Love Like This [ONESHOT] KyuZhang Couple

AUTHOR: VYEJUNGMIN

CAST: Cho Kyuhyun, Lee Zhanghyun

 

Bahasanya falid banget. Entah, aku ngga fokus n kurang paham sama bahasa Indonesia yang baku. Maaf ketidak jelasan fict ini.

Di Khususkan untuk sang Adik DunMay; Zhang Putri. Lope mbak buat Kyuhyun. mbak agak frustasi pas di bagian ending, otak mbak lagi blank. Kejar deadlen karena hari rebo mbak publish fictnya. Banyak typo ngga papa yah, karena suami mbak Mr. Typo. Lee Donghae ILUSM.. NGERTI YA BANG SINGKATANNYA.

 

SELAMAT MENCIUM KYUHYUN(?)

 

***

 

AMAZING GRACE by JOHN NEWTON (p.s ini lagu ngga nyambung sama isi fanfictnya. Eh, ada yg tau ngga ini lagu? Coba aja ya, searching; Reiko Detective Conan Amazing Grace MP3 wkwkwkw intinya promosi. Lagunya enak lalalalala)

 

Zhanghyun memandang kearah depan, lebih tepatnya kearah laki-laki yang sedang bermain bola tangkap bersama teman-temannya. Bibir Zhanghyun mengulas senyum kebahagiaan, tentu saja ia bahagia karena laki-laki itu orang di sukainya.

Tangannya dengan cekatan mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya, dengan segera tangannya menyentuh layar ponselnya untuk memotret laki-laki itu. Hari ini laki-laki itu begitu tampan menurut Zhanghyun, tidak-tidak setiap harinya juga laki-laki itu selalu tampan di matanya.

Laki-laki itu memakai jins hitam dan T-shirt dengan warna hitam yang membuat kulitnya yang sangat putih kini bersinar dimatanya. Rambutnya yang agak berantakan karena angin meniupnya dan beberapa tetes keringat yang ada di keningnya. Itu sungguh sangat tampan sekali dan sangat seksi.

Kegiatan seperti ini menjadi kegiatan yang sangat rutin di lakukannya. Membuntutinya kemana laki-laki itu pergi. Tidak juga sih, kadang-kadang Zhanghyun membuntuti laki-laki itu pergi. Sebenarnya Zhanghyun sangat sadar sekali kegiatan seperti ini adalah hal yang sangat tidak ada manfaatnya sama sekali.

Dengan pelan Zhnaghyun menghembuskan napasnya. Dirinya merasa lelah melakukan kegiatan seperti ini, tapi ia selalu ingat bagaimana usaha kakak laki-lakinya yang melakukan kegiatan seperti ini agar mendapatkan perhatian dan cinta dari wanita yang menjerat hatinya. Dan hasilnya sangat manis sekali, dan wanita itu menjadi isitrinya.

Tapi kalau di pikir-pikir lagi itu wajar untuk kakaknya, tapi untuk dirinya? Astaga! Masa perempuan mengejar laki-laki? itukan tidak etis sekali. Tapi ini demi cinta, apapun ia lakukan untuk mendapatkan cintanya.

Ponselnya ia masukan kembali kedalam tasanya. Hari ini sudah cukup untuk melihatnya dan memotretnya. Sekarang sudah waktunya untuk pulang. Karena ini sudah hampir jam lima sore, Zhanghyun pastikan kakak iparnya mencarinya, karena biasanya Zhanghyun pulang paling lambat jam setengah empat sore.

***

Setelah menutup pintu rumahnya, tangannya melepaskan sepatunya dan menggantinya dengan sandal rumah. Hari ini begitu lelah sekali, dan Zhanghyun ingin sekali langsung masuk kedalam kamarnya dan tidur. Pasti nyaman sekali bukan kalau sudah bertemu dengan bantal dan lain-lainnya? Yah, sepertinya itu bukan ide yang buruk sama sekali.

“Zhanghyun-ah, kau sudah pulang?” Zhanghyun mendengar suara kakak iparnya dari dalam kamar mandi. Zhanghyun merasa heran padahal saat ia membuka atau menutup pintu rumah tidak terlalu keras, tapi kenapa telinga kakak iparnya sangat awas sekali.

“Hmm.. ne, aku sudah ada di rumah.” Jawabnya balas berteriak.

Kepala Zhanghyun menoleh kekiri saat mendengar pintu kamar mandi terbuka menampilkan kakak iparnya yang baru keluar dari dalam kamar mandi. Zhanghyun memndang  kakak iparnya yang sedang merapikan rambutnya untuk ia kuncir, pandangan matanya ia alihkan kearah perut sang kakak, dan bibirnya langsung mengulas sebuah senyuman. Sebentar lagi ia akan mendapatkan calon ponakannya.

“Kapan dia akan lahir?” tanya Zhanghyun samba melangkah kearah kakak iparnya.

“Ini?” tunjuknya pada perutnya yang membuncit, “sepertinya dua minggu lagi.” Jawabnya sambil mengelus dan berjalan bersama Zhanghyun kearah ruang santai.

“Sepertinya Oppa akan sangat senang sekali nantinya.” Ucapnya sambil terkikik membayangi senyum konyol kakaknya saat melihat anaknya yang akan lahir nanti.

“Tentu saja, dia pasti akan bicara terus menerus seperti pertama aku memberitahukannya bahwa hamil.”

“Oppa hebat sekali bisa mendapatkan Onnie, selain cantik Onnie juga bisa merubah sikap Donghae Oppa yang menyebalkan itu dan tak menurut semua omongan Appa dan Eomma.” Zhanghyun mengambil remot tv yang ada di depannya lalu menekan tombol power yang langsung membuat tv itu hidup.

“Onnie juga sebenarnya sudah lama menyukai Oppamu. Yang ini jangan kau kasih tahukan kepada Oppamu, dia pasti akan mengejekku terus menerus.” Zhanghyun menoleh kearah kakak iparnya. Ini adalah fakta yang sangat mengejutkan. Selama pernikahan Oppanya hampir satu tahun, kakak iparnya ini tidak pernah mengungkapkan perasannya seblak-blakan seperti ini.

“Wow! Ini benar-benar berita yang sangat bagus sekali!” ucap Zhanghyun dengan binary dimantanya.

“Jangan beritahukan dia, ok!”

“Hmm.. ok, Jaekyung Onnie.” Ucap Zhanghyun yang langsung mendapatkan elusan di kepalanya dari Jaekyung.

“Ngomong-ngomong, kau sudah makan belum? Kalau belum Onnie bisa memasakannya untukmu.” Tanya Jaekyung sambil menatap kearah Zhanghyun.

“Nanti saja aku menunggu Oppa saja.” Balasnya.

“Tapi itukan lama. Dan mungkin saja Donghae lembur dan pulang sangat larut.” Jaekyung tetap bersikeras agar Zhanghyun tetap mau makan. Zhanghyun hanya bisa menghembuskan napasnya, ia juga lupa kalau kakak iparnya ini sangat kerasa kepala sekali.

***

Setelah makan, Zhanghyun langsung masuk kekamarnya, karena Onnienya sudah pergi ke halaman belakangnya untuk mengurusi taman buatannya. Itu kegiatan rutin kakak iparnya, kadang ia ingin sekali membantu mengurusi taman di halaman belakang tersebut, tapi karena pulang selalu sore atau tertidur saat ia sudah sampai dikamarnya, jadi ia tak sempat untuk membantunya.

Zhanghyun melepaskan tas slempangannya di kursi yang ada di hadapan meja belajarnya. Dengan langkah gontai ia menuju kearah kasurnya, dimatanya saat ini kasur adalah tempat yang sangat spesial sekali, tapi tubuhnya dengan cepat kembali kearah meja belajarnya. Tubuhnya membungkuk untuk mengambil tasnya, dan tangannya menggeledah isi tasnya. Dan hap, ketemu. Ponselnya. Sebelum untuk melakukan tidur sore, Zhanghyun ingin memandangi foto baru hasil jepretannya tadi.

Mungkin saja kan kalau ia memandangi fotonya terlebih dahulu, ia bisa mendapatkan mimpi dirinya berjalan dengan sang laki-laki idaman hatinya itu. Ah, dunia khayal itu menyenangkan sekali bukan?

Setelah sampai di kasurnya, Zhnaghyun dengan segera merebahkan dirinya. Tangannya menyenruh layar ponselnya, memandang layar ponselnya dengan senyum yang merkah. Lihat tampat sekali laki-laki yang ada di dalam ponselnya.

Dia, Cho Kyuhyun. Laki-laki yang sangat popular di kampusnya. Cinta pertamanya saat ia masuk kampus tersebut. Yah, hanya karena ia di hukum karena tidak membawa salah satu perlengkapan Ospeknya, jadi ia di hukum membersihkan toilet wanita di kampus. Dan saat itu pula Cho Kyuhyun ikut bersamanya karena Cho Kyuhyun mengerjai salah satu seniornya.

