Mistletoe [ONESHOOT]

VYEJUNGMIN.

Sequel from Holiday. For my Lovely READER.
Sebelumnya baca ff Holiday dulu ya sebelum baca ff ini kkkk~ SANKYU~~~

***

“Kudengar sekolah akan merayakan hari natal untuk tanggal dua lima nanti?” tanya Jaekyung pada Donghae yang sedang berbaring di atas kasurnya. Mata Jaekyung tak lepas dari layar laptop milik Donghae yang sedang melihat sesuatu yang tak harus di lihat.

“Baka! Tentu saja peringatan hari natal kan tanggal dua lima!” balas Donghae cuek yang membuat Jaekyung merengut. Tangannya dengan cepat mengambil minuman kaleng yang sudah habis isinya dan langsung di lemparkan kearah Donghae yang langsung disambut erangan sakit oleh Donghae.

“Cukup mengatakan iya atau tidak, kau selalu membuatku marah saja, Lee Donghae!” ucap Jaekyung berang. Dan kembali menatap fokus kearah layar laptop di depannya, mengabaikan Donghae yang masih saja mengerang sakit.

“Han Jaekyung, aku lapar.” Donghae beranjak dari rebahannya, menuju kearah Jaekyung yang masih diam dan mengacuhkan Donghae yang kini sudah ada di belakangnya.

Mata Donghae menatap kearah depan, melihat video yang sedang di lihat oleh Jaekyung. adegan yang begitu fulgar, dan otak Donghae langsung mendapatkan ide; mengikuti adegan yang ada di layar laptopnya.

Tangan Donghae menyibak rambut Jaekyung kebelakang dan langsung menampakan leher jenjang milik Jaekyung. dengan susah payah Donghae menelan ludahnya dan dengan keberanian yang sudah sangat bulat, kepalanya mendekat dan sebelum menyentuh leher Jaekyung, tangan Jaekyung mendorong pelan kepalanya.

Jaekyung menatap kearah mata Donghae dengan tajam, “mau apa kau mesum?” Donghae yang mendengar panggilan seperti itu dari Jaekyung hanya bisa memberikan senyum termanisnya.

“Tidak ada yang ingin aku lakukan, kok!” Donghae berkilah dan Jaekyung tidak percaya dengan ucapannya itu.

Sejak kejadian hampir tiga minggu itu, Jaekyung jadi sedikit was-was dengan Donghae. Jaekyung takut kalau tiba-tiba dirinya sedang bersantai atau apa, Donghae datang dan langsung menyerangnya. Sungguh, itu bayangan yang begitu menyebalkan dan menakutkan.

Jaekyung kembali mengacuhkan Donghae yang masih saja tersenyum seperti itu. Dari pada meladeni tingkah laku Donghae yang menyebalkan, lebih baik ia mengunduh semua video yang berserakan di internet.

Dan Donghae sendiri hanya mendengus pelan saat melihat wajah Han Jaekyung yang begitu cerah saat layar lapotpnya memunculkan gambar yang sedang mengunduh sebuah file tersebut. Han Jaekyung kalau sudah seperti ini, pasti dia akan lupa dengan segala yang ada di sekitarnya.

“Han Jaekyung.” bisik Donghae di dekat telinga Jaekyung. biar saja, mau di tonjok atau apa, Donghae tidak perduli. Sekarang yang harus di perdulikan adalah perutnya yang berteriak minta di isi.

“Lee Donghae, pergilah! Aku tidak ingin di ganggu!” ucap Jaekyung sambil menggerakan bahunya dengan gelisah agar Donghae segera pergi dari dekatanya.

“Aku lapar.” Ucap Donghae sambil mendekatkan bibirnya kearah leher Jaekyung dan ketika sudah dekat Donghae langsung mengecupnya cukup lama dan itu membuat Jaekyung terkesiap.

Kepala Jaekyung menoleh dan menampakan wajah memerahnya, “apa yang kau lakukan?” tanya Jaekyung dengan suara yang sedikit bergetar.

“Apa yang aku lakukan?” Donghae mengucap ulang perkataan Jaekyung, “menggodamu, tentu saja.” Ucapnya lagi sambil mengecup leher Jaekyung dengan kecupan-kecupan kecil yang tentu saja menampakan bercak merah di leher sebelah kiri Jaekyung.

Terus saja sampai tangan Donghae menyusup kedalam baju milik Jaekyung dan mengelus perut rata Jaekyung yang membuat Jaekyung bergidik ngeri. Dalam hatinya, Donghae merasa senang dengan apa yang di lakukannya sekarang.

Kepala Jaekyung menyender di bahunya, seperti kelihatan pasrah begitu saja dan tangan Donghae semakin mendekat kearah atas yang pasti akan lebih menyenangkan sekali dari acara mengelus perut milik Jaekyung.

Sekitar tiga menit bibir Donghae mengecup leher milik Jaekyung, Donghae dengan segera menegakan tubuhnya dan memutar kursi yang diduduki oleh Jaekyung agar menghadap kearahnya. Donghae dengan cepat mengecup bibir Jaekyung dan langsung menarik Jaekyung untuk mengikutinya berdiri.

“Ayo kita makan. Aku tahu pasti kau belum memasukan makanan kedalam perutmu ini. Masalah mengunduh video bisa kita lakukan nanti.” Donghae menarik tangan Jaekyung untuk mengikuti langkahnya. Jaekyung yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Donghae hanya bisa mengangakan mulutnya.

Dan rasa marah Jaekyung terhadap Donghae tadi yang sangat mesum itu menguap begitu saja. Di satu sisi Jaekyung merasa akan kesal sekali terhadap tingkah laku Donghae, dan di satu sisi lainnya Jaekyung merasa senang dengan tingkah perdulinya.

