Happy Birthday, Lee Donghae! [ONESHOOT]

VYEJUNGMIN.

 

Special Fict for Lee Donghae. yang ulang tahun tanggal Lima Belas ini.

 

So, well. Okay, Begin.

 

 

***

 

 

“Tanggal berapa sekarang?” tanya Jaekyung pada Yong Guk yang ada di depannya. Tangannya masih sibuk menata rambut Yong Guk agar terlihat rapih an bagus.

“Kau mempunyai ponsel, bukan?” jawab Yong Guk acuh, matanya menatap pantulan dirinya yang ada di depannya.

Jaekyung menggerutu, “kau bisa menjawabnya hanya sedang satu kata, dan tidak usah membuang beberapa kata tak penting itu.”

“Tidak bisa di ajak bercanda,”

Jaekyung mendengus, “kau tahu hari ini aku sibuk dan tak sempat melihat ponselku!”

“Oh, kasihan sekali.” Balas Yong Guk dengan senyum mengejeknya.

Jaekyung yang melihat Yong Guk tersenyum mengejek seperti itu membuatnya menggeram kesal. Dasar sialan. Umpat Jaekyung dalam hatinya.

“Jadwal B.A.P hari ini benar-benar sangat padat sekali. Apa kalian semua tak merasa kelelahan? Setelah FansMeet kalian selesai, kalian akan bernyanyi di salah satu stasiun TV jepang dan beberapa jadwal lainnya. Dan kau tahu apa yang sedang aku pikirkan?”

“Tidak tahu, kalaupun aku mempunyai kelebihan aku tetap tidak ingin tahu apa yang kau pikirkan.” Jaekyung dengan reflek menjitak kepala Yong Guk.

Sudah setengah tahun Jaekyung bekerja sebagai Coordi B.A.P dan Jaekyung sudah tahu sekali sifat-sifat member B.A.P, awalnya Jaekyung memuji Yong Guk sebagai laki-laki yang tenang dan tak banyak bicara, tapi setelah satu bulan, ternyata pikirannya itu salah. Yong Guk, selain tidak menyenangkan dia juga menyebalkan. Selalu membuat Jaekyung naik darah terus menerus.

“Kau merusak tatanan rambutku sekarang, Nonna!” tangan Yong Guk merapikan rambutnya yang terlihat berantakan, matanya sendiri menatap Jaekyung dengan pandangan tak suka. “Ngomong-ngomong juga, kalau tidak salah Jun Hong menyita ponselmu, kan? Kalau tidak salah sudah tiga hari terhitung hari ini.”

Jaekyung menepuk pelan keningnya. Ia benar-benar lupa kalau ponselnya di sita oleh Jun Hong. Anak itu memang kadang atau sering membuatnya jengkel. Dan kenapa pula ia lupa dengan ponselnya di sita oleh Jun Hong itu.

“Tapi, aku tidak ingat bagaimana bisa ponselku di sita oleh Jun Hong?” tanya Jaekyung sambil merapikan lagi rambut Yong Guk.

“Aku tidak tahu sebenarnya. Kan saat itu aku sedang mencari makan, dan yang aku tahu saat itu Nonna sedang meringis jengkel pada Jun Hong yang lari masuk kekamarnya.” Jawab Yong Guk, pandangan matanya ia alihkan kearah pergelangan tangannya, “sepertinya sudah akan mulai, dan sepertinya hanya aku yang terlambat kali ini.” Sindirnya pada Jaekyung yang membuat Jaekyung memukul pelan punggung Yong Guk.

“Salah siapa, coba? Kau sendiri yang lambat seperti keong mau kawin” balasnya tak terima.

“Sudahlah, jangan membawa-bawa keong didalam percakapan kali ini. Setelah Fansmeet ini selesai, kita akan berdebat sekali lagi. Dan, hei kau juga harus membantu kami untuk menertibkan fans-fans yang membludak hari ini.”

