Wrong Married 11 [END]

AUTHOR: VYEJUNGMIN~

 

 

Music: Super Junior M – Destiny

 

 

 

JAEKYUNG’S POV

 

 

 

Aku menghela nafasku kembali, mengingat kejadiam malam tadi saat ia menyatakan perasaannya padaku. Aku tak menyangka bahwa ia mencintaiku, aku kira ia tak mencintaiku. Jadi aku harus bagaimana? Menceraikan apa yang dikatakan oleh Hyejin apa menurut kata hatiku. Aku benar-benar dilanda oleh kebingungan sekarang.

 

Bagaimana kalau aku dan Donghae benar-benar becerai? Dan bagaimana dengan janin yang aku kandung sekarang? Kalau aku melahirkan dan ia beranjak dewasa ia pasti akan menanyakan ayahnya kan? Kenapa hidupku semakin runyam saja.

 

Aku menelungkupkan kepalaku kemeja, memikirkan perceraianku dengan Donghae membuat kepalaku begitu pusing. Bagaimana? Aku mulai mencintainya dan ia juga mulai mencintaiku. Apa aku dan dia tak usah bercerai dan berpura-pura didepan Hyejin kalau kami sudah bercerai? Tapi nanti pasti Donghae akan menikahi Hyejin dan aku tak mau dia menikah dengan wanita benalu itu. Egois? Tentu saja, sekali saja aku ingin menjadi seorang egois karena aku benar-benar tak ingin cerai denganya. Ah, Eottokeh?

 

“Sajangnim…” Aku mengangakat kepalaku saat mendengar seruan dari luar ruanganku.

 

“Ne, masuk saja!” Ucapku memberitahukan.

 

Pintu ruanganku terbuka dan menampakan sekertarisku berjalan kearahku dan aku melihat seseorang dibelakangnya, sepertinya aku mengenal postur tubuhnya, aku tak bisa melihatnya karena ia sedang menggeladah tasnya. Dan aku hampir terjengkang kebelakang saat siapa orang itu. Oh, sedang apa dia ada dikantorku ini? sepertinya aku tahu apa yang ingin katakana padaku. Sepertinya aku harus bisa mengontrol emosiku jika aku berbicara denganya.

 

“Onnie, Kau boleh keluar sekarang juga. Ne~!” Ia mengangguk dan keluar dari ruanganku meninggalkanku dengan Hyejin, berdua dalam satu ruangan membuatku gerah saja.

 

Ia tersenyum manis padaku dan aku membalasnya dengan pandangan datarku aku tak ingin mengumbar senyumku untuknya, “Annyeong~” Ucapnya sok manis, aku ingin sekali menyumpal mulutnya itu. Aku diam tak menjawab ucapan salamnya, malas sekali aku menjawab ucapan salamnya itu.

 

“Tak usah berbasa-basi, cepat apa yang ingin kau katakana padaku?” Ucapku langsung, karena memang aku tak suka dengan orang yang sedang berbasa-basi denganku. Seperti wanita yang ada dihadapanku ini.

 

“Oh, santai saja! Tak usah emosi seperti itu…” Ucapnya santai, dan dengan tak sopannya ia duduk disofa yang ada diruangaku. Aku kembali mengumpat dalam hati, kenapa si Lee Donghae bodoh itu bisa menyukai wanita tak punya sopan santun ini? mungkin matanya itu kemasukan mobil truck sampai-sampai ia menjalin hubungan dengan wanita tak sopan ini.

 

“Kalau tak ada yang ingin kau bicarakan silahkan kau angkat kaki dari ruanganku ini. karena aku sedang sibuk dan tak ingin di ganggu dengan kedatanganmu ini!” Ia tersenyum yang benar-benar membuatku ingin sekali menjambak rambutnya itu.

 

“Aku yakin, kau tak ingin cerai bukan dengan Lee Donghae itu?” Aku mendelik menatapnya yang sedang melalukan kegiatan yang benar-benar membuatku ingin sekali muntah dihadapanya itu. Kenapa dia ini, tersenyum sok manis seperti itu. Heh! Kau fikir aku akan terpesona dengan senyum sok manismu itu?