“Kau memang temanku yang baik.” Ucap Jaekyung sambil menyetarakan langkahnya dengan Donghae. “Ah, iya. Kalau boleh tahu acara apa yang akan di adakan oleh sekolah nanti, kau paasti tahukan dan kau juga ketua osis jadi kau juga pasti ketua penyelenggaranya.” Ucap Jaekyung antusias dan duduk di kursi yang di tarik oleh Donghae tadi.

“Aku masak dulu, dan setelah makan aku akan menjawab pertanyaanmu tadi.” Jaekyung memnganggukan kepalanya menurut. Melupakan kelakuan Donghae tadi yang sangat seronoh terhadapnya.

***

“Jadi konsepnya seperti itu?” tanya Jaekyung setelah menyelesaikan acara makannya dan mencuci piring tadi. Dan Donghae menceritakan konsep acara natal nanti yang akan di laksanakan oleh sekolahnya. Setelah menyelesaikan ucapan Donghae, Jaekyung hanya menatap tak percaya pada sang ketua osis yang sekarang sedang menguap lebar. “Tapi yang benar saja? Masa Mistletoe? Itukan sama saja membuat siswa-siswa kesenangan begitu saja? Ah, aku tahu ini pasti idemu, kan?” tuduh Jaekyung yang membuat Donghae meletakan gelasnya dengan kasar. Jaekyung yang melihat tingkah Donghae dengan tidak perduli.

“Hei, walaupun sebagian besar tuduhanmu benar, tapi tetap saja aku tidak terima karena anggota osis lainnya juga sama mempunya ide seperti itu.” Ucap Donghae masih tidak terima dengan tuduhan Jaekyung.

Tapi memang benar sih apa yang di katakana Jaekyung, itu idenya. Tapi anggota osisinya juga menyuarakan ide seperti itu. Karena alasannya anggota osis lainnya sudah bosan dengan perayaan natal yang seperti-seperti itu saja. Jadi mereka semuasepakat dengan mengusulkan sejarah akan Mistletoe.

Dan untuk semua guru yang di sekolahnya cukup setuju dengan ide seperti ini. Apa lagi dengan kepala sekolahnya yang sangat semangat sekali untuk mengadakan seperti ini. Setidaknya ini untuk kenang-kenangan masa muda para siswanya.

“Jadi intinya masih tetap pesta dansa dan di tambah dengan tema Mistletoe. Eh, apa kami semua harus memakai kostum yang berbentuk Mistletoe?” dan Donghae hanya bisa menganga mendengar ucapan terakhir Jaekyung tadi. Apa yang di pikirkan wanita di depan ini?

“Astaga! Aku kira kau ini pintar.” Ucap Donghae sinis yang membuat Jaekyung tak terima dan ia merengutkan bibirnya kesal. “Begini, kita tetap melakukan pesta dansa dengan pasangan masing-masing, dan temannya itu Mistletoe. Di sini Mistletoe maksudnya, pasangan siapa yang terjebak oleh Mistletoe harus saling berciuman di bawah Mistletoe itu.” Ucap Donghae menjelaskan dan Jaekyung menganggukan kepalanya.

“Nah, kalau masalah itu aku sudah mengerti.” Dan Donghae hanya bisa menepuk pelan keningnya mendengar ucpan Jaekyung yang memang sudah mengerti seperti itu.

“Sudahlah, aku pusing kalau sudah berbicara denganmu.” Putusnya sambil mendorong kursi yang didudukinya, lalu melangkah pergi keatas menuju kearah kamar Jaekyung untuk segera tidur. Karena Donghae tahu besok ia akan sibuk sekali di sekolah.

Dan Jaekyung sendiri sedari tadi hanya berpura-pura tidak mengerti hanya terkikik geli di belakang Donghae yang kini sudah masuk kedalam kamarnya. Jaekyung beranjak dari duduknya kemudian ia pergi, mengikuti Donghae yang masuk kekamarnya. Melanjutkan acara mengunduh video yang sudah ia dapatkan.

***

Pagi ini Jaekyung sudah duduk di tempat duduk kesayangannya. Tangannya menaruh tas gendongannya di atas meja. Matanya melirik kearah kirinya, mendapatkan teman sebangkkunya sedang menelungkupkan wajahnya di atas meja.

Sudah sangat kebiasaan sekali untuk seorang Kim Sung Gyu yang setiap paginya tidur seperti itu. Hn, kalau Sung Gyu tak seperti itu, Jaekyung akan meminta Sung Gyu menjadi kekasihnya. Padahal Sung Gyu itu tampan, banyak penggemarnya seperti ketua osis di sekolahnya. Tapi karena Sung Gyu selalu tertidur dan setiap bangun mendapatkan setets air di bagian sudut bibirnya. Dan itu membuat Jaekyung sedikit tak suka.

Tapi yah walaupun begitu orangnya, Jaekyung masih menaruh perhatian pada Sung Gyu. Mungkin untuk pesta dansa natal nanti, dirinya mengajak Sung Gyu untuk menjadi pasangan dansanya. Dan Jaekyung berharap Sung Gyu juga memintanya sebagai pasangan dansanya.

Jaekyung sebenarnya ingin Donghae menjadi pasangannya nanti, tapi Jaekyung tidak yakin kalau Donghae masu dengan dirinya. Dan ketua osis seperti Donghae pasti akan berpasangan dengan wakil osisnya—Jung Min Hyo—

Mata Jaekyung kembali menatap punggung Sung Gyu yang naik turun seperti itu. Jaekyung sedikit heran dengan Sung Gyu yang begitu lelap dengan tidurnya yang hanya seperti itu, dan Jaekyung juga sering berpikir apakah Sung Gyu tidak pernah tidur dirumahnya? Atau Jaekyung berpikir jam berapa Sung Gyu berangat dari rumahnya?