Awalnya sih saat melihatnya, Zhanghyun hanya biasa-biasa saja, tapi karena Kyuhyun membersihkan toilet wanita  dengan sabar itu membuat benih-benih cinta itu muncul. Ditambah lagi saat itu Kyuhyun menyanyikan lagu kesukaanya. Itu nilai plus yang membuat Zhanghyun bertambah suka pada Kyuhyun.

Zhanghyun menghembuskan napasnya dengan pelan, mengingat bagaimana ia bisa menyukai seorang Cho Kyuhyun itu. Zhanghyun memiringkan tubuhnya, tangannya mengambil headphone yang ada di meja dekat kasurnya. Memutar lagu kesukaannya yang berjudul Notting Better.

Dan Zhanghyun tertidur dengan isi otak penuh bayangan wajah Kyuhyun yang sedang tersenyum siang tadi.

***

“Lee Zhanghyun!” teriak seseorang dari belakang tubuhnya. Zhanghyun yang merasa namanya di teriaki, dengan cepat membalikan tubuhnya. Dan seperti di siram dengan air es dari kutub utara, tubuh Zhanghyun beku tidak bisa bergerak sedikitpun.

Ini seperti mimpi, bagaimana mungkin seorang Cho Kyuhyun mengetahui namanya. Jangan-jangan ini memang mimpi lagi. Mata Zhanghyun tidak lepas dari tubuh Cho Kyuhyun yang berjalan kearahnya.

“Hei, aku memanggilmu tadi.” Ucapnya lagi di hadapan Zhanghyun, “kau Lee Zhanghyun, kan?” tanya Kyuhyun sambil mengerutkan keningnya.

Zhanghyun mendapatkan kesadarannya lagi saat tangan Kyuhyun melambai-lambai di depan wajahnya. Pipinya bersemu merah saat melihat senyum menawan dari seorang Cho Kyuhyun. Dengan pelan Zhanghyun menelan ludahnya, lalu kepalanya mengangguk membenarkan ucapan Kyuhyun tentang namanya.

“Wah, ternyata benar. Kalau begitu aku pergi dulu, aku hanya ingin membenarkan namamu saja, itu sudah cukup. Sampai jumpa.” Cho Kyuhyun membalikan tubuhnya, pergi meninggalkan Zhanghyun yang hanya bisa diam. Zhanghyun tidak habis pikir, bagaimana mungkin Cho Kyuhyun datang untuk membenarkan namanya. Zhanghyun tidak tahu tadi malam ia bermimpi apa.

Dan hari ini Zhanghyun merasakan kebagahiaannya.

***

“Tsk! Lee Zhanghyun, kau seperti orang gila hari ini.” Ucap Seul Mi pada Zhanghyun yang masih saja tersenyum tak jelas sejak pulang kuliah tadi.

Zhanghyun tersenyum kearah sahabatnya, kemudian terkikik geli mengingat kejadian tadi. Seul Mi yang melihat tingkah sahabatnya seperti orang gila seperti ini dengan cepat langsung menempelan punggung tangannya pada kening Zhanghyun, dan Seul Mi hanya menggelengkan kepalanya saja.

“Suhu tubuhmu tidak panas, dan kau normal, jadi apa yang membuatmu seperti ini?” tanya Seul Mi sambil menyesap kopi yang ada di hadapannya. Zhanghyun menegadahkan kepalanya, kembali mengingat kejadian tadi dan kembali Zhanghyun terkikik geli. Seul Mi yang melihat Zhanghyun terkikik geli dua kali ini, hanya bisa menatapnya gusar.

“Kalau begitu tak usah kau ceritakan. Kalau kau tak gila seperti ini baru kau boleh menceritakannya padaku.” Dan Zhanghyun terkikik kembali. “Dasar gila! Kalau begitu aku pulang duluan, kita kerjakan tugas itu besok saja. Kalau tidak besoknya lagi. Sampai jumpa!” Seul Mi melambaikan tangannya lalu melenggang pergi meninggalkan Zhanghyun sedang duduk di halte bus tersebut.

“Sampai jumpa, Seul Mi-ya!” balas Zhanghyun dan melambaikan tangannya.

***

Zhanghyun mendudukan tubuhnya di atas kursi taman kampusnya, tangannya mengaduk-aduk tasnya untuk mencari buku yang ia pinjam dari perpustakaan untuk ia baca, dan ah jangan lupakan ponsel dan earphonenya untuk mendengarkan lagu. Tidak enak kalau sedang membaca buku tanpa mendengarkan musik.

Karena terlarut oleh lantunan lagu yang di dengarkannya, Zhanghyun tidak menyadari adanya seseorang yang hadir dan duduk di sampingnya. Kalau sudah membaca seperti ini, Zhanghyun tidak perduli dengan siapapun yang hadir. Termasuk kakak laki-lakinya yang biasa menggangguinya jika sedang membaca.

Angin berhembus sedikit kencang, hidung Zhanghyun tanpa sengaja mencium harum maskulin yang entah menguar dari tubuh siapa. Hanya saja, Zhanghyun merasa agak tak asing dengan wangi ini. Yah, walaupun jarang mencium wangi ini, tapi hidungnya sangat peka dengan wangi yang di hirupnya tadi.

Kepala Zhanghyun menggeleng dengan pelan, matanya sedikit tidak fokus pada bacaannya sekarang. Rasanya Zhanghyun ingin sekali menoleh dan melihat siapa yang ada di sampingnya, tapi tidak mungkin sekalikan seorang Cho Kyuhyun duduk di sampingnya.

Kembali Zhanghyun menggelengkan kepalanya, dengan pelan Zhanghyun menghembuskan napasnya, memfokuskan kembali ke bacaannya, tapi tidak bisa kembali fokus saat angin berhembus kembali dan menerbangkan aroma maskulin yang ia hirup tadi.

Saat merasa earphonenya di lepas, Zhanghyun menoleh kesamping dan ternyata dugaannya benar, bahwa seorang Cho Kyuhyun ada di sampingnya. Apa?! Seorang Cho Kyuhyun ada di sampingnya? Tidak mungkin sekali.

Mata Zhanghyun sedikit membesar, masih tidak percaya dengan pemandangannya di depan. Yah, bagaimana mungkin seorang Cho Kyuhyun yang tiba-tiba ada di sampingnya, dan kini sedang tersenyum manis di sampingnya.

Seketika Zhanghyun memutar otaknya, berpikir tadi malam ia bermimpi apa sampai ada Kyuhyun disini. Dengan pelan Zhanghyun meneguk ludahnya. Sial, bahkan meneguk ludah saja ia tidak bisa karena saking gugupnya seperti ini di hadapan Cho Kyuhyun.

“Hai, kita bertemu lagi disini.” Ucap Kyuhyun masih dengan senyumannya. Dan Lee Zhanghyun rasanya ingin mengubur dirinya sendiri.

***

“Kau suka membaca di taman seperti ini?” tanya Kyuhyun sambil mengambil buku yang ada di tangan Zhanghyun. Kyuhyun membaca judul buku milik Zhanghyun, lalu kembali bibirnya membentuk sebuah senyuman.

Zhanghyun yang melihat Kyuhyun kembali tersenyum dengan cepat mengalihkan pandangannya kearah lain. Zhanghyun benar-benar tidak kuat dengan pesona Kyuhyun yang duduk disampingnya. Bayangkan saja, hari ini Cho Kyuhyun memakai kemeja berwarna hitam dan lengan kemeja tersebut di gulung sampai sikunya. Oh, betapa tampannya laki-laki disampingnya ini.

“Hmm.. yah, aku suka membaca di tempat terbuka seperti ini. Di perpustakaan juga sebenarnya enak, tapi hari ini aku ingin membaca di tempat terbuka.” Balas Zhanghyun agak lama. Kepalanya ia tundukan, merasa agak malu berbicara dengan Kyuhyun.

Setelah Zhanghyun membalas ucapan Kyuhyun tadi, sekarang mereka berdua diam. Tidak tahu apa yang harus di bicarakannya sekarang. Zhanghyun sendiri masih meredakan detak jantungnya yang sedari tadi berdetak agak cepat. Dan kyuhyun sedang membaca buku yang di baca oleh Zhanghyun tadi.

“Kau meminjamnya dari perpustakaan?” tanya Kyuhyun lagi sambil membalikan halaman tersebut. Mata Kyuhyun terfokus oleh bacaan di buku tersebut.

“Aku baru saja meminjamnya beberapa saat yang lalu.” Jawab Zhanghyun sambil membenarkan letak syal yang melilit lehernya itu.

“Wah, jadi aku mengganggu dong.”

“Tidak juga sih. Kalau kau ingin membacanya, silahkan saja.” Ucap Zhanghyun malu-malu menatap Kyuhyun. Mata Zhanghyun menatap kearah sepatu yang di pakai oleh Kyuhyun. Telapak kakinya besar dan Zhanghyun yakin kalau tangan dan pasti jari-jari Kyuhyun bensar-besar dan panjang.

