau perempuan kenapa kekuatanya ini sangat kuat sekali.

“Ne, Ne! Kau tunggulah aku diruang makan, aku akan mandi sebentar!” Aku beranjak dari tempat tidurku dan berjalan kearah kamar mandi yang ada didalam kamarku.

Setelah lima belas menit mandi dan berdandan dengan rapih, aku melangkahkan kakiku kearah dapur dan mendapatkan Jaekyung yang sedang membaca berkas yang ada ditangannya itu, “Ayo, pergi!” Ucapku membuyarkan konsentrasinya yang sedang membaca berkas tersebut.

Ia membereskan berkas-berkas yang ada dimeja dan mengumpulkanya menjadi satu, setelah itu aku dan dia pergi meninggalkan Dorm yang sudah sepi.

***

“Hari ini kau ada Jadwal, tadi pagi-pagi sekali aku mendapatkan jadwalmu dari Leeteuk Oppa! Hari ini kau harus mengambil gambar didaerah Gyonggido sekitar jam Sembilan, setelah itu jam satu siang kau akan Syuting Iklan Parfrum, dan setelah itu kau kembali kedorm pergi dengan semua member dan menghadiri Talkshow disalah satu stasiun TV!” Ucapnya mengakhiri, aku mendengarkannnya dengan seksama. Hari ini banyak sekali jadwalku. Pasti akan membuat tubuhku remuk. Ah~ jangan mengeluh ini sudah menjadi kewajiban Public Figure bukan?

“Buka mulutmu!” Aku menoleh kearah samping dan mendapatkan Jaekyung yang sedang mengarahkan Sandwich padaku. Ia menyuapkan Sandwich itu padaku dan aku langsung mengigitnya. Sudah lama aku tak merasakan Sandwich yang ia buatkan untukku.

Aku terus mengunyah Sandwich yang ia suapkan padaku sampai habis, ia menyodorkan tempat minum itu padaku dan ia membukanya dan terdapat susu yang memenuhi tempat minum itu. Ia mengarahkan sedotan itu kemulutku agar aku meminumnya sampai habis. Aku sedikit aneh dengan sifatnya yang tiba-tiba seperti itu, aku berfikir kalau Jaekyung sempat membenturkan kepalanya itu ketombok. Benar-benar membuatku bingung.

“Kau tak makan?” Tanyaku padanya, ia menggelengkan kepalanya dan aku menautkan alisku. Meminta penjelasan.

“Nanti saja dikantor, aku tak selera makan pagi ini!” Jawabnya sambil membuka botol air minum yang baru saja ia mabil dari dalam tasnya, dan setelah itu ia meminumnya.

“Kau kan sejak malam tak makan, kenapa pagi ini kau tak sarapan dan malah membuatku sarapan?” Tanyaku lagi, aneh. Dia membuatkan sarapan untukku dan ia sendiri belum mengisi perutnya itu.

“Entah, pagi ini aku ingin sekali membuatkanmu makanan, tak seperti biasanya kalau aku begitu malas untuk membuatkanmu sarapan atau makanan untukku. Tapi pagi ini benar-benar beda!” Ucapnya sambil memandang pemandangan yang ada didepannya. Aku hanya mengendikan bahuku. Bertanda tak mengerti dengan kelakuannya pagi ini.

Aku mengerem pelan mobilku saat aku sudah sampai didepan kantor Jaekyung, “Hari ini kau pulang jam berapa?” Tanyaku saat ia sedang berusaha melepasakan Seat beltnya, aku mencondongkan tubuhku untuk membantunya melepaskannya, “Dasar Bodoh!” Ucapku pelan di telinganya dan aku langsung mendapatkan jitakan keras darinya.

“Sakit Bodoh! Kenapa memukulku?” Aku mengelus-elus kepalaku yang terasa sakit akibat jitakan yang diberikan Oleh Jaekyung tadi.

