LUKA [ONESHOT]

image

VYEJUNGMIN

Lee Donghae

Han Jaekyung

 

.

.

 

Jaekyung berjalan dengan cepat kearah parkiran di kampusnya, Ia lupa kalau hari ini ada janji dengan Donghae. kalau saja ia tidak mampir ke perpustakan dulu, mungkin ia sudah sampai disana. Dan ini juga kesempatan untuk memberitahukan sesuatu pada Donghae.

Matanya menatap kearah pergelangan tangannya untuk melihat sudah jam berapa dan setelah mengetahuinya, Jaekyung hanya bisa mengerutuki bahwa ia sudah telat selama tiga puluh menit. Telat satu menit aja ia bisa di diamkan selama berhari-hari apalagi ini telat setengah jam. Kemungkinan yang terburuk adalah dirinya di putuskan oleh Lee Donghae.

Jaekyung berdoa dalam hati semoga saja ia tidak di diamkan atau di apakan, Jaekyung benar-benar mencintai Lee Donghae. Dengan tumpukan buku yang ada di depan dadanya, Jaekyung sangat berhati-hati sekali untuk berjalan di koridor kampus yang sudah sepi seperti ini.

Tangan kanannya ia gunakan untuk mengusap keningnya yang berkeringat akibat berlari dari perpustakaan yang ada di lantai tiga sampai lantai dasar. Bibirnya mulai merutuki bagaimana ia bisa melupakan janji dari Lee Donghae itu.

Jaekyung berhenti sebentar untuk menarik napasnya, ia lelah butuh beristirahat. Walaupun Jaekyung sangat menyukai olahraga tapi kalau di paksa lari seperti ini tetap saja akan memakan banyak tenaganya. Apalagi ia lupa untuk mengisi perutnya, itupun karena ia sibuk untuk mengerjakan tugas yang sangat mendadak dan harus di kumpulkan besok.

Betapa gilanya kehidupan mahasiswa yang ia jalani sekarang.

Setelah sampai di parkiran, Jaekyung tidak melihat adanya Lee Donghae disana. Jaekyung hanya bisa menghembuskan napasnya yang terengah-engah akibat ia berlari tadi. Dengan pelan Jaekyung berjongkok mengistirahatkan tubuhnya lagi. Hari ini ia terlalu banyak mengluarkan energinya.

Sudahlah, kalau Lee Donghae sudah tidak ada di kampus, lebih baik ia segera pergi menuju tempat kerjanya. Ia membatalkan izin tidak masuk kerjanya, daripada hanya diam seperti orang bodoh dirumah sederhana yang ia sewa satu tahun terakhir ini, lebih baik ia bekerja Sembilan untuk menambah uang jajannya.

Setelah merasa tenaganya bertambah, Jaekyung beranjak dari duduknya, berjalan keluar dari kampusnya. Hari ini mungkin ia akan pulang lebih larut dari biasanya.

 

***

 

Dengan rasa kantuk yang sangat berat, Jaekyung dengan tidak sabar untuk membuka pintu rumahnya. Dan saat ia berjalan lebih dalam lagi, ia sudah di sambut oleh adanya Lee Donghae yang sudah ada di ruang tamunya.

Sejak kapan Lee Donghae ada di dalam rumahnya. Dan Jaekyung hanya bisa menepuk keningnya pelan. Pasalnya ia baru ingat kalau Lee Donghae mempunyai kunci cadangan rumahnya yang kecil ini.

“Dari mana saja?” tanya Donghae yang masih tidak menghadap kearahnya. Jaekyung yang melihat kearoganisme Donghae hanya bisa mendengus dalam hati.

“Bekerja.” Balasnya pelan sambil meletakan semua barang yang ia bawa di atas meja yang berdekatan dengan lemari kecil miliknya.

“Seharunya kau ingat waktu!” Jaekyung mengerutkan keningnya. Memangnya kenapa? Padahal ia bisanya juga akan pulang jam segini, kenapa ia malah dimarahi seperti ini?