Kepala Zhanghyun menoleh kearah samping mendapatkan Kyuhyun yang sedang membaca bukunya dan mata Zhanghyun beralih menatap kearah jari-jari Kyuhyun. Indah, dan panjang. Dalam hati, Zhanghyun inign sekali teriak dan berjingkrak-jingkrak ria, tapi apa boleh buat ia harus menjaga imagenya agar terlihat sopan didepan Kyuhyun.

“Kau di fakultas mana?” tanya Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang ada di hadapannya.

“Aku di fakultas management, kau di fakultas kedokteran, ya?” tebak Zhanghyun dan langsung di jawab anggukan oleh Kyuhyun.

“Ternyata kau tahu tentangku, ya?” ucap Kyuhyun menggoda Zhanghyun.

Zhanghyun tersenyum mendengar ucapan Kyuhyun yang bermaksud menggodanya. “Bagaimana aku tidak tahu, kalau kau selalu menjadi bahan perbincangan oleh perempuan yang ada di seluruh kampus ini.” Ucap Zhanghyun sambil merapihkan rambutnya yang tertiup oleh angin.

“Benarkah? Sepertinya itu tidak mungkin.” Jawab Kyuhyun sambil menutup buku yang di bacanya tadi lalu mengembalikan kearah Zhanghyun yang langsung di terima oleh Zhanghyun.

“Kalau tidak percaya, ya sudah. Aku hanya membicarakan fakta yang aku tahu saja.” Zhanghyun menghela napasnya. Tangannya memasukan buku tersebut kedalam tasnya.

“Ah, aku lupa. Aku membawa dua kaleng minuman, sebentar aku ambil dulu.” Kyuhyun membuka tasnya, mengambil dua kaleng minuman dan satu kaleng minuman ia berikan pada Zhanghyun.

“Go—gomawo.” Ucap Zhanghyun agak malu. Sekali lagi Zhanghyun berpikir apa mimpinya semalam sampai ia mendapatkan seperti ini oleh Kyuhyun? Dan Zhanghyun akan mencatat bahwa hari ini adalah hari yang paling membahagiakan untuk dirinya.

“Kau masih mendengarkan lagu?” ucap Kyuhyun membuyarkan pemikiran Zhanghyun tentang mimpinya tadi malam.

“Eh—oh, iya ternyata aku masih mendengarkan lagu. Maaf kalau aku tidak sopan karena berbicara denganmu tanpa melepas earphone yang ada di telingaku.” Zhanghyun dengan cepat melepas dan menyentuh layar ponselnya untuk mematikan lagu yang sedang terputar.

“Lagu apa yang kau dengarkan?” tanya lagi Kyuhyun.

“Aku mendengarkan lagu Notting Better milik dari Brown Eyed Seoul. Kau mau mendengarkannya?” tawar Zhanghyun yang langsung dibalas oleh anggukan Kyuhyun.

“Kau suka lagu yang Mellow, ya?” tanya Kyuhyun saat lagu tersebut terdengar oleh telinganya.

“Hmm…akhir-akhir ini aku suka lagu yang sedih. Eh, tidak juga sih. Hehehe” ucap Zhanghyun sambil menggaruk leher belakangnya yang tidak gatal.

Zhanghyun menoleh kesamping mendengarkan suara Kyuhyun yang mengikuti alunan lagu yang sedang di dengarkannya. Zhanghyun terperengah, ia tidak menyangkan bisa melihat dan mendengar Kyuhyun menyanyi, apalagi lagu yang di dengarkannya adalah lagu kesukaannya.

Zhanghyun tersentak kebelakang saat Kyuhyun menolehkan kearah Zhanghyun yang masih terpesona oleh suara Kyuhyun, “bagaimana? Tidak ada bedanya kan dengan suara aslinya?” ucap Kyuhyun dengan senyum menggoda

“Ne..” hanya itu yang keluar dari mulut Zhanghyun, entah tidak ada kata lain selain kata itu. Ia terlalu terpesona oleh suara Kyuhyun tadi.

Kyuhyun menunduk sebentar dan melihat kearah pergelangan tangannya yang sudah terlingkar oleh jam tangannya, “sepertinya aku harus pergi. Aku ada janji dengan teman-temanku hari ini. Jadi, tidak keberatankan kalau aku meninggalkanmu disini?”

“Uhm, tidak apa-apa. Lagi pula aku siapanya kau sampai kau sendiri meminta izin dariku,” ucap Zhanghyun pelan..

“Benar juga. Kalau begitu kita teman atau selebihnya?” Zhanghyun tersentak kaget saat mendengar di akhir ucapan Kyuhyun itu. “Hahahaha tidak aku hanya bercanda. Kita teman sekarang.” Zhanghyun menghembuskan napasnya, lagi pula mana mungkin Kyuhyun menjadikannya seorang kekasih, mereka juga baru mengenal satu sama lain kan kemarin dan hari ini saja, jadi tidak mungkin Kyuhyun menginginkannya lebih darinya.

“Sampai jumpa! Mungkin kita akan sering bertemu lagi.” Ucap Kyuhyun sambil beranjak dari duduknya, bibirnya memamerkan senyum pesonanya, tangannya menyentuh puncak kepala Zhanghyun lalu mengacak-acak rambutnya pelan.

Kyuhyun berbalik, meninggalkan Zhanghyun yang masih tidak percaya dengan apa yang di lakukan oleh Kyuhyun tadi. Zhanghyun berpikir apakah ini mimpi? Tapi saat tangannya sendiri mencoba mencubit pipinya, ternyata pipinya terasa sakit. Jadi, ini bukanlah sebuah mimpi dan Zhanghyun rasanya ingin sekali berteriak sekencang mungkin untuk rasa bahagianya hari ini.

Dan tanpa di ketahui oleh Zhanghyun, saat Kyuhyun berbalik, Kyuhyun mengubah senyum pesonannya menjadi senyuman penuh kemenangan dan senyum kepicikan.

***

Zhanghyun memasuki kafetaria di kampusnya, ia berceloteh panjang lebar tentang tugas yang di berikan oleh dosennya tadi. Seul Mi sendiri hanya mengangguk untuk merespon apa yang di ucapakan oleh Zhanghyun, kadang juga menguap karena Zhanghyun tidak berhenti berbicara saat keluar kelas tadi.

“Membosankan sekali!” ucap malas Seul Mi tangannya membuka lemari pendingin yang ada di hadapannya lalu mengambil sekaleng minuman dingin. Zhanghyun yang mendengar ucapan sahabatnya hanya bisa mendengus kesal.

“Hei, ini sangat perlu sekali untuk nila kita,” Zhanghyung berucap tegas dan tetap mendapatkan balasan mata malas dari Seul Mi.

“Nilaimu sudah bagus, jadi kau tenang saja.” Balas Seul Mi sambil membuka penutup kaleng tersebut, setelah terbuka Seul Mi langsung meminumnya.

“Iya juga sih,” jawab pelan Zhanghyun, “tapi tetap saja, tugas ini sangat penting,” kekuh Zhanghyun tidak mau kalah.

Seul Mi hanya bisa memandang Zhanghyun dengan datar. Seul Mi berpikir otaknya Zhanghyun itu terbuat dari apa coba? Kenapa bisa sepintar ini dan apa dia tidak lelah mengerjakan tugas-tugasnya yang menurut Seul Mi seperti gunung yang akan meletus.

Tangan Seul Mi ia usapkan kearah wajahnya, merasa berat membayangkan banyaknya tugas yang berdatangan minggu ini. Rasanya Seul Mi ingin menangis sekali.

“Kau lapar tidak?” tanya Seul Mi sambil memainkan ponselnya.

“Sepertinya aku juga lapar. Kalau begitu kau saja yang pesan.” Suruh Zhanghyun yang langsung mendapatkan pelototan dari arah Seul Mi.

“Dasar pemalas!” dengus Seul Mi sambil meletakan tasnya di atas meja. Zhanghyun sendiri hanya bisa tersenyum sepolos mungkin di hadapan Seul Mi.

Zhanghyun meletakan tasnya keatas meja, kemudian ia mendudukan dirinya sendiri. Tangannya mengambil ponsel yang ada di sakunya, lalu mengecek apakah ada pesan atau tidak, siapa tahu saja dari Oppanya atau orang lainnya yang ada urusan dengannya. Tapi saat ia melihat ponselnya sepi, tidak ada pesan satu pun yang masuk. Jadi Zhanghyun meletakan kembali ponselnya kedalam sakunya lagi.

Zhanghyun bertopang dagu memandang suasana yang ada didalam kafetaria. Agak ramay, yah mungkin masih banyak mahasiswa yang belum selesai di kelasnya. Matanya Zhanghyun mengalihkan pandangannya kearah taman yang terlihat dari kafetaria ini, dan matanya tak sengaja melihat Kyuhyun yang sedang membaca buku di kursi yang ia duduki kemari.

Dan tanpa sadar pipinya agak memerah mengingat kejadian kemarin. Zhanghyun masih benar-benar tidak menyangka bahwa ia bisa berbincang-bincang dengan Cho Kyuhyun. Coba saja kejadian kemarin bisa terulang kembali, Zhanghyun benar-benar akan mencuci semua pakaiannya sendiri.