“Jam sepulu malam, kalau tidak yah bisa sampai tengah malam! Hari ini aku akan ada Meeting dua kali, jangan menggangguku dengan telpon atau Pesan yang tak penting itu!” Ucapnya sambil membuka pintu mobil dan berjalan menuju kearah kantornya.

“Kau tak melupakan sesuatau?” Tanyaku padanya dan ia menghentikan langkahnya itu, ia membalikan tubuhnya. Ia mengerutkan laisnya bertanda ia tak mengerti denga ucapanku. Aku tersenyum menggoda padanya dan tanganku menunjuk kearah kedua pipiku yang bermaksud meminta ciuman padanya. Ia mengdengus kesal dan kembali berjalan kearahku.

Omo! Aku tak percaya ia menuruti permintaanku, ia memajukan wajahnya kewajahku dan bibirnya mengecup kedua pipiku. Dan aku semakin tak percaya ia ia ia mengecup bibirku, walaupun hanya sekilas ia mncium bibirku. Astaga! Apakah dunia akan kiamat?

“Donghae~a doakan aku semoga Meeting kali ini berjalan dengan lancar!” Ia berteriak saat ia sudah hampir jauh dari arah mobilku. Aku mengangguk pelan dan aku melambaikan tanganku, ia membalas lambaian tanganku sebelum ia masuk kedalam gedung kantornya yang sangat besar itu.

Aku memegang bibirku pelan, aku tak menyangka kalau Ha–ah Annie, Lee Jaekyung mmengecup bibirku astaga! Aku benar-benar tak menyangka. Aku berharap nanti kau akan mencium bibirku lebih, tak seperti tadi hanya sebuah Kecupan. Tapi aku bersyukur karena tak aku perintah ia sendiri yang melakukan seperti itu padaku. Hahaha

***

Aku merebahkan tubuhku ini, lelah! Sangat lelah, tubuhku seperti hampir lepas dari tempat seharusnya. Aku melirik kearah jam dindingku. Jam sebelas malam dan kamarku ini begitu kosong tak ada Jaekyung yang biasanya sudah tertidur dikasurku ini.

Aku mengambil ponselku yang aku sampan didalam tasku, setelah mengambilnya aku mendial up tombol 6 dan langsung terhubung. Aku menunggu beberapa detink dan akhirnya panggilanku terjawab. “Yeoboseo?” Ucap seseorang dibalik telpon tersebut. Suaranya laki-laki? Aku menjauhkan ponselku dari telingaku untuk melihat layar ponselku apa benar aku menghubungi Jaekyung? Tapi kenapa yang mengangakatnya itu laki-laki?

“Jaekyung kemana?” Tanyaku langsung pada intinya.

“Ah, Hyung~a Jaekyung ada dimobilku. Ia tertidur dihalte yang dekat dengan kantornya itu!” Aku mengerutkan keningku saat sipenjawab itu memanggilku dengan sebutan Hyung, apa ia kenal denganku? “Ah, ini aku Hyung, Changmin. Shim Changmin!” Aku berhenti bernafas saat ia mengatakan kalau dirinya itu Shim Changmin. Astaga! Bukankah sudah aku katakana kalau ia tak boleh dekat dengan Changmin itu. Benar-benar menyebalkan sekali.

“Cepat bawa dia pulang, aku tak mau dia kenapa-kenapa! Kau harus membawanya dengan keadaan yang benar-benar utuh dan tak ada bekas noda apapun! Kau mengeri?” Ucapku padanya dan aku langsung memutuskan panggilan tersebut.

Dadaku terrasa terbakar saat mendengar Changmin sedang mengantarkan Jaekyung keapartmen kami. Aku keluar dari kamarku dan mengarah kearah kamar mandi untuk mencuci mukaku yang kusam ini akibat jadwal hari ini sangat padat. Benar-benar melelahkan.