“Biasanya aku juga pulang di jam-jam ini, memangnya kenapa?” tanya Jaekyung sambil mengambil air yang ada di dapur. Sedari tadi ia sudah sangat haus sekali.

“Ah! Kau memang menyebalkan!” ucap Donghae sambil bangkit dari duduknya lalu pergi meninggalkan Jaekyung begitu saja di dalam rumahnya.

Jaekyung hanya bisa mengerutkan keningnya saja, kenapa ia bisa marah-marah seperti itu? Bukan kah dia tahu kalau dirinya selalu pulang lebih malam? Tapi kenapa sekarang Lee Donghae merasa keberatan dengan jam pulangnya?

Dan Jaekyung hanya bisa menepuk pelan keningnya lagi karena ia lupa untuk meminta maaf karena tidak bisa menepati janji untuk bertemunya sore tadi. Dan ia lupa juga untuk memberitahukan sesuatu pada Donghae

 

***

 

 

Karena sudah tidak tahu bagaimana untuk menghubungi Donghae, Jaekyung langsung mencari Donghae di penjuru kampus. Sudah seharian ini Jaekyung untuk menghubunginya sangat susah sekali.

Mungkin ini karena kejadian kemarin sore yang membuat Donghae kesal karenanya, Jadi Donghae tak mengangkat ataupun membalas pesan-pesan yang Jaekyung kirimkan.

Jaekyung melirik kearah pergelangan tangannya untuk melihat jamnya, ketika waktu sudah waktunya untuk memulai kerja, Jaekyung langsung bergegas untuk keluar dari kampusnya.

Tapi saat ia berjalan, tiba-tiba saja ia mendengar suara yang ia cari-cari selama seharian ini. Jaekyung mendengar suara Lee Donghae yang sedang tertawa di ruang klub Sastra. Jaekyung memelankan langkahnya, mendekatkan telinganya kearah pintu guna untuk mendengarkan apa yang Lee Donghae bicarakan didalam sana.

Kau beruntung mendapatkan Han Jaekyung itu.” Jaekyung kenal suara ini, Lee Hyuk Jae salah satu teman Donghae. kemudian Jaekyung mendengar suara Lee Donghae menjawab ucapan Hyuk Jae itu.

Beruntung? Apa yang membuat kau bisa mengatakan seperti itu?” terdengar Donghae tergelak pelan membuat Jaekyung yang mendengarnya hanya bisa mengerutkan keningnya saja.

Bukankah Han Jaekyung itu mahasiswa yang sangat di inginkan oleh mahasiswa laki-laki disini? Yah, walaupun dia tidak kaya sekalipun. Kau bisa lihat bagaimana tubuhnya, wajahnya! Aku bahkan tidak percaya kalau kau tidak tertarik dengan Han Jaekyung itu. Dan sudah menjadi fakta bahwa Han Jaekyung itu menyukaimu.”

Bagaimana ya? dia mengejar-ngejarku sejak menjadi mahasiswa. Awalnya aku biasa saja. Tapi lama-kelamaan aku muak yang selalu saja mengekoriku setiap saat. Apalagi saat tahu bahwa ia menyelamatkan orang tuaku dari kecelakaan maut itu. Dan aku mendapatkan kejutan yang lainnya bahwa orang tua Han Jaekyung yang sudah tidak ada itu dan orang tuaku menjodohkan kami berdua dari kami kecil. Bukankah itu konyol sekali?”

Jaekyung mematung mendengar ucapan Donghae. jadi selama ini Donghae hanya berpura-pura mencintainya? Berpura-pura hanya didepannya saja? Dan di belakangnya dia seperti ini? Apa ini benar-benar Lee Donghae? ini tidak bisa di percaya.

Selain itu dia benar-benar gadis yang sangat cerewet sekali. Kasar, bukan tipeku sekali. Kau tahu bukan aku menyukai gadis yang seperti Jung Sung Mi yang manis dan lemah lembut itu?”