 

“Tentu saja aku akan bercerai dengannya, bukankah Donghae mencintaimu dan kalau kami sudah bercerai ia pasti akan menikahimukan? Oh, benar-benar manis sekali!” Ucapku santai ia beranjak dari duduknya dan perlahan tapi pasti ia berjalan kearahku. Mau apa dia ini?

 

Ia berjalan mengitari meja kerjaku, dan aku hanya bisa menunggu apa yang ingin ia lakukan padaku nanti. Boleh aku memberitahukan pada Donghae nanti? Tentang semua kelakuan kekasihnya ini yang pernah menamparku tanpa sebab dan melakukan hal-hal merugikanku ini? aku ingin sekali, tapi aku yakin seyakin yakinnya Donghae tak akan percaya dengan ucapanku dan ia akan tetap percaya dengan ucapan wanita ini.

 

Hampir tiga bulan ini kami satu apartment tapi selama hampir tiga bulan ia selalu membuatku marah dan emosi. Untung saja kalau aku sudah emosi aku tak pernah menanggapi apa yang akan dia katakana padaku nantinya.

 

“Tapi, sepertinya Donghae Oppa tak ingin menceraikanmu. Karena terbukti surat perceraian kalian ini digunting-gunting olehnya…” Ucapnya saat ia sudah ada didepanku, aku masih kaget dengan ucapanya tadi. Apa dia bilang? Donghae menggunting surat perceraian itu? Tak mungkin kan? Oh, Pantas saja pagi tadi ia mengacuhkanku yang sedang ada didapur tadi, ternyata ia kesal karena aku memberikan surat perceraian padanya?

 

“Oh, bagus itu! Karena tadi malam Donghae baru saja menyatakan cintanya padaku! Mungkin saja Donghae sudah tak mencintaimu? Dan bosan?” Ucapku dengan nada yang aku buat-buat. Dan setelah aku mengluarkan kata-kata itu aku memekik sakit karena rambutku ditarik kasar olehnya. Oh, selain kejam, menyebalkan dan tak sopan ternyata ia sangat kasar padaku dan aku masih mengingat bangaimana ia memaparku pada saat waktu itu.

 

“Ya! Lepaskan tangan kotormu itu!” Ucapku berteriak padanya, dia hanya terkikik geli saat aku memekik kesakitan. Kenpa dengan wanita ini? oh, ya tuhan aku harap ia nanti mendapatkan balasan yang setimpal dengan apa yang perbuat padaku sekarang ini. Ia membalikan tubuhku dan aku langsung berhadapan dengan wajahnya dan ia tetap menjambak rambutku dengan kasar.

 

“Kau tahu? Saat tadi aku keapartment kalian Donghae Oppa mengacuhkanku dan tak menganggapku ada disampingnya! Dan saat aku membicarakn tentang pernikahan yang ia janjikan padaku ternyata ia batalakan dan yang membuatku sakit hati adalah saat ia mengaku dihadapanku kalau ia mencintaimu. Mencintai wanti yang tak jelas dengan asal-usulnya! Kau memang perusak hubungan orang!!”

 

Plakk!!!

 

Damn! Aku memegang pipiku yang ditampar olehnya tadi. Aku yakin seyakin yakinya kalau pipiku pasti memerah. Bagaimana tidak memerah ia menamparku dengan sekuat tenaga dan aku merasakan cairan keluar dari sudut bibirku, aku mengusapnya dan ternyata darah yang keluar dari sudut bibirku ini.

 

Oh, Je~ tahan emosimu ini. kau bisa, kau acuhkan saja dan ia pasti akan lelah sendiri dan ia pasti akan meninggalkanku sendiri diruanganku ini. Aku melirik kearah pintu ruangan dan tak sengaja melihat sekertarisku akan masuk kedalam ruangku. Mungkin ia tahu apa yang dilakukan oleh Hyejin padaku tadi. Aku mengisyaratkan untuknya, agar ia tak masuk kedalam ruangnku ini dengan mataku dan ia menganggukan kepalanya dan ia menutup pintu ruangku ini.