***

Jaekyung dengan cepat mengambil kipas yang tergeletak di atas kursi, dan dengan cepat mengipasi Jun Hong yang masuk terlebih dahulu kedalam ruangan. Ini kesempatan untuk mengambil ponselnya, kalau tidak ia ambil sekarang ini benar-benar menjadi situasi waspada.

Tentu saja Jaekyung merasa bahwa ini situasi waspada, soalnya Jaekyung sudah tahu ini tanggal berapa. Hari ini tanggal empat belas oktober, dan  Besok Jaekyung tidak tahu apa yang harus di lakukannya. Ia berpikir apakah ia hari ini bisa izin atau tidak untuk pulang ke korea untuk memberikan kejutan pada Donghae? sepertinya itu harus.

Mengingat tahun kemarin Jaekyung di marahi habis-habisan oleh Donghae karena Jaekyung melupakan hari penting itu dan Jaekyung malah menikmati seharian penuh membaca di perpustakaan kota. Alhasil saat Jaekyung melihat ponselnya dan mendapatkan limapuluhan panggilan tak terjawab dari Donghae, dan saat Jaekyung ingin memasukan kembali ponselnya kedalam tas, ponselnya kembali berbunyi, kali ini panggilan dari Hyuk Jae. Dan saat itu Jaekyung langsung membereskan semua barang-barangnya lalu segera berlari keluar perpustakaan.

Saat setengah jam ia sampai di apartement Super Junior, Jaekyung berharap-harap cemas agar Donghae tak memarahi habis-habisan. Tapi, harapan tinggal harapan, Jaekyung tetap dimarahi habis-habisan oleh Donghae. dan kembali Jaekyung di marahi oleh Donghae karena Jaekyung lupa membeli kado untuk Donghae.

Itu pengalaman yang paling buruk. Pikirnya. Dan Jaekyung berharap agar tahun ini tak seburuk apa yang ia alami tahun kemarin.

Tangan Jaekyung sebelah kiri membatu Jun Hong melepaskan blazer yang di pakainya. Dengan pelan, Jaekyung membuka suaranya dan membujuk Jun Hong agar membalikan ponselnya.

“Kalau Nonna ingat, sudah tiga hari ini Nonna tidak menyentuh ponsel Nonna. Dan kalau Nonna ingat, bukankah ponsel Nonna ada padamu?” Jaekyung mengerutkan keningnya saat Jun Hong tak memberikan respon sedikitpun padanya malah mata Jun Hong menatap Jaekyung dengan gugup.

“Nonna, maafkan aku.  Sebenarnya aku ingin membalikan ponselmu saat malam waktu itu. Tapi mau bagaimana lagi, saat aku ingin membalikannya pada Nonna, aku tersandung oleh kabel dan hasilnya ponsel Nonna hancur begitu saja setelah mencapai lantai.” Kepalanya menunduk takut-takut. Jaekyung yang mendengarnya dengan sangat jelas hanya bisa memandang kosong di depannya.

“Oh, jadi rusak?” tanyanya pelan dan sedikit kecewa.

Jun Hong menganggukan kepalanya, “iya, saat itu Donghae Sunbae menelponmu berulang kali dan aku menjawabnya bahwa Nonna sedang sangat sibuk untuk mengurusi semuanya. Tapi karena Donghae Sunbae mengatakan bahwa ia ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting, jadi aku dengan sangat buru-buru ketempatmu, tapi yah, karena kabel itu aku jadi tersandung.” Jun Hong semakin menundukan kepalanya, matanya melirik-lirik takut kearah Jaekyung. “Nonna, kau memaafkanku? Dan kumohon jangan mencekikku sampai mati.”

“Gwenchana. Aku memaafkanmu karena kau sudah mengatakan yang sejujurnya, yah, walapun sudah sangat terlambat.” Jaekyung memberikan kipas yang ada di tangannya pada Jun Hong. “Sepertinya hari ini aku akan izin pulang kekorea. Kalau begitu akan akan bicara pada manager kalian. Cepat ganti pakaianmu.”