Jaekyung menggelng-gelengkan kepalanya tidak perduli. Lagi pula itu privasi seorang Kim Sung Gyu, untuk apa harus mengetahuinya. Sekarang Jaekyung hanya ingin Sung Gyu menjadi pasangan di pesta dansa natal nanti.

Tangan Jaekyung mengambil ponselnya yang ada di saku depannya. Dengan cekatan Jaekyung menyentuh layar ponselnya dan langsung mendapatkan beberapa panggilan dari nomor yang sama. Jaekyung mengerutkan keningnya, untuk apa Donghae menelponnya puluhan kali? Dan seketika Jaekyung ingat, pagi ini dirinya tidak berangkat sekolah bersama-sama.

“Han Jaekyung.” ucap seseorang dari samping kirinya. Kepala Jaekyung menoleh dan mendapatkan Kim Sung Gyu sudah terbangun dari tidurnya. Jaekyung hanya bisa menyerit heran, cepat sekali Kim Sung Gyu bangun dari tidurnya.

Tangan Jaekyung mengambil tisu basah dari dalam tasnya dan memberikan beberapa lembar pada Sung Gyu. Setelah satu kelas dan satu meja dengan Sung Gyu, Jaekyung jadi selalu sedia tisu basah di dalam tasnya untuk di berikan pada Sung Gyu. Yah, setiap Sung Gyu memanggilnya pasti Sung Gyu meminta tisu basah padanya.

“Lelap sekali sepertinya.” Ucap Jaekyung sambil memperhatikan Sung Gyu yang masih sibuk mengelap wajahnya. Lalu Sung Gyu mengalihkan pandangannya kearah Jaekyung, balas tatapan mata Jaekyung.

“Yah, jam tiga tadi aku baru saja menyelesaikan acara mengunduhku.” Jaekyung tersenyum mendengar ucapan Sung Gyu. Dan inilah salah satunya Jaekyung bisa menyukai laki-laki di sampingnya, selain tampan dan baik, Sung Gyu selalu memberikan hasil unduhan video yang di unduhnya.

“Kali ini apa lagi yang kau unduh?” tanya Jaekyung sedikit antusias.

“Tidak banyak sih. Hanya beberapa, kalau tidak salah ada enam film yang aku unduh. Salah satunya film yang kau ingin-inginkan itu.” Balas Sung Gyu sambil mengambil susu kotak yang ada di dalam tasnya lalu memberikan pada Jaekyung dan untuk dirinya sendiri.

“Akhirnya! Kau membawa laptopmu?” tanya lagi Jaekyung.

“Aku tidak membawanya hari ini. Dan aku tidak sempat menyalinnya di flasdiskku tadi malam karena aku langsung tertidur begitu saja. Untung saja Eomma tidak memarahiku, kalau aku ketahuan bisa-bisa aku tidak di bolehkan menyentuh laptopku lagi.” Jawabnya kemudian meneguk susu yang sudah ia buka sedikit celah kotaknya.

“Eh, Han Jaekyung, kudengar akan diadakan pesta dansa hari natal nanti?” tanya Sung Gyu sambil menunggu Jaekyung sedang meneguk susunya.

“Hn, aku tidak yakin akan pergi atau tidak.” Jawabnya sedikit berbohong agar Sung Gyu berinisiatif untuk mengajaknya menjadi pasangan di pesta dansa nanti.

“Kenapa? Donghae tidak mengajakmu sebagai pasangan dansanya?” tanya Sung Gyu sedikit keras. Dan Jaekyung memasang wajah masamnya. Sung Gyu yang melihat perubahan wajah Jaekyung segera mengerti dengan situasinya “Oh, aku baru ingat kalau ketua osis harus dengan wakilnya. Hehehe, maafkan aku kalau begitu, Han Jaekyung. tapi kalau kau memang belum mendapatkan pasangan dansa, kita bisa pergi bersama.” Ucap akhirnya, membuat Jaekyung tersenyum manis pada Sung Gyu, dan hatinya bertambah senang ketika tanganya di genggam oleh Sung Gyu.

***

Donghae merebahkan tubuhnya di samping Jaekyung yang sedang tertidur di kasurnya. Kemudian ia memiringkan posisi tidurnya untuk menghadap kearah Jaekyung yang hanya diam saja. Lalu tangan Donghae memeluk pinggang milik Jaekyung.

“Lee Donghae, lepas! Bagaimana kalau nanti Ibuku tahu?” ucap Jaekyung sambil meletakan ponselnya di atas nakasnya.

“Biar saja!” ucap acuh Donghae yang membuat Jaekyung menyeritkan keningnya. Sepertinya ada yang sedang bermasalah disini. Pikir Jaekyung.

“Kau ada masalah?” tanya Jaekyung sambil mencoba bangit dari tidurnya. Tapi tetap sia-sia karena Donghae memeluknya dengan erat.

“Kenapa kau meninggalkanku saat pagi tadi dan siang tadi kau tidak menungguku?” tanya Donghae yang membuat Jaekyung mengerutkan keningnya.

“Ah, kalau tadi pagi aku lupa. Aku kira kau sudah berangkat. Dan untuk siang tadi maaf, tadi aku pulang bersama Sung Gyu dan aku bermain di rumahnya untuk meminta film yang di unduh olehnya.” Jawab Jaekyung yang membuat Donghae kesal.