Seul Mi memandang Zhanghyun dengan kening berkerut. entah sudah tiga hari ini Zhanghyun selalu saja tersenyum sendiri seperti ini. Kadang Seul Mi penasaran dengan apa yang di pikirkan oleh Zhanghyun yang bisa-bisa membuatnya tersenyum bak orang gila.

Mungkin pemikiran yang aneh? Eh, tidak-tidak, mana mungkin Zhanghyun akan berpikiran yang tidak-tidak, Zhanghyun kan orang baik-baik. Jadi tidak mungkin bisa berpikiran kotor seperti apa yang di pikirkan oleh dirinya sendiri.

Seketika Seul Mi tersenyum licik, sepintas di otaknya tumbuh pemikiran untuk menjahili sahabtnya yang sedang melamun seperti yang di lihatnya.

“OMO, JUNG DAEHYUN!!!” Teriak Seul Mi yang membuat Zhanghyun tersentak kaget dan reflek berdiri, kepalanya ia tengok kekanan dan kekiri. Saat mendengar suara tertawa dari hadapannya Zhanghyun langsung tersenyum kecut mengetahui siapa yang berteriak tadi.

“Dasar sial!” ucap Zhanghyun ketus sambil mengambil nampan yang ada di tangan Seul Mi.

“Hahahaha, kalau kau lihat ekspresimu sendiri itu benar-benar sangat lucu. Tak ada Jung Daehyun B.A.P disini. Kau lupa kalau B.A.P sedang ada di jepang? Aigoooo~” Seul Mi duduk, mengambil minuman kaleng yang ia bawa tadi lalu meneguknya sampai setengah.

“Aku lupa kalau B.A.P sedang ada di jepang.” Jawab Zhanghyun menyuapkan mie hitam kedalam mulutnya.

“Lagipula apa yang kau lamunkan sih?” tanya Seul Mi sambil menolehkan kepalanya kebelakang untuk melihat apa yang di lihat oleh Zhanghyun tadi. “Oh, Cho Kyuhyun?” ucap Seul Mi heran. Seul Mi menolehkan kembali kearah Zhanghyun dan tersenyum menggoda kearah Zhanghyun.

Zhanghyun mendongakan kepalanya, kunyahannya memelan. Heran dengan Seul Mi yang sedang tersenyum padanya dan alisnya naik turun. “Wae?” tanya Zhanghyun sambil mengelap mulutnya dengan tisu yang sudah di sediakan di atas meja.

Wae? Kau tersenyum tadi, dan aku tahu siapa yang kau senyumi itu. Cho Kyuhyun kan?” tebak Seul Mi sambil mengambil kimbab yang ada di hadapnnya.

“Eh, tidak juga. Aku tidak tersenyum pada Cho Kyuhyun kok.” Kilah Zhanghyun mengambil minuman kalengnya, dengan buru-buru Zhanghyun membuka tutupnya, lalu meminumnya.

“Kudengar Cho Kyuhyun itu jenis-jenis laki-laki brengsek. Kudengar juga Cho Kyuhyun itu sering mencampakan wanita, dan kalau tidak salah satu minggu yang lalu Cho Kyuhyun memutuskan wanitanya karena wanitanya itu sudah membosankan. Itu juga aku dengar dari beberapa mulut mahasiswa disini. Aku tidak tahu kebenarannya juga. Kalau aku sih setampan-tampannya seorang Cho Kyuhyun aku tidak akan tertarik padanya.” Ucap panjang lebar Seul Mi.

Zhanghyun mengerutkan keningnya. Ia tidak pernah mendengar bahwa Cho Kyuhyun adalah orang yang seperti di katakana oleh Seul Mi. Dari awal sampai sekarang yang selalu didengar oleh telinganya adalah semua sifat baik Kyuhyun. Tidak mungkinkan Cho Kyuhyun seperti itu?

“Kyuhyun kan baik.” Jawab Zhanghyun yang membuat Seul Mi memutar bola matanya bosan.

“Yah, kau selalu mendengar semua kebaikan Kyuhyun. Dan, oh aku juga lupa kalau seminggu yang lalu kau ikut dengan Oppamu ke jepang untuk berliburan. Seminggu itu benar-benar sangat panas-panasnya berita Kyuhyun yang mencapmpakan kekasihnya. Waktu itu Aku sih Cuma ketawa dari atas saat melihat Kyuhyun yang begitu acuh terhadap kekasihnya yang sudah menangis dan kau tahukan Park Hyo Mi yang pindah beberapa hari itu? Itu kekasih Kyuhyun. Mungkin karena malu atau apa jadinya dia pindah kampus. Kasihan sekali.” Zhanghyun menatap Seul Mi tanpa berkedip. Zhanghyun tidak percaya dengan apa yang di bicarakan oleh sahabatnya. Tapi kadang semua ucapan sahabatnya selalu benar. Tapi—Zhanghyun dengan cepat menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.

“Aku sih tidak melarang kau menyukai siapa. Hanya saja aku ingin mempringatimu saja, kau boleh menyukai Kyuhyun, tapi jangan berlebihan yang membuatmu ingin menjadi kekasihnya. Aku tidak ingin sahabat baikku menjadi korban seorang Cho Kyuhyun. Kau boleh menyukainya dan mengangguminya.”

Dan masalahnya adalah Zhanghyun ingin sekali menjadi kekasih dari seorang Cho Kyuhyun.

***

Kyuhyun mengetuk pintu di depannya, sesekali tangannya merapihkan rambutnya yang tertiup oleh angin yang berhembus agak kencang. Kyuhyun menghembuskan napasnya pelan, agak bosan ia menunggu pintu didepannya terbuka, sudah hampir kurang lebih dua menit ia menunggu di depan pintu ini.

Apa pemilik rumah ini sedang tidak ada di dalam? Sedang keluar? Atau ini bukan rumahnya lagi? Tapi kalau di lihat-lihat lagi alamat yang tertulis di ponselnya dan yang ia lihat di luar sana memang benar. Sepertinya memang benar kalau pemilik rumahnya sedang tidak ada.

Saat Kyuhyun berbalik dan sudah melangkah beberapa langkah, telinga Kyuhyun mendengar pintu terbuka. Kyuhyun tidak langsung berbalik, ia menunggu sang pemilik rumah tersebut memanggilnya atau apapun deh.

“Hei, siapa?” eh, suaranya agak berbeda dengan milik seorang yang di carinya sekarang.

Kyuhyun berbalik dan mendapatkan wanita yang menurutnya luamayan untuk ia jadikan kekasihnya. Tapi saat lirikan mata Kyuhyun kebawah, Kyuhyun langsung tersenyum kecut. Tentu saja, bagaimana tidak tersenyum kecut, wanita di hadapannya itu mempunyai perut yang sudah membesar, memakai baju khusuh untuk orang hamil. Kesimpulannya, wanita itu hamil dan pasti sudah punya suami, kan? Jadi tidak mungkin sekali wanita di hadapannya sekarang menjadi targetnya.

“Apa benar ini rumah Lee Zhanghyun?” tanya Kyuhyun dengan suara dan senyuman yang sopan. Kyuhyun melihat wanita didepannya mengerutkan keningnya bingung.

“Benar, ini rumahnya. Kau siapanya Zhanghyun? aku tidak pernah melihat kau sebelumnya.” Jawabnya agak ketus. Wanita ini ketus sekali, pikir Kyuhyun. Pasti susah sekali untuk mendapatkannya, dan wajahnya terkesan sangat datar dan tidak tertarik dengan apa yang ada di hadapannya, ucap Kyuhyun dalam hati.

“Aku teman satu kampusnya. Dan hari ini aku ingin mengajak Zhanghyun pergi keluar.” Ucap Kyuhyun, “dan ngomong-ngomong kau pasti bukan ibunya Zhanghyun, kan?” tanya Kyuhyun dengan senyum jahilnya.

“Tentu saja aku bukan ibunya. Aku kakak iparnya. Dan kau mengajak Zhanghyun pergi jalan-jalan? Sepertinya Zhanghyun tidak memberitahukan ini tadi malam.” Ucapnya pelan. “Kalau begitu kau boleh masuk dan aku akan kekamar Zhanghyun.” Kyuhyun mengikuti wanita itu masuk, matanya dengan nakal menatap tubuh wanita di depannya. Geez, padahal sedang hamil, tapi tubuhnya masih saja seksi. Ucap Kyuhyun dengan seringai nakal miliknya.

“Kau boleh duduk disini, aku akan pergi sebentar.” Ucapnya lagi tanpa menoleh kearah Kyuhyun.

“Apa aku boleh mengetahui namamu?” tanya Kyuhyun sambil mendudukan tubuhnya.

“Han Jaekyung.” singkat dan padat yang di jawab oleh Jaekyung, lalu Jaekyung melenggang pergi meninggalkan Kyuhyun yang sedang tersenyum.