 

“Kau puas dengan menaparku seperti ini huh?” Aku masih memgang pipiku yang ia tampar tadi. Dia hnya tersenyum puas akibat ia melihat sudut bibirku yang sediti mengluarkan cairan merah yang diakibatkan oleh wanita gila itu.

 

“Oh, kau tunggu saja nanti apa yang aku lakukan padamu dan dengan calon anakmu itu!” Aku membelalakan mataku saat aku mendengar ucapan terakhirnya itu. Dia? Dia tahu dengan kandunganku ini? astaga! Bagaimana kalau ia benar-benar menyelakakanku dan aku keguguran? Andwae, Andwae! Aku tak mau, ini kehamilan pertamaku dan jangan sampai keguguran.

 

Hyejin sudah keluar meninggalkanku sendiri didalam ruanganku, “Anda baik-baik saja?” Aku mendongkan wajahku melihat wajahah Hyemi Onnie. Dan tanpa sadar aku langsung memeluk tubuhnya erat. Oh, aku benar-benar tak sanggup dengan kehidupanku sekarang. Aku ingin sekali kembali keamerika dan hidup tenang bersama Eomma dan Appa disana.

 

“Uljima, kau pasti baik-baik saja! Tenang aku yang akan melindungimu dan melindungi calon keponakanku ini.” Ucapnya sambil mengelus-elus punggungku agar aku tenang, “Mau aku antar pulang?” Tanyanya aku menggelengkan kepalaku.

 

“Unnie, bisa antarkan aku pulang keapartmentku? Aku ingin pulang.” Ucapku seraya melepas pelukannya, ia mengangguk dan aku segera membereskan berkas-berkas yang berserakan diatas mejaku ini.

 

 

***

 

 

“Kalau kau ada apa-apa kau bisa menghubungi, ne?” Aku mengangguk, ternyata dia sangat perhatian sekali padaku ini. astaga! Pantas saja si tiang itu menyukai Hyemi Unnie karena dia ini baik dan perhatian sekali. Aku harap si tiang itu berani mengungkapkan perasaanya pada Hyemi Unnie secepat mungkin.

 

“Ne, aku pastikan akan menghubungmu Unnie.” Ucapku sambil tersenyum padanya. Dia pamit pulang dan aku langsung membungkukan badanku untuk berterima kasih padanya karena ia sudah mengantarku pulang dan mau membantuku untuk menggantiku sementara di kantor.

 

Setelah sampai didepan pintu Apartment aku langsung memasukan beberapa password agar pintu apartment terbuka. Setelah terbuka aku langsung masuk kedalam. Lelah, aku ingin sekali langsung masuk kedalam kamarku dan bertemu dengan kasur selimut dan bental guling dan langsung terlelap.

 

Apakah kehamilan pertama sering mengalami kelelahan apa yang aku rasakan sekarang? Kalau tak merasakan lelah aku pasti merasa malas untuk melakukan segala aktifitas yang biasa aku lakukan. Malas ini dan malas itu.

 

Setelah masuk kedalam kamar aku langsung melepaskan Blazzer yang aku pakai dan langsung menguncir rambutku ini. Panas sekali hari ini benar-benar membuatku semakin malas untuk mengerjakan sesuatu. Aku merebahkan tubuhku keatas kasurku yang empuk ini dan langsung memeluk bantal guling kesayanganku ini.

 

Tapi belum sepuluh menit aku memejamkan mataku, aku merasakan perutku berbunyi. Dan oh, aku baru sadar kalau dari pagi tadi aku belum menyentuh makanan sedikitpun. Kenapa aku lupa untuk sarapan pagi ini? aish! mungkin karena pagi tadi aku terlalu sibuk dengan segala berkas yang selalu masuk kedalam ruanganku.