Jaekyung membalikan tubuhnya, wajahnya merengut kecewa mengetahui ponselnya telah rusak yang entah ia tidak tahu bentuknya seperti apa. Dan Jaekyung juga merasa bahwa ia kecewa tidak tahu apa yang ingin di katakana oleh Donghae. yang Jaekyung pastikan bahwa itu pasti sangat penting sekali.

***

Jaekyung merapatkan kembali mantel yang di pakainya. Tangannya hanya menenteng sebuah tas yang tak terlalu besar. Ia sudah kembali ketanah airnya, dan ia bingung apa yang harus di lakukannya nanti apakah langsung menyiapkan semuanya untuk kejutan ulang tahun Donghae? sepertinya itu memang ide yang bagus, mengingat ini sudah jam delapan malam.

Dengan cepat Jaekyung membuka tasnya, mencari-cari dompetnya. Setelah mendapatkan dompetnya dengan cepat pula ia mengambil kertas yang ada di dalam dompetnya. Mata Jaekyung memandang angka yang ada kertas tersebut, bibirnya mengulas sebuah senyuman yang sangat manis. Sepertinya ia akan memberikan kejutan itu di apartement Donghae, karena Jaekyung yakin bahwa Donghae pasti akan pulang keapartementnya sendiri.

Pertama yang Jaekyung lakukan menuju kesuper market yang terdekat disini, membeli bahan makanan yang akan ia masak malam ini. Yah, Jaekyung akan memasakan makan malam untuk Donghae saat Donghae pulang nanti. kedua, membeli kue ulang tahun, dan terakhir Jaekyung akan mencari kado untuk Donghae.

Dan Jaekyung berharap sekali bahwa untuk empat  jam kedepan semua urusannya sudah selesai dan satu jam untuk menunggu Donghae pulang. Tapi sepertinya itu tidak mungkin, karena yang Jaekyung pastikan bahwa teman-teman satu grupnya akan merayakannya seperti tahun-tahun sebelumnya.

Setengah jam sudah berlalu, dan Jaekyung sudah mendapatkan beberapa bahan makanan yang ia perlukan untuk memasak nanti, sekarang hanya tinggal membeli kue dank ado ulang tahun yang akan di berikan pada Donghae. Tapi Jaekyung benar-benar bingung apa yang akan ia berikan pada Donghae yang Jaekyung tahu, bahwa Donghae sudah memiliki semuanya. Jadi, apakah ia tak usah memberikannya saja?

Mata Jaekyung tak sengaja melihat pedagang aksesoris mainan di jalanan, dengan cepat Jaekyung melangkah kearah pedagang tersebut. Jaekyung berpikir, jarang sekalikan Donghae mendapatkan hadian kecil seperti ini, Donghae malah keseringan mendapatkan hadiah yang mahal-mahal yang di berikan oleh fans-fansnya.

Jaekyung memandang kalung yang ada di depannya, dengan liontin yang bertuliskan Safe dan ada gambar sepasang kekasih saling berpelukan. Benar-benar kalung yang sangat menarik.

“Berapa ini?” tanya Jaekyung sambil terus memandang kalung di tangannya.

“Tidak terlalu mahal, hanya berkisar empatpuluh won.” Jawab si pedagang tersebut.

“Kalau begitu, aku ambil ini.” Jaekyung meletakan semua barang belanjaannya di tanah, tangannya sibuk mengambil uang di dalam dompetnya setelah ia ambil dengan cepat ia membayarnya, “kembaliannya ambil saja.” Ucap Jaekyung saat si pedagang memberikan uang kembalian pada Jaekyung, tangannya mengambil bungkusan yang di berikan oleh si pedagang tersebut.

“Kalung itu juga bisa kau jadikan gelang. Tinggal kau rangkai saja dan itu akan menjadikannya gelang.” Ucap si pedangang itu pada Jaekyung yang hanya menatapnya lalu ia tersenyum.

Jaekyung menundukan kepalanya, “Kamsahamnida,” ucapnya lalu melangkah kembali mencari toko kue yang mungkin terdekat dari tempatnya berdiri.