***

Zhanghyun membuka pintu kamarnya saat mendengar suara ketukan di pintunya. Itu pasti kakak iparnya. Dengan cepat Zhanghyun bangkit dari tidurnya, menutup buku pelajaran yang sedang di bacanya kemudian ia melangkah kearah pintunya untuk ia bukakan.

“Kau sedang apa?” tanya Jaekyung pada Zhanghyun saat pintu sudah terbuka.

“Aku sedang membaca buku, besok aku ada kuis, dan aku harus benar-benar belajar.” Jawab Zhanghyun sambil memamerkan buku yang ada di atas kasurnya.

“Kau sedang belajar, ya? jadi Onnie harus bagaimana? Mengusirnya pergi atau –”

“Eh, mengusir? Maksudnya?” tanya Zhanghyun dengan kening berkerut.

“Yah, ada teman laki-lakimu di bawah sana. Dia cukup tampan, rambutnya berwarna coklat, tinggi, putih, hidung mancung, senyuman yang bisa memikat wanita, sekarang dia memakai celana jins hitam, T-shirt putih ber v-neck, dan kemeja yang melapisinya, sepatu kets berwarna putih. Menurutku di cukup tampan.” Ucapnya mengakhiri. Zhanghyun yang mendengar ucapan Onnienya ini hanya bisa mengerutkan keningnya saja. Seperti tidak asing, pikirnya.

“Namanya?” tanya lagi dan langsung dibalas senyuman oleh Jaekyung.

“Aku lupa menanyakan namanya tadi. Kebawah saja sana, aku ingin melanjutkan menonton animeku dulu. Kalau kau memang mau keluar dengannya, kau beritahu dulu pada Donghae, dan kalau sudah mendapatkan izin darinya kau boleh pergi, jangan pulang terlalu malam, kau tahu kami berdua tidak menyukai kau pulang malam-malam. Dan, aku tidak suka dengan cara dia tersenyum, kau tahu senyumannya menandakan bahwa ia melechkan siapapun yang ada di depannya. Tapi aku cukup menyukainya. Ah, selamat bersenang-senang.” Ucap Jaekyung mengakhiri lalu pergi meninggalkan Zhanghyun yang masih terbengong-bengong dengan semua ucapan Jaekyung.

ia jadi penasaran dengan laki-laki yang ada di bawah sana. Dengan cepat Zhanghyun masuk kemabali kedalam kamarnya lalu melihat penampilannya di depan cerpin. Cukup baik, pikirnya. Lalu ia mengambil tas yang tergeletak di atas kursi.

Dengan sangat terburu-buru Zhanghyun melangkah dengan sangat cepat menuruni tangga rumahnya. Dan sampai di akhir tangga Zhanghyun seketika berhenti melihat punggung milik seseorang yang sangat ia kenal. Tapi itu tidak mungkin kan laki-laki itu ada disini? Lagi pula mana mungkin seorang Cho Kyuhyun mengetahui rumahnya? Tidak mungkin sekali.

Tapi saat laki-laki itu menoleh, rasanya Zhanghyun sedang tidak menapak di bumi, ia seperti terbang entah kemana. Dan ini tidak mungkin kalau yang sedang duduk di sofa rumahnya itu adalah Cho Kyuhyun.

“Zhanghyun-ah,” dan itu menandakan bahwa laki-laki itu adalah seorang yang bernama Cho Kyuhyun.

***

“Kau mau?” tawar Kyuhyun memberikan beberapa lollipop di tangannya.

“Eum.. aku mau yang ini.” Tunjuk Zhanghyun kearah lollipop yang ada di tangan Kyuhyun.

“Kau mau pergi kemana lagi?” tanya Kyuhyun sambil membuka tutup kaleng tersebut dan minuman kaleng tersebut langsung ia berikan pada Zhanghyun.

“Tidak tahu, kau kan yang mengajakku pergi, jadi semuanya ada padamu.”

“Bagaimana kalau taman bermain atau taman? Sepertinya di hari libur seperti ini akan menyenangkan.” Ucap Kyuhyun sambil beranjak dari duduknya. “Ini sudah siang, jadi kau mau?”

“Tentu saja aku mau, ayo pergi.”

***

Kyuhyun menatap wanita yang ada di hadapannya. Sasarannya sudah masuk kedalam perangkapnya. Hah! Cho Kyuhyun pasti akan berhasil dengan segala tantangan-tantangan yang di berikan oleh teman-temannya itu. Lagi pula menjerat wanita seperti seorang Lee Zhanghyun itu masalah sepele, Zhanghyun sama seperti wanita-wanita lainnya. Gampang sekali untuk di tipu.

Tangan Kyuhyun terangkat keatas untuk membalas lambaian tangan Zhanghyun yang menandakan agar Kyuhyun untuk berjalan agak cepat. Kemudian, Zhanghyun menunjuk-nunjuk area permaian yang ada di samingnya. Kyuhyun yang melihat semua sifat Zhanghyun keluar semua hanya bisa tersenyum penuh kemenangan.

Ah, ini menyenangkan sekali. Kyuhyun tidak bisa membayangkan bagaimana teman-temannya akan menjadi pembantunya selama dua bulan. Ini benar-benar sangat menyenangkan sekali. Pikir Kyuhyun.

“Kau mau naik ini? Inikan Super Snak dan kau pasti akan takut.” Ucap Kyuhyun dengan nada mengejek.

“Saat kita masuk kedalam taman bermain ini. Super Snak ini sudah menggodaku agar aku menaikinya. Bagaimana?”

“Kalau kau mau, tentu saja ayo kita naik. Tapi aku harus membeli tiketnya dulu, mengantri dan setelah itu kita menaikinya.”

***

Kyuhyun memikirkan bagaimana ia bisa mengungkapkan perasaannya pada wanita di sampingnya. Biasanya Kyuhyun sekali berdekatan dengan wanita, ia bisa langsung mengungkapkan perasaannya secara terang-terangan. Tapi entah untuk wanita di sampingnya agak sedikit susah.

Seperti ada perasaan bahwa ini salah. Semua yang akan ia lakukan adalah hal yang salah. Jadi Kyuhyun berpikir apakah tetap melanjutkan permainannya atau tidak. Kalau menghentikannya, permainan ini akan di menangkan oleh teman-temannya, dan dirinya pasti akan menjadi tukang suruh mereka selama dua bulan. Dan Kyuhyun tidak ingin itu terjadi.

Kyuhyun menolehkan kesamping mendapatkan Zhanghyun yang sedang memakan kembang gulanya. Di lihat dari manapun, wajah Zhanghyun memang cantik dan itu memang cocok menjadi sasaran permainan teman-temannya.

Dengan pelan Kyuhyun menghela napasnya. Kyuhyun bingung, padahal ia baru saja mengenal Zhanghyun beberapa hari yang lalu, tapi entah kenapa ada rasa ketertatikan pada Zhanghyun, hanya saja ketertarikan itu sedikit.

“Waeyo?” tanya Zhanghyun pada Kyuhyun yang masih saja memandanginya. Kyuhyun hanya tersenyum, lalu tangannya tanpa di peringatinya mengelus puncak kepala Zhanghyun yang membuat Zhanghyun tersipu dengan perlakuan Kyuhyun.

“Kau sudah puas?” bukannya menjawab pertanyaan Zhanghyun, Kyuhyun malah melemparkan pertanyaan lain lagi pada Zhanghyun.

Kepala Zhanghyun mengangguk, “ne, aku sudah puas. Dan ini sepertinya sudah sangat malam. Donghae Oppa pasti mencariku. Bagaimana kalau pulang saja?” Zhanghyun beranjak dari duduknya, matanya melirik kearah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Ternyata sudah cukup malam. Pikirnya.

“Kalau begitu, ayo pulang.”

***

Zhanghyun merebahkan tubuhnya di atas kasurnya. Saat ia pulang tadi untung saja Oppanya tak memarahinya. Tangannya mengusap pelan permukaan wajahnya. Hari ini begitu melelahkan serta membahagiakan untuk dirinya sendiri.

Ini bukan mimpi, seorang Cho Kyuhyun begitu terkenal bisa mengajaknya pergi jalan-jalan seharian ini. Zhanghyun mengambil ponselnya yang ada di samping kepalanya, menatap layar ponsel yang terpampang foto dirinya dan Kyuhyun. Yah, siang tadi Kyuhyun mengajaknya untuk berpose dan haslinya seperti ini.

Mengingat kejadian siang tadi membuat kedua pipi Zhanghyun terasa memanas. Salahkan Kyuhyun yang bisa membuatnya seperti ini. Zhanghyun dengan cepat menarik selimut yang menutupi setengah tubuhnya lalu menutup seluruh tubuhnya.

Zhanghyun terlonjak kaget saat mendengar ponselnya berdering. Dengan cepat Zhanghyun bangkit dari tidurnya, lalu melihat siapa yang menghubunginya. Kening Zhanghyun berkerut, heran dengan nomor tanpa nama di layar ponselnya. Lagi pula siapa yang menghubunginya malam-malam seperti ini?