 

Aku beranjak dari tempat tidurku dan keluar menuju kearah dapur, memasak sesuatu mungkin akan membuat perutku kenyang. Aku membuka pintu kamarku dan aku langsung mendapatkan Donghae yang ada didepan pintu kamarku.

 

“Oh, Donghae~a wae?” Tanyaku masih diambang pintu. Ia menatapku dalam dan langsung memegang tanganku dengan lembut, aku mengerutkan keningku saat ia memegang tanganku saat ini.

 

Ia membawaku kearah sofa yang ada diruang TV ini dan menundukanku, “Kau benar-benar ingin bercerai denganku?” Tanyanya, aku hanya bisa menghela nafasku saja.

 

“Ne, aku merasa lelah dengan permainan kalian ini! jadi aku memutuskan untuk bercerai denganmu!” Ucapku dan ia menghela nafasnya pelan.

 

“Tak bisakah kau tetap disisiku saja? Aku mencintaimu!” Ucapnya sambil meremas tanganku, aku menggelngkan kepalaku. Kalau boleh jujur, Lee Donghae aku mencintamu yah aku benar-benar mencintamu juga,

 

“Tak bisa aku tetap ingin bercerai denganmu dan ingin segera lepas dengan permainan kalian ini!” Ucapku tegas dan beranjak dari dudukku dan aku langsung masuk kedalam kamarku lagi. Rasa lapar tadi tiba-tiba saja hilang akibat penuturan yang diucapkan Donghae tadi.

 

“Ya! Tetap aku tak akan bercerai denganmu, kau tahu? Surat perceraian yang kau berikam malam tadi sudah aku gunting-gunting dan membakarnya!” Aku membenamkan kepalaku dibantal yang aku gunakan sekarang.

 

Terserah kau saja Lee Donghae, aku tak mau memikirkan apa yang di inginkan kekasihmu itu. Lebih baik aku tidur dan melupakan kejadiam yang ada di kantor mrmbuatku sakit hati saja.

 

Aku sudah tak mendengar suara Donghae lagi, aku beranjak dari tempat tidurku dan duduk dipinggiran kasurku ini, apa dia sudah pergi meninggalkan apartment ini? kalau memang dia sudah meninggalkannya aku ingin sekali keluar dari kamarku ini untuk membuat makan perutku benar-benar tak tahan untuk aku beri asupan makanan.

 

Aku berjalan kearah pintu kamarku dan membuka sedikit celah agar aku bisa melihat apakah Donghae masih ada didalam apartment atau ia sudah pergi. Setelah memastikan aman, aku segera melasat keluar dari dalam kamarku. Yah ternyata Donghae sudah keluar, mungkin dia sedang kesal dan akhirnya ia meninggalkan Apartment atau ia meninggalkan apartment karena jadwalnya yang sangat banyak?

 

Akhir-akhir ini ia sedang sibuk sekali, dia sering sekali pilang malam dan pagi-pagi sekali ia harus berangkat bekerja, melaksanakan Shooting dan berbagai acara reality show, dan konser. Aku merasa kasihan padanya karena melihat wajahnya yang letih dan lelah itu.

 

Aku jadi tak tega untuk bercerai dengan Donghae, walaupun aku ini orangnya tak pedulian tapi aku masih mempunyai hati nurani, seperti memberinya perhatian dan semangat. Tapi bagaimana lagi, Hyejin pasti akan menjadi istrinya dan pasti Hyejin juga akan memberikan perhatian untuknya kan? Sudahlah Han Jarkyung jangan kau fikirkan lagi.

 

 

***

 

Hari ini aku tak masuk kantor, dan alasanya itu karena aku begitu malas akibat aku sedang mengandung ini. aku bosan karena sudah hampir tiga jam lebih aku sudah duduk diruang TV dan menonton acara TV yang benar-benar membosankan.

 

Hyejin sudah pulang tadi malam dan sudah pagi ini ia tak kunjung keluar dari kamarnya ini. Biasanya ia sudah bangun pagi-pagi sekali dan meninggalkan Apartment dan ia akan kembali keapartment tengah malam. Dan itu membuat Donghae kesal melihat kelakuan Hyejin yang seperti itu setiap hari.