Jung Sung Mi? yang benar saja, bahkan Jung Sung Mi tidak ada apa-apanya dengan Han Jaekyung yang cantik itu. Terlihat dari fisik mereka, Jaekyung tinggi, Sung Mi? astaga Lee Donghae matamu kemana? Aku akui Jaekyung memang kasar, tapi kau tidak melihat sisi lain dari kasar itu.”

Wah, jadi kau tertarik dengan tunanganku?”

Kau sudah bertunangan dengan Han Jaekyung?”

Belum, rencananya akan di lakukan dua minggu lagi oleh orang tuaku. Aku tidak bisa menolak karena aku menghargai mereka berdua yang sudah membesarkanku, sebatas rasa terima kasihku, dan kalaupun aku menolaknya bukankah sudah aku katakan, kalau aku dan Jaekyung sudah di jodohkan dari awal? Jadi tidak ada kesempatan untuk menolaknya kan?”

Seharunya kau bersyukur itu.”

Bersyukur? Tapi aku tidak menyukainya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana aku melewati hari-hariku jika aku sudah terikat dengannya. Mungkin banyak perang dingin akibat aku mengacuhkannya?”

Kau berlebihan. Kalau aku menjadi dirimu, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Belajar mencintainya dan menjalani hidupku dengannya dengan baik.”

Silahkan saja. Aku sudah lelah berpura-pura tidak geram dengan Han Jaekyung yang sering mengekoriku kemanapun. Di luar jam mata kuliah dia selalu mengikutiku, seperti dia memiliki hak memiliku saja.”

Kau tidak tahu saja kalau di belakangmu, laki-laki yang melihat kau melintas dengan Jaekyung yang ada di belakangmu, selalu menggeram kesal melihatmu. Kadang tak jarang untuk mengumpatmu untuk segera mati karena di ekori oleh Han Jaekyung. aku juga mendengar bahwa ada beberapa kelompok laki-laki yang ingin sekali merasakan tubuh mereka yang akan mereka masukan kedalam tubuh Jaekyung.”

Haha! Mereka itu bodoh dan tolol sepertinya. Aku akui tubuh Jaekyung memang membuatku takjub dan membuatku mengerang, tapi dia tidak bisa mengimbangi permainanku.”

ASTAGA! Jadi kau sudah melakukan dengan Han Jaekyung?”

Tentu saja, kalau tidak salah tiga minggu yang lalu. Kalau tidak salah ingat aku melakukannya saat aku mempunyai masalah dengan Jung Ha, aku tidak sadar kerumah sewa miliknya dan melakukan dengannya, paginya aku mendapatkan Han Jaekyung yang terbengong seperti orang tolol.”

Wow! Kau jahat sekali Lee Donghae. aku tidak bisa membayangkan bagaimana kalau Han Jaekyung tahu semua kebejadanmu ini? Apa dia memakimu? Memukul? Menendang? Atau lebih parahnya lagi meninggalkanmu? Lee Donghae tanpa ekor bernama Han Jaekyung itu benar-benar akan sangat tidak menarik!”

Meninggalkanku? Jangan banyak bicara, aku bahkan akan senang sekali kalau Han Jaekyung itu pergi meninggalkanmu. Tapi…”

Tapi?”

Tidak. Ya, kalau dia pergi meninggalkanku, aku tidak perduli dengannya!”

 

***

 

Tidak. Ya, kalau dia pergi meninggalkanku, aku tidak perduli dengannya!”

Ucapan Lee Donghae itu selalu berputar di kepalanya. Tidak bisa dihilangkan dari kepalanya. Hatinya hancur. Lebih hancur saat ia mendengar kedua orang tuanya sudah tiada karena kecelakaan saat ia kecil dulu.

Tangannya memegang ponselnya yang sedari tadi berdering menandakan seseorang menelponnya. Jaekyung tidak ada niatan untuk mengangkat telpon dari orang yang sudah menghancurkan hatinya begitu saja. Rasanya Jaekyung ingin sekali menangis. tapi, sayang sekali air matanya tidak bisa keluar.