Dengan rasa penasaran Zhanghyun langsung menyentuh layar ponselnya, lalu menyapa si penelfon, “Hallo?”

“Zhanghyun-ah,” oh, tidak. Pikir Zhanghyun. ini Kyuhyun, bagaimana bisa dia mendapatkan nomor ponsel miliknya? Bukankah tadi Kyuhyun hanya meminjam ponselnya untuk mengitim fotonya saja? Tapi itu bisa saja kan ketika mengirim, Kyuhyun mengambil kesempatan untuk mengetik nomor ponsel miliknya.

Zhanghyun meneguk ludahnya dengan perlahan, lalu membuka suaranya, “Cho Kyuhyun?” ucap ragu Zhanghyun, walaupun sudah tau tapi tetap saja harus menanyakannya kan? Siapa saja orang lain dengan suara yang sama dengan milik Kyuhyun.

“Yah, ini aku.” Jawab Kyuhyun lagi. Zhanghyun kembali menghembuskan napasnya. Tangannya memijat pelipisnya, agar pikirannya rileks. Cho Kyuhyun ini selalu membuatnya sedikit tegang. “Kenapa diam?”

“Kau tahu nomor ponselku?” tanya Zhanghyun.

“Tentu saja. Sekarang aku sedang menelpon siapa? Lee Zhanghyun, kan?” ucap Kyuhyun dengan nada gurau membuat Zhanghyun terkekeh pelan.

“Tapi bagaimana kau mendapatkan nomor ponselku?” tanyanya lagi.

“Kau tidak tahu, ya? saat aku meminjam ponselmu aku, berpura-pura untuk mengirim foto kita berdua yang ada di ponselmu. Dan yah saat itu aku mencari nomor di kontakmu. Tidak terlalu susah sih, karena kau menamai nomormu sendiri dengan kata ‘me’ dan itu beratikan bahwa itu kamu.” Ternyata dugaan Zhanghyun memang benar. Tapi tidak apa-apa lah, yang terpenting sekarang ia bisa akrab dengan Kyuhyun.

“Kau dimarahi tidak?” tanya Kyuhyun setelah beberapa saat hanya diam.

“Tidak. Donghae Oppa menyuruhku segera masuk kamar. Awalnya sih iya Donghae Oppa berbicara panjang kali lebar karena aku pulang larut malam. Tapi aku tidak menanggapinya, karena aku sudah terlalu lelah aku langsung measuk dan mengunci kamarku, dan seketika ocehan Donghae Oppa berhenti.” Ucapnya panjang lebar.

“Kau lelah? Kalau begitu, selamat malam. Dan besok aku akan menjemputmu. Kita berangkat kuliah bersama. Tidur yang nyenyak, Lee Zhanghyun.”

Dan sambungan telpon terputus, meninggalkan Zhanghyun yang hanya bisa terpaku dengan apa yang di dengarnya tadi.

***

Zhanghyun menolehkan kepalanya kekiri dan kekanan. Hari ini seperti ada yang berbeda. Tentu saja, hari ini ia merasa aneh. Saat ia berjalan di koridor pagi tadi, beberapa mahasiswa perempuan yang ada di koridor kampus melihatnya dengan tatapan bermusuhan dan beberapa tatapan benci.

Yang menjadi pertanyaan adalah; apa salahnya sampai mendapatkan tatapan seperti itu dari mereka semua? Apa dirinya membuat kesalahan yang sangat fatal atau yang lainnya. Zhanghyun mempercepat langkahnya, tangannya memeluk erat buku-buku yang ada di dalam pelukannya. Ingin sekali sampai di dalam kelasnya, dirinya benar-benar tidak kuat dengan semua pandangan dari mahasiswa disini.

Napasanya memburu saat ia duduk di kursi, akhirnya ia sudah masuk kedalam kelasnya. Tangannya menaruh semua buku-buku yang ada di pelukannya. Matanya kembali menoleh kekanan dan kekiri. Suasana kelas yang ia tahu bahwa tadi sedikit bising kini kian tenang. Ada apa lagi ini? Ucap Zhanghyun frustasi.

Kepalanya menunduk, tidak mau mendapatkan pelototan dari teman-teman satu kelasnya. Dan saat matanya terpejam, Zhanghyun terlonjak atas pukulan keras di bahunya. Kepalanya menengadah, mendapatkan Seul Mi yang membawa dua kaleng minuman, lalu salah satu minuman tersebut ia berikan pada Zhanghyun dan langsung di minum oleh Zhanghyun.

“Hari ini ada yang aneh.” Ucap Zhanghyun saat Seul Mi duduk disampingnya.

“Tentu saja ada yang aneh. Kau berangkat bersama Cho Kyuhyun pagi ini.” Dan yah, seketika ucapan Seul Mi mngingatkan pagi ini bahwa ia pergi kekampus bersama dengan seorang Cho Kyuhyun yang memeliki banyak penggemar.

Dengan cepat Zhanghyun menundukan kepalanya. Kenapa ia bisa bodoh kalau Cho Kyuhyun mempunyai banyak penggemar. Zhanghyun yakin, bahwa penggemar Kyuhyun akan menjambaknya atau apa. Dan hasil pikiran tersebut membuat gigi Zhanghyun bergemeletuk takut.

“Tidak usah takut. Kalau kau menjalin hubungan dengannya tidak apa-apa. Lagi pula, Kyuhyun bukah hak milik mereka. Jadi tenang saja.”

“Tapi tetap saja aku takut.” Ucap Zhanghyun pelan. Dengan perlahan ia pejamkan matanya, lalu menghembuskan napasnya dengan pelan. Semoga apa yang di lakukannya tadi bisa menenangkan dirinya. Tapi apa boleh buat saat ia membuka matanya, di depannya terdapat empat wanita yang memandangnya tak suka.

Zhanghyun tersentak kaget saat tangan dari salah satu wanita itu menarik tangannya dengan kasar, lalu membawa dirinya pergi entah kemana. Telinga Zhanghyun mendengar suara teriakan Seul Mi yang awalnya kencang kini menjadi mengecil.

Kepala Zhanghyun menoleh kebelangkang, melihat Seul Mi yang sedang di tahan oleh teman si wanita ini. Zhanghyun membrontak minta di lepaskan. Tapi apa boleh buat, pegangan tangan wanita itu begitu kuat, sampai dirinya tidak bisa melepaskannya.

“Lepaskan aku!” teriak Zhanghyun. tangannya terus minta di lepas. Tapi, karena sepertinya si wanita itu tuli atau apa tidak mau melepaskan cengkraman dari wanita tersebut. “Ku bilang LEPAS!!” teriak Zhanghyun sambil menyentakan cengkramannya.

Zhanghyun memandang wanita di depannya dengan pandangan tak suka, lalu ia berucap, “maumu apa sebenarnya?” tanya Zhanghyun. matanya melirik kanan dan kiri untuk mengetahu tempat dirinya berada  ini. Dan otaknya langsung mengetahui, ini koridor yang tidak pernah di kunjungi oleh mahasiswa.

“Ternyata Lee Zhanghyun, kau itu tidak mencerminkan bagaimana wajahmu yang menandakan bahwa kau adalah seorang yang pendiam, tapi apa? Kau seperti wanita-wanita penghibur yang setiam malamnya melayani laki-laki yang sudah beristri. Kau tahu? Kau busuk.” Zhanghyun mendongak tidak terima dengan apa yang di ucapkan oleh wanita didepannya.

“Apa salahku?” tanyanya lagi, dan wanita itu tersenyum licik.

“Salahmu? Sepertinya aku harus memberikan cermin padamu untuk kau, agar bisa bercermin dulu. Kau itu tidak cantik, tapi kenapa dia tetap menyukaimu?” ucap wnita di depannya. Zhanghyun menatapnya dengan pandangan tak suka, tangannya terus membrontak agar di lepas oleh wanita gila ini.

“Lepaskan aku, brengsek! Lagipula Kyuhyun yang mendekatiku, bukan aku yang mendekatinya.” desisi Zhanghyun membuat wanita itu tertawa pelan.

“Tidak mungkin sekali seorang Kyuhyun bisa terpikat olehmu. Mungkin kau yang menghiburnya terlebih dahulu.” Zhanghyun diam. Ia tidak tahu harus berbuat apa.

Semua perkataan wanita di depan ini terlalu menyakiti hatinya. Kenapa semuanya bisa terjadi seperti ini? Padahal ia baru mengenal dekat seorang Cho Kyuhyun baru beberapa hari dan kenapa jadi seperti ini? Jadi siapa yang harus patut di salahkan? Apakah Cho Kyuhyun? Atau dirinya sendiri karena dengan lancang menyukai seorang Cho Kyuhyun.

Kepala Zhanghyun menunduk, ia tidak kuat dengan semua ini. Rasanya Zhanghyun ingin sekali menangis. Tapi dalam pikirannya, Zhanghyun menggeleng keras, ia tidak boleh menangis hanya karena ini semua. Ini terlalu cengeng untuk di tangisi.