***

Jam sudah menunjukan pukul setengah sebelas, dan Jaekyung masih berkutat didalam dapur, mengiris bawang merah. Masakannya baru beberapa yang selesai. Jaekyung sudah merasakan kelelahan saat ini. Tentu saja, bagaimana ia tak lelah? Dari pagi-pagi sekali ia sudah bekerja, sampai jam dua belas siang, ia baru selesai dan meminta izin yang memakan waktu satu jam agar ia di izinkan utuk pulang kekorea, lalu membeli tiket penerbangan korea yang untung saja masih ada. Menunggu satu jam kurang dan setelah itu lepas landas dan perjalan dari jepang korea memakan waktu kurang lebih memakan waktu lima jam lebih. Ini perjalanan yang benar-benar melelahkan.

Dan Jaekyung sendiri baru ingat bahwa ia belum makan nasi seharian ini. Jaekyung hanya bisa menghembuskan napasnya pelan, ia baru merasakan lapar sekarang. Dengan cepat Jaekyung menggelengkan kepalanya, kejutan untuk Donghae sangat penting sekarang dari pada memikirkan perutnya ini. Yah, Donghae lebih penting.

Dengan cepat Jaekyung mengambil spatulanya dan membalikan daging sapi yang sedang ia goreng. Melihat daging sapi sudah matang, Jaekyung langsung mengangkat dan meniriskannya.

Jaekyung memandang semua masakan yang ia masak beberapa jam yang lalu, bibirnya mengulas senyuman yang sangat bahagia. Tinggal beberapa hidangan yang belum ia selesaikan dan satu jam lagi menuju jam dua belas malam. Dan Jaekyung berharap Donghae dantang di saat semuanya sudah selesai.

***

Donghae melangkah masuk kedalam apartemennya. Ia baru saja pulang dari apartement grupnya. Awalnya sih, Donghae berniat akan menginap disana tapi entah perasaannya selalu mengatakan bahwa dirinya harus segera pulang keapartementnya.

Kening Donghae berkerut melihat lampu apartementnya menyala. Siapa yang bisa masuk kedalam apartementnya? Mengingat bahwa yang tahu passwordnya hanya dirinya sendiri dan Jaekyung. oh, Jaekyung. dengan cepat Donghae berlari kearah kamarnya. Biasanya, jika Jaekyung keapartementnya Jaekyung akan menginap tidur didalam kamarnya.

Tangannya menyentuh knop pintu kamarnya, dengan sangat pelan Donghae membuka pintu kamarnya dan merasa kecewa bahwa kamarnya gelap. Dan tidak mungkin sekali kalau Jaekyung tidur dalam keadaan lampu yang di padamkan. Karena Jaekyung sendiri tidak suka ketika tidur dalam keadaan gelap.

Dengan lemas Donghae menutup pintu kamarnya. Otaknya berpikir, apa Jaekyung tidak ingat lagi dengan ulang tahunnya seperti tahun kemarin. Dan bagaimanapun juga Jaekyung pasti sangat sibuk sekali dengan pekerjaannya itu.

Nasib mempunyai kekasih yang menjadi seorang Coordi ya jadi begini. Kalau saja Jaekyung tidak pindah kontrak mungkin saja setiap hari ia akan bermesraan terus bersama dengan Jaekyung.

Donghae berjalan kearah ruang tengahnya. Tidak berniat untuk tidur, karena besok ia tak mempunyai jadwal apa-apa, dan dia pun berniat untuk bermalas-malasan selama seharian penuh. Donghae merasa aneh sebenarnya, kenapa semua lampu di apartmentnya menyala semua tapi tidak ada seorang pun di dalamnya, apa Jaekyung kesini hanya untuk menyalakan lampu saja dan setelah itu pulang keapartementnya? Sepertinya itu memang benar.