Jaekyung menyesal bagaimana bisa ia menyukai Lee Donghae yang jelas-jelas dari awal sekali Lee Donghae itu memang tidak menyukainya, tidak pernah perduli dengannya. Dan Han Jaekyung sangat menyesal sekali ketika ia ingat bagaimana ia pasrah begitu saja saat tubuhnya di kuasai oleh Lee Donghae.

Setelah dering ponselnya berhenti, Jaekyung segera mematikan ponselnya. Jaekyung sedang berpikir bagaimana kalau ia mewujudkan keinginan Lee Donghae yang ingin Jaekyung pergi dari hidupnya? Sepertinya itu memang lebih baik, dari pada setiap hari membuat Lee Donghae menggeram kesal karenanya.

Jaekyung beranjak dari duduknya, berjalan kearah cermin besar miliknya. Menilik bagaimana penampilannya saat pulang dari kampusnya satu jam yang lalu. Masih baik, hanya wajahnya saja yang kini tidak ada ekspresi apapun.

Setelah melihat penampilannya, Jaekyung segera keluar dari kamarnya, meninggalkan rumahnya. Semuanya sudah bulat didalam hatinya. Ia akan meninggalkan jenjang sekolah tingginya, meninggalkan pekerjaan sembilannya, meninggalkan semua yang ada di Negara ini. Meninggalkan Lee Donghae.

Yah, seperti yang diinginkan Lee Donghae. jaekyung mewujudkan agar Donghae bahagia dengan wanita pilihannya, bukan dengan dirinya yang hanya paksaan dari kedua orang tuanya atau tuntutan dari perjodohan seperti itu.

Mungkin Jaekyung juga akan menemukan laki-laki lain yang lebih baik dari Lee Donghae yang seperti itu? Mendapatkan laki-laki yang menwarkan janji sehidup semati dengan dirinya, tanpa adanya paksaan dari sebelah pihak.

Setelah duduk selama sepuluh menit didalam bus, Jaekyung segera turun dari bus tersebut saat sudah berhenti. Ia pergi ketempat kerjanya, ia akan mengundurkan dirinya sebagai pelayan disana. Ini lebih baik.

Setelah sampai dan di kenai marah sebentar oleh teman yang berprofesi sama, Jaekyung langsung berjalan kearah ruang manager kafenya. Setelah di ijinkan masuk dan segera menjelaskan ia ingin berhenti, Jaekyung di tolak habis-habisan oleh managernya, karena Jaekyung termasuk pelayan yang sudah lama bekerja disini.

Tapi karena keteguhan hati ingin segera pergi, akhirnya managernya mengiyakan permintaan Jaekyung dan memberikan gaji terakhir serta uang pesangon yang langsung di tolak oleh Jaekyung, tapi tetap ia menerimanya karena managernya mengatakan itu uang untuk selama ini ia bekerja di kafenya.

Setelah keluar dan berpamitan dengan beberapa pegawai disana, Jaekyung segera keluar dari kafe tersebut dan segera untuk pulang kerumahnya. Sesegera mungkin untuk mengepak semua baju yang akan ia bawa lusa nanti.

Yah, lusa nanti ia akan pergi.

.

.

“Apa? Mencabut beasiswa dan memberikannya kepada orang yang membutuhkannya? Apa maksudmu, nona Han?” tanya dewan yang menangai beasiswa tersebut dengan kening menyerit.

“Kalau tidak bisa, ya sudah. Aku juga tidak tahu harus bagaimana, hanya saja aku akan pindah dari Korea, aku sudah bertemu dengan kerabat dari keluargaku yang akan mengurusku di jepang.” Ucap Jaekyung berbohong.

“Sebenarnya ini akan sangat di sayangkan sekali. Tapi itu kalau memang terbaik untuk nona Han, saya tidak juga tidak tahu harus bagaimana. Tapi, ya sudah aku akan mencabut beasiswamu dan menyimpannya untuk mahasiswa yang akan beruntung nanti.” setelah itu Jaekyung langsung membungkuk, memberikah ucapan terimakasih karena sudah di ijinkan menjadi mahasiswa disini.