“Lepaskan dia, Min Hye!” ucap seseorang dengan suara yang sedikit berat. Kepala Zhanghyun mendongak dan mendapatkan laki-laki itu tidak jauh dari dirinya. Wanita di depannya dengan reflek melepaskan cengkraman di tangan Zhanghyun, lalu menolehkan kebelakang.

“Kyuhyun Oppa,” ucap wanita itu dengan manja membuat Zhanghyun yang mendengar itu hanya bisa menyerit tak suka.

Kyuhyun berjalan kearah mereka, matanya memandang lurus Zhanghyun yang hanya diam saja dan lirikan matanya ia turun kebawah, memandang pergelangan tangan Zhanghyun yang sedikit memerah. Jadi Jung Min Hye yanbg menyakitinya.

Saat sudah dekat dengan mereka berdua, Kyuhyun langsung menyentuh pergelangan Zhanghyun, kemudian mengajaknya untuk pergi meninggalkan Min Hye yang hanya bisa  menatapnya tak percaya.

“Kyuhyun Oppa, aku tidak percaya bahwa kau menyukai wanita itu.” Ucap Min Hye yang membuat langkah Kyuhyun berhenti. Zhanghyun sudah tidak perduli dengan semuanya, jadi ia hanya diam dan mendengarkan apa yang akan di lontarkan oleh Min Hye atau Kyuhyun. Jadi dengarkan saja.

“Memangnya kenapa? Kau buka Ibuku, bukan Noona ku, bukan bagian dari salah satu keluargaku, kenapa kau dengan seenaknya melarangku untuk menyukai seseorang?” tanya balik Kyuhyun yang membuat Min Hye hanya diam.

“Tapi bukankah kita masih memiliki hubungan? Kita sepasang kekasi—”

“Kalau begitu, kita akhiri hubungan kita hari ini. Dan wanita ini,” tunjukanya pada Zhanghyun yang hanya diam saja, “adalah kekasihku.”

***

Setelah kejadian beberapa hari yang lalu, Kyuhyun yang berkata pada Min Hye bahwa dirinya adalah kekasih Kyuhyun, seluruh mahasiswa di kampusnya mengetahui semuanya. Ada beberapa yang tidak menyukainya, ada juga yang tidak perduli dengannya.

Dan beberapa hari ini ia menjauh dari seorang Cho Kyuhyun yang masih saja mendekatinya. Kejadian-kejadian seperti ini masih belum ia percaya, ini terlalu mendadak. Ia masih belum siap dengan semuanya. Tapi sayangnya ini sudah terjadi.

Kepala Zhanghyun menunduk, ia tidak fokus dengan bacaan yang ada di buku tersebut. Padahal siang nanti akan ada kuis yang harus ia ikuti di kelasnya, dan agar mendapatkan nilai yang bagus, ia harus belajar yang giat dan fokus. Tapi apa boleh buat otaknya selalu terisi dengan Cho Kyuhyun dan kejadian beberapa hari yang lalu.

Lamunan Zhanghyun terbuyar semuanya saat ia merasakan dingin di pipinya. Zhanghyun menoleh, mendapatkan Kyuhyun yang ada disampingnya dengan kedua tangan yang membawa dua minuman kaleng. Jadi apa yang di ingin kan oleh laki-laki disampingnya?

“Kau sudah menjahuiku beberapa hari ini,” Zhanghyun mendengar Kyuhyun berucap pelan. Kepala Zhanghyun masih tetap menghadap kearah Kyuhyun.

“Kau tidak mau jadi kekasihku, ya?” ucap lagi Kyuhyun. Zhanghyun mengabaikan Kyuhyun, kembali memfokuskan pada bukunya lagi. “Kau mendengarkanku tidak? Kita sudah menjadi sepasang kekasih sekarang.” Ucapnya lagi. Zhanghyun masih tidak perduli. “Kalau begitu kau menginginkan aku menyatakan cintaku disini?” ucap Kyuhyun yang membuat Zhanghyun menutup bukunya.

“Aku menghindarimu karena aku tidak percaya, bahwa aku bisa mendapatkan hal seperti ini. Kau tidak tahu bagaimana ketika aku berjalan di koridor sendirian aku selalu di cela oleh mahasiswa yang berjenis kelamin peremuan disini. Aku tidak terbiasa dengan semua yang mendadak seperti ini.” Ucapnya dengan bangkit dari duduknya. Zhanghyun membereskan semua buku yang ada di depannya, lalu dengan cepat ia memasukan kedalam tas dan kemudian meninggalkan Kyuhyun yang hanya diam mendengar ucapan Zhanghyun.

Dalam hati Kyuhyun, bahwa semua rencana ini gagal total.

***

“Wah, Cho Kyuhyun! Sepertinya taruhan kita cukup sampai disini, karena kami melihat semuanya bahwa Lee Zhanghyun tidak memberikan respon yang lebih positive lagi padamu, dan sepertinya Lee Zhanghyun tidak menyukaimu lagi.” Kyuhyun tersenyum mendengar ucapan teman dari salah satu teman sefakultasnya.

“Yah, semuanya harus di salahkan pada Min Hye itu. Tapi sepertinya semua kesalahan ini, harus di salahkan olehku, karena aku menjemput Zhanghyun dan pergi bersama.” Jawab Kyuhyun sambil duduk di samping laki-laki itu.

“Jadi kau kalah dengan taruhan kali ini, kan?” Kyuhyun mengangguk pelan.

“Yah, aku kalah dari taruhan untuk mendekati Zhanghyun dan aku akan menjadi bawahan kalian dua bulan ini.”

“Padahal Lee Zhanghyun itu wanita polos yang mungkin gampang kau dapatkan, tapi lihat hasilnya mengecewakan. Kasihan sekali dirimu Cho Kyuhyun.”

“Cho Kyuhyun!” Kyuhyun menoleh dan mendapatkan Zhanghyun yang ada di belakangnya dengan mata yang memerah. Jangan bilang kalau Lee Zhanghyun tadi mendengar semua ucapannya. Tidak, ini tidak boleh terjadi. Ucap Kyuhyun dalam hatinya

“Lee Zhanghyun, kau harus mendengar semua ucapanku dulu.” Kyuhyun beranjak dari duduknya kemudian melangkah kearah Zhanghyun yang tidak jauh darinya.

Tapi sebelum Kyuhyun mendekat kearhnya, Zhanghyun dengan cepat membalikan tubuhnya lalu berlari dengan kencang meninggalkan Cho Kyuhyun dengan rasa bersalah di hatinya.

***

Sudah kurang lebih satu minggu ini Kyuhyun selalu menunggu Zhanghyun di gerbang kampusnya setiap sorenya. Ia sudah menanyakan semua jadwal kuliah Zhanghyun pada teman satu fakultasnya. Matanya melirik kearah pergelangan tangannya, melihat kearah jam yang melingkar di pergelangan tangannya, ini sudah pukul setengah lima sore, dan Zhanghyun belum muncul disini.

Kyuhyun menoleh kearah samping untuk melihat apa Zhanghyun sedang berjalan di koridor atau apa. Seingat Kyuhyun, jam kuliah Zhanghyun hanya sampai pukul empat sore, dan Kyuhyun sudah siap menunggu Zhanghyun sejak pukul setengah empat sore, jadi yang menjadikan pertanyaan adalah, dimana Lee Zhanghyun berada.

Kyuhyun dengan cepat mengambil ponselnya yang ada di dalam sakunya. Tangannya dengan lincah mencari kontak Zhanghyun yang ada di dalam kontak ponselnya, setelah ketemu Kyuhyun langsung menghubunginya.

Lidah Kyuhyun berdecak kesal saat Zhanghyun menolak panggilannnya. Jadi benar Lee Zhanghyun itu tidak mau di ganggunya. Kyuhyun mengaku bahwa semuanya ini memang salahnya. Kembali Kyuhyun menyentuh layar ponselnya untuk menghubungi Zhanghyun lagi. Tapi kembali pula Lee Zhanghyun menolak panggilannya.

***

“Dia menelponku lagi.” Ucap Zhanghyun sambil meletakan ponselnya di atas meja. Kepalanya ia telungkupkan diatas meja, merasa lelah dengan semuanya.

Akhir-akhir ini ia tidak bisa belajar dengan fokus. Otaknya selalu membayangkan wajah Kyuhyun yang merasa sangat bersalah waktu itu. Oh, biarkan saja. Itukan memang salahnya, kenapa ia di jadikan barang taruhan oleh dia, itukan sangat menyakitkan, lagi pula ia bukan barang taruhan.

Kepalanya ia miringkan, nafasnya sedikit tidak teratur. Jujur saja dirinya ingin sekali menangis, menghilangkan beban yang seperti berkumpul di bahunya. Padahal dirinya akrab dengan Cho Kyuhyun itu hanya beberapa hari, tapi kenapa dampak ketikan untuk membenci seorang Cho Kyuhyun itu tidak bisa? Kalau boleh jujur Zhanghyun merindukan Kyuhyun. Zhanghyun ingin melihat Kyuhyun lagi, memandangnya, mendengarnya.