Rasanya Donghae ingin menangis-nangis tidak. Di hari sepecialnya ini tanpa kehadiran kekasihnya. Sunggu, nasib yang begitu miris sekali. Dan Donghae merasa menyesal telah pulang keapartmentnnya dan malah menolak semua ajakan teman-temannya. Donghae jadi memikirkan mereka yang ada di apartement sana, pasti sedang tertawa terbahak-bahak karena ulah lelucon Hyuk Jae dan Shindong, apalagi kali ini di tambah Heechul Hyungnya itu. Ah, ia benar-benar menyesal.

Matanya melirik kearah jam dinding yang sudah menunjukan pukul setengah tiga pagi. Donghae merebahkan tubuhnya pada sofa panjang yang ada diruangan tersebut, menikmati memandang langit-langit kamar yang mungkin saja memunculkan wajah Jaekyung diatas sana.

Sudah hampir satu minggu ini ia tak bertemu dengan Jaekyung, tentu saja, Jaekyung ada di jepang sekarang dan itu sangat tidak mungkin Jaekyung akan pulang malam ini, karena Jaekyung sudah mengatakan padanya bahwa untuk beberapa bulan kedepan jadwal B.A.P akan sibuk sekali di jepang.

Dan Donghae berpikir Jaekyung tidak ingin di ganggu olehnya, karena saat ia menelponnya panggilannya selalu di jawab oleh suara dari operatornya memberitahukan bahwa sang pemilik ponsel sedang tidak mengaktifkan nomornya. Hidupnya benar-benar sangat merana sekali.

Donghae beranjak dari rebahannya, ia merasa sangat haus dengan segera ia berjalan kearah dapur yang hanya berjarak lima belas langkah. Dan saat di ambang pintu dapur Donghae hanya bisa menatap dengan mata yang membesar. Ternyata orang yang ia pikirkan tadi ada di hadapannya, tangannya menyanggah kepalanya agar tidak terkantuk meja, rambutnya ikal pajangnnya menutupi semua permukaan wajahnya. Ini kenyataan atau khayalan semata karena ia merasa sangat merindukannya, kalau ini hanya khayalan jangan pernah menyadarkannya agar ia bisa melihat kekasihnya.

Donghae menghembuska napasnya, ia kembali melangkah kearah Jaekyung yang mungkin sudah sangat lelap. Dan Donghae berpikir, Jaekyung sampai di apartementnya jam berapa, berapa lama ia menunggu dirinya dan berapa lama ia menghidangkan semuanya ini? Karena di lihat dari lilin yang kini sudah sangat kecil, apinya pun hampir mati. Donghae sangat yakin bahwa Jaekyung menunggunya sangat lama.

Setelah sampai Donghae duduk di samping Jaekyung. tangannya merengkuh kepala Jaekyung dan langsung membenamkan di dadanya. Donghae memeluk Jaekyung dengan erat, melampiaskan semua kerinduaan akan kehadiran Jaekyung di sisinya.

Donghae melepaskan Jaekyung yang sudah bangun dan tangannya menangkup kedua pipi Jaekyung lalu dengan cepat Donghae mengecup bibir Jaekyung terus menerus. Setelah puas hanya dengan mengecup bibir Jaekyung, semua wajah Jaekyung tak lepas dari semua kecupan yang diberikan oleh Donghae.

Jaekyung yang saat itu sudah sangat sadar dengan cepat melepaskan tangan Donghae yang ada di kedua pipinya. Tangan Jaekyung langsung menutup mulut Donghae yang akan kembali mencium bibirnya lagi. Perlakuian ini benar-benar membuatnya sangat malu.

“Asataga! Kau ini benar-benar mesum!” ucap Jaekyung  masih dengan menutup mulut Donghae.

Tangan Donghae melepaskan tangan Jaekyung, setelah terlepas Donghae kembali memluk tubuh Jaekyung. “Kau tahu, aku merindukanmu!” ucapnya dengan pelukan yang sangat erat. Jaekyung sendiri membalas pelukan Donghae.

“Aku juga merindukanmu.” Balas Jaekyung, lalu membalas erat pelukan Donghae.