Dan kekesalan Donghae mengingat kejadian pagi tadi, melihat tangan Jaekyung yang di genggam oleh Kim Sung Gyu itu. Laki-laki itu berani-berani sekali untuk menggenggam telapak tangan milik Jaekyung ini. Dan apapula itu saat Jaekyung tersenyum senang, membuat Donghae kini bertambah sangat kesal sekali.

“Kenapa pula kau meminta pada Sung Gyu itu, padahal aku juga punya.”

“Kudengar dari teman sekelasku, tadi pagi kau kekelasku ya? ada apa memangnya?” tanya Jaekyung mengalihkan topiknya.

“Apa kekelasmu? Yang benar saja, sejak pagi sampai siang tadi aku sibuk untuk mengurusi pesta dansa nanti.” ucapnya berbohong dengan intonasi yang sangat ketus sekali.

“Kalau kau memang tak kekelasku, bicaranya biasa saja jangan memakai intonasi seperti itu.” Balas Jaekyung sebal dengan Donghae yang marah-marah seperti ini. Jaekyung beranjak dari tidurnya setelah merasa Donghae tak memeluknya seperti tadi. Ia melangkah keluar dari kamarnya, meninggalkan Donghae yang sekarang memeluk bantal guling milik Jaekyung.

***

Jaekyung menunggu Donghae di depan gerbang sekolah. Sudah lebih dari lima menit yang lalu ia menunggu Donghae yang tak kunjung keluar. Padahal Donghae tadi akan datang sebentar lagi setelah ia dan Donghae akan pulang bersama sebelum Shim Seongsaenim memanggilnya untuk menghadap kepada kepala sekolah.

Dengan kepala mendongak, Jaekyung mengingat beberapa hari yang lalu ia bertengkar tak jelas dengan Donghae. entah Jaekyung tidak tahu penyebab Donghae yang saat itu marah-marah mendadak padanya, padahal hari itukan Jaekyung tidak melakukan hal kesalahan sedikitpun padanya.

Dan malam harinya Donghae menginap dirumahnya untuk mengatakan minta maaf pada dirinya. Donghae aslinya memang aneh, jadi itu hal yang sangat lumrah untuk Donghae yang sering berubah-ubah seperti itu.

Lalu kepala Jaekyung menunduk kembali untuk melihat kearah pergelangan tangannya, untuk melihat jam tangannya. Ternyata sudah pukul empat sore, dan Jaekyung ingin langsung sampai rumahnya.

Sesekali Jaekyung menghela napasnya untuk mengusir bosan yang kini sudah ada di samping dirinya. Jaekyung tidak sabar menunggu Donghae yang kunjung keluar dari dalam sekolah. Apa yang di lakukan oleh Donghae didalam sana? Bukankah Donghae bilang kalau persipan untuk pesta dansa itu sudah selesai semuanya dan tinggal untuk makanannya saja? Tapi, oh, itu tidak penting sekali.

“Jaekyung-ah!” ucap seseorang dari belakangnya dan Jaekyung menolehkan kepalanya kebelakanga, mendapatkan Donghae yang sedang berlari kecil kearahnya. Jaekyung segera menegakan tubuhnya untuk menyambut Donghae yang sudah dekat dengannya.

“Jadi apa yang di katakan oleh kepala sekolah tadi?” tanya Jaekyung kemudian tangan Jaekyung menerima uluran tangan Donghae untuk menggenggam satu sama lain.

“Hanya masalah pasangan dansa nanti.” ucap Donghae pelan yang membuat Jaekyung menolehkan kepalanya kearah Donghae.

“Jadi kau dengan wakilmu?” tanya Jaekyung masih tetap memandang Donghae yang sedikit gugup.

“Hmm.. itu memang sudah di wajibkan. Tapi katanya setelah dansa pertama, aku di bolehkan berjalan dengan teman dansaku yang ku ajak seyakin mengkin.” Jawab Donghae sambil menarik tangan Jaekyung lalu pergi meninggalkan gerbang sekolahnya.

“Berarti kau sudah mengajak seseorang untuk kau ajak menjadi pasangan dansamu?” tanya lagi Jaekyung sambil menyamai langkah Donghae yang sedikit berjalan agak cepat yang membuat Jaekyung merasa kewalahan dan kesal, “pelankan langkahmu!” Jaekyung menarik tangannya lalu memukul bahu Donghae untuk melampiaskan rasa kesalnya pada Donghae.

“Aku bingung. Dia sudah menemukan pasangan dansanya. Mungkin aku akan mengajaknya langsung ke Mistletoe saja.” Ucap Donghae yang membuat Jaekyung memukul kepala Donghae dengan pelan. Astaga, laki-laki ini sepertinya mesum sekali. Oh, tidak. Tapi benar laki-laki ini memang mesum.

Tentu saja setelah Jaekyung mengetahui Donghae ini sangat mesum, Donghae sering melakukan hal mesum pada dirinya. Contohnya saja seperti menciumnya dengan tiba-tiba, memeluknya saat Jaekyung tidur atau apapun deh. Dan Jaekyung sendiri yang mendapatkan perlakuan seperti itu selalu memukul kepala Donghae yang langsung membuat Donghae berteriak kesakitan.

“Berhentilah menjadi mesum!” ucap Jaekyung yang langsung di beri cibiran oleh Donghae.

“Cih, mengatai orang mesum, lalu bagaimana dengan dirimu itu? Setiap malam mengunduh video yang tak layak di lihat oleh wanita sepertimu.” Donghae memandang Jaekyung dengan sinis yang membuat Jaekyung menghentikan langkahnya di depan Donghae. “Apa?”