Aku duduk disofa, ruang TV yang ada didormku. Sepuluh menit aku menunggu dan itu membuatku sedikit bosan. Aku beranjak dari tempat dudukku dan berjalan kearah kamar untuk menganbil jacket dan berjalan keluar untuk menjemput Jaekyung. Tapi saat aku membuka pintu Dormku aku sudah melihat Jaekyung yang sedang dipapah oleh Changmin. Aku langsung bergegas kearah mereka, aku hanya bisa menghembuskan nafasku pelan saat melihat Jaekyung yang teritidur seperti orang mati.

“Hyung, aku melihatnya tertidur dihalte saat itu aku baru saja selelsai Syuting didaerah dekat kantor Jaekyung. Dan aku melihatnya, aku kira ia pingsan karena aku sudah mengguncang-guncang tubuhnya tapi ia tetap tak breaksi untuk bangun. Jadi aku membopong tubuhnya kearah mobilku..” Ucap Changmin saat kami berjalan menuju kearah kamarku. Aku merebahkan tubuh Jaekyung dengan sangat pelan agar ia tak terbangun dari tidurnya itu.

“Gomapta Changmin~a sudah mengantarkan istriku pulang!” Aku tersenyum padanya dan ie membalas senyumannku.

“Kalau begitu aku permisi pamit pulang Hyung!” Ia membungkukan badanya dan pergi keluar dari kamarku.

Aku memandang wajahnya dan seketika jantungku berdegup lebih kencang, aish! Ada apa ini dengan jantungku? Aku menggelang-gelangkan kepalaku pelan. Aku berjalan keluar dari kamarku dan menuju kearah dapur untuk mengambil minum, tenggorokanku sedikit Haus!

Kenapa Dorm begitu sepi? Apa semuanya sudah tertidur. Ah mungkin saja, hari ini jadwal semua member sangat padat sekali,saking padatnya mereka tak sempat untuk beristrirahat, benar-benar kejam kehidupan di public Figure ini.

Aku kembali kekamarku dan mendapatkan Jaekyung yang sedang duduk di punggung kasurku. Ia sedang menggaruk-garuk rambutnya itu. Sekilas aku melihatnya sangat menyeramkan, rambutnya kusut dan wajahnya pucat. Seperti hantu yang ada difilm-film horror saja dia ini.

“Donghae~a lapar!!!!” Ucapnya sambil memegang perutnya itu.

“Kau mau aku masakan apa?” Tanyaku padanya dan ia menggelengkan kepalanya, dan aku hanya bisa mengerutkan alisku.

“Aku ingin makan satu porsi Jajjangmyun, kimbab, dan ramyeom!” Aku hanya bisa memblalakan mataku saja saat mendengar permintaanya itu. Aku mengalihakan pandanganku pada jam dinding yang ada diatas pintu kamarku, jam duabelas kurang lima belas menit! Dia gila atau apa mana ada penjual makanan seperti itu ditengah malam seperti ini?

“Tengah malam seperti ini tak ada yang jualan mekanan seperti itu.”

“Tapi aku lapar!” Ujarnya keras kepala, aku hanya bisa menghela nafasku saja. Kalau sudah begini ini aku tak bisa melakukan apa-apa. Aku mendekatinya dan duduk dihadapannya. “Aku bisa masakan nasi goreng untukmu!”

“Aku tak mau, aku mau tidur saja. Laparku tiba-tiba saja sudah hilang!” Ucapnya sambil merebakan tubuhnya kembali. Aku kembali menghela nafasku, kenapa hari ini ia kadang menyebalkan dan kadang membuatku aneh.

Aku menarik-narik lengannya agar ia terbangun kembali dan ia membuka matanya menatapku dengan pandangan malasnya, “Wae?” Ketusnya itu padaku, aku hanya tersenyum manis kearahnya dan ia ber akting pura-pura muntah akibat senyumanku ini.