Donghae melepaskan pelukannya, lalu mencium kembali bibir Jaekyung, “kau tahu, aku tadi sempat behalusinasi bahwa yang ada di dapur ini bukan kau, tapi setelah aku lihat lebih dekat ternyata memang kau.” Jaekyung terkekeh, sepertinya Donghae tidak marah dengan soal ponselnya yang tidak bisa di hubungi. “Hei, ngomong-ngomong kemana ponselmu? Kau terlalu serius mengurusi si Himchan itu, ya?” tanya curiga Donghae pada Jaekyung. donghae baru ingat tentang masalah ponsel Jaekyung yang tak bisa di hubungi.

Jaekyung yang di tuduh seperti itu langsung mendelik tak suka dan menjitak kepala Donghae agak keras yang membuat Donghae mengaduh sakit. “Enak saja, jangan asal menuduh seperti itu. Aku tidak terima. Lagipula aku tidak hanya mengurusi Himchan, semua member aku urusi kadang-kadang, bukan hanya terfokus pada satu orang saja. Dan jangan membuat moodku jelek, bodoh!”

“Kalau begitu kemana ponselmu?”

“Ponselku rusak, dan yang merusaknya adalah Jun Hong. Anak itu benar-benar ceroboh, ia tersandung oleh kabel yang ada di bawahnya saat ia akan mengembalikan ponselku padaku dan alhasil ponselku jatuh. Sudahlah, yang terpenting sekarang aku ada di hadapanmu. Hmm?”

Donghae terseyum lalu kembali memeluk tubuh Jaekyung, “Saengil Chukkahamnida, Lee Donghae.” ucap Jaekyung di dekat telinga Donghae yang membuat Donghae mengeratkan pelukannya.

“Terima kasih.” Balas Donghae berbisik juga di telinga Jaekyung.

“Maaf, sepertinya ulang tahun di tahun ini gagal seperti tahun kemarin. Kau tidak marahkan?”

“Aku mengerti kalau kau tak datang karena aku tahu pekerjaanmu sangat sibuk dan B.A.P juga baru debut Jepang kan sekarang? Jadi aku maklumi kalau kau tak bisa datang. Yang aku risaukan ya, hanya ponselmu yang tak bisa aku hubungi. Itu saja.”

“Sebenarnya aku juga hampir lupa dengan ulang tahunmu, karena aku merasakan perasaan tak enak saat pagi tadi, akhirnya aku bertanya pada Yong Guk yang hasilnya sia-sia karena dia tak menjawab pertanyaanku. Setelah aku mendapatkan hal yang menyebalkan dari Yong Guk, akhirnya aku tak bertanya-tanya lagi padanya, dan kau tahu, akhirnya aku tahu tanggal berapa pagi tadi lewat brosur yang di pegang oleh Jong Up saat ia akan keluar ruangan. Walapun sudah tahu tanggal berapa aku tetap tak ingat dengan ulang tahunmu.” Donghae menghembuskan napas kecewa mendengar cerita kekasihnya itu. Donghae benar-benar bukan kekasihnya saja.

“Lalu kenapa kau ada disini?”

“Kau tak suka?”

“Bukannya tak suk—” Jaekyung memotong ucapan Donghae dan mulai menjelaskannya kembali.

“Berterima kasihlah pada salah satu fans Jun Hong. Saat itu aku mendengar percakapan mereka yang sedang ada di kamar mandi, aku mendengarnya dari dalam bilik kamar mandi itu, mereka cekakak-cekikik memikirkan apa yang akan mereka berikan pada Jun Hong, dan salah satu dari mereka menyeletuk bahwa kau berulang tahun besok juga dan mereka langsung kembali heboh lagi. Saat itu juga aku tertegun, teringat tahun kemarin yang aku mengecewakanmu. Jadi aku dengan berusaha sangat keras meminta izin pada manager B.A.P yang akhirnya ia mengizinkanku pulang kekorea hari ini.” Jaekyung mengakhiri ceritanya, kepala Jaekyung terus saja mengangguk. Ia tak berani memandang wajah Donghae yang pasti akan sangat kecewa pada dirinya karena ia tak sadar bahwa kekasihnya berulang tahun.