“Jadi kau membawa gender lagi di perbincangan ini?” tanya Jaekyung dengan intonasi sedikit meninggi. Untung saja jalan yang mereka lewati kini sepi, hanya ada mereka berdua yang memperdebatkan hal-hal yang tidak normal.

“Oh, aku lupa kalau kau memang seperti laki-laki. Atau kau memang laki-laki?” ucap Donghae yang kembali mendapatkan pukulan di kepalanya. Donghae memandang Jaekyung dengan sudut bibir yang terangkat keatas. Sudah habis kesabarannya yang beberapa menit lalu sudah mendapatkan tiga pukulan dari Jaekyung. “Berhentilah memukulu, Han Jaekyung. kau mau membuatku gegar otak?” Jaekyung memutar bola matanya bosan mendengar ucapan Donghae yang sedari tadi memang tidak normal.

“Hn. Aku lelah berbicara dengamu.” Ucapnya lalu Jaekyung melenggang pergi meninggalkan Donghae yang masih mengusap-usap kepalanya.

Lalu Donghae merasa tersadar karena di tinggalkan begitu saja oleh Jaekyung, kini ia berlari untuk menghampiri Jaekyung, kemudian merangkul pundak Jaekyung lebih erat dan berjalan untuk pulang kerumahnya.

***

Donghae mengalihkan pandanganya yang sedari tadi menatap layar monitor laptopnya, kini memandang Jaekyung yang sedang di depan lemari besarnya. Kedua tangannya sedang memilih-milih baju yang untuk di pakai malam nanti.

Memang acara pesta dansa akan di mulai jam tujuh malam, tapi lihat sekarang ini masih jam dua siang dan Jaekyung sedang bingung untuk memilih baju mana yang untuk di pakainya. Membuat Donghae memutar bola matanya.

Donghae mendengus melihat Jaekyung yang sedang frustasi memandang isi lemari pakaiannya yang hanya terisi kemeja, kaos, hotpans dan beberapa pakaian lainnya. Untuk masalah Dress tidak ada satupun di dalam lemarinya. Donghae sedikit tertawa mengingat bagaimana Jaekyung dulu menolak semua Dress yang di berikan oleh Ibu Jaekyung sendiri.

Kalau tidak lupa-lupa ingat, Ibu Jaekyung sendiri membelikan Dressnya beberapa bulan yang lalu dan mana mungkin kan Ibu Jaekyung mengembalikan dress seperti itu pada penjualnya. Mungkin Donghae bisa membantu untuk mencarikan dress tersebut.

Tangan Donghae mengambil ponsel yang ada di samping laptopnya, dan kemudian menyentuh layarnya untuk membuka kunci ponselnya kemudian menuju kearah kontak yang ada di ponselnya dan ia mencari nomor kontak milik Ibu Jaekyung. setelah beberapa saat menunggu panggilan itu terangkat akhirnya panggilan tersebut di angkat oleh Ibu Jaekyung.

“Ne, Donghae-ah? Ada masalah dengan Jaekyung?” ucap Ibu Jaekyung langsung pada titik masalahnya. Tentu saja Ibu Jaekyung tidak bisa di ajak basa-basi dulu. Lalu Donghae kembali memandang Jaekyung yang kini merebahkan tubuhnya di atas kasurnya, sebagian rambutnya menutupi wajahnya.

“Ne, Eommonim, kalau tidak salah bukahkan beberapa bulan yang lalu Eommonim membelikan dress untuk Jaekyung?” jawab Donghae juga langsung pada intinya. Ah, dan Donghae memanggil Ibu Jaekyung seperti itu, karena Ibu Jaekyung sendiri yang menginginkannya, jadi Donghae hanya menurutinya saja.

“Ah, ada acara yang mengharuskan memakai dress?hn, untung saja masih kusimpan rapih diruangan samping kamar Jaekyung. ambil saja semuanya, jumlahya ada sepuluh.” Donghae menganggukan kepalanya, lalu ia beranjak dari duduknya untuk menuju kearah ruangan yang ada di samping kamar Jaekyung.

“Ngomong-ngomong Donghae-ah, tumben sekali Jaekyung ingin mengikuti acara seperti ini? Sepertinya Jaekyung kembali pada gender asalinya, ya. haahaha..” Ibunya tergelak pelan di seberang sana. Memang benar, Jaekyung akhir-akhir ini kembali pada gender aslinya, yang biasanya seperti laki-laki. Sekarang Jaekyung malah lebih lembut dari biasanya. “Dan jangan lupa kau mengabadikan Jaekyung yang memakai dress itu ya, soalnya Ibu tidak bisa pulang satu minggu ini.” Ucapnya lemah, Donghae mengerti dengan sibuknya Ibu Jaekyung. jangan di tanya kemana Ayahnya, karena ayah Jaekyung sudah meninggal saat Jaekyung berumur Sembilan tahun karena kecelakaan lalu lintas. Jadi sekarang tinggal Jaekyung dan Ibunya.

“Aku akan mengabadikannya sebanyak mungkin. Sama seperti Eomma, mana mungkin aku mengacuhkannya begitu saja saat Jaekyung memakai dress seperti itu.” Balasanya dengan senyuman yang mengembang di bibirnya. Tangannya menyentuh knop pintu tersebut yang tak terkunci, kemudia setelah pintu terbuka, tangan Donghae meraba tembok ruangan tersebut untuk mencari stop kontak untuk menyalakan lampu tersebut.

“Kalau begitu Eomma tutup telponnya, hari ini ada meeting dengan client.” Ucapnya dan langsung dibalas permintaan maaf oleh Donghae karena mengganggunya. Setelah telpon tertutup, Donghae langsung menuju kearah lemari yang agak kecil di depannya.