“Gantilah bajumu terlebih dahulu!” Aku mearik-narik Blazernya itu. Dan ia kembali menundukan tubuhnya itu dan melepaskan Blazernya itu dan ia kembali merbahkan tubuhnya kembali. Sudahlah tak usah dipaksakan mungkin ia lelah dengan pekerjaan kantornya itu. Aku ikut merebahkan tubuhku disampingnya itu dan memejamkan mataku.

Aku memandang wajah ovalnya itu, tanpa noda sedikitpun diwajanya. Cantik! Itu yang aku fikirkan sekarang. Serasa ada magnet tiba-tiba saja aku mengecup bibir merahnya itu. Astaga! Apa yang barusan aku lakukan? Ini benar-benar gila, tapi mencium bibirnya itu benar-benar membuatku ketagihan.

Kali ini aku mengecupnya lebih lama dan lebih dalam lagi. Saat aku merasakan tubuh Jaekyung tak nyaman aku melepaskan ciuman yang aku lakukan sendiri. Aigo! Aku benar-benar gila sekarang!

Aku memeluk pinggangnya agar aku nyaman untuk tidur. Aku mengeratkan pelukanku pada pingangganya itu benar-benar nyaman untuk aku peluk sekarang. Aku sedikit menghirup aroma tubuhnya ini, aroma tubuhnya benar-benar bisa menghilangkan rasa lelah yang aku alami hari ini.

***

Aku terbangun saat aku mendengar suara berisik dari arah kamar mandiku yang ada didalam kamarku ini. aku menyibak selimut tebal yang menyelimuti tubuhku ini. aku beranjak dari tempat tidurku menuju kearah kamar mandi yang ada didalam kamarku ini.

“Kau kenapa?” Tanyaku pada Jaekyung yang sedang mencuci mulutnya itu.

“Molla, tiba-tiba saja perutku sakit!” Keluhnya sambil mengusap-usap perutnya itu.

“Kau kan keras kepala, tak mau makan! Kemarin kau sarapan dan makan siang tidak?” Tanyaku sambil bmengikutinya berjalan keluar dari kamar mandi. Ia menggelang-gelengkan kepalanya.

“Aku hanya semat makan siang saja, itupun aku hanya makan roti karena aku sedang terburu-buru mengadakan Meeting!” Ia duduk dipinggiran kasur sambil mengelap wajahnya dengan handuk yang sempat ia ambil didalam lemari kecil yang terdapat dikamarku ini.

“Kau lapar tidak?” Tanyaku dan ia mengangguk, “Kenapa kau tak keluar saja, kearah dapur dan menyuruh Ryeowook memasakan makanan untukmu?”

“Dia sudah pergi pagi-pagi sekali dan aku sudah kearah dapur dan mendapatkan berbagai jenis makanan. Tapi aku tak selera!” Ujarnya lesu.

Drrt… Drrrt… Drrrttt…

Aku merasakan getaran yang berasal dari dalam laci mejaku aku segera berjalan menuju kearah laci mejaku dan membukanya. Dan terpampanglah nama Hyejin dilayar ponselku, aku melirik kerah Jaekyung dan ia mengacuhkanku. Sial, aku benaci sekali kalau ia mengacuhkanku seperti ini.

“Yeoboseo?” Ucapku menjawab panggilan dari Hyejin.

“Oppa~ kau kemana? Kenapa apartmen ini sepi sekali? Apa kau ada didorm?” Tanyanya beruntun, aku kembali melirik kearah Jaekyung tapi ia segera berdiri, berjalan keluar mungkin ia mersa perutnya itu perlu diisi.

“Ne, Oppa ada di dorm, akhir-akhir ini Oppa tidur diDorm bersama Jaekyung!”

“Mwo? Oppa masih bersama Jaekyung? Bukan kah Oppa sudah berjanji padaku kalau Oppa akan menceraikannya?” Aku menghela nafasku pelan, aku masih bingung bagaimana dengan perasaanku. Disatu sisi aku tak ingin meninggalkan Jaekyung dan disisi lainnya aku tak ingin meninggalkan Hyejin. Kenapa hidupku begitu rumit.