“Tidak apa-apa.” Balasnya sambil mengelus kepala Jaekyung, “kau mewarnai rambutmu menjadi hitam lagi, ya? dan sekarang tidak lurus lagi, ikal.”

“Ini bergelombang tahu. Masa kau tidak bisa membedakan ikal dan gelombang?”

“Hn. Terserah kau saja. Ini semua kau yang masak?” tanya Donghae memandang makanan yang ada dihadapannya.

Kepala Jaekyung mengangguk, “iya, aku memasaknya dengan sangat cepat. Walapun sangat cepat aku jamin makanannya pasti enak, tapi maaf makannya pasti sudah sangat dingin.”

“Tidak apa-apa, seharusnya aku yang minta maaf karena aku pulang sepagi ini.”

“Walapun aku pulang, aku juga tidak yakin kalau kau akan pulang ke apartment ini dan kau tidak tahu aku sudah pulang dari jepang, kau juga pasti sedang bersenang-senang dengan teman-temanmu untuk merayakan ulang tahunmu.”

“Dan oh, aku hampir lupa lagi, aku hanya bisa memberikan kado murahan seperti ini. Aku bingung mengingat bahwa kau memiliki semuanya.” Jaekyung memberikan bungkusan yang ada di samping mangkuk besar yang berisikan soup itu.

Donghae menerimanya, membuka bungkusan kecil yang di berikan oleh Jaekyung. Kalung. Ternyata isi bungkusan itu adalah kalung dengan liontin berbentuk tak beraturan dan memiliki kata Safe yang sangat kecil serta gambar sepasang tangan yang saling bertautan.

“Ini sangat indah,” ucap jujur Donghae. “Terima kasih, aku akan menerima semua yang kau berikan padaku.”

“Baiklah, terima kasih juga sudah menerimanya.”

“Ayo kita makan,” ucap Donghae mengambil sumpit yang ada di samping piring. Tanyannya baru akan menyumpit daging di hadapannya, tapi tidak sampai karena tangan Jaekyung menghentikannya. Donghae menolehkan kesamping.

“Sebelum makan, kau harus tiup lilinmu dulu,” tunjuk Jaekyung pada kue yang ada di tengah-tengah meja. Lilin dengan angka dua tujuh itu masih bagus, lalu Jaekyung beranjak dari duduknya untuk mengambik pemetik api yang masih di dalam kantung belanjaannya.

Setelah ketemu dan menyalakan lilin, Jaekyung mendekatkan kue tersebut pada Donghae untuk segera meniupnya, “jangan lupakan untuk meminta Do’a pada Tuhan yang di atas, dan jangan lupa untuk bersyukur bahwa kau bertambah umur dan masih di berikan kesehatan.”

Donghae mengangguk, matanya terpejam, mengucapkan apa yang di katakan oleh Jaekyung dan mengucapkan terima kasih atas di berikannya Jaekyung kepada dirinya . lalu setelah ia memanjatkan Do’a, Donghae langsung meniupkan lilinya dan mengecup pipi Jaekyung.

“Selamat ulang tahun, Lee Donghae!” Ucap Jaekyung setelah meletakan kue keatas meja, dan dengan cepat Jaekyung mengecup bibir Donghae.