Donghae membuka pintu lemari tersebut dan mendapatkan beberapa potong pakaian didalamnya. Mata Donghae menemukan beberapa potong dress yang masih terbungkus oleh plastik tersebut. Lalu Donghae mengambilnya dari dalam lemari tersebut.

Setelah mengambil semuanya, Donghae langsung keluar dari dalam ruangan tersebut dan kembali kekamar Jaekyung. saat membuka pintu kamar Jaekyung, Donghae sudah menemukan Jaekyung yang kni sudah duduk di kursi dan memaikan laptopnya. Baru di tinggal sebentar saja oleh dirinya, kini Jaekyung sudah kembali seperti semula.

Jaekyung sendiri tak memperdulikan Donghae entah dari mana, karena kini ia sedang fokus memainkan laptop milik Donghae yang sudah beberapa hari ada dirumahnya. Lagi pula Donghae sendiri tidak merasa keberatan kalau laptopnya sekarang seperti milik Jaekyung. dan lagi pula Donghae pernah mengatakan kalau barang-barang miliknya, berarti milik Jaekyung juga.

“Han Jaekyung!” panggil Donghae yang tak di gubris oleh Jaekyung. Donghae langsung mensejejerkan beberapa potong dres tersebut di kasur milik Jaekyung. mata Donghae menatap dress tersebut satu persatu, memilih mana yang pantas untuk di pakai oleh Jaekyung nanti malam.

Dan sudah di tentukan, Donghae mengambil dress dengan warna merah—warna kesukaan Jaekyung—Donghae mengambilnya, lalu ia angat dress tersebut. Donghae melangkah kearah Jaekyung sedang asik tertawa tak jelas itu.

“Hei, lihat aku menemukan dress yang cocok untukmu. Kurasa.” Ucapnya tak yakin, tangannya menyentuh bahu Jaekyung agar Jaekyung langsung menolehnya. Dan benar, Jaekyung menoleh dengan tatapan tak percaya.

“Kau mendapatkan dress ini dari mana?” tanya Jaekyung dengan nada tak percaya. Ia menegakan tubuhnya, mengambil dress yang masih ada di tangan Donghae.

“Tadi aku menghubungi ibumu, menanyakan dress yang di belinya beberapa bulan yang lalu masih ada atau tidak, dan ternyata masih ada.” Ucapnya sambil menepuk pelan bahu Jaekyung, yang kini merutuki dirinya sendiri karena melupakan ibunya yang membelikan dress untuknya “sana cobalah dulu. Kalau ini memang tidak cocok, kau masih bisa memilih dress yang disana.” Ucapnya lagi sambil menunjuk kearah dress yang masih tergletak di atas kasur Jaekyung.

“Baiklah.” Ucap patuh Jaekyung. ia melangkah kearah kamar mandinya untuk segera mencoba dress yang di berikan oleh Donghae tadi. Tapi, belum sempat Jaekyung menyentuh knop pintu tersebut, Jaekyung sudah membalikan kembali tubuhnya.

Tentu saja, apa yang di pilihkan oleh Donghae pasti cocok untuk dirinya. Jadi acara mencobanya ia urungkan saja, dan kini ia kembali kearah Donghae yang sudah duduk menatap layar laptopnya. Jaekyung menyandarkan kepalanya di bahu Donghae yang membuat kepala Donghae menoleh kearahnya dan memandang Jaekyung heran.

“Aku sudah menyuruhmu untuk mencobanya, bukan?” Jaekyung menganggukan kepalanya, “kenapa? Kau tidak suka?” tanyanya lagi.

“Semua yang di pilihkan olehmu, pasti cocok denganku. Jadi aku tak usah mencobanya.” Ucapnya sambil menundukan dirinya sendiri di pangukan Donghae, tangannya mengambil alih mouse yang di pegang oleh Donghae.

“Ya sudah. Kau bisa kerumahku dan meminta ibu untuk mendandaimu.” Ucap Donghae, tangannya melingkar di pinggang Jaekyung.

“Aku memang sudah mengerti itu. Nanti kita berangkat bersama kan?” tanya Jaekyung tanpa mengalihkan tatapannya dari layar laptop tersebut.

“Tidak, aku akan berangat tiga jam lebih awal sebelum acara di mulai. Aku harus memeriksa apa lagi yang kurang. Dan sepertinya hanya tinggal satu jam lagi untuk mengistirahatkan tubuhku.” Ucap Donghae yang membuat Jaekyung menegakan tubuhnya. Dan Donghae melangkah kearah kasur milik Jaekyung yang sebelumnya ia membereskan dress milik Jaekyung yang kemudian di masukannya kedalam lemari.

“Dan, oh aku baru ingat, memang malam ini pasangan dansamu itu aku? Bukankah, Kim Sung Gyu? Yah, berarti Sung Gyu yang menjemputmu malam ini.” Dan setelah Donghae mengucapkan kata seperti itu, Donghae langsung memejamkan matanya.

Jaekyung sendiri yang mendengar ucapan Donghae hanya bisa memandangnya tak suka. Lalu ia kembali mengalihkan tatapannya pada layar laptopnya lagi.

***

Setengah jam Jaekyung sudah sampai di dalam Ballroom milik sekolahnya. Di sampingnya ada Sung Gyu yang sedang memegang gelas minuman dan sesekali menyesapnya. Setengah jam lagi acaranya akan segera dimulai, dan Ballroom disini sudah sangat di penuhi oleh siswa-siswa yang memang sangat senang acara pesta dansa ini di adakan.