“Molla Hyejin~a, Oppa bingung!” Ucapku pelan, aku mendengar hembusan nafas dari seberang sana. Maafkan aku, aku benar-benar bingung dengan perasaanku ini. “Oppa sebentar lagi akan kesana, kau tunggu Oppa ne!” Ucapku dan ia langsung memutuskan panggilan telponnya.

Aku berjalan menuju kearah kamar mandi untuk membersihkan diriku. Dan setelah selesai mandi dan berpakain rapi aku keluar dari dalam kamarku menuju kearah Jaekyung yang sedang duduk dimeja makan dengan sebuah Omlet yang ada dihadapannya dan segelas air putih.

“Kau hanya akan memakan Omlet itu?” Tanyaku sambil menundukan tubuhku, menghadapnya yang sedang memakan Omletnya. Ia mengangguk, membenarkan perkataanku.

“Hari ini kau kekantor?” Tanyaku lagi dan ia menjawab dengan anggukan kepalanya, aku kesal dan mengambil piringnya itu dan aku langsung mendapatkan mata beasarnya itu menatapku dengan tajam, “Jawablah dengan mulutmu bukan dengan bahasa tubuhmu itu!”

“Aku kan sedang mengunyah makanan bodoh! Bagaimana kalau makanan yang sedang aku kunyah itu muncrat kewajah jelekmu itu dan mengakibatkan wajahmu semakin jelek dan bodoh!” Aku memblalakan mataku saat mendengar perkataannya itu, dia ini benar-benar bermulut manis bukan?

“Terserah padamu!” Ucapku sambil memakan Omlet milik Jaekyung.

“Ya! Kenapa kau malah memakan Omletku? Kenapa kau tak membuatnya sendiri?” Ia menghela nafasnya kesal, “Aish! Habiskan aku juga sudah kenyang!” Ia berjalan menjauh kearah kamarku. Mungkin ia akan membersihkan dirinya dan pergi kekantornya itu.

Aku kembali mengigit Omlet yang ia masak tadi. Rasanya tak buruk, beberapa minggu yang lalu aku sempat meragukan masakannya itu. Masakannya itu benar-benar membuatku ingin memuntahkannya kembali, ia memasak tumis dan tumisnya itu benar layu dan asin. Aku sampai tak jadi memakannya. Benar-benar diragukan, mungkin ia hanya bisa membuat Sandwich dan Omlet.

Aku membersihkan piring-piring kotor yang ada dimeja dan mencucinya. Setelah mencucinya aku berjalan menuju kearah kamarku untuk melihat apa Jaekyung sudah selesai dengan penampilannya atau belum, belum aku memegang gagang knop pintu, pintu sudah terbuka dan Jaekyung keluar dengan beberapa berkas yang ada ditangannya.

“Mau aku antarkan?” Tawarku padanya.

“Annio.. tak usah, aku bisa naik Taxi saja! Bukankah hari ini kau akan bertemu dengan Hyejin? Kalau kau mengantarkanku kekantor bisa-bisa ia marah padaku.. hahaha” Ia memakai Higheelsnya, “Sudahlah mungkin nanti ada tumpangan gratis untuku.. hahaha aku pergi Donghae~a, ah jika kita pindah lagi keapartmen kita, kau bereskan pakainku dan berkas-berkasku dan taruh dikamarku ya!” Suruhnya padaku sebelum ia benar-benar pergi dan menghilang di Lift yang akan mengantarkannya kebawah. Aku menghela nafasku sebentar dan memejamkan mataku. Dia benar-benar tak peka bukan?

Aku kembali masuk kedalam Dormku untuk mengambil ponselku yang ada didalam kamarku, aku sediki melirik kearah jendela kamarku saat aku melirik kebawah hatiku terasa tertusuk jarum yang yang besar dan tajam. Jadi alasannya ia tak mau aku antarkan karena ia pergi dengan laki-laki itu. Benar-benar pintar sekali bukan?