—END—

 

 

 

Uhuk! Ini fict apa banget yakin sumpah. Ngga jelas alurnya. Dan aku yakin ceritanya bikin pusing kalian. FICTNYA BENERAN KAKU!!!! Boring, garing kriuk-kriuk wakakaka

 

Cuma, yah, ini yang ada di otakku. Aku juga bingung mau buat fict yang kayak gimana. Ini bentuk hadiah yang aku berikan ke Donghae. wakakaka

 

SAENGIL CHUKKAHAMNIDA LEE DONGHAE, SUAMIKU YANG PALING GANTENG, YANG NGGA BISA BIKIN AKU MOVE ON. WALAPUN BANYAK COWOK GANTENG YANG BERKELIARAN, TETAP AJA BALIKNYA KEKAMU. CUMA MAU DOAIN AGAR SEHAT, TETEP GANTENG, TETEP BERSYUKUR PADA TUHAN YANG DI ATAS, TERIMA KASIH SUDAH HADIR DAN MEMBERIKU INSPIRASI. TETAP MENJADI LEE DONGHAE YANG SOPAN DAN MANIS, JANGAN LUPA SAMA TUHAN, BEB. RAJIN KEGREJA NGGA? WALAPUN JADWAL PADET, KAMU KUDU LUANGIN WAKTU BUAT KEGREJA BUAT BERDOA. CIUM KAKI IBUMU, BEB DAN BILANG TERIMA KASIH UDAH NGELAHIRI DAN NGEBESARIN KAMU SAMPAI KAMU SESUKSES INI. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~~~ CEPET NIKAH LEE DONGHAE, UMUR 27 ITU SEHARUSNYA UDAH PUNYA ANAK DUA YANG IMUT-IMUT, LAH KAMU NGGA JELAS UDA PUNYA PACAR APA BELUM. POKOKNYA, KAMU HARUS BERANI BUAT GO PUBLIK SAMA PACAR KAMU. LIAT, SULLI ITU UDA BERANI KENCAN MASA KAMU NGGA! CEPET BEB, NTAR KAMU KEBURU TUA!!!!!! TAPI WALAPUN UDA TUA JUGA KAMU TETEP IMUT. JAGA KESEHATAN BEB, JANGAN MAKSAIN KERJA. UANG KAMU UDA BANYAK, BUAT MASA DEPAN ANAK-ANAK KAMU JUGA PASTI NGGA BAKALAN ABIS. JAGA KESEHATAN, MAKAN YANG BANYAK, OLAHRAGA, MINUM VITAMIN. KALO UDAH CAPEK JANGAN PAKSAIN BUAT BEKERJA, TIDUR YANG CUKUP. HILANGIN KANTUNG MATA KAMU. JANGAN GANJEN!!!!!

 

CEPET WAMIL, ABIS ITU CEPET NIKAH, CEPET PUNYA ANAK BEB.

 

HIKS… SAENGIL CHUKKAHAMNIDA LEE DONGHAE, SAYANG. CEPET NIKAH SAYANG!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

 

 

Lupa, Saengil Chukkahamnida Choi Jun Hong a ka ZELO B.A.P!!! BRONDONG JANGAN PACARAN DULU, INGET BELAJAR DULU BUAT MIKIRIN UJIAN SEKOLAH SAMA UJIAN MASUK UNIVERSITAS. BRONDONG, AKU CINTA KAMU!!!!! WAKAKAKAKAKAKA

Silvi Diah Septiyani, Indramayu, 15 October 2013, 3:05 am, at  My Lovely Bedroom.

Word: 2.974 ngga pake cuap-cuap.

4 thoughts on “Happy Birthday, Lee Donghae! [ONESHOOT]

  1. Hahaha kebiasaan Jaekyung yang tak pernah berubah… PELUPA! selalu saja!
    Kirain Donge bakal ngamuk, banting meja, kursi, tv dll *lebay* karna Jae lupa hahaha😄

  2. saengil chukae uri oppa^^
    g nyangka y cpet bgt tapi oppa kq masih imut aja s????

    kkeke je dsini manis bgt
    gmn y ff ny kali ini sweet s tapi g tau y krg apa gtu kyakny hhehhe

    whatever deh silvy keep writing^^

  3. duileee, jaekyung masi ajj pelupa yee..
    utg donghaenya ga ngamuk..
    saengil chukae donghae oppa..
    yg terbaik buatmu selalu..

    buat silvy, fightiiiing..
    ditunggu tulisan2 selanjutnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s