 

Dan yah, Lee Donghae itu tak pulang keapartment, mungkin ia masih kesal dengan kejadian kemarin sore. Aku menekan remot untuk mengganti Chanel dan aku langsung mematikannya karena aku merasa begitu bosan.

 

Aku menelungkupkan tubuhku disofa dan kembali duduk seperti semula. Aku mengambil ponselku dan segera mungkin aku menyalakan musik player yang ada diponselku. Oh, akhir-akhir ini aku menyukai lagu Grup suamiku itu.

 

Aku hampir saja menjatuhkan ponselku saat aku mendengar suara pintu yang didorong dengan keras dan mengakibatkan benturan yang sangat keras. Aku menolehkan kepalaku kebelakang untuk melihat siapa yang berani-beraninya membuka pintu dengan keras dan mengakibatkan aku begitu terkejut. Dan aku melihat siapa orang itu, ternyata Donghae dan kenapa raut wajahnya itu begitu menyeramkan sekali membuatku takut saja jika aku memarahinya. Aku diam dan tak memperdulikannya yang datang.

 

“Hyejin!!!” Aku kembali menoleh kearah belakang saat aku mendengar teriakan yang berasal dari arah pintu depan, kenapa Donghae berteriak seperti itu? Apa dia sedang ada masalah dengan Hyejin? Tapi kan kalau dia mempunyai masalah seperti itu tak usah berteriak seperti itu.

 

“Kemana Hyejin?” Tanya Donghae saat ia sudah sampai didepanku, aku menunjukan kearah kamarnya dan ia segera melangkah kearah kamarnya. kenapa dia? Melihat raut mukanya yang begitu menyeramkan aku yakin kalau dia sedang menahan emosinya itu.

 

Aku kembali mendengar pintu yang terbuka dengan kasar, benar sepertinya Donghae benar-benar sangat marah. Aku baru tahu kalau dia marah seperti itu begitu menyeramkan sekali. Untung saja aku tak pernah membuatnya marah seperti itu. Ckckc!

 

Aku masuk kedalam kamarku ini agar aku tak mendengar pertengkaran mereka yang mungkin saja akan memekikan gendang telingaku ini. ah, lebih baik pagi tadi aku berangkat kekantor saja pasti akan lebih menyenangkan bertemu dengan berkas-berkas yang selalu datang keruanganku.

 

Ah, lebih baik aku tidur saja dari memikirkan mereka yang sedang bertengar seperti itu. Tapi belum sampai aku merebahkan tubuhku keatas kasur tiba-tiba saja pintu menjeblak terbuka, aku menatap kedepan dan mendapatkan Donghae yang sudah ada diambang pintu kamarku.

 

“Keluar!!” Perintahnya padaku, tapi aku masih diam dan tak menghiraukan perintahnya itu. Tapi tiba-tiba saja ia berjalan kearahku dan menarikku hingga aku berdiri menghadapnya.

 

Ia berjalan sambil menarikku tapi tiba-tiba saja ia berhenti berjalan dan ia malah menuju kearah meja riasku, mataku mengikuti arahnya yang berjalan kearah meja riasku dan mataku melotot seketika saat ia mengambil dan langsung membukanya. Astaga! Aku benar-benar lupa untuk menyimpan kembali surat keterangan Dokter waktu itu. Astaga bagaimana ini?

 

Aku melihat raut wajah Donghae yang tiba-tiba kembali menyeramkan, rahangnya tiba-tiba saja mengeras. Oh, aku tahu ia pasti sedang menahan amarahnya karena aku menyembunyikan kehamilanku padanya.

 

“Jelaskan diruang tengah sekarang juga!” Ucapnya sambil berjalan keluar dari kamarku. Aku hanya bisa menghembuskan nafasku pelan sesaat. Aku tak bisa bercerai denganya.