***

Aku membuka pintu apartmenku ini dan berjalan menelusuri seluruh ruangan yang ada didalam Apartmenku ini, “Hyejin~a” Aku sedikit berteriak memanggil Hyejin karena Apartmen ini begitu sepi.

“Oppa!” Teriak Hyejin keluar dari arah kamarku, “Bogoshipoyo~~” Ucapnya manja sambil bergelayutan di lenganku ini. sebenarnya aku sedikit risih dengan kelaluannya yang manja seperti ini.

“Kemana saja kau selama dua bulan ini?” Tanyaku sambil duduk disofa dan menyandarkan punggungku kepunggung sofa.

“Jadwalku terlalu banyak Oppa, dan satu bulan aku pulang kekotaku menghadiri acara pernikan saudaraku disana. Oppa, bagaimana dengan kita? Apa kita akan menikah?” Aku menghela nafasku pelan, mendengat pertanyaanya itu membuatku bingung dengan perasaanku ini.

“Oppa, benarkan kalau kita akan menikah? Hmm?” Aku semakin bingung, bukankah dulu aku ingin sekali menceraikan Jaekyung tapi kenapa? Sekarang apa? Aku bahkan tak ingin mengatakan cerai pada Jaekyung. Benar-benar membingungkan sekali.

“Ne, tapi tunggulah sebenatar lagi. Oppa akan menceraikan Jaekyung secepatnya Oppa berjanji!” Sungguh mengatakan kata-kata tadi itu benar-benar susah, sebenarnya aku tak ingin berjanji seperti ini. aku yakin, yakin sekali kalau diantara dua wanita ini pasti aka nada yang tersakiti. Maafkan aku!

“Hyejin~a, Oppa pergi dulu karena Oppa ada Syuting. Kau jaga baik-baik dirimu. Nanti malam Oppa akan tidur diapartmen ini!” Aku mengelus-elus rambutnya dengan lebut dan tersenyum padanya dan ia membalas senyumanku. “Oppa pergi!” Ucapku sambil melangkah pergi meninggalkan Apartemn ini dan memulai kegiatanku sehari-harinya. Menjadi Public Figure dan tersenyum pura-pura bahagia, padahal dalam hatikku, aku begitu tersiksa. Aku sempat berfikir untu berhenti dari semua ini. Tapi mengingat perjuanganku selama Pre-Debut sampai Debut aku jadi tak patah semangat.

***

Aku memegang tengkukku, hari ini sangat melelahkan, hari ini lebih dari hari kemarin. Aku tak tau kalau Super Junior akan Show dua kali dan itu ditempat berbeda. Aish! Benar-benar melelahkan sekali hariku ini.

Aku menslonjorkan kakiku saat aku sudah sampai diapartmenku dan duduk santai disofa milikku ini. kenapa Apartmen ini sepi sekali? Hyejin kemana dan Jaekyung? Apa Jaekyung masih belum selesai dengan pekerjaan kantornya itu?

Aku mengambil ponselku dan langsung mencari nomor ponsel Hyejin di Phonebookku. Setelah ketemu aku langsung menghubunginya, “Yeoboseo?” Jawab Hyejin, aku sedikit mengertukan keningku saat suara telpon disebrang begitu ramai.

“Hyejin~a Eoddieso?” Tanyaku sedikit berteriak, mungkin suaraku tak terdengar karena disana begitu ramai.

“Oppa, aku tak bisa menjawab telponmu. Aku akan mengirimmu pesan!”

Pip…

Telpon terputus, aneh sekali. Apa dia pergi kepesta tapi kenapa ia tak menghubungiku terlebih dahulu. aku kembali mencari kontak di Phonebookku dan setelah ketemu aku langsung menghubunginya.