Mata Jaekyung menatap kesegala arah, mencari dimana Donghae sekarang. Yang Jaekyung yakini Donghae pasti sangat sibuk sekali untuk mengurusi ini itu. Dan sangat di pastikan Jaekyung akan merasakan kesepian. Hah! Padahal beberapa hari yang lalu dirinya begitu senang sekali karena Sung Gyu mengajaknya menjadi pasangan dansanya. Tapi lihat sekarang, dirinya tak begitu senang. Tapi, ah, sudahlah. Nasi sudah menjadi bubur.

“Kudengar acara akan di buka dengan pasangan ketua dan wakil osis kita.” Ucap Sung Gyu yang menyadarkan lamunan Jaekyung tentang Donghae.

“Hn. Aku tidak tahu pasti.” Ucapnya pura-pura tidak tahu.

“Tidak yakin sekali kalau kau tidak tahu. Kau kan dekat dengan Donghae, padahal sebelum aku ingin mengajakmu sebagai pasangan dansaku, berpikir kau akan menjadi pasangan Donghae. tapi ternyata tidak, eh, tidak salah ingat juga itukan hanya untuk pembukaan, berarti Donghae juga sudah menyiapkan pasangan dansa lainnya kan?” ucap Sung Gyu lagi dan menyadarkan Jaekyung lagi, jadi siapa perempuan yang di ajak Donghae kali ini? Piki Jaekyung.

“Hn. Aku tidak perduli dengannya.” Ucap Jaekyung sambil mengambil minuman yang ada di hadapannya.

“Hm, aku masih tidak mengerti dengan sejarah Mistletoe. Kau tahu apa Mistletoe itu? Kalau tidak salah ingat kau pernah menyinggung tentang Mistletoe itu kan?” tanya Sung Gyu, matanya memandang Jaekyung dari sampingnya. Dalam hatinya, Sung Gyu sangat senang sekali karena Jaekyung bisa menjadi pasangan dansanya. Dan malam ini Sung Gyu tak berhenti menggumamkan kata cantik untuk Jaekyung dalam hatinya.

“Mistletoe?” ucap Jaekyung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “kalau tidak salah, Mistletoe itu tubuhan parasit, tapi sekarang banyak yang bilang kalau Mistletoe sangat di pentingkan dalam menjaga keseimbangan ekosistem.” Sung Gyu yang mendengar jawaban dari Jaekyung hanya memandanganya tak minat.

“Astaga, aku mendapatkan pelajaran disini. Hei, Han Jaekyung aku tahu kau pasti Mistletoe itu apa sebenarnya!” dan Jaekyung hanya bisa tersnyum polos.

“Baiklah, Mistletoe itu, misal kita ini sedang berdiri disini dan mendaptkan Mistletoe menggantung di atas kita berarti kita harus berciuman, tidak ada penolakan sedikit pun dari kita masing-masing. Kalau kita menolak, untuk satu tahun kedepan kita akan terkena sial.” Ucapnya kemudian meminum minumannya.

“Seperti apa yang kau katakan, tidak ada penolakan bukan? Jadi, lihat keatasmu.” Dan Jaekyung mengikuti apa yang di ucapkan oleh Sung Gyu, di atasnya terdapat Mistletoe yang menggantung. Jaekyung menggigit bibirnya. “Jadi tidak ada penolakan, kan?” tanya lagi Sung Gyu dan Jaekyung menganggukan kepalanya, sedangkan Sung Gyu tersenyum, mendekati Jaekyung kemudian langsung mengecup bibir Jaekyung.

***

Acara sudah di mulai tiga jam yang lalu, Jaekyung sudah berdansa tiga kali dengan Sung Gyu. Setelah insiden berciuman dengan Sung Gyu, membuat Jaekyung mali sendiri. Hah! Padahal dirinya sudah sering bercium dengan Donghae. tapi itu tetap saja, dirinya merasa malu.

Sekarang dirinya sedang duduk sendirian di kursi yang memang di sediakan oleh pihak penyelenggara. Kenapa dirinya bisa sendirian? Karena Sung Gyu pamit pulang, karena ibunya menyuruhnya untuk segera pulang. Membuat Jaekyung mati bosan, dan sedari tadi Jaekyung tidak melihat dimana Donghae berada.

Mata Jaekyung menatap beberapa pasangan yang sedang berdansa di lantai dansa sana. Jaekyung tidak berminat lagi, karena kakinya terasa sangat sakit. Jaekyung tidak terbiasa menggunakan sepatu hak tingginya. Tumitnya sakit. Jaekyung perlu Donghae.

Seperti kata pepatah, Pucuk dicinta, wulan pun tiba, kini Donghae sudah berdiri angkuh di depannya. Jaekyung tersenyum lebar melihat Donghae yah, walaupun dengan sikap arogannya itu.

“Kemana pasanganmu?” tanya Donghae menyembunyikan gugupnya karena melihat Jaekyung yang begitu cantik didepannya. Donghae baru berani mendekatinya setelah dari tadi Donghae hanya memandangnya dari jauh. Dan sedikit cemburu karena ia melihat Sung Gyu yang mencium Jaekyung karena Mistletoe itu.

“Sung Gyu sudah di suruh pulang oleh ibunya.” Jawab Jaekyung sambil menggeser duduknya untuk mensilahkan Donghae duduk disampingnya.

“Kau masih sanggup?” tanya Donghae dengan kata-kata ambigu membuat Jaekyung mengerutkan keningnya. “Maksudku berdansa denganku,” ucapnya sambil mengalihkan tatapannya kearah lain.

Jaekyung tergelak pelan melihat Donghae yang seperti itu, “hei, sejak kapan kau menjadi seperti ini? Tentu saja aku mau berdansa denganmu, sedari tadi aku mencarimu, dan sekarang kau ada di sampingmu, jadi aku tidak akan menyia-nyiakan ajakanmu, kan?” jawabnya sambil menegakan tubuhnya, melupakan rasa sakit di kakinya.