 

. Aku mengikutinya keluar dari kamarku dan mengituki langkahnya yang begitu sangat tergesa-gesa. Itu, oh aku tahu ia sangat marah sekali padaku pastinya. Aku melihat kedepan dan ternyata sudah ada Hyejin yang sedang duduk disofa. Dan aku memblalakan mataku saat aku melihat ada beberapa foto berserakan diatas meja dan difoto tersebut ternyata ada Hyejin yang sedang berciuam dengan beberapa namja yang berbeda.

 

Aku duduk didepan Hyejin dan Donghae duduk disofa yang ada disamping kiriku, “Jadi Hyejin-ssi selama beberapa minggu ini kau berselingkuh denganku?” Tanya Donghae dingin pada Hyejin, aku hanya diam dan tak mau mencampuri urusn mereka.

 

“Oppa, aku bisa jelaskan!” Ucap Hyejin sok manis, dan itu hampir saja membuatku mual mendengar ucapanya.

 

“Apa yang bisa kau jelaskan? Ini sudah ada buktinya dan kau masih mau memberikan penjelasan padaku? Begitu?” Aku menoleh kearah Donghae, mendengar ucapannya benar-benar membuatku bergidik ngeri. Aku kira dia tak bisa marah seperti ini. melihat orangnya yang benar-benar sangat menyebalkan itu aku berfikir ia tak akan pernah marah seperti ini.

 

“Dan kau Han Jaekyung, kau ingin bercerai padaku saat kau mengandung anakku, kau itu bagaimana?” Aku mendongak menatapnya dan mataku tak sengaja melihat mata Hyejin yang memblalak kaget saat mendengar ucapan Donghae.

 

“Molla, aku hanya lelah saja dengan permainan yang kalian berikan padaku! Dan masalah kehamilan aku bisa mengurusinya sendiri!” Ucapku penuh keyakinan, padahal dari hatiku yang paling terdalam aku tak ingin bercerai dengannya.

 

“Baik, aku akan memperjelas hubunganku dengan kalian sekarang juga!” Ucapnya tegas, aku melihat ia menarik nafasnya pelan dan membuangnya  perlahan. Aku masih menunggu apa yang akan ia katakana pada kami sekarang juga. Aku tak berharap lebih, tapi kalau boleh egois aku ingin sekali Donghae memutuskan hubungannya dengan Hyejin.

 

“Hyejin~a, aku tahu selama ini kau mencintaiku dan menyayangiku bukan? Dan selama beberapa bulan terakhir ini aku tak tahu apa yang kau lakukan diluar sana. Dan untuk beberapa hari ini aku tahu apa yang kau laukan dibelakangku, karena aku selalu mengikutimu kemana kau pergi. Dan see? Aku mendapatkan bukti yang akurat bahwa kau mengkhianatiku!” Ucap Donghae sambil menghenbuskan nafasnya pelan.

 

Oh, bolehkah aku berteriak? Dia ini benar-benar sangat kuat. Disaat jadwalnya sangat sibuk tapi dia masih bisa mengikuti kemana Hyejin pergi, atau dia menyuruh seseorang untuk mengikuti Hyejin kemana Hyejin pergi.

 

“Dan kau, Han Jaekyung!!!” Aku mendongakan wajahku saat Donghae menyebutkan namaku, “Disaat kau mengandung anakku kau malah meminta bercerai denganku. Apa kau tak berfikir bagaimana masa depannya jika tak ada diriku hah?” Aku membenarkan ucapnnya itu, bagaimana nasib anakku jika aku bercerai dengannya? Oh, aku tak mau membayangkannya pasti anakku diolok-olok oleh teman-temannya nanti saat sekolah. Tapi aku harus bagaimana lagi?

 

“Sekali lagi kau meminta cerai padaku, aku akan membawamu pergi dan tinggal bersama dengan ibu yang ada di mokpo!!!” Aku hanya bisa menghembuskan nafasku pelan. Jadi kesimpulannya adalah Donghae tak ingin kami bercerai dan yang ia tinngalkan adalah Hyejin.