Akhirnya masalah pertama yang ia lakukan malam tadi sudah selesai, dan ini masalah ini yang terakhirpun sudah ia selesaikan. Jaekyung tertawa dalam hati, ia meninggalkan tanah kelahirannya dan akan pindah kenegara lain.

Itu lebih baik, daripada ia terus di bohongi oleh Lee Donghae itu.

.

.

“Jaekyung-a!” wajah Jaekyung langsung menampilkan senyumnya saat melihat ibu Donghae yang menyambutnya itu. “Kau tahu, ibu sudah sangat merindukanmu. Ibu selalu membujuk Donghae agar membawamu kesini. Setelah satu minggu ibu menyatakan akan menggelar pertunanganmu dengan Donghae seminggu yang lalu, Donghae selalu diam saat ibu mengatakan merindukanmu.” Ucap ibu Donghae yang benar-benar membuat Donghae merasakan hangat dihatinya.

“Donghae tidak mau membawaku ke ibu karena aku sibuk dengan tugas kuliahku.” Balasnya sambil duduk disamping ibu Donghae.

“Padahal acara pertunanganmu itu dua minggu lagi, tapi kenapa kau malah sibuk mengerjakan tugas kuliahmu?” tanyanya sambil membawa Jaekyung kedalam rumah, menundukan Jaekyung di sofa yang ada di ruang tengah tersebut.

Jaekyung tersenyum membalas pertanyaan Ibu Donghae, “untuk menambah nilai yang kurang memuaskan saja.” Mata Jaekyung meneliti kesegala arah, siapa tahu saja Donghae ada di rumah, kan? Soalnya saat di kampus tadi Jaekyung tidak melihat adanya Donghae.

Lagipula, Jaekyung sudah tidak perduli lagi dengan adanya Donghae. Dan Jaekyung benar-benar—ingin melupakannya, walaupun dalah hatinya Jaekyung masih tetap mencintai Lee Donghae. Tapi mau bagaimana lagi, Lee Donghae tidak pernah mencintainya, dirinya di benci oleh Lee Donghae.

“—Kyung?”

“Jaekyung-ah!”

Jaekyung tersadar dari melamunnya, kepalanya ia tolehkan kearah samping, memandang wajah ibu Donghae yang sedang menatapnya bingung. Kemudian Jaekyung tersenyum manis menandakan bahwa ia baik-baik saja.

“Lihat, kau kesini, kau malah melamun seperti itu. Apa yang kau pikirkan? Tugasmu yang banyak atau apa?” tanyanya sambil mengelus kepala Jaekyung pelan.

“Aku baik-baik saja. Dan semua tugasnya sudah aku kerjakan semuanya.” Jawabnya yang membuat ibu Donghae bernapas lega. Jaekyung menghembuskan napasnya pelan. Ia bingung harus bagaimana untuk memberitahukan pada ibu Donghae untuk membatalkan pertunangannya dengan Donghae.

Jaekyung tidak berani. Tapi demi kebagaiaan Lee Donghae, Jaekyung akan melakukan apa saja untuknya.

“Ibu memasak sesuatu yang baru, kau mau?” tawarnya sambil berdiri dari duduknya. Jaekyung menggelengkan kepalanya membuat ibu Donghae mengerutkan keningnya yang memang sudah mengerut akibat bertambahnya usia.

“Aku…ada sesuatu yang aku inginkan tapi aku yakin itu akan membuat ibu kecewa.” Jaekyung berucap pelan. Membuat ibu Donghae hanya samar-samar mendengarnya.

“Coba ulangi?” pintanya membuat Jaekyung menghembuskan napasnya lagi.