“Jaekyung~a kau dimana? Kau tak lupa dengan waktu bukan? Ini sudah jam sembilam malam kenapa kau tak kunjung pulang juga?” Aku berbicara layaknya kereta Express yang sedang mengantarkan penumpang yang sedang dikejar oleh waktu. Aku sedikit mendengar ia mendecakan mulutnya.

“Aku masih ada dijalan, sebentar lagi juga sampai!” Ucapnya ketus.

“Kau naik taxi atau bagaimana?” Tanyaku lagi padanya, kalau difikir-fikir aku begitu cerewet.

“Aku diantarkan oleh Changmin Oppa…” Ucapnya pelan dan itu sukses membuat amarahku pagi tadi kini muncul kembali. Dia bilang diantarkan oleh Changmin. Dia benar-benar tak mengindahkan perkataanku waktu itu. Aku segera memutuskan sambungan telpon itu dan melemparakannya asal.

Aku menunggunya dalam diam. Entak kenapa aku begitu tak suka jika Jaekyung berdekatan dengan laki-laki panjang itu. Bahwa perasaanku tak rela jika ia tersenyum atau tertawa karena tingkah laku laki-laki itu.

Hampir duapuluh menit aku menuggunya, bosan. Aku begitu bosan menunggunya seperti ini aku beranjak dari dudukku dan melangkah kearah pintu keluar masuknya apartmen ini, belum sempat aku membuka pintu, pintu sudah terbuka sendiri dan menampakan Jaekyung yang berdiri masih memegang gagang pintu.

Aku memandangnya tajam dan ia membalasnya dengan tatapan tajamnya juga. Aku tak menyangka bahwa masih ada tatapan tajam yang sememyeramkan milik Kyuhyun itu. Mungki karena efek mata bulat dan besar milik Jaekyung itu.

“Masuk!” Ucapku tajam.

“Tanpa kau suruhpun aku akan masuk kedalam bodoh!” Ucapnya acuh, mendengara ucapannya itu aku berfikir ingin sekali menjambak rambut panjang lurus yang ia eraikan itu. Tapi kuurungkan niatku ini, benar-benar tak rasional bukan kalau aku menjambak istriku sendiri.

“Kenapa kau masih berhubungan dengan Shim Changmin itu?” Tanyaku saat aku sudah mmengunci pintu Apartmenku dan masuk kedalam.

“Kenapa kau tak senang jika aku berdekatan dengannya? Apa salahnya aku dekat dengan idolaku dan ia dekat dengan fansnya?” Tanyanya yang memancing emosiku.

“Kau… tak ku perbolehkan untuk berdekatan dengan Shim Changmin! Jika kau berdekatan atau bertemu dengannya aku tak akan pernah mempertemukan kalian selamanya!” Ucapku tegas dan tajam dia hanya memblalakan matanya saja. “Ingat kata-kataku ini Lee Jaekyung!”

“Ya! Jika aku tak diperbolehkan berdekan dengan Shim Changmin lalu apa dengan dirimu yang selalu dekat denga Hyejin? Huh?”

“Karena Hyejin itu kekasihku, jadi aku bebas untuk berdekatan denganku.”

“Lalu apa bedanya denganku? Aku hanya berteman dengannya! Dan kau tak memperbolehkanku berdekatan dengannya. Ini benar-benar gila Lee Donghae!” Ia menatapku tajam, tak terima dengan jawabanku tadi.

“Aku tak suka jika kau berdekatan dengan seorang laki-laki. Kalaupun laki-laki itu dari Grupku atau dari mana saja. Karena kau itu milikku Lee Jaekyung!!!” Ucapku mantap dan dia hanya bisa memblalakan matanya saja. Ia memandangku dengan tatapn tak terima. Maaf maaf saja karena keputusanku sudah bulat seperti ini. jadi Lee Jaekyung kau tak bisa lari kepelukan laki-laki lain selain diriku ini.

“Aku katakana sekali lagi, Kau milikku sekarang! Ingat milikku!”

“MWO!!!!”

======TO BE CONTINUED=====

2 thoughts on “Wrong Married 9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s