 

“Jadi Oppa, kau meninggalkanku?” Aku memandang wajah Hyejin yang begitu mengenaskan. Matanya memerah dan wajahnya pun memerah mungkin ia sedang menahan air matanya agar tak jatuh, “Oppa, kau tahu kenapa aku melakukan seperti itu? Karena aku cemburu saat kau sedang bersama dengan Jaekyung, jika kau bersama dengan Jaekyung hatiku selalu sakit. Apa lagi saat Jaekyung sakit dank au merawatnya sampai ia sembuh.” Ucap Hyejin, air matanya sukses keluar bersamaan dengan suara isakannya.

 

“Dan kau tahu? Hatiku bertambah sakit saat aku tak sengaja masuk kedalam kamar istri jadi-jadianmu itu dan aku tak sengaja menemukan surat keterangan Dokter itu. Dia hamil anakmu! Dan masalah dengan perceraian aku yang telah melakukannya, semuanya aku lakukan demimu Oppa!” Ia beranjak berdiri dan langsung memukul dada Donghae, aku hanya bisa melihat kejadian ini.

 

Reflek aku menutup mataku saat tiba-tiba saja Hyejin berjalan kearahku, menarik kerah bajuku dan memaksaku untuk berdiri. Tiba-tiba saja ia mendorongku dengan keras dan tubuhku terhempas kebelakang membuat punggungku begitu sakit dan aku akan berdiri tapi Hyejin sudah menarikku lebih dulu untuk berdiri dan Oh, semoga kejadian dikantorku kemarin tak terulang lagi. Tapi sepertinya doaku tak terkabulkan mataku tiba-tiba saja memburam dan menghitam seketika.

 

***

 

 

Aku membuka mataku dengan perlahan-lahan, membiaskan cahaya yang masuk kedalam retina mataku. Aku menatap keseliling tempatku ini dan tempatku ini semuanya mendominasikan berwarna putih dan hidungku menghirup aroma obat-obatan yang benar-benar tak aku sukai ini.

 

Mataku tak sengaja melihat seseorang yang sedang tertidur disalah satu sofa yang ada diruangan ini dan aku langsung mengetahuinya kalau orang yang sedang terbaring disofa tersebut adalah suamiku. Aku menundukan tubuhku dan menyandarkan punggungku kepunggung kasur yang sedang aku tiduri ini. dan aku baru menyadari ternyata aku ada disalah satu rumah sakit. Aku tak ingat, bagaimana aku bisa masuk kedalam rumah sakit ini, yang aku ingat Hyejin manamparku dengan begitu keras. Apa mungkin ini karena tamparan yang dilakukan oleh Hyejin?

 

Aku beranjak dari tempat tidurku dan berjalan kearah sofa yang sudah terisi penuh oleh tubuh suamiku ini. aku menyentuh lengannya itu dengan pelan agar ia terbangun dari tidurnya dan lihat, ia segera terbangun karena membangunkan Lee Donghae itu tak susah.

 

“Oh, Jaekyung~a!!!” Serunya seraya bangun dari tidurnya itu. Aku memasang senyum tipisku saat melihat wajah suamiku yang begitu pucat. Apa dia sakit?

 

“Hei, wajahmu pucat? Kau tak apa-apa?” Tanyaku dengan nada yang biasa-biasa saja.

 

“Gwenchana, seharusnya aku yang mengatakan itu padamu. Kau baik-baik saja? Untung saja anakku tak apa-apa, saat kejadian Hyejin mendorongmu aku begitu khawatir saat itu. Dan setelah ia mendorongmu, ia segera berlari keluar dari apartment, aku ingin sekali mengejaranya tapi segera aku urungkan karena aku melihatmu pingsan. Jadi aku langsung saja membawamu kerumah sakit.” Ucapnya panjang lebar. Aku hanya menatap matanya dan mendengarkan apa yang ia bicarakan padaku.

 

“Jaekyung~a…” Aku menatap matanya dan tiba-tiba saja wajahku memanas saat ternyata ia menatap mataku dalam dan ia langsung memeluk tubuhku sangat erat, “Bogoshipoyo~” Ucapnya ditelingaku. Tubuhku bergetar saat ia mengatakan kalau ia mengatakan kalau ia merindukanku.