Jaekyung berdeham pelan lalu meremas kedua tangannya agar ia berani untuk mengatakan ini semua, “aku tahu permintaanku yang ini pasti akan membuat ibu, ayah dan Donghae kecewa. Tapi entahlah sepertinya ini memang benar apa yang akan aku lakukan. Aku…aku ingin membatalakan pertunangan ini.” Jaekyung menghembuskan napasnya lega setelah mengucapkan kata-kata itu yang ada di dalam hatinya.

Kepala Jaekyung menoleh kearah ibu Donghae yang terdiam. Hatinya kini ia gelisah melihat wajah ibu Jaekyung yang memandanganya seperti itu. Sepertinya ungkapannya tadi membuat ibu Donghae terkejut.

Hah! Tentu saja, idiot. Siapa yang tidak terkejut saat mendengar seseorang yang di inginkan untuk menjadi anggota keluarganya kini malah menolaknya seperti itu? Kau tolol ya? bisik suara yang entah milik siapa, menyadarkan Jaekyung dari segala perbuatannya hari ini.

“Kenapa?” itulah ucapan yang keluar dari mulut ibu Donghae setelah lima menit hanya terdengar suara detik jam yang berbunyi. Jaekyung tersenyum simpul, tidak menampilkan senyuman manis seperti tadi.

“Entahlah, aku merasa masih tidak yakin dengan apa yang aku lakukan setelah bertunangan dengan Donghae.” Jaekyung menundukan kepalanya lalu dua detik kemudian ia mendongak, tangannya menyelipkan rambut coklat panjangannya di belakang telinganya.

“Tapi Jaekyung-ah, ini masih acara pertunangan belum acara pernikahan tidakah kau membatalkan apa yang kau lakukan?” kini tangan ibu Donghae menggenggam tangan Jaekyung yang ada di kedua paha Jaekyung.

“Maka dari itu, ini masih acara pertunangan, bagaimana dengan acara pernikahan sakralnya nanti? aku takut aku malah menolak pernikahannya.” Ucapnya pelan membuat ibu Donghae tidak mendengar ucapannya.

“Apa?” tanyanya untuk mengulang ucapan Jaekyung tadi.

“Tidak ada apa-apa. Tolong, aku ingin membatalkannya, aku masih belum siap.” Mohon Jaekyung pada ibu Donghae yang hanya menghela napas pasrahnya.

“Sangat di sayangkan sekali. Padahal kalian berdua sudah kami jodohkan sejak kecil. Tapi kau malah menolaknya seperti ini. Aku membatalkan pertuangan kalian, tapi hanya dalam kurun tiga bulan, setelah itu kalian tetap akan aku tuangankan kembali.” Ucapnya tegas membuat Jaekyung tersenyum palsu mendengarnya. Tiga bulan? Yang pasti selama itu Jaekyung sudah tidak ada di Negara ini.

“Terima kasih.” Ucap Jaekyung sambil menundukan kepalanya.

“Kau mau makan?” tanya ibu Donghae, mengalihkan pembicaraan dengan lain.

Jaekyung menggelengkan kepalanya, “aku sudah makan sebelum mampir kesini.”

“Sudah makannya, ya? huh! Padahal aku ingin membuat makanan untukmu.” Jaekyung tersenyum lalu bangun dari duduknya. “kau akan pulang?”

Jaekyung menganggukan kepalanya, “hum, hari ini aku ada janji dengan teman untuk mengajarkan mata kuliahnya yang tidak ia mengerti.” Jawabnya berbohong lagi. Ibu Donghae menganggukan kepalanya untuk mengerti dengan calon menantunya itu.

“Baiklah aku tidak memaksa. Kalau kau ingin makan atau apa kau kesini ya?” Jaekyung kembali menganggukan kepalanya untuk menjawab ucapan ibu Donghae.

Setelah sampai di depan pintu gerbang rumah milik Donghae, Jaekyung langsung memeluk tubuh ibu Donghae. ini hari terakhirnya, maka ini juga terakhirnya ia memeluk wanita yang sudah ia anggap sebagai ibunya yang kedua.