Kini mereka berdua sudah berdiri, ikut menari dengan mereka semua. Tangan Donghae sudah melingkar di pinggang Donghae dan tangan Jaekyung melingkar di leher Donghae. posisi yang yang sangat enak di lihat.

Dengan gerakan pelan mengikuti alunan lagu tersebut, Jaekyung langsung menyenderkan kepalanya di bahu Donghae kemudian ia memejamkan matanya menikmati perlakuan Donghae ini. Padahal di rumah Jaekyung selalu mendapatkan hal-hal seperti ini. Tapi kali ini memang sedikit berbeda.

“Aku melihatmu berciuman dengan Sung Gyu tadi.” Ucap Donghae pelan di dekat telinga Jaekyung yang membuat tubuh Jaekyung sedikit menegang, “tenang, kenapa tubuhmu menegang seperti ini? Kau seperti ketahuan selingkuh didepan kekasihmu.” Ucap lagi Donghae yang membuat Jaekyung menepuk pelan punggungnya.

“Itu karena ide konyol kalian semua.” Balasnya mengeratkan pelukannya.

“Wah, aku sudah terjabak, ya? aku kira Sung Gyu yang berniat untuk menciummu.”

“Tentu saja tidak. Dan sepertinya kau juga sudah berciuman dengan wakilmu itu, ya?” tanya curiga Jaekyung yang membuat Donghae tergelak.

“Tidak, kami menghindar dari Mistletoe. Dia takut kalau kekasihnya memutuskan hubungannya. Makanya dia menentang keras ide kami semua. Tapi yah, kami menang dan dia hanya bisa merutuk nasibnya kalau kami berciuman di bawah Mistletoe.” Ucapan Donghae membuat Jaekyung sedikit lega. Jaekyung kira, nanti Donghae akan mencium wakilnya itu. Dan Jaekyung tidak bisa membayangkannya itu.

“Kalau begitu, kini giliranku, eh, tidak aku akan menghapus jejak bibir Sung Gyu dari bibirmu!” ucapan Donghae membuatnya mendongak keatas untuk melihat apakah ada Mistletoe atau tidak, “di tempat kita berdiri tidak ada Mistletoe,” ucapnya lagi sambil menangkupka tangannya pada kedua pipi milik Jaekyung dan setelah itu Donghae langsung menciumnya.

Setelah mencium Jaekyung cukup lama, kini Donghae memeluk tubuh Jaekyung lebih erat. Dan Jaekyung membalasnya, “Merry Christmas, Lee Donghae.” ucap Jaekyung sambil mengecup pipi Donghae dan langsung di balasnya oleh Donghae dengan kecupan singat di bibir Jaekyung.

“Merry Christmas, Han Jaekyung.”

END

Kayaknya bakalan ada sequel lagi ini nih wkwkw, ada ide, mau di kasih judul ‘HANABI’ or ‘FIREWORKS’ buat tahun baru hahahaha

Silvi Diah Septiyani, Indramayu 23 Desember 2013 04:19 pm

17 thoughts on “Mistletoe [ONESHOOT]

  1. fireworks🙂

    ntar paz teng jam 12 dongek nyatain perasaannya ma jaekyung gmn?????

    oia pengen nny klo ff “PERVERTING & If This Was a
    Movie ” kpn mo d’lanjutin penasaran ma kelanjutan hubungan mereka😀

  2. Ini couple gak jelas hubungannya. Sahabat tapi mesra. Kekekeke.. Kapan coba jadi pasangan normal. Main cium2 leher ma elus-elus perut segala. Wkwkwk..

  3. pintar banget nyenangin hati para reader. tp eonni thx berat soalx ff mu nemaniku yg kecape an pulang krj yg dapatin tetangga pd perang musik dangdut. ckckck. bising bangetttt

  4. Wuihh..wuihh pesta dansa pake tema mistletoe?? Hm, bisa2 ini pesta berubah nama dr mistletoe dance party jd ‘kisseu’ dance party nih wkkwkwk

    Tapi..tapi..masih ada tanda tanya GEDE deh vye, ini HaeKyung sbnrnya hubungannya apa to?? Mrk pacaran or nggak sih, klo misal nggak hub mrk b2 udh lbh dr couple. Kasian dong si jaekyung dipegang2 tp tanpa status yg jelas😦

    Btw, ide mistletoe nya donghae beserta member osis sukses besar dong y scr si ikan juga bs dpt momen buat dansa n nyium si jaekyung .. ㅋㅋㅋㅋ

    • Hoakakka sukses besar unn, dan buat aku juga sukses besar akhirnya bisa bikin Fict Mistletoe wkwkwkw
      Nah, disini aku juga ngga tau hubungan mereka itu apa yah intinya sih begitu. Wkwkw maklum unn aku suka nulis yg kayak gini, bikin si couple ngga jelas hubungannya apa yah intinya sama kayak aku ngga jelas hahahahaha

  5. aaaa.. so sweet deh.di seri ini hubungan donghae-jaekyung blak2an dalam melakukan sentuhan. hemmm … aku suka. ditunggu loh next part.
    hanabi apa tuh? kayakna fireworks tu berhubungan dg new year yah?

  6. mereka bukan berstatus sebagai kekasih. Tapi mereka bersikap seperti kekasih. Kekekekeke menarik, apalagi dengan Donghae yang mesum. Hahahaha
    Aku gak nyangka ternyata yang di download oleh jaekyung itu sesuatu yang tak layak. Aigoo!!! Tck tck

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s