“Aku tahu kau ingin bertemu dengannya. Kenapa tidak kau hilangkan saja semua egomu itu. Beri Kyuhyun kesempatan untuk menjelaskan semuanya tentang bagaimana kau menjadi barang taruhannya. Semuanya akan menjadi lebih baik ketika kau mendengar semua penjelasan dari Kyuhyun. Ini hanya salah paham. Hmm. kau kan bukan orang yang suka membenci orang, sebenci-bencinya kau pada seseorang, kau juga pasti memaafkannya. Masa Kyuhyun saja kau tidak bisa memaafkannya?”

Zhanghyun menegakan tubuhnya, matanya menatap kosong kearah Seul Mi yang menggenggam kedua tangannya. Telinganya mencoba mencerna semua ucapan yang di ucapkan oleh Seul Mi. sepertinya itu memang benar, tapi hatinya masih saja sakit ketika mengingat pembicaraan Kyuhyun dengan salah satu temannya di ruang kelas yang tak sengaja Zhanghyun lewati.

Kembali Zhanghyun menelungkupkan kepalanya di atas meja. Mungkin memaafkan seorang Cho Kyuhyun bisa di pikirkan lain waktu saja.

***

Mata Zhanghyun manatap kosong kearah langkit-langit kamarnya. Sudah dua minggu ia menghindari Kyuhyun. Setiap Kyuhyun menghampirinya, ia segera pergi dari tempat tersebut. Ketika pulang kuliah ia selalu memutar jalan pulang agar tak bertemu dengan Kyuhyun. Semua ini demi memulihkan hatinya yang tersakiti. Tapi semakin lama ia menghindar, maka sakit hatinya bertambah besar.

Dan semakin Zhanghyun ingin melupakan Cho Kyuhyun, otaknya malah selalu memikirkan Cho Kyuhyun yang mengajaknya pergi berjalan-jalan, wajah Kyuhyun yang sedang tersenyum, suara Kyuhyun. Pokoknya semua yang berkaitan dengan Kyuhyun selalu menomplok di otaknya.

Bisa tidak sih, Cho Kyuhyun itu pergi dari otakku? Zhanghyun berteriak dalam hati. Tangannya meremas pelan kepalanya, merasa pusing dengan semuanya. Zhanghyun menegakan tubuhnya, hari ini ia tidak masuk kuliah. Sebenarnya ia tidak sakit atau apa, hanya malas saja untuk pergi kekampus. Tapi ia ingin pergi jalan-jalan untuk melepaskan kepenatannya.

Bibir Zhanghyun tersenyum, mungkin pergi ke sungai Han adalah hal yang menyenangkan. Zhanghyun dengan segera bangun dari tidurnya, lalu mengganti pakaiannya dengan pakaian hangat. Setelah berpakaian lengkap, Zhanghyun siap untuk pergi.

Sebenarnya tidak cukup lama untuk sampai di sungai Han, hanya lima belas menit dengan menaiki kendaraan umum dari lokasi rumahnya. Sekarang Zhanghyun sudah berdiri memandang sungai Han yang sangat tenang.

Zhanghyun merentangkan kedua tangannya, kedua matanya terpejam untuk menikmati hembusan angin yang menabraknya. Ini merilekskan pikirannya yang selama beberapa minggu ini penat karena seorang Cho Kyuhyun.

Tubuh Zhanghyun terpaku saat merasakan lengan seseorang yang memeluk pinggangnya, lalu Zhanghyun merasakan hembusan nafas hangat entah milik siapa. Dan hidung Zhanghyun mencium wangi maskulin yang sangat ia rindukan selama ini.

Ia tahu bahwa orang yang memeluknya adalah…

“Lee Zhanghyun… bogoshipoyo!”

Cho Kyuhyun. benar orang yang ada di belakangnya adalah seorang yang bernama Cho Kyuhyun. Zhanghyun menahan napasnya, menahan agar hidungnya tidak menghirup aroma Kyuhyun yang begitu sangat kuat di sekelilingnya. Dan akhirnya Zhanghyun tidak kuat untuk tetap menahan napasnya, hidungnya dengan sedikit menghirup wangi Kyuhyun.

“Maafkan aku. Maafkan aku. Maafkan aku!” Zhanghyun diam, tidak merespon ucapan Kyuhyun. matanya terpejam.

“Kenapa kau bisa mengetahui kalau aku ada disini?” tanya Zhanghyun mengacuhkan permintaan maaf Kyuhyun. Tangan Zhanghyun mencoba melepaskan pelukan tangan Kyuhyun di pinggangnya, tapi hasilnya tetap tidak terlepas melainkan Kyuhyun semakin mempererat pelukannya.

“Itu tidak penting. Yang terpenting adalah aku akan mengatakan semuanya kepadamu, menjelaskan semuanya. Aku ingin meluruskan apa yang telah aku perbuat. Tapi sebelumnya aku ingin kau memaa—”

“Kalau begitu cepat katakana aku sudah memaafkanmu!” potong Zhanghyun pada Kyuhyun yang bertele-tele.

“Kau jenis-jenis orang yang langsung pada intinya, ya? kalau begitu aku akan memulai, aku memang berawal menjadikanmu barang taruhan di antara kami, tapi setelah aku melihatmu entah aku merasakan bahwa aku tertarik oleh kehadiranmu, menenangkan hatiku. Sebelumnya aku juga sudah memperhatikamu dari dulu, karena kau terlalu mencolok untuk menjadi seorang penguntit (mata Zhanghyun sedikit membesar mendengar ucapan Kyuhyun, kepalanya menunduk, merasa malu pada Kyuhyun) tidak apa-apa aku juga suka kau memperhatikaku selama beberapa tahun, dan aku ingin meminta semua fotoku yang sudah kau ambil secara diam-diam.” Ucap Kyuhyun panjang lebar, kepalanya semakin menunduk, menghirup aroma vanilla yang menguar di leher Zhanghyun. wangi ini akan menjadi wangi favoritnya.

“Kau tahu wangimu ini, benar-benar membuatku semakin menyukaimu. Bagaimana? Kau memaafkan semua kbrengsekanku? Kau boleh memukulku atau apapun yang kau inginkan, semuanya memang harus disalahkan padaku,” Kyuhyun melepaskan pelukannya pada Zhanghyun dan Kyuhyun merasakan hatinya sedikit hampa saat melepaskannya itu.

Zhanghyun berbalik, menatap Kyuhyun dengan pandangan datar, tangannya kanannya terangkat bergerak untuk menampar Kyuhyun.

Kyuhyun yang saat itu hanya menatap wajah manis Zhanghyun dengan tatapan kosongnya hanya bisa pasrah dengan semua yang di lakukan oleh Zhanghyun. tapi mata Kyuhyun membesar seperkiat detik bahwa dirinya tidak menyangka dengan apa yang di lakukan oleh Zhanghyun.

Bahwa Lee Zhanghyun memeluknya, bukan menaparnya. Tangan Kyuhyun dengan lambat memeluk balik Zhanghyun. Kyuhyun benar-benar tidak percaya dengan apa yang di lakukan oleh Zhanghyun. kepala Kyuhyun menunduk, membenamkan wajahnya di lekukan leher milik Zhanghyun, matanya terpejam. Lalu Cho Kyuhyun berucap dengan sangat pelan dan tegas bahwa,  “Aku Cho Kyuhyun mencintai Lee Zhanghyun selamanya.”

Dan langsung dibalas dengan jawaban mantap oleh Zhanghyun dengan mantap pula, “Aku juga mencintaimu dengan tulus hatiku.”

“Saranghae.”

“Na Do. Euhm.. Cho Kyuhyun.”

“Ne,”

“Aku ingin kau menyanyikan lagu Notting Better dari Brown Eyed Seoul!”

Dan akhirnya mereka berdua sudah sah menjadi sepasang kekasih. Bahagia, dan tinggal untuk beberapa si pembaca yang berpikir aneh dengan endingnya yang tidak jelas. Karena oleh itu ayo salahkan si author yang malah sibuk nonotn naruto, detective conan sampai nelantarin fictnya. Ah, kalian boleh membayangkan bagaimana kehidupan mereka selanjtunya. Itu suka-suka otak kalian. Maaf ya, ini uda ngantuk.

Salam manis SILVI DIAH SEPTIYANI YANG SUDAH NGANTUKKK

RABU, 13 NOVEMBER 2013

Ngeditnya agak males, mata uda ngantuk pokoknya ini uda panjang! Aku nyeleseiinya juga kurang lbih sampe jam setengah dua dini hari ini. Hoammmm rabu, hari ini di sekolah pelajarannya ngga keras. Eh, ngga nyambung. Udah yahhh Good…night, morning….. XDXDXDXD

7.824 WORD. KALO ADA YG BILANG KURANG PANJANG, SINI BAYAR LIMA RIBU

4 thoughts on “Love Like This [ONESHOT] KyuZhang Couple

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s