Jaekyung melepaskan pelukannya, lalu mengucapkan terima kasih untuknya, membungkukan badanya lalu ia segera pergi dari rumah megah milik orang tua Lee Donghae.

Bibir Jaekyung menampakan senyumanya. Akhirnya membatalkan pertunangan dengan Lee Donghae tidak susah yang ia pikirkan. Jadi hari ini sudah tidak ada lagi yang harus di permasalahkan.

Teman kampusnya, kampus, kedua orang tua Donghae, dosen di kampusnya, tempat ia bekerja, Korea dan—Lee Donghae. semuanya akan ia lupakan, dan kembali membuka lembaran baru di Negara yang akan ia tujui. Negera dengan adanya ‘Cherry Blossom.’

.

.

.

Setelah meneliti semua ruangan yang ada di rumah sewa kecil miliknya telah rapi, Jaekyung langsung menegakan tubuhnya. Semua prabotan yang ia beli dari uang gajiannya ia tinggalkan, mana mungkin kan kalau ia membawanya juga? Jaekyung hanya membawa beberapa barang yang anggap ia penting untuk ia bawa.

Jaekyung menghembuskan napasnya pelan. Ia sudah bertekad untuk menghilang dan seharusnya memang begitu. Dengan pelan Jaekyung menutup pintunya, mengunci pintu tersebut sebelum ia berikan kepada pemiliknya yang memang ada di samping rumahnya itu.

Setelah mengunci dan memberikannya kepada pemiliknya yang dulu, Jaekyung segera mengehentikan taksi yang sedang melaju kearahnya, setelah itu ia langsung masuk kedalam taksi tersebut yang akan mengantarnya kebandara.

Mata Jaekyung menatap sendu pemandangan diluarnya. Akhirnya ia pergi dari tanah kelahirnnya, membuang semua kenangan indahnya selama ia tinggal disini. Dan di Negara yang baru ia akan membuat kenangan indanya lagi.

Beberapa menit kemudian akhirnya ia sudah sampai di bandara, menenteng tas punggung yang sedari tadi di letakan di pangkuannya, lalu menerima uluran koper dari sang supir yang membantunya mengambilkan dari bagasi mobil tersebut. Setelah membayar dan mengucapkan terima kasih Jaekyung langsung melangkah kedalam bandara yang ramai tersebut.

Pergi tanpa memberitahukan pada siapapun, hanya salah satu dewan di kampusnya yang tahu kalau dia akan pergi ke jepang, itupun karena Jaekyung tanpa sadar memberitahukannya. Jaekyung yakin kalau Donghae tahu nanti, Donghae pasti akan senang tak terhingga, karena orang menyebalkan yang selalu mengekor di belakang tubuhnya sudah pergi.

Jaekyung mendudukan tubuhnya di kursi tunggu, menunggu pemberitahuan pesawatnya yang akan lepas landas beberapa menit lagi. Saat merasakan ponselnya bergetar pelan menandakan ada sebuah panggilan, Jaekyung langsung mengambil ponselnya yang ada di saku celana jeansnya. Dari Donghae. lalu dengan sedikit malas, Jaekyung langsung menekan tombol terima.

Han Jaekyung!” dengan segera Jaekyung langsung menjauhkan ponselnya dari terikan Donghae tadi. “Kau ada dimana?” pertanyaan Donghae membuat Jaekyung menegang. Apa mungkin kalau Donghae tahu bahwa ia akan pergi?

“Aku ada di tempat kerjaku.” Jawab Jaekyung pelan.

Bagus. Aku akan kesana untuk berbicara tentang kau menolak pertuangan kita!” Jaekyung tanpa sadar memutar bola matanya bosan. Kemudian ia menghembuskan napasnya.

“Tidak perlu. Aku ke tempat kerjaku hanya ingin berhenti bekerja saja. Sudah ya aku buru-buru, aku harus pergi.”

Hei! Apa maksudmu?”

“Lee Donghae terima kasih!” setelah mengucapkan kata-kata itu Jaekyung langsung menutup telponnya lalu ia mematikan ponselnya agar Donghae tidak menelponnya lagi.