 

Aku semakin mengeratkan pelukanku padanya, “Nado Bogoshipoyo~” Aku membalas ucapannya dan ia semakin mempererat pelukannya. Aku memaksa melepaskan pelukannya karena aku mulia sesak akibat pelukannya ini.

 

“Kau membuatku sesak nafas bodoh!” Ucapku sambil memukul kepalanya itu.

 

“Jaekyung~a… boleh aku bertanya satuhal padamu?” Aku memiringkan kepalaku menganggukan kepalaku pelan. “Apa kau mencintaku?” Aku kaget mendengar ucapnnya itu. Untuk apa ia menanyakan seperti itu padaku?

 

“Molla, aku memikirkannya!” Ucapku dan dia merengut sebal hahaha aku suka sekali melihat wajanya itu, benar-benar seperti anak kecil.

 

“Ya! Jawablah jujur. Kenapa kau tak mengatakan langsung padaku saja jika kau mencintaiku dan kau malah bercerita pada Changmin itu!” Aku mendelik, apa yang dia bilang tadi? Jadi-jadi Changmin yang mengatakannya padanya? Shim Changmin awas saja aku akan memberitahukan pada Hyemi Unnie kalau dia menyukai Hyemi Unnie.

 

“Aish! jangan memikirkan balas dendam untuknya! Aku harus berterima kasih padanya dan meminta maaf padanya karena aku sempat menuduhnya kalau ia berniat untuk merebutmu dari diriku. Ternyata ia mendekatimu karena ia ingin mendekati sekertarismu itu.”

 

“Aish! lupakan! Aku tak mau mendengarnya lagi.” Ucapku sambil beranjak dari sofa dan berjalan menuju kearah kasur yang aku tempati.

 

“Tapi kau benar-benar mencintaiku kan?” Tanyanya lagi sambil mengekor dibelakangku. Aku berhenti berjalan karena ia menarik tanganku reflek aku membalikan tubuhku dan ia langsung mendaratkan bibirnya dipermukaan bibirku aku hanya bisa memblalakan mataku saja karena apa yang ia lakukan padaku. Tapi ia langsung melepaskan bibirnya pada bibirku.

 

“Apa yang kau lakukan?” Tanyaku padanya. Dan ia tersenyum manis padaku. Yah, sepertinya aku harus jujur padanya.

 

“Baiklah, aku mencintaimu juga! Kau puas eoh?” Aku jujur dan iakembali memelukku sangat erat dan aku juga membalas pelukannya sangat erat.

 

“Gomapta! Aku benar-benar tak menyesal telah bertemu dengamu, dan menjadikanmu sebagai istriku. Kau takdirku!” aku tersenyum “Kau tahu? Aku benar-benar sangat bahagia, dan aku semakin sangat bahagia ternyata kau tengah mengandung anaku. Aigooo~ aku tak perceya bahwa aku akan menjadi seorang ayah!” Aku menganggukan kepalaku dan tersenyum lebar melihatnya yang begitu bahagia.

 

“Jaga baik-baik anakku! Aku pasti akan merawatmu dengan baik!”

 

“Iya, iya kau ini cerewet sekali. Pulang lah aku ingin segera tidur!” Ucapku sambil mengusirnya.

 

“Shiro~ aku ingin bersamamu.” Ucapnya sambil merebahkan tubuhnya disampingku dan memeluk tubuhku erat. Dan ia memejamkan matanya, ia mengelus-elus perutku yang berisikan ananku dan anaknya.

 

Aku bersyukur pada tuhan karena ia memberikan Donghae padaku dan memberikanku malaikat kecil yang ada didalam perutku ini. hidupku pasti akan semakin berwarna jika ia sudah lahir dan melihat indahnya dunia ini. Terima kasih tuhan.

 

 

 

 

 

 

 

 

====END====

4 thoughts on “Wrong Married 11 [END]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s