Semuanya akan baik-baik saja. Ya baik-baik saja.

Mendengar suara pemberitahuan bahwa pesawat yang akan membawanya kejepang akan segera lepas landas Jaekyung segera berdiri dari duduknya. Semuanya akan ia lupakan setelah ia masuk kedalam pesawat tersebut. Ia akan membuka lembaran baru di negeri sakura tersebut.

Melupakan cintanya. Melupakan Lee Donghae yang hanya kasihan padanya.

OWARI

Uhuk aku ngga yakin kalo ini ada sequelnya apa ngga. Mungkin ada, soalnya ini gantung kan? Nanti kapan-kapan buat Donghae sidenya nanti.

SANKYU~~~

42 thoughts on “LUKA [ONESHOT]

  1. sequel pliss, kan ff yg sebelumnya udh mo ending.. hehehh.. donghae nappeun..😦
    btw, ternyata couple di ff ini kesampean juga ktmu di drama ya.. jgn2 km punya bakat bisa liet masa depan kali ya.. hahahah…😀
    keep writing chingu..😉

  2. Uhuk aku ngga yakin kalo ini ada sequelnya apa ngga. Mungkin ada, soalnya ini gantung kan? Nanti kapan-kapan buat Donghae sidenya nanti. ditunggu ya.. hiihihii..

  3. Mungkin ada? HARUS ADA! #Maksa😄 – Tapi aku penasaran, diawal-awal tadi katanya ada yang mau dikatakan Jaekyung pada Dong Hae. Jangan-jangan JaeKyung hamil????

  4. kalo gak salah liat tadi ada satu atau dua typo hehehe mian
    ini ff woi bukan jemuran yang harus digantung wkwkwk ceritanya ngegantung chingu, minta dikasih sequel😀 oh iya katanya mau dikasih donghae side ya? wah pasti keren tuh😀 ditunggu😀

  5. Astagaaa tor gk mau tau ini hrus ada sequelnyaa… sumpah ikutan nyesek sama kata2 hae.. kyung cri cowo lain aja sudah. Sequelnya jgn lama2 ya tor keke

  6. Saeng,ini wajib buat sekuel,. Dr kmrin npa donghae jadi brengsek gni,jadi pgen nyiksa dia smpe diakar akarnya.. Sekuelnya tak tunggu pokoknya

  7. ini cerita yg seharus.na sebelum drable lemon bukan,,,???
    pas sampe tengah” tadi aq langsung keinget sama drable itu soal.na,,,

  8. Heii wajib sequel dong…itu donghae beneran gak suka dg kyung2 ya??bwt donghae nyesel n nangis2 darah yaaa hehehehe ketawa evil ;->:-D
    authoooorr nggak nyangka donghae main film beneran dg jaekyung hahahahahaaa,,tp aku mulai ngefans jg k jaekyung wkt liat runningman yg jaekyung pinter masak tu…

  9. annyeong..
    ceritanya wow baget.. daebak..

    jaekyung sbenernya mau ngasih tau apa k donghae???

    beneran tuh donghae yg dikatakan pd temennya..

    msih nggantung thor critanya lanjut sequel..

    oy karna gw telat tau ada ff donghae yg bgus.. gw mnt ijin mo baca ff karya author.. gw jnji akan ninggalin komen deh.. tp gw bca dlu.. kmennya ntar skalian bbrpa tp gw jnji perpart gw komen.. tingkyu..

  10. aah~ donghae jahat bgt sih.. cuma manfaatin jaekyung aja krn tubuhnya.. OMG !.. hrs da sequel nih.. dtunggu y.. he

  11. Bang Hae mulut nya itu aihhhh , jdi nyesel kan -_-
    kasian jaekyung pasti nyesek bangettt ibu nya Hae baik bangett ihh , kasian gara” anak nya seh gg bsa di jaga mulut nya -_-
    yasssshhh bagusss jaekyung pilihan tepat (y)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s